Penagihan Kartu Kredit UOB kepada Pihak Keluarga

Dear Bank UOB yang terhormat,

Perkenalkan nama saya Chikitta Grace Parera, biasa dipanggil Chikitta. Saya sebenarnya bukan nasabah Bank UOB, baik kartu kredit maupun kartu debit (silahkan bisa dicek nama saya, apakah saya termasuk nasabah UOB atau bukan). Namun beberapa bulan ini saya sangat kecewa dan sangat terganggu oleh kelakuan dari Bank UOB yang saya pikir professional. Saya beberapa kali ini ditagih oleh kartu kredit UOB atas nama ibu kandung saya (Astin Finalisty) dan penagihan ini tidak hanya telepon ke nomor HP saya, tapi sampai ke kantor saya.

Sudah saya komplain berkali-kali perihal ini, karena saya rasa pekerjaan saya sudah terganggu perihal ini. Namun jawabannya CS hanya akan di-follow up (dengan hasil nihil). Saya rasa UOB sebagai bank besar sudah paham etika penagihan seperti apa.

Jangan membuat orang lain yang belum menjadi nasabah malah kapok untuk menjadi nasabah UOB atas perilaku tim penagihan UOB sendiri. Bagi Bank UOB akan menjadi citra yang buruk karena sistem penagihannya ini.

Chikitta Grace Parera
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank UOB Indonesia:
[Total:10    Rata-Rata: 1.5/5]
Tanggapan Bank UOB Indonesia atas Surat Ibu Chikitta

Dengan hormat, Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Ibu Chikitta Grace Parera yang dimuat dalam rubrik Surat Pembaca Mediakonsumen.com pada...
Baca Selengkapnya

Loading...

2 komentar untuk “Penagihan Kartu Kredit UOB kepada Pihak Keluarga

  • 16 September 2020 - (08:23 WIB)
    Permalink

    Model Penagihan Berantai memang sedang ngetrend dilakukan BankBank .Model penagihan seperti ini dianggap efektif karena melibatkan orang orang terkaiit menekan si penunggak.Padahal cara ini cara paling bersiko buat Bank itu sendiri.Orang jadi trauma berurusan dgn bank tsb.Ujungnya mau promosi sampai pingsan juga gak bakal nambah member.
    Apa yang dialami Chikita juga menimpa ribuan orang. Bahkan ada yang sampai kehilangan pekerjaan.Ironisnya lembaga spt OJK atau BI ya datar datar saja.Dimasa pandemi dimasa susah dimana rakyat butuh perlindungan model menagih mempermalukan,mengintimidasi mestinya juga dibasmi.Kalau keterusan gugat saja ke Pengadilan .Hubungi laywer
    Di Surabaya ada lawyer yang suka rela membantu Chik.Sudah saatnya kita berani melawan secara hukum.

    • 16 September 2020 - (09:56 WIB)
      Permalink

      Setuju dengan statement Bpk Bambang. Apapun yang terjadi, selama nasabah masih mempunyai itikad baik untuk menyelesaikan kewajibannya, seharusnya pihak bank memfasilitasi. Kalau memang tidak ada support tersebut bisa dilanjutkan secara hukum atau dengan bantuan lembaga ketiga seperti OJK

 Apa Komentar Anda mengenai Bank UOB Indonesia?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Penagihan Kartu Kredit UOB kepada Pihak Keluarga

oleh chikitta grace dibaca dalam: 1 min
2