Tunaiku Sebut Nasabah “Bertele-tele” dan Ancam Tolak Pelunasan saat Diminta Transparansi Bunga

Saya adalah nasabah Tunaiku, sejak tahun 2022. Pada tanggal 8 Mei 2026, pihak Tunaiku mengirimkan email berupa penawaran untuk diskon pelunasan, yaitu diskon denda hingga 100% dan diskon bunga hingga 100%.

Kemudian saya mengirimkan email ke kontak yang disediakan di email tersebut untuk melakukan pelunasan serta mengonfirmasi diskon yang diberikan di email.

Pada tanggal 22 Mei 2026, saya dihubungi dari pihak manajemen Bank Amar Tunaiku terkait diskon bunga dan denda. Kemudian saya mempertanyakan “hak” saya sebagai nasabah untuk mengetahui komposisi bunga dan pokok yang saya bayarkan dari total tagihan bulanan saya sebesar Rp1.735.000.

Kemudian pihak Tunaiku izin untuk telepon dan mempersilakan saya berbicara dengan atasannya. Saya pun mengangkat telepon tersebut. Di percakapan itu, yang saya utarakan hanya saya ingin mengetahui besarnya komposisi pokok dan bunga yang saya bayarkan tiap bulan berapa dan berapa persen keringanan pelunasan yang saya dapat.

Namun sebaliknya, pihak Tunaiku berkesan menutupi dan berusaha tidak memberitahukan kepada saya komposisi pokok pinjaman dan bunga yang saya bayarkan tiap bulan.

Kemudian pihak Tunaiku dengan nada tinggi dan emosi pun mengancam proses pelunasannya akan di-reject oleh beliau selaku atasan, karena pihak Tunaiku bilang saya terlalu bertele-tele.

Yang ingin saya tanyakan adalah:

  1. Apakah jika nasabah ingin mengetahui komposisi pokok dan bunga yang dibayarkan per bulan itu disebut bertele-tele?
  2. Saya ada niat untuk melunasi pinjaman tersebut, tetapi saya sebagai nasabah diancam ditolak proses pelunasannya. Apakah ini bagian prosedur dari Tunaiku untuk nasabah yang ingin mengetahui komposisi pokok dan bunga yang kami bayarkan? Menurut saya, ini sudah bertolak belakang dengan OJK karena kami nasabah ingin melunasi sisa pinjaman yang ada, tetapi saya sayangkan ada pengancaman untuk ditolak proses pelunasannya.
  3. Saya sebagai nasabah hanya ingin mengetahui berapa persen diskon keringanan pelunasan yang saya dapatkan. Karena jujur dari total sisa pinjaman saya Rp12 juta sekian, keringanan pelunasan hanya di angka Rp2,4 juta. Sementara Tunaiku membebankan bunga, yang jika ditotal keseluruhan sekitar 75% dari pinjaman dan dari awal perjanjian pun hanya disebutkan nominal angsuran tanpa detail komposisi perhitungan pokok dan bunga di perjanjian kredit.

Mohon agar manajemen Tunaiku, produk dari Bank Amar, bisa lebih bijak dalam menghadapi nasabah. Tidak terbayangkan jika seluruh nasabah mendapat perlakuan seperti ini dan diancam ditolak pelunasannya, apakah tidak terjadi kredit macet di kemudian hari.

Saya sangat-sangat menyayangkan sikap dari atasan di bagian pelunasan yang mempunyai temperamen tinggi dan berkesan mengintimidasi saat saya bertanya terkait pinjaman saya.

Terima kasih.

Ryo
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

Satu komentar untuk “Tunaiku Sebut Nasabah “Bertele-tele” dan Ancam Tolak Pelunasan saat Diminta Transparansi Bunga

  • 1 Juni 2026 - (11:36 WIB)
    Permalink

    Jebakan Betmen yang cerdas dari lender. Email itu semacam pancingan untuk membuktikan apakah anda masih ada ijin edar atau sudah kadaluarsa. Saya sangat menghargai niat baik anda untuk melunasi tunggakan dengan skema keringanan, tapi lender tetaplah lintah berlendir. Akan selalu ada udang dibalik pembebasan denda dan bunga, sehingga tidak bersedia menyebut detail besaran bunga dan pokok. Anda berhak bertele-tele jika mereka mencla-mencle. Jika negosiasi tidak ada sepakat, anda bisa reset ke situasi awal dan biarkan email kedua datang merayu dayu.

 Apa Komentar Anda?

Ada 1 komentar sampai saat ini..

Tunaiku Sebut Nasabah “Bertele-tele” dan Ancam Tolak Pelun…

oleh Ryo dibaca dalam: 2 menit
1