Bank Mega Tidak Memberi Toleransi dan Tetap Arogan Menagih

Saya sudah mencoba memenuhi panggilan manajer Bank Mega untuk mediasi nilai pelunasan dan mohon keringanan waktu 1 bulan untuk pelunasan. Saya sudah utarakan bahwa saya kehilangan banyak penghasilan di masa pandemi ini, dan dalam minggu ini saya sudah upaya mencicil sebisanya ke Bank Mega (dalam 1 minggu, 2 x Rp500.000).

Namun pihak Bank Mega tetap meneror keluarga saya dan mengancam timnya akan kembali mendatangi rumah saya dan menempuh jalur hukum (mensomasi, dll). Di masa sulit ini, Bank Mega benar-benar tidak ada toleransi dan tidak mementingkan layanan publik. Untuk itu saya juga akan tempuh upaya hukum dan saya akan lanjutkan cerita ini ke pihak OJK dan YLKI.

Riky
Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Total:76    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Bapak Riky

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Bapak Riky di mediakonsumen.com (2/10), “Bank Mega Tidak Memberi Toleransi dan Tetap Arogan...
Baca Selengkapnya

Loading...

5 komentar untuk “Bank Mega Tidak Memberi Toleransi dan Tetap Arogan Menagih

  • 3 Oktober 2020 - (05:38 WIB)
    Permalink

    nggak usah takut Ricky semua sudah saya alami. Ditelpon dimak8li, dipakksa ke kantor bannk mega tanda tangan surat pernyattaan,idatangi rombongan debt collector, disomasi kantor pengacara bank mega Jakarta.Kalau para debt collector itu datang sambut dengan bersahabat, foto surat tugas,id card dan suasana pertemuan.Kalau yang masuk kerumah lebih dari 3 orang itu sudah masuk ranah pidana.Ricky juga punya hak mennggugat ke penngadilan atas perlakuan suatu bank.Sudah saatnya nasabah berani melawan secara hukum.Tidak ada satu pihakpun yang boleh memperlakukan pihak lain se enaknya,termasul Bank sekalipun.Semoga OJK.BI dan POLRI juga tergugah atas nasib pemegang kartu kridit yang terus ditekan ditengah tekanan pandemi.

    18
    1
  • 3 Oktober 2020 - (19:29 WIB)
    Permalink

    G usa dibayar… klo ada DC yg arogan teriaki maling… biar massa yg menghakimi.. toh selama ini ojk, BI dan Aparat terkait hanya diam bila ada laporan dari nasabah yg terintimidasi

    3
    2
  • 4 Oktober 2020 - (00:04 WIB)
    Permalink

    Klo berani ngutangi,ya berani ambil resikonya klo nasabah tdk bisa/seret membayar bukan caranya ditagih dan dimaki2 apalagi dengan kekerasan, klo nagihnya bnr2 sudah terlewat batas apalagi terdengar sama anak yg masih kecil,ya teriakin saja biar warga sekitar mendengar

    3
    2
    • 4 Oktober 2020 - (05:41 WIB)
      Permalink

      Wah cerdas sekali Anda.
      “Berani ngutangi berani ambil resiko”. Enak sekali hidup tukang utang kalau gitu. Saya pinjam uanh ke Anda, trus saya ngga kembalikam ke Anda, lalu saya bilang, “Anda meminjami saya uang ya harus berani ambil resiko kalau saya ga bayar! Bukan dengan menagih saya”. Enak sekali hidup saya.

      3
      1
  • 4 Oktober 2020 - (16:14 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah alami hal seperti ini, tpi setelah sya lakukan pelunasan, dan penutupan sampai dengan saat ini, closing statement yang di janjikan belum saya terima.. yg saya sesali sya harus keluar dri pekerjaan sya sebelumnya.. salam hangat..

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Bank Mega Tidak Memberi Toleransi dan Tetap Arogan Menagih

oleh riky solihin dibaca dalam: <1 min
5