DC Tunaiku Tidak Punya Etika

Baru tanggal 4 November 2020 saya komplain soal kelakuan DC Tunaiku untuk nomor pinjaman 48121349, sekarang berulah lagi. Saya sudah konfirmasi ke Tunaiku bahwa selama pandemi gaji diundur jadi tanggal 27 dan selama itu juga saya bayar dengan dendanya.

Nomer DC yang menghubungi saya

Namun tadi saya ditelepon dan dikatain “Tidak tahu diri banget dan tidak mau bayar hutang”. Padahal saya selalu bayar tiap bulan. Sebelum pandemi saya bayar selalu ontime, dan selama pandemi karena gaji diundur, tapi saya selalu bayar dengan dendanya.

Kemarin tim complaint management Amarbank janji akan memperbaiki DC-nya, tapi mana buktinya? Cuma janji-janji belaka!

Intan Nurcahyani
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tunaiku:
[Total:12    Rata-Rata: 1/5]
Tanggapan Tunaiku atas Surat Ibu Intan Nurcahyani

Pertama-tama, kami menyampaikan terima kasih atas informasi yang Ibu Intan Nurcahyani sampaikan. Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Ibu Intan...
Baca Selengkapnya

Loading...

5 komentar untuk “DC Tunaiku Tidak Punya Etika

  • 14 November 2020 - (10:00 WIB)
    Permalink

    Resiko mbak
    Pinjem ke renterin online
    Harus siap mental..
    Lain kali pikir 10 kali pinjem rente online

    4
    2
  • 10 Desember 2020 - (23:56 WIB)
    Permalink

    Wahh..jangankan mbaknya yang nunggak. Saya saja yg rajin bayar cicilan (jatuh tempo tanggal 25), bayar cicilan rajin di tanggal 21-25 saja hampir tanggal 23-25 saya di terror mbak. Di telponin terus seharian. Padahal sudah bayar tanggal 23nya, sampai tanggal 25 nya masih saja di telponi terus menerus non stop.
    Saya yg lagi kerja, meeting jadi terganggu sekali dengan dering telepon dari Tunaiku yang gak ada hentinya itu di jam kerja.
    Jijik banget lah pokokny, makanya pas kemarin mereka telepon menawarkan lagi saya ogah. Gak mau lagi, mengganggu banget.

 Apa Komentar Anda mengenai Tunaiku?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

DC Tunaiku Tidak Punya Etika

oleh Intan Nurcahyani dibaca dalam: <1 min
5