Korban AXA Mandiri, Merasa Tertipu dengan Tabungan Jangka Panjang AXA Mandiri

Batam, 07 Agustus 2021

Bismillahirrohmanirrohim
Assalamu’alaikum wr. wb.
Salam sejahtera,

Saya bernama Sacha Suryaningrat pemilik buku AXA Mandiri Bank Mandiri KC Batam Imam Bonjol, Batam dengan nomor: 516-150**** sejak bulan Juli tahun 2016.

Pada hari Selasa tanggal 03 Agustus 2021, saya bermaksud mengambil tabungan AXA Mandiri saya di usia 5 tahun keikutsertaan saya di AXA Mandiri. Karena sudah waktunya pengambilan tabungan AXA Mandiri dan terdesak kebutuhan hidup akibat terdampak Pandemi COVID-19.

Saat saya sampai ke Bank Mandiri yaitu Bank Mandiri KC Batam Imam Bonjol, Batam untuk mengajukan pencairan, betapa terkejut dan sedihnya saya ketika FA atas nama *itri *uci memberikan informasi saldo saya hanya Rp20.942.233, dari total pendebetan tanpa konfirmasi Rp32.200.000 per 30 Juli 2021.

Kronologi sebelumnya:

Pada tanggal 18 Juli 2016, saya ke Bank Mandiri bermaksud untuk mencairkan Tabungan Rencana Mandiri. Kemudian saya diarahkan sekuriti ke CS, tapi oleh CS saya diarahkan ke meja lain, yaitu Financial Advisor bernama *itra *ovalina. Singkat cerita, dia membujuk saya untuk menabung di AXA Mandiri yang katanya lebih menguntungkan daripada Tabungan Rencana Mandiri.

Bank Mandiri menawarkan tabungan dengan pelayanan kesehatan, yang jika diendapkan selama 5 tahun baru akan mendapatkan fee tanpa biaya administrasi dan dana setor tetap dapat diambil 100%. Seperti Tabungan Rencana Mandiri, tapi ada kelebihan pelayanan kesehatan.

Yang jadi pertanyaan dan sedang saya selidiki, berkas yang saya pegang judulnya polis asuransi jiwa, sejak kapan AXA Mandiri menjadi Asuransi Jiwa? 5 tahun yang lalu FA *itra *ovalina bilang AXA Mandiri itu Tabungan Jangka Panjang. Saya tidak membaca berkas tersebut karena saya SUDAH SANGAT PERCAYA KEPADA FA *itra *ovalina dan nama besar Bank Mandiri.

Kembali pada kejadian saat ini, hari Selasa tanggal 03 Agustus 2021, FA *itri *uci memperlihatkan saya layar komputer yang hanya tertera saldo Rp20.942.233, dari penjumlahan angka Rp4.200.000 sebanyak 6x.

Saat itu saya tersadar, kenapa 6 kali? Saya hanya ikut 5 tahun. Kemudian FA *itri *uci menyampaikan baru saja terjadi pendebetan ke AXA Mandiri pada tanggal 28 Juli 2021. Kenapa tidak ada konfirmasi lagi dan lagi ke saya? Kemudian saya menanyakan kenapa tidak ada angka Rp7.000.000,- sebagai Top Up Tunggal saya di layar komputer. FA *itri *uci menjawab, memang tidak ada Bu.

Saya sudah sangat kecewa dengan AXA Mandiri yang sejak awal tidak pernah transparan menjelaskan ke nasabah. Hanya keuntungan saja yang dijelaskan tanpa menjelaskan resiko serta potongan potongan. Mana mungkin saya mau untuk menabung apabila di AXA Mandiri dijelaskan akan menerima kerugian dan saya tegaskan kembali saya tidak pernah tahu kalau saya dimasukkan ke asuransi jiwa karena di tanggal 18 Juli 2016 saya membuka Tabungan Jangka Panjang dan tidak menandatangani berkas sebanyak itu.

Pada hari Kamis tanggal 05 Agustus 2021 saya kembali ke Bank Mandiri KC Batam Imam Bonjol, Batam, saya minta diprintkan rekening koran tabungan AXA Mandiri saya. Namun FA *itri *uci berkata saya ijin pimpinan saya dulu. Akhirnya FA *itri *uci menelpon Pimpinannya, saya mendengar komunikasi mereka, FA *itri *uci mendapat jawaban “Tidak boleh, jangan” dari pimpinannya. Akhirnya saya tidak mendapatkan rekening koran tabungan AXA Mandiri milik saya sendiri.

Saya nasabah ingin dana hasil menyisihkan gaji saya selama 15 tahun bekerja yang sangat berarti bagi saya apalagi saat masa pandemi sekarang ini yang sudah diambil oleh AXA Mandiri dikembalikan full 100% sesuai keterangan dan tulisan tangan FA *itra *ovalina. Karena berdasarkan dari penjelasan yang tidak transparan FA AXA Mandiri, saya juga menuntut pada Bank Mandiri agar ikut bertanggung jawab karena punya andil dalam menyesatkan nasabah.

Demikian saya sampaikan kronologi musibah yang saya alami. Atas kejadian ini saya sangat kecewa dan sangat dirugikan oleh pihak AXA Mandiri dan Bank Mandiri KC Batam Imam Bonjol, Batam.

Sampai saat ini yang sudah saya lakukan adalah membuat formulir keluhan nasabah di Bank Mandiri KC Batam Imam Bonjol, Batam pada hari Selasa tanggal 03 Agustus 2021 dan mengirim pengaduan melalui email AXA Mandiri. Namun respon yang lambat, dijawab oleh robot dan jawaban berkelit dari operator Contact Center AXA Mandiri.

Dengan ini saya mohon bantuan Bapak Presiden Joko Widodo, Pejabat dan Badan/Lembaga Negara, tokoh masyarakat dan tokoh media untuk mengimplementasikan Badan/Lembaga yang melakukan Misrepresentasi, Mis-Selling, Pelanggaran Hukum Moralitas dan UU No. 40 Tahun 2014 tentang Perasuransian sbb:

Pasal 75
Setiap Orang yang dengan sengaja tidak memberikan informasi atau memberikan informasi yang tidak benar, palsu, dan/atau menyesatkan kepada Pemegang Polis, Tertanggung, atau Peserta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Hormat saya,

Sacha Suryaningrat
Batam, Kepulauan Riau

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai AXA Mandiri:
[Total:225    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

32 komentar untuk “Korban AXA Mandiri, Merasa Tertipu dengan Tabungan Jangka Panjang AXA Mandiri

  • 14 Agustus 2021 - (12:28 WIB)
    Permalink

    Baca polisnya, udah sesuai itu, udah banyak yg ketipu omongan sales, tapi kalau kita baca polisnya emang udah betul, jadi jangan komplen soalnya sesuai polisnya

    5
    2
    • 16 September 2021 - (08:38 WIB)
      Permalink

      hak konsumen untuk komplain, apalagi konsumen di tipu oleh karyawan bank mandiri dan axa mandiri

  • 14 Agustus 2021 - (12:47 WIB)
    Permalink

    Turut ikut prihatin dengan kondisi Anda di situasi sulit sat ini.
    Btw Menurut saya, Anda pasti sudah mempertimbangkan baik buruknya dengan mengirim suara pembaca kesini. Semoga mendapatkan hal yang diingikan walaupun sepertinya sulit.

    • 14 Agustus 2021 - (15:57 WIB)
      Permalink

      Asuransi itu awalnya manis, waktu ditawarkan bicaranya yg indah2. Begitu waktunya di klaim mau dicairkan urusannya susah sekali. Petugasnya di kasi target oleh perusahaan jd bagaimana cara dia asalkan dapet nasabah & target tercapai. Dalam agama itu dosa karna dari awal tdk jelas terselubung jd kesannya menipu.

      • 15 Agustus 2021 - (12:56 WIB)
        Permalink

        Di polisnya kan sudah tertera. Salah sendiri tidak membaca polis… yg bodoh siapa?

        1
        7
        • 15 Agustus 2021 - (15:21 WIB)
          Permalink

          axa mandiri itu perusahaan asuransi bermasalah, fa dan telemarketingnya sering nipu orang, yg telemarketing malah banyak yg gak dapat polis, tahu2 jadi nasabah asuransi, padahal gak pernah setuju ikut asuransi

        • 16 Agustus 2021 - (00:15 WIB)
          Permalink

          Maaf ini bukan mslh bodoh tdknya nasabah tp juga kelihaian agen yg kebetulan bertugas di outlet yg satu atap dg bank mandiri sehingga org awam menilai bahwa AXA mandiri bagian dari bank mandiri padahal bank mandiri dan AXA mandiri itu berbeda sekali kalau bank lembaga keuangan yg mengelola dana masyarakat utk diputar/disalurkan berupa pinjaman ke masyakarat lagi agar pihak bank dpt memberikan bunga/bagi hasil ke nasabah tsb. sementara kalau Asuransi lembaga keuangan yg mengumpulkan dana dari masyarakat kemudian diputar oleh perusahaan asuransi tsb. di instrumen investasi bisa berupa saham,dll. yg intinya dana dari nasabah tsb tdk disalurkan ke masyarakat dlm bentuk pinjaman.
          Kembali pada pokok permasalahan asuransi, kadang ada seorang petugas agen asuransi yg tdk memberikan informasi yang jelas dan detail ke calon nasabah asuransi tentang S&k yg ada di asuransi tsb. dan calon nasabah asuransi (maaf)kurang paham dan percaya pada agen yg dihadapi nya ( parahnya lagi oknum agen tsb. berpikiran yg penting Closing ) dan yg bisa jadi senjata andalan agen asuransi yg kebetulan kantornya jadi satu dg induk perusahaan ( AXA mandiri ) siapa yg tdk tahu nama besar Bank Mandiri, ya ini jadinya rancu, membuat sebagian masyarakat bingung yg berujung muncul permasalahan dikemudian hari seperti kasus diatas.
          Ini tdk satu dua nasabah tp lebih…..

          • 16 Agustus 2021 - (06:54 WIB)
            Permalink

            Maaf sebelumnya, “kurang paham”, “bingung” itu cuman bahasa halusnya “bodoh”. Ga ada bedanya

            1
            3
  • 14 Agustus 2021 - (13:14 WIB)
    Permalink

    Customer Service Bank pasti sudah menjelaskan bahwa ibu ikut asuransi kesehatan…

    Pasti ada yg namanya kalau ibu sakit akan di cover oleh bank mandiri… Krn memang itu fungsi asuransi kesehatan…

    Saya rasa untuk balik uang tidak bisa.. Krn ibu sudah tanda tangan.. Dan kalau ibu sakit, bank kan juga pasti akan bayarin ibu.. Pas dia saat terdesak tidak punya uang buat bayar RS sakit…

    Kalau dipotong wajar… Namanya juga ikut asuransi..

    Kalau salesnya tidak bilang asuransi dia salah.. Tapi saya rasa dia pasti sudah jelaskan KESEHATAN…. Lagi pula di dalam polis yg dikirim ke ibu kan ibu bisa baca di rumah…

    2
    4
    • 15 Agustus 2021 - (01:29 WIB)
      Permalink

      Seharusnya customer service juga menjelaskan resikonya dong, bukan hanya keuntungan doang. Apalagi menargetkan ibu2 yang kurang paham produk asuransi dan bilang kalau itu cuma nabung doang, parah sih. LAPOR ke OJK aja bu. Lembaga keuangan paling takut sama OJK.

      1
      2
    • 15 Agustus 2021 - (15:24 WIB)
      Permalink

      bro, axa mandiri itu perusahaan asuransi bermasalah, gak fa, gak telemarketing sama2 nakal.

    • 16 Agustus 2021 - (00:20 WIB)
      Permalink

      Maaf asuransi AXA mandiri dan Bank Mandiri itu beda ya kebetulan kantornya satu atap jadi kalau nasabah asuransi mau claim yg nanggung bukan Bank Mandiri tp ya pihak asuransi AXA mandiri sendiri.

  • 14 Agustus 2021 - (14:41 WIB)
    Permalink

    Memang AXA Mandiri begitu kok. Buat yg komen dan blm jd korban nya, saya kasi tau ya polis tdk dberikan bahkan sampai 3 bln pdhl tabungan ddebet langsung. Saya ngalamin sndr, jd krn ga dkasi kasi polis lsg saya tutup lah itu drpd makin rugi. Dan benar sodara2 dr 3jt yg dsetorkan balik hanya 2jt. Jd selama 3 bln itu duitku menguap 1jt. Dan persis seperti yg dkatakan TS sales nya ga akan bilang resiko berkurang, tp tabungan dengan bonus proteksi asuransi jiwa. Catat jiwa bukan kesehatan yah. Itu jg yg bikin saya mau d awal. Krn resiko mati dlm 5 th ke dpn masi cukup kecil. Nyatanya duit kita dgerogotin. Sudah byk yg jd korban kok, buka aj grup facebook korban AXA buanyak bgt.

    Saya ga bs ngasi saran apapun krn pasti TS akan kalah dlm pertarungan yg sangat melelahkan. Dping pong kesana kemari, dgantung dan berakhir ttp ga kan dkembalikan jg sisanya. Ambil 21jt nya aja lalu berkoar lah d medsos agar tdk ada lg yg jd korban.

    26
    2
    • 16 Agustus 2021 - (00:32 WIB)
      Permalink

      Secara hukum memang pihak AXA mandiri dlm hal ini digugatpun pasti menang Krn yg jadi acuan polis asuransi tsb. Jadi saran memang lbh baik di close aja dan terima saldo akhir dari AXA mandiri tsb.
      Ini memang lihainya agen asuransi dlm mencari nasabah tp sayang tdk memberikan informasi yang jelas kepada calon nasabah Krn kalau diinformasikan secara detail bisa tdk jadi ikut asuransi.
      Saya sendiri pernah jadi agen asuransi sulitnya minta ampun utk mencari nasabah karena mungkin saya jelaskan dg detail manfaat dan resiko nya sehingga calon nasabah tdk jadi buka tp itu lebih baik tdk jadi dpt nasabah daripada saya selaku agen asuransi menyembunyikan informasi yg bisa muncul mslh dikemudian hari.

      • 16 Agustus 2021 - (23:06 WIB)
        Permalink

        axa mandiri itu perusahaan asuransi bermasalah, kesalahan agen jg kesalahan perusahaan, oh iya ngomong2 di axa mandiri banyak kasus nasabah gak pernah setuju ikut asuransi, tp seenaknya aja di daftarin ke asuransi. kalau yg fa modusnya malsuin tandatangan nasabah, yang telemarketing asal aja daftarin nasabah ke asuransi. di axa mandiri khusus yg telemarketing, bisa ikut asuransi tanpa tanda tangan nasabah, nah di sini sering terjadi fraud yg di lakukan oleh telemarketing nakal. logika gini, yg ada tanda tangan nasabah aja bisa terjadi fraud, apalagi yg gak ada tandatangan nasabah. btw sudah ada group info korban penipuan dan kejahatan axa mandiri di fb, di situ ada yg tertipu fa, tertipu telemarketing, ada jg yg tandatangannya di palsukan oleh fa, ada jg yg di daftarkan ke asuransi oleh telemarketing, tp gak pernah setuju ikut asuransi, itu salah siapa? salah perusahaan, perusahaan dapat untung dari kenakalan karyawannya, tp gak tanggung jawab. kalau yg di tipu oleh fa, mungkin bisa dihindari, bagaimana kalau di dafrakan ke asuransi tanpa persetujuan nasabah? emang itu bisa di hindari? kagak bisa, itu di lua kuasa nasabah. meskipun begitu, perusahaan seringkali gak mau tanggung jawab, banyak alasan, padahal itu di luar kuasa nasabah. jika anda di daftrkan asuransi tanpa persetujuan anda, anda marah atau tidak?

  • 14 Agustus 2021 - (17:21 WIB)
    Permalink

    Beberapa kali Ibu menyebut Tabungan AXA Mandiri, apakah di polis tersebut tertulis seperti itu? Apakah ada kata-kata “ASURANSI”?

    Apakah Marketing yang pandai bersilat lidah hingga Ibu yang tidak membaca polis?

    Sepertinya susah kalau uang kembali tapi semoga ada solusi terbaik yah.

    2
    1
    • 14 Agustus 2021 - (20:32 WIB)
      Permalink

      (Quote) Yang jadi pertanyaan dan sedang saya selidiki, berkas yang saya pegang judulnya polis asuransi jiwa, sejak kapan AXA Mandiri menjadi Asuransi Jiwa? 5 tahun yang lalu FA *itra *ovalina bilang AXA Mandiri itu Tabungan Jangka Panjang. Saya tidak membaca berkas tersebut karena saya SUDAH SANGAT PERCAYA KEPADA FA *itra *ovalina dan nama besar Bank Mandiri. (Quote)

      Kesalahan fatalnya di situ. Polis tidak dibaca, dan terlalu percaya bualan marketing (tanpa direkam pula), marketing bisa memberikan impian yg jauh sampai ke bulan, selama tidak ada bukti rekaman ataupun hitam di atas putih (tertulis dan bermeterai/di depan notaris) maka semua yg keluar dari mulutnya anggap saja hanya bohong.

  • 14 Agustus 2021 - (18:05 WIB)
    Permalink

    Memang jebakan AXA Mandiri ini sangat beragam mulai dari rayuan yg diarahkan oleh CS sampai dengan menelepon setiap nasabahnya dengan omongan yg sangat cepat dan ujungnya menanyakan boleh tidak pemotongan saldo… tapi culasnya tetap sama yaitu menipu nasabah… setelah kejadian itu saya tutup rekening bank saya di mandiri

    • 14 Agustus 2021 - (20:35 WIB)
      Permalink

      Betul, saya juga mengalaminya, hampir tiap hari di tlp telemarketing, 1 hari lebih dari 3x tlp dengan nomer yang berbeda2. Solusi saya, tutup tabungan di mandiri, sekarang hidup saya menjadi lebih tenang

  • 14 Agustus 2021 - (21:17 WIB)
    Permalink

    Itu produk unit link. Calon nasabah sering diimingi keuntungan dengan data ilustrasi. Tau dong arti ilustrasi. Saya pribadi selalu menekankan memilih asuransi murni walau uang hangus. Asuransi itu penting dan logikanya kita memang harus mengeluarkan uang untuk perlindungan bukan malah dapat uang. Semoga masalahnya selesai walau saya sangat pesimis. Perusahaan asuransi lain jg banyak kasus seperti ini. Lapor OJK juga tidak guna karena semua itu sesuai polisi dimana nasabah sangat jarang baca detail. Jadi dibutuhkan kejujuran oknum marketing.

  • 14 Agustus 2021 - (22:34 WIB)
    Permalink

    Kl aku di BNI life, ilang sudah uangku 10,5jt setelah 7thn ikut asuransinya. Penjelasan diawal emang gak semuanya dijelaskan oleh pihak BNInya, seolah ditutupi yang dijelaskan hanya keuntungannya..
    Sudah komplain, tp gak nyelesaian masalah..
    Akhirnya ditutup, drpd tambah byk kehilangan uang..

  • 15 Agustus 2021 - (00:03 WIB)
    Permalink

    Makanya ngapain dr awal mau kena bujuk rayu org ASUransi hahaaa mereka itu tebel muka ga tau yg namanya cari rezeki nya ngibulin org
    Duit ente ga bakal balik yg udh di telem ASUransi

  • 15 Agustus 2021 - (01:21 WIB)
    Permalink

    Lapor ke OJK aja bu, pihak asuransi yang tidak memberikan penjelasan terhadap konsumen bisa diberikan sanksi oleh OJK dan ad kemungkinan bisa balik 100 persen.

  • 15 Agustus 2021 - (12:52 WIB)
    Permalink

    Saya turut prihatin kondisi ibu ..
    Smoga masalah ibu cepat slesai.
    Kalau saya lihat agen tidak terbuka bahwa perusahannya bergerak di bidang asuransi serta tidak profesional sebagai agen yang akhirnya perusahan asuransi dan agen yg memang yg benar2 profesional dalam bidang asuransi jadi terkena stigma negatif oleh masyrakat.
    Saya ingin membantu memberikan gambaran bahwa :
    Asuransi dan menabung sangat berbeda memiliki fungsi berbeda juga .
    Asuransi fungsi perlindungan diri dan keluarga agar terhindar dari masalah keuangan yg diakibatkan pencari nafkah meninggal atau sakit kritis menyebabkan pencari nafkah tidak bisa bekerja/stop penghasilan untuk kebutuhan sehari2 sehingga sesuai isi perjanjian polis asuransi kalau meninggal nasabah memiliki warisan uang cash untuk keluarga yg di tinggalkan sedang akibat kecelakanaan atau sakit kritis nasabah mendapatkan uang tunai untuk kelangsungan hidup sehari keluarga dan masa depan anak karena semua orang pasti bisa sakit dan pasti meninggal dan musibah itu bisa datang kapan saja maka perusahan asuransilah yg mau mengkafer resiko nasabah.
    Untuk asuransi unitlink
    Ada nilai tunai investasi yang fungsinya untuk membantu nasabah kalau nilai investasi sudah terbentuk nasabah bisa cuti pembayaran premi dalam jangka waktu tertentu dan untuk pembayaran biaya biaya asuransi trus meningkat setiap tahunnya.
    * nilai tunai investasi akan terbentuk bisa berbeda2 bisa minus atau pertambah tergantung kondisi invetasi di dalam negeri.

    ” kalau menabung lebih cocok di bank dan depositokan berapapun pokok uang di setor kalau ditarik akan sesuai dengan total jumlah di setor plus bunga depositokan. Rata2 bunga deposito bank 5,6 % per tahun belum dikurangi biaya admin tergantung kebijakan masing masing bank .
    Atau
    Dana bisa di Invetasikan obligasi pemerintah Ori 19 yg dijamim udang undang dengan rate bunga 5.57 % tetap pertahun lebih tinggi dari bank bumn dan bunga dibayarkan stiap bulan sampe masa jatuh tempo..
    Intinya kembali lagi tujuan keuangan mau di tuju.
    Kalau mau mengalokasi Dana untuk masa pensiun atau pendidikan anak bisa :
    Investasi di pasar modal/IHSG tapi memilki resiko dan keuntangan jangka pajang bisa melebihi nilai bunga deposito serta mendapatkan deviden.

    Kalau lebih aman resiko kecil bisa deposito
    Kalau tanpa resiko takut uang hilang bisa beli obligasi negarai ori 19 dan dilindungi undang undang.

    Sedangkan asuransi tujuan melindungi anda aset utama penghasil uang keluarga dan aset tabungan aset rumah dan lain lain plus warisan uang tunai .
    Semoga bisa membantu memberikan sekilas gambaran mungkin kalau ada konsultasi gratis permasalah mengenai asuransi bisa dm ig karismawantara

    2
    1
  • 15 Agustus 2021 - (21:30 WIB)
    Permalink

    Mengenai pasal pidananya, mantap juga 5 tahun biasanya harus tangkap dulu, supaya tidak hilangkan barang bukti. Dendanya juga wow banget Rp.5 Miliar.

    • 16 Agustus 2021 - (16:20 WIB)
      Permalink

      Sejak kapan axa mandiri buka tabungan??? Bukankah axa mandiri perusahaan asuransi yang dimiliki bank mandiri. Kalau asuransi sudah pasti uang anda berkurang, karena investasi di asuransi tidak dijamin dan keuntungan dengan potongan biaya segala macamnya lebih besar dari keuntungan. Anda bisa mendapatkan keuntungan atau manfaat bila terjadi meninggal dunia. Untuk apa dapat untung tapi kita sudah tiada.

      • 16 Agustus 2021 - (23:06 WIB)
        Permalink

        axa mandiri itu perusahaan asuransi bermasalah, kesalahan agen jg kesalahan perusahaan, oh iya ngomong2 di axa mandiri banyak kasus nasabah gak pernah setuju ikut asuransi, tp seenaknya aja di daftarin ke asuransi. kalau yg fa modusnya malsuin tandatangan nasabah, yang telemarketing asal aja daftarin nasabah ke asuransi. di axa mandiri khusus yg telemarketing, bisa ikut asuransi tanpa tanda tangan nasabah, nah di sini sering terjadi fraud yg di lakukan oleh telemarketing nakal. logika gini, yg ada tanda tangan nasabah aja bisa terjadi fraud, apalagi yg gak ada tandatangan nasabah. btw sudah ada group info korban penipuan dan kejahatan axa mandiri di fb, di situ ada yg tertipu fa, tertipu telemarketing, ada jg yg tandatangannya di palsukan oleh fa, ada jg yg di daftarkan ke asuransi oleh telemarketing, tp gak pernah setuju ikut asuransi, itu salah siapa? salah perusahaan, perusahaan dapat untung dari kenakalan karyawannya, tp gak tanggung jawab. kalau yg di tipu oleh fa, mungkin bisa dihindari, bagaimana kalau di dafrakan ke asuransi tanpa persetujuan nasabah? emang itu bisa di hindari? kagak bisa, itu di lua kuasa nasabah. meskipun begitu, perusahaan seringkali gak mau tanggung jawab, banyak alasan, padahal itu di luar kuasa nasabah. jika anda di daftrkan asuransi tanpa persetujuan anda, anda marah atau tidak?

  • 16 Agustus 2021 - (15:42 WIB)
    Permalink

    Sbenarnya bukan salah asuransinya. Tapi salah sih agen asuransi dan klien yg tidak membaca dan memahami isi proposal asuransi. Jadi kalau kita mau daftar asuransi jangan percaya sama agen. Agen hanya bicara yg baik tidak bicara resiko karna ingin dapat komisi. Susah bisa ketemu agen yg jujur sebelum kita cecar dengan pertanyaan. Jadi calon klien jgn manggut2 saja ketika dijelasin agen asuransi. Karna yg dibuka agen hanya 20% dari ketentuan2 alias yg manis manis aja. Kemungkinan itu ditraining manager perusahaan dalam trik pemasaran. Apalagi unitlink itu uang polis bisa lenyap kalau 100% masuk investasi dan asuransi tutup sendiri jika pasar saham anjlok

    • 16 Agustus 2021 - (23:02 WIB)
      Permalink

      axa mandiri itu perusahaan asuransi bermasalah, kesalahan agen jg kesalahan perusahaan, oh iya ngomong2 di axa mandiri banyak kasus nasabah gak pernah setuju ikut asuransi, tp seenaknya aja di daftarin ke asuransi. kalau yg fa modusnya malsuin tandatangan nasabah, yang telemarketing asal aja daftarin nasabah ke asuransi. di axa mandiri khusus yg telemarketing, bisa ikut asuransi tanpa tanda tangan nasabah, nah di sini sering terjadi fraud yg di lakukan oleh telemarketing nakal. logika gini, yg ada tanda tangan nasabah aja bisa terjadi fraud, apalagi yg gak ada tandatangan nasabah. btw sudah ada group info korban penipuan dan kejahatan axa mandiri di fb, di situ ada yg tertipu fa, tertipu telemarketing, ada jg yg tandatangannya di palsukan oleh fa, ada jg yg di daftarkan ke asuransi oleh telemarketing, tp gak pernah setuju ikut asuransi, itu salah siapa? salah perusahaan, perusahaan dapat untung dari kenakalan karyawannya, tp gak tanggung jawab. kalau yg di tipu oleh fa, mungkin bisa dihindari, bagaimana kalau di dafrakan ke asuransi tanpa persetujuan nasabah? emang itu bisa di hindari? kagak bisa, itu di lua kuasa nasabah. meskipun begitu, perusahaan seringkali gak mau tanggung jawab, banyak alasan, padahal itu di luar kuasa nasabah. jika anda di daftrkan asuransi tanpa persetujuan anda, anda marah atau tidak?

 Apa Komentar Anda mengenai AXA Mandiri?

Ada 32 komentar sampai saat ini..

Korban AXA Mandiri, Merasa Tertipu dengan Tabungan Jangka Panjang AXA …

oleh Cha dibaca dalam: 3 menit
32