“Biaya Lain-lain” yang Membuat Was-was pada Saat Klaim Asuransi Allianz

Salam, saya Lukas Horianto, pemegang polis Allianz dengan nomor polis: 8000210117533669. Saya tertarik mengambil asuransi Allianz, karena dijanjikan bahwa pelayanan rumah sakit akan jauh lebih baik dan kita tidak perlu memikirkan lagi biaya rumah sakit, ketika suatu saat kita sakit. Oleh karena itu saya mengambil paket, yang katanya di-cover sesuai tagihan dan hanya ada limit untuk biaya lain-lain, yang saya tahu adalah biaya obat senilai Rp9.000.000.

Tadinya agen memang menyarankan untuk mengambil yang tidak ada limit, tapi saya tertarik dengan paket yang lebih murah sedikit, toh limitnya juga katanya tidak akan terlewat. Premi saya setiap bulan 1,1 juta rupiah, jumlah yang tentunya tidak sedikit.

Namun betapa bingungnya saya, ketika saya dirawat, saya selalu menombok biaya yang menurut saya tidak sedikit. Kalau begini, bagaimana saya bisa tenang dalam menggunakan asuransi Allianz? Sudah 3x saya nombok. Kemarin saya sudah dihubungi pihak Allianz, katanya saya bisa upgrade, tapi setelah 3 bulan ternyata dinyatakan tidak bisa. Selama 3 bulan itu juga saya tetap taat membayar premi.

Terakhir, saya dirawat hanya selama 2 hari, ini juga karena saya minta pulang lebih cepat. Seperti yang sudah diduga, saya harus nombok sebesar hampir 4 juta rupiah. Ada banyak obat-obatan yang diretur, yang nilainya hampir 2 juta rupiah. Saya tidak bisa bayangkan, jika saya dirawat lebih lama berapa biaya yang harus saya tanggung, padahal saya sudah mempunyai asuransi yang katanya meng-cover sesuai tagihan dan hanya ada limit biaya lain – lain. Berikut rincian klaim Allianz:

Bisa dilihat, dari Rp15.620.950 biaya rumah sakit, Rp12.961.500 merupakan biaya LAIN-LAIN, yang punya limit hanya 9 juta rupiah. Jika dihitung, 83% dari total biaya merupakan biaya lain-lain. Semua biaya seperti lab, obat-obatan, bahkan sampai sarung tangan, dimasukkan di biaya lain-lain ini.

Sangat mengherankan, bagaimana asuransi dengan nama besar seperti Allianz menjual produk yang mengharuskan nasabahnya selalu nombok saat klaim? Kenapa tidak diwanti-wanti di awal kalau biaya 9 juta rupiah ini adalah biaya yang sangat sedikit dan pasti akan selalu nombok? Bayangkan dengan inflasi yang ada, biaya 9 juta rupiah ini tidak akan pernah cukup karena hampir semua biaya dimasukkan dalam kategori lain-lain. Obat-obatan yang menunjang kesembuhan saya secara langsung pun masuk dalam biaya ini.

Saya minta agar pihak Allianz lebih bijak dalam menjual produk, jangan asal laku saja. Edukasi lagi agen kalian karena agen kalian bilang paket yang saya ambil ini “aman”. Bahkan agen kalian sendiri yang menyuruh saya untuk lapor di Media Konsumen.

Terakhir, kenapa saat saya mau pulang, saya harus menunggu lebih dari 4 jam untuk proses administrasi? Harusnya saya bisa tenang dengan asuransi Allianz, tapi yang saya rasakan adalah selalu was-was.

Lukas Horianto
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Asuransi Allianz:
[Total:3    Rata-Rata: 1.3/5]
Surat Tanggapan Allianz untuk Keluhan Bapak Lukas Horianto

Dengan hormat, Sehubungan dengan keluhan Bapak Lukas Horianto dengan Nomor Polis 000064346*** pada kolom Surat Pembaca MediaKonsumen.com pada hari Senin,...
Baca Selengkapnya

13 komentar untuk ““Biaya Lain-lain” yang Membuat Was-was pada Saat Klaim Asuransi Allianz

  • 19 September 2022 - (08:55 WIB)
    Permalink

    Ini sakit apa? rumah sakit apa?
    Kok biaya lain2nya diperbesar terus seolah kita seperti dibayarkan 12 jutaan sama ausransi sisanya 4 jutaan kita bayar sendiri seolah memang segitu biaya rumah sakitnya yang artinya kita memang bayar sendiri seluruh biaya rumah sakitnya gak sih? Tolong kejelasanya nih allianz atau kita nasabah tutup polis aja

    • 19 September 2022 - (11:20 WIB)
      Permalink

      Wah ini super bisnis, terus pertanggungan jawaban asuransinya bgmn? Masa pasien suruh nombok terus…aneh aja

  • 19 September 2022 - (10:02 WIB)
    Permalink

    Perlu di ingat premi 1,1 juta pada berbagai tingkatan umur berbeda bisa dapat benefit besar jika masih mudah, jika sudah separuh baya benefitnya kecil.
    Untuk Pak Lukas, saya sudah dua kali banding dengan Allianz soal rawat inap, jadi yang mengurus pertama kali dirawatinap dan rumah sakit adalah pihak Admedika. Dua kali saya menyanggah hal yang tidak dicover dan dua kali pula saya dapat refund.
    Pertama saat akan persalinan test covid ternyata positif dan di sarankan dokter untuk isolasi satu minggu, biaya isolasi dibebankan ke limit persalinan padahal ada diagnosis lain juga.
    Kedua saat isolasi dokter tidak visit langsung tapi telemedicine. Telemedicinenya tidak ditanggung.
    Keduanya dapat refund walau tidak 100%.
    Pengalaman saya mungkin berbeda dengan anda dan tidak bisa dijadikan patokan. Tapi anda berhak menyanggah

  • 19 September 2022 - (10:22 WIB)
    Permalink

    Waduch.. jadi ngeri juga pakai asuransi kalau sampai nombok.
    Kebetulan saat ini anak lagi dirawat dan operasi pakai asuransi dari kantor (Jakarta), dapat kelas kamar Vip (karena kebetulan RS di daerah, awalnya mau pakai bpjs tapi kelas 2).
    Mudah2xan nggak ada nombok.. sudah hampir 2 minggu semenjak masuk ugd dan penyembuhan pasca operasi.

    • 20 September 2022 - (05:35 WIB)
      Permalink

      Pakai BPJS, hanya bayar 35rb saja langsung tenang tanpa takut bayar biaya tambahan lagi. Pakai asuransi swasta, bayar jutaan tapi masih harus khawatir. Memang BPJS jauh lebih baik.

      • 20 September 2022 - (11:33 WIB)
        Permalink

        Masalahnya pak, pasien BPJS itu selalu dianaktirikan oleh rumah sakit. Pelayanannya kurang baik dan terkesan diperlama/dipersulit, beda kalau bayar sendiri. Apa ini karena mereka jengkel tagihan BPJS masih nunggak? Nah yang jadi korban kalau begini ya pasien sendiri.

        • 20 September 2022 - (11:45 WIB)
          Permalink

          Enggak kok. Beberapa anggota keluarga saya ada yang harus sampai rawat inap di rumah sakit. Prosesnya tidak sesulit yang dipikirkan, malah merasa lebih tenang pakai BPJS.

          Pakai BPJS kita enggak perlu mengeluarkan uang sama sekali sebesar apapun biaya perawatannya. Sedangkan asuransi ada plafon, penyakit yang dikecualikan, kekhawatiran klaim di tolak, dibayar tidak penuh, dll. Seperti halnya kasus di surat pembaca ini. Padahal asuransi bayarnya mahal, sampai jutaan rupiah. Iuran BPJS hanya 35rb tapi bisa mengcover semua penyakit sampai yang paling kritis sekalipun.

        • 20 September 2022 - (21:19 WIB)
          Permalink

          Maaf yah kalo menurut saya pakai BPJS sangat membantu, soalnya waktu istri saya mau lahiran anak saya harus di sesar, dan saya untuk biaya semua itu pakai BPJS, dari rawat inap sampai proses persalinan istri saya, bahkan sampai biaya untuk anak saya pun pakai BPJS, itu pun dibantu dibuatkan surat keterangan sama pihak rumah sakit untuk mengurus proses pembuatan BPJS anak saya agar saya tidak mengeluarkan biaya sama sekali, tapi mesti sabar karena yang pakai BPJS bukan hanya istri saya sendri di rumah sakit tersebut tapi banyak orang yang pakai BPJS untuk berobat, coba kalo saya tidak ada pakai BPJS, saya pasti mengeluarkan biaya sampai puluhan juta untuk proses persalinan istri saya (di sesar yah prosesnya) dan biaya untuk keperluan anak saya. jadi kalo menurut anda pakai BPJS dianaktirikan dan dipersulit, saya tidak setuju, karena untuk pakai BPJS harus sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku pak,

        • 22 September 2022 - (09:22 WIB)
          Permalink

          Ya untuk RS Swasta karena mekanisme pelaporan dan punishment ya tidak jelas (atau via MK saja) siap2 dibully netizen maha benar.
          Untuk RS Pemerintah tidak boleh dibedakan karena anggaran RS dibiayai pemerintah.
          Dilemma bagi RS Swasta sudah pembayaran di tangguhkan bisa sampai setengah tahun. Nilai tarif INA CBG tidak sebanding jika dibandingkan dengan di RS Swasta pembayaran pribadi.
          Tapi saya juga mendapatkan manfaat dari BPJS, kebetulan bukan rawat inap case yang emergency tapi bisa dijadwalkan, Dan rumah sakit ya juga saat itu kamarnya tersedia tanpa antri.
          Memang harus sesuai prosedur. Tidak bisa tiba2 langsung ke RS tipe D kemudian minta Pelayanan VIP.
          Tidak sempurna tapi sudah menuju yang lebih baik patut di apresiasi.

  • 19 September 2022 - (12:07 WIB)
    Permalink

    Minta list harga per item biaya lain² nya. Kalau ga mau coba ancam lapor OJK. Kalau alasan RS nya ga mau telpon RSnya tanya benar apa ga. Ancam lapor ke Kemenkes kalau benar RS ga mau. Ini trik lama asuransi, biaya di blow up biar kita nombok atau keliatan dicover banyak. Padahal ya ada main sama RS buat manipulasi harga.
    Saya sendiri ga pernah ngalami, tapi saya tahu ini trik kotor asuransi. Khususnya di LN juga gini sama, banyak teman saya yang ngalami.

  • 20 September 2022 - (00:57 WIB)
    Permalink

    Plan yg anda pakai basic plus dan plan tsb hanya mengcover sd maximal 9 jt biaya lain lain . Seharus nya jikalau anda ingin full cover anda bisa upgrade di atas plan tsb. Coba tanya kan ke agent vision allianz terkait. Saya pribadi memakai plan diatas basic plus dan seluruh tagihan di cover. Dan saat ini plan yg anda pakai basic plus sudah di gantikan dengan hscp plus.

  • 20 September 2022 - (00:58 WIB)
    Permalink

    Sejauh ini keluarga memakai allianz memuaskan proses claim cepat karena di bantu agent.

  • 20 September 2022 - (18:03 WIB)
    Permalink

    Di Aceh adik saya kena “stroke” berobat pakai BPJS kelas pemerintah gratis. pelayanan dan fasilitas mantap

    1
    1

 Apa Komentar Anda mengenai Asuransi Allianz?

Ada 13 komentar sampai saat ini..

“Biaya Lain-lain” yang Membuat Was-was pada Saat Klaim Asu…

oleh Lukas Horianto dibaca dalam: 2 menit
13