Ketidakadilan Sistem Pendidikan Kesetaraan yang Memakan Waktu 9 Tahun bagi Peserta Dewasa

Saya, Andree, peserta didik dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) 3949799473, saat ini sedang menempuh pendidikan kesetaraan di salah satu PKBM Jakarta Timur, dari Paket A hingga Paket C. Masing-masing jenjang membutuhkan waktu 3 tahun, sehingga total durasi pendidikan saya adalah 9 tahun.

Saat ini saya berusia 31 tahun, dan jika mengikuti alur normal yang diterapkan oleh PKBM, saya baru akan menyelesaikan Paket C (setara SMA) pada usia sekitar 37 tahun. Hal ini sangat tidak masuk akal dan tidak adil, karena sistem pendidikan kesetaraan seharusnya memberikan fleksibilitas bagi peserta dewasa yang sudah tidak berada dalam usia sekolah.

Sebagai orang dewasa, saya memiliki tanggung jawab ekonomi dan sosial yang jauh berbeda dengan peserta usia anak-anak atau remaja. Menjalani proses pendidikan selama 9 tahun dari awal hingga akhir sangat membebani dari segi waktu dan kesempatan hidup.

Padahal, banyak peserta dewasa yang sudah memiliki pengalaman kerja dan pembelajaran mandiri yang seharusnya dapat diakui melalui mekanisme Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Sebelumnya saya telah menyampaikan keluhan ini ke:

  1. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP)
  2. Direktorat PMPK
  3. Komisi X DPR RI

Namun hingga saat ini belum ada perubahan kebijakan yang berpihak pada peserta didik dewasa.

Saya memohon agar Kementerian Pendidikan dan seluruh pemangku kebijakan mempertimbangkan implementasi RPL atau mekanisme percepatan lainnya untuk peserta didik dewasa. Sistem pendidikan kesetaraan harus memberikan keadilan yang sesungguhnya, bukan malah menjadi penghambat bagi mereka yang ingin memperbaiki hidup melalui pendidikan.

Hormat saya,

Andree
Depok, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

2 komentar untuk “Ketidakadilan Sistem Pendidikan Kesetaraan yang Memakan Waktu 9 Tahun bagi Peserta Dewasa

  • 8 Mei 2025 - (09:04 WIB)
    Permalink

    Serius anda ikutan paket kejar?? Bahasa dan gaya penulisan anda gak seperti orang yg belum berpendidikan… Formalitas emang 3 thn masing2 paket. Tapi coba cari lembaga lain yg ada flexibilitas lama belajarnya. Biasanya ada banyak

  • 8 Mei 2025 - (09:25 WIB)
    Permalink

    Senang sekali membaca surat yang Anda posting di MK. Selamat anda masih berupaya untuk mengikuti pendidikan formal di usia yg sudah bukan saatnya lagi (bagi pendidikan Dikdas). Coba anda kunjungi PKBM lainnya dan berkonsultasi mengenai sistem pembelajaran yg anda akan ikuti kedepannya. Kalau saya tidak salah paket A untuk pendidikan kesetaraan sekolah dasar, Paket B untuk setara SMP, dan paket C setara SMA/SMK sederajat. Biasanya akan ada program akselerasi agar masa pembelajaran tidak terlalu lama. Setahun misalnya untuk satu jenjang/paket. Dengan catatan materi dipelajari secara mandiri asalkan semua materi sudah diterima dan dipelajari kemudian boleh ujian negara kesetaraan. Jadi diperlukan waktu kurang lebih 3 tahun untuk selesai di paket C. Karena saya dulu mempunyai pengalaman saudara yg tidak lanjut pendidikan formalnya di SMA, dan mengambil ijazah kesetaraan paket C. Tidak butuh waktu 3 tahun saya ingat.

 Apa Komentar Anda?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Ketidakadilan Sistem Pendidikan Kesetaraan yang Memakan Waktu 9 Tahun …

oleh Andree ㅤㅤ dibaca dalam: 1 menit
2