Terima kasih kepada Media Konsumen yang sudah memuat surat saya.
Pada tanggal 27 Juni 2025, saya melakukan pembelian produk melalui website resmi Xiaomi Indonesia (mi.co.id), berupa 1 unit Xiaomi TV 43 inch dan 1 unit monitor 27 inch, dengan nomor pesanan: 5250627166301149 dan nomor resi JNE: 0111652500104645.
Pada tanggal 2 Juli 2025, produk telah sampai di rumah dan kurir JNE seperti biasa menaruh paket di depan rumah.
Begitu saya pulang ke rumah, saya langsung membuka paket tersebut (yang dikirim dalam 1 bundle TV dan monitor). Setelah saya memisahkan kemasan TV dan monitor, alangkah terkejutnya saya karena kondisi kemasan TV sudah robek bagian atas samping yang cukup besar dan kondisinya sudah dilakban sana-sini.
Karena melihat kondisi tersebut, saya urungkan untuk membuka lebih lanjut dan langsung membuat laporan pada tanggal 2 Juli 2025 ke CS Xiaomi via live chat. CS mengatakan akan membuat laporan dan menyuruh saya menunggu sekitar 7 hari kerja.
Setelah saya tunggu-tunggu, tidak ada respons atau informasi dari pihak Xiaomi. Saya menghubungi lagi pihak CS untuk kedua kalinya, tapi tetap disuruh tunggu 3 hari kerja lagi, karena belum ada jawaban dari pihak terkait.
Setelah 3 hari, saya coba hubungi lagi pihak CS. Namun alangkah kagetnya saya, mendengar bahwa tim terkait tidak menyetujui klaim saya dan memaksa saya untuk menerima produk tersebut.
Tentu saja saya tetap bersikeras tidak mau. Saya beli barang baru, harga baru, kondisi baru, tapi yang saya terima malah barang kemasan rusak seperti ini. Saya dijanjikan akan kembali dilaporkan ke tim terkait dan disuruh tunggu lagi 3 hari. Namun setelah hari ketiga, tetap saja saya tidak menerima hasil laporannya. Akhirnya saya memutuskan untuk memuat hal ini di MK.
Saya sungguh kecewa sekali, tidak tahu lagi harus bagaimana. Hak saya sebagai pembeli sudah tidak ada. Membeli barang baru, harga mahal, tapi menerima produk kemasan rusak, robek parah, dan secara tidak langsung memaksa saya untuk menerimanya. Sungguh saya sudah habis waktu, energi, dan pikiran mengenai hal ini.
Semoga ada niat baik dari pihak Xiaomi. Saya hanya ingin mendapatkan hak saya, membeli produk baru dan mendapatkan juga produk baru.
Deiby S.
Tangerang, Banten
Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pihak yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:
Komentar
Kalau beli elektronik seperti TV dan monitir secara kontan, jangan di online. Resiko terlalu besar, selisih harga paling 5 %. Kalau beli secara cicil, bolehlah. Posisi pembeli lebih kuat, karena bisa balikin barang kalau rusak. Sebab uang masih di tangan pembeli.
pikirannya terlalu modern. percaya sama online. sy yg ojol aja gak pernah percaya kalo beli barang elektronik mahal. di konoha gak ada yg namanya garansi bos. apalagi ongkirnya gratis
Ini orang ****** apa gimana ya. Anda dapet total diskon sampai 1jt lebih tapi ga terima dus sobek. Ngejar murah tapi mau nya sempurna. Norak euy.
Dear TS,
saya juga pengguna jual beli daring/online dari jaman pre-Kaskus FJB, sangat sering berbelanja secara online dalam 1 bulan, mulai yang receh-receh maupun yang bernilai besar.
Sejak awal saya menyadari resiko berbelanja secara daring, mulai dari penipuan, permasalahan kurir, salah order dll. Salahsatunya seperti yang TS alami. Sepedek pengetahuan saya, seller hanya bertanggungjawab dengan barang yang ada di dalamnya, sedangkan masalah kemasan yang hancur selama pengiriman adalah tanggung jawab kurir/kargo. Selama barang di dalamnya tidak cacat atau rusak, seller tidak bisa digugat. Notifikasi ke seller sudah betul agar mereka komplain ke kurir sebagai mitra mereka, tetapi mengangkat masalah ini ke Media Konsumen untuk ditujukan ke seller rasanya kurang tepat, komplain seharusnya ditujukan ke kurir/kargonya.
Dan perlu mengingatkan diri sendiri juga bahwa yang dibeli itu kardusnya atau isinya? Kecuali barang tersebut untuk dijual kembali.
Jika kardusnya sangat berharga, sebaiknya memakai tambahan packing kayu yang sudah pasti akan menambah ongkos kirim secara keseluruhan.
Apabila tidak bisa menerima resiko-resiko tersebut, mungkin sebaiknya TS belanja luring/offline saja.
Terimakasih
Gpp om.
Anggap saja TS lagi ngasih tutorial mempermalukan diri sendiri :D
Sudah dicoba belum tv nya? Kalo normal seharusnya ga masalah. Toh yg anda butuhkan TV nya, bukan kemasannya.
Lain kali kalo mau beli lgsung ke tokonya aja, dikemas sendiri, biar rapi sesuai kemauan anda.
Ya belum mas. Kan buyer nya gak mau tau. Kardus ama isinya kudu perfect. Makanya gak dibuka
Salah sendiri ga minta ke seller buat di packing kayu, gua dulu beli Hisense 43Q6N dari Surabaya ke Kediri aman aja lewat Shopi cuman ya gitu gua minta mandiri "tolong di packing kayu" dan seller menambahkan variant packing kayu yg nambah sekitar 75rban yg awalnya 3.840.000 setelah tambah paking kayu dan biaya adminaplikasi jadi 3.915.000 emang tambah mahal tapi karena di tempat gua kgak aada yg jual unitnya terpaksa beli online... Alhamdulillah nya sampe dengan aman... Bahakan setelah di paking kayu pun masih di bungkus bubblewrap lagi... Worthit banget nambah paking kayu paket guwedue bisa nyampe selamat tanpa cacat dan rusak kardusnya 😅
Waduh, saya pernah beli XIAOMI TV juga dengan JNE Cargo biasanya mereka nganter. Kali keedua beli AQUA TV tapi pake Packing Kayu pakai expedisi lain.
Dua2nya aman sih, mudah2an dapet pencerahan untuk TS
Komplain via shopee bu,, jangan klik terima..
Saya sebagai penjual online juga pernah mengalami hal demikian, berangkat utuh, pulang juga harus utuh, karena jika dijual lagi pun harga turun dan susah jualnya, akhirnya dapet ganti rugi juga dari agregatornya, walaupun dapet kompensasi setengah dari harga barang, jadi setidaknya tidak rugi2 amat..
Karena kalo elektronik itu sangat berpengaruh, tanpa dus dan pake dus, apalagi baru, nilai ekonominya langsung turun,
Sekadar saran saja.
Jika membeli barang lewat online, khususnya produk2 seperti TV, Monitor jika dikirim melalui ekspedisi, sebelumnya dipastikan dulu pengirimannya dengan packing kayu atau tidak. Karena untuk jenis barang diatas rentan rusak jika packing tidak ditangani dengan benar.
Kalau dari foto diatas 99% pasti terjadi saat pengiriman. Tidak mungkin juga pihak Xiaomi dengan sengaja mengirim barang dengan kemasan yg sudah rusak.
Jika pembeli meminta atau menuntut pergantian barang, coba di cek kembali di website xiaomi. disana ada syarat2 dan ketentuan lengkap mengenai pengembalian barang dan garansi.
Saya sendiri juga berjualan online, kebetulan juga ada produk TV.
Tambahan, untuk pengiriman, pastikan sudah diasuransikan, dgn di cover asuransi, kendala2 seperti ini bisa lebih cepat diatasi tidak perlu menunggu sampai seminggu
Anda ini mau nonton TV apa kardusnya.? Perkara kardus peyot dikit aja di permasalahin. Salah sendiri beli TV di Online Shop. Beli online ya harus paham resikonya lah. Kalau mau aman tambah packing kayu. Beli TV mahal mampu, masa tambah packing kayu gak mampu sih. Yg disalahin sellernya pula,bukan ekspedisinya. Gak mungkin seller kirim brg dengan kondisi rusak,. Lagian kardusnya rusak juga gak menjamin isi di dalamnya rusak kan..? Emang tu kardusnya gak ada Sterefoam di dalemnya?