Keluhan Surat Pembaca Kecewa Membeli Produk melalui Website Resmi Xiaomi Indonesia (mi.co.id) 25 Juli 202527 Juli 2025 iis novianti 49 Komentar Alasan penolakan, Belanja barang elektronik, Belanja Online, Customer complaint handling, Customer Service, e-Commerce, JNE, JNE Express, Kemasan rusak, Kurir, Layanan kurir, official online store, Repacking, Situs resmi, Unboxing, Xiaomi Indonesia, Xiaomi Official Store, Xiaomi TV Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Terima kasih kepada Media Konsumen yang sudah memuat surat saya. Pada tanggal 27 Juni 2025, saya melakukan pembelian produk melalui website resmi Xiaomi Indonesia (mi.co.id), berupa 1 unit Xiaomi TV 43 inch dan 1 unit monitor 27 inch, dengan nomor pesanan: 5250627166301149 dan nomor resi JNE: 0111652500104645. Pada tanggal 2 Juli 2025, produk telah sampai di rumah dan kurir JNE seperti biasa menaruh paket di depan rumah. Begitu saya pulang ke rumah, saya langsung membuka paket tersebut (yang dikirim dalam 1 bundle TV dan monitor). Setelah saya memisahkan kemasan TV dan monitor, alangkah terkejutnya saya karena kondisi kemasan TV sudah robek bagian atas samping yang cukup besar dan kondisinya sudah dilakban sana-sini. Karena melihat kondisi tersebut, saya urungkan untuk membuka lebih lanjut dan langsung membuat laporan pada tanggal 2 Juli 2025 ke CS Xiaomi via live chat. CS mengatakan akan membuat laporan dan menyuruh saya menunggu sekitar 7 hari kerja. Setelah saya tunggu-tunggu, tidak ada respons atau informasi dari pihak Xiaomi. Saya menghubungi lagi pihak CS untuk kedua kalinya, tapi tetap disuruh tunggu 3 hari kerja lagi, karena belum ada jawaban dari pihak terkait. Setelah 3 hari, saya coba hubungi lagi pihak CS. Namun alangkah kagetnya saya, mendengar bahwa tim terkait tidak menyetujui klaim saya dan memaksa saya untuk menerima produk tersebut. Tentu saja saya tetap bersikeras tidak mau. Saya beli barang baru, harga baru, kondisi baru, tapi yang saya terima malah barang kemasan rusak seperti ini. Saya dijanjikan akan kembali dilaporkan ke tim terkait dan disuruh tunggu lagi 3 hari. Namun setelah hari ketiga, tetap saja saya tidak menerima hasil laporannya. Akhirnya saya memutuskan untuk memuat hal ini di MK. Saya sungguh kecewa sekali, tidak tahu lagi harus bagaimana. Hak saya sebagai pembeli sudah tidak ada. Membeli barang baru, harga mahal, tapi menerima produk kemasan rusak, robek parah, dan secara tidak langsung memaksa saya untuk menerimanya. Sungguh saya sudah habis waktu, energi, dan pikiran mengenai hal ini. Semoga ada niat baik dari pihak Xiaomi. Saya hanya ingin mendapatkan hak saya, membeli produk baru dan mendapatkan juga produk baru. Deiby S. Tangerang, Banten Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
kris25 Juli 2025 - (15:11 WIB)Permalink Saya tidak begitu paham dengan monitor Xiaomi Tapi kalo TV yang sudah 43 inc, prefer beli offline Tahu sendiri lah ekspedisi di sini Saya pengalaman beli yang 32 inc ,di mi store dekat rumah saya CO di kasir, 1 jam kemudian diantar ama staff nya sendiri ke rumah, langsung cek fisik di depan staff tersebut plus disettingkan ..FREE tanpa ongkir & tanpa jasa setting Cuma karena TS nya sepertinya kejar diskon yang cukup lumayan tuh, jadiinya dilematis Semoga masalahnya terselesaikan cuma uang tempel rokok aja seikhlas hati buyer 1 Login untuk Membalas
Mr25 Juli 2025 - (21:46 WIB)Permalink Klo daleman nha nya baru dan gak ada cacat yah gak masalah, yg di tonton kan layar TV nya 1 1 Login untuk Membalas
Hery Mulyanto26 Juli 2025 - (04:43 WIB)Permalink Kardusnya kan diletakkan dibawah tv, jadi nonton tv dan kardus, kl robek kan tidak enak ditonton. Monitor juga begitu, kardusnya diletakkan disampingnya biar keren, kl kardusnya robek kan jadi gimana gitu. 3 Login untuk Membalas
Yen26 Juli 2025 - (10:50 WIB)Permalink Terus Saiki sidane pie yu? Isine sidane anyar pora? Sido kok gawe opo panggah nek njero kerdus? Aku Yo koyok awakmu,seneng nyusuh! kerdus e,utuh di simpen Sampek barang e bobrok. Sak bubble wrap e barang Ojo Sampek keguwak .Kabeh di susuh no. Pokok HIDUP NYUSUH !!! 3 Login untuk Membalas
sentono28 Juli 2025 - (07:59 WIB)Permalink Klo orang dpake normal g mungkin kardusnya dpajang Gw aja kardusnya gw simpen d loteng Bilang aja mau pamer trus dvideoin , d share k medsos2 G usah jadi orang Sombong ,pamer3 barang Login untuk Membalas
Aep28 Juli 2025 - (11:18 WIB)Permalink Ya itu hak konsumen kak,, perkara pengajuannya diterima atau gag ya biar urusannya dengan mereka Hak konsumen untuk komplain 🙏🙏
iis noviantiPenulis artikel26 Juli 2025 - (10:03 WIB)Permalink ya maaf kak sudah saya jelaskan di atas saya mau terima barang sesuai yang saya bayar , tidak peduli kondisi dalam baik2 atau tidak. dan saya mana tau dalamnya baru atau gak kalau luarnya saja sudah begitu 1 5 Login untuk Membalas
Juliana27 Juli 2025 - (18:51 WIB)Permalink Ini yang di bilang kemaunya banyak tpi bayar maunya semurah mungkin..ngirim pakai samday tpi maunya satu hari sampai.. bayar harga motor.. pengantaran seaman mobil.. . pembelian barang elektronik yg diameter lebih dari setengah meter persegi lebih baik jngn menggunakn jasa motor.. kasihan kurir. Mereka tidak pernah niat meruk brang konsumen tpi kadang keadaan di jln saat pemgantaran tidak bisa di tebak. Kedua barang takutnya rusak ..sesuaikan expedisi…dengan paket yang kita beli… Login untuk Membalas
Rietta26 Juli 2025 - (18:54 WIB)Permalink Sy driver Gojek pernah ngantar TV 35 inchi naik motor. Ongkos kirim pas-pasan, dan tidak ada tips yg diberikan oleh penerima paket. Akhirnya sy putuskan tidak mau lagi ngantar TV LCD , karena resiko besar dan bisa pecah kalau diantar naik motor. Masih mending kalau cuma robek kemasan. Yang dipakai adalah TV LCD, bukan bungkus kemasannya. Jadi kalau mau yg sempurna, sebaiknya jangan beli dari website, karena menggunakan ongkos kirim yg termurah. Sebaiknya langsung beli dari tokonya yg bisa ngantar langsung ke rumah. 1 Login untuk Membalas
Tjahya25 Juli 2025 - (15:18 WIB)Permalink Kalo hanya kemasan yg rusak masih mending apalagi beli dr website tdk asuransi pengiriman meski dikomplen juga sebenarnya tdk pengaruh ke xiaomi karna uang sdh msk Rek. Itu kerugian beli dr web store 1 Login untuk Membalas
Rietta26 Juli 2025 - (18:51 WIB)Permalink Sy driver Gojek pernah ngantar TV 35 inchi naik motor. Ongkos kirim pas-pasan, dan tidak ada tips dari penerima paket. Akhirnya sy putuskan tidak mau lagi ngantar TV LCD , karena resiko besar dan bisa pecah kalau diantar naik motor. Masih mending kalau cuma robek kemasan. Yang dipakai adalah TV LCD, bukan bungkus kemasannya. Jadi kalau mau yg sempurna, sebaiknya jangan beli dari website, karena menggunakan ongkos kirim yg termurah. Sebaiknya langsung beli dari tokonya yg bisa ngantar langsung ke rumah. Login untuk Membalas
Freiiza26 Juli 2025 - (01:26 WIB)Permalink lagian ngide ngide beli barang elektronik berukuran besar di online store.. kesalahan bisa saja terjadi di ekspedisi pengiriman.. gak mungkin sekelas official store ngirim dengan packing rusak seperti itu.. jadi lucu aja kalo elu salahin pihak official storenya 🤣🤣 2 1 Login untuk Membalas
iis noviantiPenulis artikel26 Juli 2025 - (10:04 WIB)Permalink tidak nyalahin kak, tapi minta mereka komplain ke pihak kurir , kan mereka yang tau pengiriman dan prosesnya gimana kita penerima mana bisa komplain begitu saja ? harus lewat seller kan ? 5 Login untuk Membalas
serba27 Juli 2025 - (00:30 WIB)Permalink kalau masalahnya di pengiriman ya komplain ke pengiriman. . . jangan lupa buat video unboxing sebagai bukti ke jasa kirim dan toko official. aku beberapa kali komplain, masalah keterlambatan 2 monitor gak datang datang, ada bagian kardusnya penyok dan sebagainya., yang bermasalah pengiriman ya komplain ke pengiriman., .yang penting dibicarakan baik baik. . Login untuk Membalas
muchammad27 Juli 2025 - (15:29 WIB)Permalink Komplenmu salah alamat. Baru ya belanja online? Login untuk Membalas
Gabys29 Juli 2025 - (23:50 WIB)Permalink Yg komen pd belum ngerti nih, Buyer mau jual lg tuh barangny, kalo kardusny rusak jd harga 2nd, bukanny untung jd buntung, mangkany dia ga peduli soal barangny msh bagus ato ngga, kardusny rusak, dia rugi, soalny ga niat pake buat sendiri, betul ngga? Login untuk Membalas
Munif27 Juli 2025 - (18:21 WIB)Permalink Gak ada yang lucu, harusnya ada proteksi barang rusak dalam pengiriman. 1 1 Login untuk Membalas
Meliana26 Juli 2025 - (06:11 WIB)Permalink Komplain ke jasa ekspedisi, konsumen ***** Login untuk Membalas
iis noviantiPenulis artikel26 Juli 2025 - (10:04 WIB)Permalink ini orang tidak pernah beli online kali ya tidak tau proses hikz hikz 1 3 Login untuk Membalas
poer26 Juli 2025 - (20:48 WIB)Permalink Beli Tv online jgn kirim pke jasa EXPEDISI tp pilih pake jasa INSTAN MOBIL/ GOSEND MOBIL yg 1pkt 1alamat 1kendaraan Klo EXPEDISI emnk gt, semua pake di tumpuk gak karuan Login untuk Membalas
sentono28 Juli 2025 - (08:02 WIB)Permalink Kwkwkwk Lucu anda komplain k Ekspedisinya, koq malah k toko resmi Yg ngerusak itu dlam proses pengirimannya, g mungkin lah toko jual barang cacad kerdus, pasti mulus Makanya klo beli itu tambahi packing kayu Niat ingin murah malah boncos Wkkwkw gw jg pernah beli tv 43″ d shopee, gw tambahi packing kayu biar aman. Minimal klo g paham tanya k temen atau saudara, atau minimal diem aja , g usah share Malah malu2in diri sendiri Login untuk Membalas
Aep28 Juli 2025 - (11:24 WIB)Permalink Hak konsumen untuk komplain kak,, sudah benar koq kak, komplainnya ke xiaomi selaku penjual.. Nanti biasanya bisa dievaluasi buat pengirimannya.. Coba ajukan banding aja, jangan klik diterima dulu.. Terus lampirkan bukti kerusakannya.. Hak konsumen untuk komplain, jangan takut bersuara, perkara komplain diterima atau tidak biar urusan xiaomi shopee dan ekspedisi 🙂🙂 Saran saya kedepannya kalau beli elektronik online,, selalu tanyakan ke penjual ada packing kayu dan extra bubble gag?? Karena ada toko yang harga sudah termasuk packing kayu dan buble, ada yg harus dicheckout sekalian saat pesan barang 👍👍 Kalau saya kiriman besar kemarin tv pake sentral cargo, tanpa packing kayu alhamdulillah aman ke gunung kidul Login untuk Membalas
Dino26 Juli 2025 - (07:27 WIB)Permalink Resiko beli barang online, ya kemasan yang rusak. Tapi selama isinya aman sih kebanyakan orang ok aja. tp kalo anda mau perfect, ya anda beli offline aja. Datang ke toko dan bawa sendiri tv nya…. 1 Login untuk Membalas
iis noviantiPenulis artikel26 Juli 2025 - (10:04 WIB)Permalink ya maaf kak sudah saya jelaskan di atas saya mau terima barang sesuai yang saya bayar , tidak peduli kondisi dalam baik2 atau tidak. dan saya mana tau dalamnya baru atau gak kalau luarnya saja sudah begitu 6 Login untuk Membalas
Mantus27 Juli 2025 - (10:44 WIB)Permalink Rasanya barang di dalamnya pasti barang baru. Kalau misalnya kardusnya bagus tetapi dinyatakan bahwa kertas kardusnya terbuat dari bahan recycle,kira2 ditolak ngga? Login untuk Membalas
Fajar1414gg26 Juli 2025 - (11:02 WIB)Permalink Bukan orang nggak pernah belanja online tapi ente yang terlalu jamet dan bawel.. barang elektronik ukuran besar begitu banyak di toko elektronik sekitar rumah seharusnya beli offline aja, ini malah ngejar diskon gede beli online.. kalau beli online ya harus ada resiko bahwa packing kan bisa rusak akibat pengiriman kasar dari pihak ekspedisi… Penjual nggak mungkin kirim packing dalam kondisi hancur.. harusnya via media konsumen komplainnya ke jasa kirim, bukan ke toko. Ente mimpi kalau berharap pihak toko mau urusin komplain ente ke pihak jasa kirim. Lagi pula ribet amat jadi orang , tujuan mau beli TV , bukan beli bubble wrap ma kardus.. fungsi bubble wrap dan kardus yang melindungi isi di dalamnya, biarkan saja itu bubble hancur sepanjang isinya masih oke. Kalau isinya ikutan hancur barulah ente komplain 3 Login untuk Membalas
iis noviantiPenulis artikel26 Juli 2025 - (11:55 WIB)Permalink inilah org2 yg komen tanpa baca suka asal2 dan keliatan gak pernah beli barang mahal 🙂 kan sudah saya jelaskan di atas saya mau terima barang sesuai yang saya bayar , tidak peduli kondisi dalam baik2 atau tidak. dan saya mana tau dalamnya baru atau gak kalau luarnya saja sudah begitu 1 4 Login untuk Membalas
Aisyah26 Juli 2025 - (18:11 WIB)Permalink “inilah org2 yg komen tanpa baca suka asal2 dan keliatan gak pernah beli barang mahal 🙂” Orang lain banyak beli barang online yang harga nya lebih dari yg lu sebut mahal, cuma lu ribet nya lebih dari orang lain. Padahal tinggal bikin video unboxing, klo isinya rusak baru komplain. Belanja online harus tau resiko di pengiriman, apalagi barang segede itu 3 Login untuk Membalas
Errik27 Juli 2025 - (12:41 WIB)Permalink Harga tv 43 inch berapa sih kok bisa-bisanya menghina orang bilang ga pernah belanja barang mahal 🫢 Kebanyakan yang komen itu sudah betul kesalahan di pihak jasa kirim jadi seller ayau buyer juga berhak komplain ke jasa kirim nya. 1 Login untuk Membalas
muchammad27 Juli 2025 - (15:33 WIB)Permalink Hahah ga kaget makhluk terkuat di bumi. Nabrak tiang listrik pun yg disalahkan tiang listriknya knp menghalangi jalannya. 1 Login untuk Membalas
Abo Cah26 Juli 2025 - (12:02 WIB)Permalink mau tanya, apa hubungan iis novianti dengan deiby sumenge? deiby pinjem akun MK nya iis? dan jeju itu siapa? pemilik rumah? bingung ane, beli produk pake nama jeju, buat keluhan di MK atas nama deiby pakai akunnya si iis 2 Login untuk Membalas
Toni Chelsky26 Juli 2025 - (13:48 WIB)Permalink Salah satu contoh Ruwetnya jika seorg OKB baru belajar beli barang secara on line. 🤭🤭 1 Login untuk Membalas
Ari27 Juli 2025 - (05:55 WIB)Permalink ANDA SOK PINTER PADAHAL DUNGU ANDA MERASA TELAH MEMBELI BARANG YANG SANGAT MAHAL PADAHAL BANYAK ORANG TELAH MEMBELI BARANG ONLINE YG LEBIH MAHAL DARI ITU ANDA TDK MENDAPAT SIMPATI TAPI MALAH DAPAT BANYAK HUJATAN.. ANDA NORAK… 1 1 Login untuk Membalas
April26 Juli 2025 - (17:56 WIB)Permalink Saya penggemar beli online,, dari barang seribuan pe jutaan ( elektronik, hp, tv led).. Tiap beli online, kita harus paham resiko2 nya,, terutama di expedisi nya, makanya seller biasanya MENCANTUMKAN ASURANSI yg bisa kita pilih ataupun enggak.. Terakhir beli di mi store, tv led 32 inch, jujur ngejar diskon saat itu,, dan pujiTuhan terima barang baik packaging maupun barangnya OK Saya termasuk yg percaya klo official store itu jujur, yg gk jujur itu oknum, pernah beli hand body lotion jml 2, terima 1 dan kemasan rusak,, saya anggap resiko, melayang 50an ribu.. Kembali ke kasus, packaging rusak, saya lebih percaya itu ulah oknum expedisi, karena tidak melihat saya tidak mau menghakimi juga.. Tpi karena pembeli ingin packaging bagus wlopun isi rusak gpp, ya sudah lanjutkan saja.. Semoga tuntutan anda berhasil.. Login untuk Membalas
John Batubara26 Juli 2025 - (17:58 WIB)Permalink Kalau beli elektronik seperti TV dan monitir secara kontan, jangan di online. Resiko terlalu besar, selisih harga paling 5 %. Kalau beli secara cicil, bolehlah. Posisi pembeli lebih kuat, karena bisa balikin barang kalau rusak. Sebab uang masih di tangan pembeli. Login untuk Membalas
Erwin26 Juli 2025 - (21:23 WIB)Permalink pikirannya terlalu modern. percaya sama online. sy yg ojol aja gak pernah percaya kalo beli barang elektronik mahal. di konoha gak ada yg namanya garansi bos. apalagi ongkirnya gratis Login untuk Membalas
Ari27 Juli 2025 - (10:30 WIB)Permalink Ini orang ****** apa gimana ya. Anda dapet total diskon sampai 1jt lebih tapi ga terima dus sobek. Ngejar murah tapi mau nya sempurna. Norak euy. Login untuk Membalas
Mantus27 Juli 2025 - (10:40 WIB)Permalink Dear TS, saya juga pengguna jual beli daring/online dari jaman pre-Kaskus FJB, sangat sering berbelanja secara online dalam 1 bulan, mulai yang receh-receh maupun yang bernilai besar. Sejak awal saya menyadari resiko berbelanja secara daring, mulai dari penipuan, permasalahan kurir, salah order dll. Salahsatunya seperti yang TS alami. Sepedek pengetahuan saya, seller hanya bertanggungjawab dengan barang yang ada di dalamnya, sedangkan masalah kemasan yang hancur selama pengiriman adalah tanggung jawab kurir/kargo. Selama barang di dalamnya tidak cacat atau rusak, seller tidak bisa digugat. Notifikasi ke seller sudah betul agar mereka komplain ke kurir sebagai mitra mereka, tetapi mengangkat masalah ini ke Media Konsumen untuk ditujukan ke seller rasanya kurang tepat, komplain seharusnya ditujukan ke kurir/kargonya. Dan perlu mengingatkan diri sendiri juga bahwa yang dibeli itu kardusnya atau isinya? Kecuali barang tersebut untuk dijual kembali. Jika kardusnya sangat berharga, sebaiknya memakai tambahan packing kayu yang sudah pasti akan menambah ongkos kirim secara keseluruhan. Apabila tidak bisa menerima resiko-resiko tersebut, mungkin sebaiknya TS belanja luring/offline saja. Terimakasih 1 Login untuk Membalas
muchammad27 Juli 2025 - (15:24 WIB)Permalink Gpp om. Anggap saja TS lagi ngasih tutorial mempermalukan diri sendiri 😀 Login untuk Membalas
muchammad27 Juli 2025 - (15:21 WIB)Permalink Sudah dicoba belum tv nya? Kalo normal seharusnya ga masalah. Toh yg anda butuhkan TV nya, bukan kemasannya. Lain kali kalo mau beli lgsung ke tokonya aja, dikemas sendiri, biar rapi sesuai kemauan anda. Login untuk Membalas
Gery29 Juli 2025 - (11:34 WIB)Permalink Ya belum mas. Kan buyer nya gak mau tau. Kardus ama isinya kudu perfect. Makanya gak dibuka Login untuk Membalas
Digi27 Juli 2025 - (21:31 WIB)Permalink Salah sendiri ga minta ke seller buat di packing kayu, gua dulu beli Hisense 43Q6N dari Surabaya ke Kediri aman aja lewat Shopi cuman ya gitu gua minta mandiri “tolong di packing kayu” dan seller menambahkan variant packing kayu yg nambah sekitar 75rban yg awalnya 3.840.000 setelah tambah paking kayu dan biaya adminaplikasi jadi 3.915.000 emang tambah mahal tapi karena di tempat gua kgak aada yg jual unitnya terpaksa beli online… Alhamdulillah nya sampe dengan aman… Bahakan setelah di paking kayu pun masih di bungkus bubblewrap lagi… Worthit banget nambah paking kayu paket guwedue bisa nyampe selamat tanpa cacat dan rusak kardusnya 😅 Login untuk Membalas
tobias_boon28 Juli 2025 - (09:01 WIB)Permalink Waduh, saya pernah beli XIAOMI TV juga dengan JNE Cargo biasanya mereka nganter. Kali keedua beli AQUA TV tapi pake Packing Kayu pakai expedisi lain. Dua2nya aman sih, mudah2an dapet pencerahan untuk TS Login untuk Membalas
Aep28 Juli 2025 - (11:13 WIB)Permalink Komplain via shopee bu,, jangan klik terima.. Saya sebagai penjual online juga pernah mengalami hal demikian, berangkat utuh, pulang juga harus utuh, karena jika dijual lagi pun harga turun dan susah jualnya, akhirnya dapet ganti rugi juga dari agregatornya, walaupun dapet kompensasi setengah dari harga barang, jadi setidaknya tidak rugi2 amat.. Karena kalo elektronik itu sangat berpengaruh, tanpa dus dan pake dus, apalagi baru, nilai ekonominya langsung turun, 1 Login untuk Membalas
Christianto28 Juli 2025 - (23:14 WIB)Permalink Sekadar saran saja. Jika membeli barang lewat online, khususnya produk2 seperti TV, Monitor jika dikirim melalui ekspedisi, sebelumnya dipastikan dulu pengirimannya dengan packing kayu atau tidak. Karena untuk jenis barang diatas rentan rusak jika packing tidak ditangani dengan benar. Kalau dari foto diatas 99% pasti terjadi saat pengiriman. Tidak mungkin juga pihak Xiaomi dengan sengaja mengirim barang dengan kemasan yg sudah rusak. Jika pembeli meminta atau menuntut pergantian barang, coba di cek kembali di website xiaomi. disana ada syarat2 dan ketentuan lengkap mengenai pengembalian barang dan garansi. Saya sendiri juga berjualan online, kebetulan juga ada produk TV. Tambahan, untuk pengiriman, pastikan sudah diasuransikan, dgn di cover asuransi, kendala2 seperti ini bisa lebih cepat diatasi tidak perlu menunggu sampai seminggu Login untuk Membalas
Gery29 Juli 2025 - (11:32 WIB)Permalink Anda ini mau nonton TV apa kardusnya.? Perkara kardus peyot dikit aja di permasalahin. Salah sendiri beli TV di Online Shop. Beli online ya harus paham resikonya lah. Kalau mau aman tambah packing kayu. Beli TV mahal mampu, masa tambah packing kayu gak mampu sih. Yg disalahin sellernya pula,bukan ekspedisinya. Gak mungkin seller kirim brg dengan kondisi rusak,. Lagian kardusnya rusak juga gak menjamin isi di dalamnya rusak kan..? Emang tu kardusnya gak ada Sterefoam di dalemnya? Login untuk Membalas
Apendi6 Februari 2026 - (10:29 WIB)Permalink Hal sama dialami kami,saya yakin bukan kesalahan expedisi tapi xiaomi dengan sengaja untuk menjual barang bekas display Login untuk Membalas