Debt Collector Bank Mega Salah Sasaran

Nama Fenny, saya sama sekali bukan pemegang kartu kredit maupun rekening ataupun loan dari bank Mega.
Kamis, 6 April 2017, ada yang menghubungi telepon rumah mertua saya. Mereka menanyakan saudara Daniel Hendrawan. Daniel memang kakak ipar saya, suami kakak saya yang tinggal di kota Malang, Jatim. Saya tinggalnya di Jakarta.

Yang jadi masalah, kenapa debt collector mengganggu ibu mertua saya lewat telepon, sedangkan ibu mertua saya kenal pun tidak dengan bapak Daniel itu. Memang dulu nama, alamat dan telepon rumah saya pernah dipakai jadi keluarga yang bisa dihubungi yang tidak tinggal serumah. Tapi kan alamat sama nomor teleponnya beda dengan mertua saya.

Berulang kali ketika Bank Mega telepon ke saya, sudah saya jelaskan kalau saya tidak ada hubungan lagi dengan kakak saya juga sama suaminya, bapak Daniel itu. Karena suatu hal, kami pun sudah tidak komunikasi. Saya sudah sarankan untuk ke rumahnya saja yang di Malang, tapi debt collectornya malah SMS ke nomor hp adik saya untuk ketemu di rumah saya di Jakarta. Nah jadi bingung juga kenapa debt colletornya sampai nagih juga ke nomor hp adik saya yang tidak ada hubungan sama sekali.

Dulu saya hanya mengiyakan kalo saya saudara yang tinggal tidak serumah dengan bapak Daniel itu, tapi kan bukan saya yang menjamin. Bank Mega kan tahu sendiri alamat rumah kakak saya itu, ya datangin saja. Apa karena saya di Jakarta dan kakak saya tinggal di Malang, jadi tidak mau datangin ke Malang? Maunya Jakarta yang dekat?

Fenny Sadeli
Kebayoran Baru
Jakarta Selatan 12110

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Penilaian Rata-rata: 2]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Fenny Sadeli

Redaksi yang terhormat, Sehubungan dengan surat Bapak/Ibu Fenny Sadeli di mediakonsumen.com (7/4), “Debt Collector Bank Mega Salah Sasaran.” Pada tanggal...
Baca Selengkapnya

3 komentar untuk “Debt Collector Bank Mega Salah Sasaran

  • 10 April 2017 - (18:58 WIB)
    Redaksi Yth
    atas surat Ibu Fenny Sadeli (7/4/17) “debt Collector BangMeja dst dll lsp etc” kami telah menghubungi ybs dan Ibu Fenny telah mendengarkan penjelasan kami panjang lebar kali tinggi adalah volume,namun demikian beliau nampaknya tidak berani mempersalahkannya lagi tetapi masih jengkel didalam hatinya,terlihat sekali saat kami memohon maaf masih diam saja
    sekali lagi mungkin dapat kami jelaskan secara singkat tujuan dc menelpon tsb supaya disampaikan pada ybs bahwa telah menggunakan uang dari kami,laa ya tulunglah dibalikkan lagi,walau memakai berbagai cara yang menyerempet2,dianggap melanggar aturan BI,OJK,dst en toh itu merupakan kebijak sinian dari kami, kalaupun ada buktinya dengan indahnya kami berkelit tidak mengakuinya disebabkan semua hp yang masuk tidak bisa dihubungi balik,mau dilacakpun bakal kesulitan ,mau memakai pengacarapun juga sudah keluar biaya ya sulit pembuktiannya karena masih terduga saja kan
    atas dimuatnya tanggapan yang seenaknya sendiri ini kami banyak berterimaksih pada pemirsa ,semoga besok banyak komplain lagi dan saya dengan usil komen lagi untuk menyindir,biar ybs agak tahu malu sedikit kelakuannya sudah tidak benar di mata masyarakat
    terimakasih
    Head off Bangmeja
    Christiono me damn
  • 11 Desember 2017 - (22:41 WIB)
    Mengapa rata2 bank tdk menyiapkan atau cenderung menyembunyikan win win solution utk nasabah yg benar-benar lg kesulitan pembayaran, selalu menekan utk bayar dan bayar dgn bilang tdk ada program keringanan, atau mengatakan secara sistem memang sdh seperti itu, yg berujung dgn menggunakan dc yg arogan dan menteror mati2an. Mengapa manusia malah diatur oleh sistem yg diciptakannya sendiri. Jgn salahkan jg bila bnyk yg milih kabur krn bank sendiri tdk mau tahu, nasabah sdh kesulitan malah makin digencet.

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Bank Mega Salah Sasaran

fenny adnan 1 menit
3