Saraf Terjepit alias HNP (Hernia Nucleus Pulposus)

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

HNP atau Hernia Nucleus Pulposus adalah keadaan di mana bantalan tulang belakang keluar dari tempatnya sehingga menjepit saraf yang berada di tulang belakang. Disebut juga sebagai saraf terjepit. HNP sering terjadi pada tulang belakang daerah lumbar atau daerah punggung bawah dan daerah leher.

Penyebab HNP biasanya multipel yaitu antara lain adalah:

  1. Genetika/keturunan.
  2. Salah posisi saat bergerak atau saat mengangkat beban berat.
  3. Obesitas.
  4. Infeksi.

Gejala terutama yang dirasakan penderita adalah nyeri. Nyeri dapat bervariasi mulai dari rasa kesemutan sampai nyeri di punggung bawah bawah. Nyeri yang khas akibat HNP adalah nyeri dari punggung bawah kemudian menjalar ke paha dalam dan berlanjut sampai ke ibu jari. Intensitas nyeri pun bervariasi tergantung saraf yang terjepit.

Pada beberapa penderita menyebutkan saat kejadian pertama terjadi, penderita mendengar bunyi seperti sesuatu yang patah atau seperti keseleo pada pinggang kemudian disusul dengan rasa nyeri. Keluhan juga bisa berupa nyeri yang sangat sehingga pasien susah berjalan dan beraktifitas. Pada HNP di leher keluhan yang paling dirasakan adalah nyeri dan berat pada leher, bahu serta punggung atas.

Pemeriksaan untuk menegakkan diagnosis adalah pemeriksaan radiologi yaitu CT Scan dan MRI. Terapi awal adalah obat untuk mengurangi keluhan terutama nyeri. Selanjutnya akan diikuti fisioterapi dan bila semakin berat seperti tidak dapat menahan miksi/keluar urin maka akan disarankan operasi.

Pencegahan adalah Kunci Utama

Pencegahan yang bisa dilakukan antara lain adalah sebagai berikut:

1. Mengurangi berat badan sehingga beban pada tulang belakang juga berkurang.

2. Hindari gerakan yang tiba-tiba.

3. Posisi jongkok bila hendak mengangkat beban yang berat, bukan posisi menunduk karena dengan posisi jongkok maka beban yang akan diangkat akan merata pada seluruh tubuh tidak hanya di punggung/tulang belakang.

4. Bangun pertama kali dari tempat tidur dibiasakan dengan cara miring terlebih dahulu kemudian bangun dan duduk di tepi tempat tidur baru kemudian bangun untuk mengangkat seluruh tubuh. Jangan langsung bangun dari posisi terlentang karena beban tubuh akan berat pada punggung bawah/tulang belakang.

5. Mengurangi menggendong/mengangkat beban yang lebih berat.

6. Olahraga teratur. Olahraga yang ideal bagi orang orang dengan usia di atas 50 tahun atau dengan berat badan yang lebih adalah berenang karena beban berat badan tidak lagi ditumpu oleh kaki dan tulang belakang.

(Ilustrasi cover Kjpargeter – Freepik.com)

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 5]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya. - Dosen FK Universitas Mataram, NTB sejak 2003. - Kepala Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP NTB sejak 2010. - Peserta Program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran FK Universitas Hasanuddin, 2018

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Saraf Terjepit alias HNP (Hernia Nucleus Pulposus)

Fathul Djannah 1 menit
0