Yang Harus Diketahui Wanita tentang Kanker Mulut Rahim (Serviks)

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Kanker mulut rahim adalah keganasan pada mulut rahim/serviks. Genitalia wanita terdiri dari labium mayora, labium minora, vagina, serviks, rahim dan ovarium. Serviks adalah bagian dari rahim yang menonjol ke vagina sebagai alat untuk membantu lahirnya bayi. Serviks dibagi menjadi ectocerviks yang dilapisi epitel squamosa dan epitel kolumnar yang melapisi endoserviks. Terdapat area yang disebut *squmo-columnar junction* T- Zone (trantitional zone) yang merupakan daerah transisi antara ecto dan endo serviks yang merupakan lokasi paling sering terjadi keganasan.

Penyebab terjadinya kanker serviks tidak diketahui dengan pasti namun beberapa faktor resiko yang dapat menyebabkannya antara lain adalah perubahan genetika/keturunan, infeksi yang berulang dan kronis, berhubungan seksual < 20 tahun, berganti ganti pasangan, infeksi virus human papilloma virus (HPV).

Gejalanya antara lain adalah:

  • Keputihan yang lama kambuh berulang.
  • Keluar darah setelah berhubungan (post coital bleeding).
  • Nyeri saat berhubungan seksual (dyspareunia).

Banyak pasien mengabaikan gejala di atas dan malu untuk berkonsultasi. Banyak pasien akan mencari pengobatan setelah keluhan lebih berat seperti:

  • Keluarnya darah yang sangat banyak dan bergumpal gumpal.
  • Nyeri pada kaki (adanya penyebaran kanker tulang kaki).
  • Keluarnya darah saat BAB atau BAK.
  • Keluarnya urin atau tinja dari vagina.

Menegakkan diagnosis kanker serviks dengan anamnesa/tanya jawab seputar penyakit yaitu keluhan sejak kapan dan juga riwayat penyakit sebelumnya dan riwayat kelurga. Pemeriksaan biopsi pada serviks dibutuhkan bila terdapat lesi/luka atau massa/benjolan pada serviks dan dicurigai adanya keganasan. Dilanjutkan dengan pemeriksaan radiologi seperti USG atau foto x-ray untuk menentukan stadiumnya bila sudah dipastikan suatu keganasan.

Terapi dari kanker serviks adalah operasi dan radioterapi yang bertujuan untuk membuang massa tumor, mencegah kekambuhan dan penyebaran ke organ lain. Operasi tergantung dari stadium nya.Bila masih stadium 1 maka akan dilakukan konisasi atau operasi pengangkatan serviks saja. Bila stadium 2 ke atas maka akan diangkat seluruh serviks dengan rahimnya.

Pencegahan adalah Kunci Utama

Pencegahan kanker serviks antara lain adalah:

  • Menjaga sanitasi higienis kewanitaan dengan mengganti celana dalam sehari dua kali atau lebih bila pada saat haid atau aktifitas tinggi agar tidak mudah terjadi infeksi.
  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Melakukan hubungan seksual yang aman agar terhindar dari tertularnya penyakit kelamin dan virus HPV.
  • Pap smear rutin setiap tahun bagi wanita yang telah melakukan hubungan seksual.
  • Vaksinasi HPV: lebih efektif pada anak remaja, pada yang belum melakukan hubungan seksual dan bagi yang sudah dilakukan setelah hasil pap smear normal.
Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 4.3]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya. - Dosen FK Universitas Mataram, NTB sejak 2003. - Kepala Divisi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP NTB sejak 2010. - Peserta Program Doktor (S3) Ilmu Kedokteran FK Universitas Hasanuddin, 2018

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Yang Harus Diketahui Wanita tentang Kanker Mulut Rahim (Serviks)

Fathul Djannah 2 menit
0