Berkenalan dengan Alat Kontrasepsi, Bagian 1: Hormon

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Anak adalah anugerah pemberian Tuhan Yang Maha Kuasa, yang sangat berharga sebagai generasi penerus yang melanjutkan sejarah sebuah keluarga. Namun bila ternyata karena satu atau beberapa hal pertimbangan sehingga dibutuhkan alat untuk menunda kehamilan maka di bawah ini adalah beberapa alat dan cara sebagai pencegahan kehamilan atau kita sebut sebagai alat kontrasepsi.

Alat kontrasepsi dibagi menjadi Alat kontrasepsi hormon dan Alat Kontrasepsi non hormon. Kali ini akan dibahas tentang alat kontrasepsi jenis hormon

1. Pil KB

Kelebihan:

  • Mengurangi perdarahan saat menstruasi
  • Mengurangi gejala Premenstrual Syndrom
  • Membuat siklus haid lebih teratur
  • Meningkatkan kepadatan tulang

Kekurangan:

  • Meningkatkan resiko hipertensi dan penyakit kardiovaskular
  • Peningkatan berat badan
  • Dapat mengganggu produksi ASI
  • Tidak mengurangi risiko infeksi menular seksual
  • Harus diminum pada jam yang sama setiap harinya

2. Suntikan

Suntikan dibagi menjadi dua jenis:

A. Suntikan 1 bulan

Sesuai dengan namanya, KB ini disuntikkan tiap 30 hari sekali. Tidak berbeda jauh dengan suntik KB 3 bulan, tujuan suntik KB 1 bulan adalah mencegah terjadinya kehamilan.

Kekurangan yang meliputi:

  • Timbulnya perdarahan yang tidak normal.
  • Kurangnya kesadaran dan himbauan terkait penggunaan suntik KB 1 bulan, sehingga dapat menyebabkan seseorang melupakan jadwal penyuntikan atau cenderung malas untuk melakukannya.
  • Dapat menyebabkan pusing dan payudara lebih terasa sensitif atau nyeri.
  • Dapat membuat perubahan mood.
  • Selain itu, wanita yang memiliki atau mengalami migrain tidak dianjurkan untuk menggunakan suntik KB 1 bulan.
  • Tidak melindungi Anda dari penyakit menular seksual.

B. Suntikan 3 bulan

Progestin adalah hormon yang serupa dengan progesteron yang diproduksi ovarium. Progestin dalam suntik KB 3 bulan bekerja dengan menghentikan pelepasan sel telur ke dalam rahim, sehingga mencegah terjadinya pembuahan. Selain itu, hormon ini juga mencegah sperma untuk mencapai sel telur dengan menebalkan cairan vagina dan mencegah pertumbuhan janin dengan menipiskan dinding rahim.

Kelebihan suntik KB 3 bulan:

  • Tidak berinteraksi dengan obat-obatan lain.
  • Relatif aman untuk ibu menyusui
  • Bermanfaat bagi wanita yang tidak dapat menggunakan kontrasepsi yang mengandung estrogen.
  • Tidak perlu repot mengingat untuk mengonsumsi pil kontrasepsi setiap hari.
  • Tidak perlu berhitung tanggal lebih dulu saat berhubungan seksual. Bergantung jenisnya, suntikan dapat bertahan hingga 8–13 minggu.
  • Jika ingin berhenti, tidak perlu repot harus ke dokter. Cukup hentikan saja pemakaiannya.
  • Dapat mengurangi risiko timbulnya kanker ovarium dan kanker rahim.

Kekurangan. suntik KB 3 bulan antara lain:

  • Sakit kepala, kenaikan berat badan, payudara nyeri, pendarahan, dan haid yang tidak teratur. Efek ini bisa terus terasa selama jangka waktu penyuntikan berlangsung, karena kandungan suntikannya akan terus berada dalam tubuh.
  • Bisa membutuhkan waktu hingga setahun setelah dihentikan jika ingin kembali subur. Hal ini membuat kontrasepsi jenis ini tidak dianjurkan untuk mereka yang ingin segera memiliki anak.
  • Suntikan ini diduga dapat sedikit mengurangi kepadatan tulang, namun akan hal tersebut akan kembali normal apabila suntik kb dihentikan.
  • Kontrasepsi jenis suntik tidak memberikan perlindungan dari penyakit menular seksual.

3. Implan

Implan KB (via: mariestopes.org.za)

Implan adalah tabung plastik kecil dan fleksibel seukuran korek api, yang berisi hormon untuk mencegah kehamilan. Tabung ini (yang sering disebut susuk) akan dimasukkan (atau diimplan) ke dalam kulit lengan atas.

Dengan pemakaian yang benar, sekali pasang KB implan sudah dapat mencegah kehamilan selama tiga tahun.

Cara kerjanya adalah dengan mencegah ovulasi yaitu pelepasan sel telur dalam siklus haid  bulanan. Jika seorang wanita tidak berovulasi, ia tidak bisa hamil karena tidak ada sel telur untuk dibuahi.

Progestin yang dilepaskan oleh KB implan juga akan menebalkan lendir di sekitar leher rahim (serviks). Ini akan mencegah sperma untuk memasuki rahim.

Progestin juga akan menipiskan lapisan dinding rahim, sehingga jika ada sperma yang berhasil membuahi sel telur, telur tersebut akan sulit menempel pada dinding rahim untuk memulai kehamilan.

Kelebihan menggunakan implan:

  • Tidak menimbulkan rasa sakit di dalam kulit karena wujudnya yang elastic.
  • Kesuburan reproduksi dapat kembali pulih dengan segera setelah implant dilepas.
  • Saat hendak dipasang, pemeriksaan dalam tidak begitu diperlukan.
  • Efek samping hormonal yang ditimbulkan jauh lebih sedikit karena implan tidak mengandung estrogen. Tidak menimbulkan masalah ketika sedang melakukan hubungan badan. Tidak mengganggu volume dan kualitas ASI sehingga cocok digunakan oleh ibu menyusui.
  • Dapat dilepas sewaktu-waktu sesuai kebutuhan dan keinginan Anda.

Efek samping  menggunakan implan:

  • Haid menjadi tidak teratur, atau tidak haid sama sekali
  • Darah haid menjadi lebih banyak, atau malah menjadi lebih sedikit
  • Flek/bercak darah yang keluar saat sedang tidak haid
  • Berat badan bertambah
  • Sakit kepala
  • Jerawat
  • Payudara nyeri
  • Rasa sakit, infeksi, dan bekas luka di kulit tempat susuk dimasukkan (diimplan)
  • Depresi

Dengan memahami kelebihan dan kekurangan dari masing masing alat kontrasepsi maka dapat disesuaikan alat kontrasepsi yang dibutuhkan sesuai dengan situasi dan  kondisi.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 5]
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya. - Dosen FK Universitas Mataram, NTB sejak 2003. - Kepala Instalasi Laboratorium Patologi Anatomi RSUP NTB sejak 2010.

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Berkenalan dengan Alat Kontrasepsi, Bagian 1: Hormon

Fathul Djannah 3 menit
0