Debt Collector Bank Mega Terus Menagih meski Saya Bukan Nasabah

Sudah 4 bulan ini saya ditelepon debt collector Bank Mega bernama Dara. Dia menelpon dari nomor 087xxxxxxxx13. Dia menghubungi saya untuk melakukan penagihan kartu kredit teman saya. Awalnya saya berbicara baik-baik dan akan bantu untuk menyampaikan. Tapi lama-lama menelepon terus bahkan malam hari pun telepon. Cara berbicaranya pun sangat tidak sopan, membentak-bentak, berteriak, mengancam. Padahal bukan saya nasabahnya.

Saya sudah melaporkan hal ini ke cabang Bank Mega di Purwokerto. Dari CS hanya bisa menyambungkan ke bagian collection an. Dwi. Dari pembicaraan dengan Dwi akan menangani hal ini dan memastikan tidak akan terjadi lagi. Namun hanya bertahan 3 hari, lalu si Dara itu kembali telepon dan nadanya sangat kasar. Saya minta untuk disambungkan dengan atasannya dan ternyata atasan dia itu adalah Dwi. Tidak ada penyelesaian sama sekali!!!

Tolong dengan sangat Bank Mega menyelesaikan hal ini terutama terhadap Dara itu. Saya akan laporkan hal ini ke polisi dan saya akan pakai pihak hukum dan tuntut Bank Mega atas ketidaknyamanan saya jika masalah tidak diselesaikan.

Eka Dyah Pitawati
0878319619**
Kudus, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega:
[Total:3    Rata-Rata: 2/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Eka Dyah Pitawati

Kepada Yth Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Ibu Eka Dyah Pitawati di mediakonsumen.com (26/4), “Debt Collector Bank Mega Terus Menagih Meski...
Baca Selengkapnya

Loading...

Satu komentar untuk “Debt Collector Bank Mega Terus Menagih meski Saya Bukan Nasabah

  • 22 November 2019 - (21:25 WIB)
    Permalink

    Kesalahan mbak eka adalah mengiyakan akan membantu menyapaikan!!!seharusya dari awal langsung tegas mengatakan itu bukan urusan saya.

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega?

Ada 1 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Bank Mega Terus Menagih meski Saya Bukan Nasabah

oleh eka pitawati dibaca dalam: 1 min
1