Driver Grab yang Tidak Patut Dicontoh

Awal mula saya mengorder dan diterima si doi dan meminta saya agar meng-cancel orderannya. Driver minta cancel alasan kuno lupa matikan aplikasi padahal memang sudah kapalan dengar alibi yang seperti itu karena rumah saya jauh dan daerahnya terkenal rawan. Lagi pula drivernya saya lihat di GPS masih di daerah yamg banyak ruko jualan, alasan saja lupa matikan aplikasi.

Padahal saya sendiri pada hari ini sudah 3 kali cancel, bisa-bisa kalau saya order lagi gak sampai sampai ke driver dan saya bisa bisa saya susah pulang. Jadi saya tak mau cancel karena kalau kebanyakan cancel meski saya bisa order tapi orderannya gak bakal sampe ke driver alias yah muter-muter melulu loading mencari driver

Jadi saya bilang cancel saja sendiri dan si driver bilang gak bisa, sayapun balik bilang ya sudah tungguin saja, saya juga gak bisa cancel.  Si driver pun nyolot nantang berantem dll, ngajak bertemu di tempatku kerja sedangkan posisi saya juga udah berangkat dengan rekan kerja mencari lokasi ramai ojek online nongkrong.

Dan saya bilang, “gue aja mo pulang ngapain nemuin situ?”

Dan dia mengancam lagi ngeblokir akun Grab saya (padahal akun saya juga bukan cuma 1 dan gak ada ruginya juga saya kalu memang kayak mitra tetangga yang rentan memblokir ga jelas konsumennya).

Dan saya jawab, “gue tunggu ancaman blokirnya seperti di ss (bahasa palembang) dan makasih ss an-nya.”

Sekian dan terima gaji.

Muhammad Alfaisal Anggarda
Palembang, Sumatra Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Grab:
[Total:7    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

 Apa Komentar Anda mengenai Grab?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Driver Grab yang Tidak Patut Dicontoh

oleh Faisal dibaca dalam: 1 menit
0