Rekening BCA Diblokir Karena Adanya Pengaduan Sepihak

Pada tanggal 26 Juni 2018 anak saya melakukan transaksi penjualan HP Vivo V9 warna Hitam Ram 4 GB Memori 64 GB melalui What App (WA). Pertama kali pembeli mengaku dari Bandung dan HP tersebut dibeli untuk adiknya yang katanya tinggal di Jakarta bernama Oji, di mana saat transaksi melalui WA disepakati dengan harga Rp3.500.000.

Anak saya sebenarnya keberatan jika pembayaran dilakukan melalui transfer dan mengajak untuk melakukan transaksi secara COD (cash on delivery) agar lebih aman, tetapi pembeli menolak dengan alasan jauh dan cuaca hujan. Selanjutnya sesuai kesepakatan pihak pembeli mentransfer dana melalui Bank BCA sebesar Rp3.850.000 di mana uang tersebut terdiri dari Rp3.500.000 untuk pembayaran HP, Rp 250.000 dititip untuk diserahkan ke adiknya Oji dan Rp 100.000 untuk ongkos antar barang (ojek).

Setelah pembayaran diterima dan bukti transfer dikirim via WA di mana transfer pembayaran dilakukan melalui bank BCA Sleman Yogyakarta, selanjutnya HP tersebut dikirim anak saya bersama temannya menggunakan sepeda motor ke alamat yang disebutkan oleh pembeli di sekitar Universitas Pancasila dan janjian di halte Universitas Pancasila, Depok, Jawa Barat. Saat transaksi dan penyerahan barang tidak ada terlintas kecurigaan sedikitpun karena semua sesuai kesepakatan.

Pada saat penyerahan HP tersebut, adik si pembeli yang bernama Oji mengaku bahwa HP tersebut akan dijual kembali dan sudah ada yang bersedia membeli dengan harga Rp4.200.000 makanya dia buru-buru transfer dananya.

Pada tanggal 26 Juni 2018 malam pihak BCA melalui halo BCA di nomor 1500888 menghubungi saya melalui HP tetapi tidak sempat saya angkat. Dan pada tanggal 27 Juni 2018 kembali pihak halo BCA menghubungi saya melalui HP menanyakan adanya transaksi tanggal 26 Juni 2018 senilai Rp3.850.000 dan saya menjawabnya sesuai dengan kenyataan yang ada bahwa memang benar ada transfer senilai Rp 3.850.000 dan itu merupakan transaksi penjual HP Vivo V9 anak saya. Saya terkejut karena pihak halo BCA mengatakan bahwa rekening saya tersebut diblokir karena adanya pengaduan dari pembeli (Bpk. Daniel ) yang merasa diri ditipu dimana ia mengatakan bahwa transfer tersebut untuk pembelian Vespa tetapi barangnya tidak diikirim.

Kemudian saya menanyakan ke pihak Halo BCA apa yang harus saya lakukan untuk membuka blokir rekening saya tersebut dan dari pihak Halo BCA menyarankan saya untuk mendatangi kantor BCA di mana rekening saya dibuka yaitu di BCA Gatot Subroto Denpasar Bali dengan nomor rekening 6690.1501**. Berhubung saya bekerja di Kemayoran Jakarta yang tentunya sangat merepotkan sekali kalau saya harus datang ke BCA Denpasar Bali disamping tentunya biaya yang diperlukan juga tidak sedikit, kemudian pihak Halo BCA menyarankan saya untuk datang ke kantor BCA terdekat saja dengan membawa bukti-bukti yang ada berupa WA yang didalamnya juga ada bukti screen shot transfer dari si pembeli.

Setelah bukti-bukti percakapan via WA saya dapatkan dari anak saya, tanggal 28 Juni 2018 saya menghubungi Halo BCA di 1500888 dan menanyakan kembali proses pembukaan rekening saya yang diblokir dan seperti sebelumnya pihak halo BCA menyarankan untuk datang ke BCA cabang terdekat dengan membawa bukti-bukti transaksi pembelian, buku tabungan dan ATM. Sayangnya buku tabungan saya hilang dan ATM saya diblokir karena mencoba menarik dana tanggal 28 Juni 2018. Untuk itu saya membawa surat keterangan kehilangan buku tabungan BCA dari kepolisian.

Tanggal 02 Juli 2018 saya mendatangi BCA Kem Tower di Kemayoran yang memang dekat dengan kantor saya. Selanjutnya saya menemui CS BCA dan dicek rekening saya kalau memang ada tanda khusus dan terblokir, kemudian saya menjelaskan kronologis kenapa rekening saya diblokir sesuai info yang saya terima saat dihubungi dari Halo BCA. Selanjutnya CS BCA Kem Tower bersama supervisornya menghubungi Halo BCA dan mereka menyarankan saya untuk datang langsung ke Gatot Subroto Bali tempat dimana rekening saya dibuka. Tapi saya tetap ngotot tidak bersedia karena dari pihak Halo BCA mengatakan bisa diselesaikan di BCA cabang terdekat dan BCA Kem Tower kemayoran yang menghubungi BCA Bali untuk proses pembukaan blokir.

Setelah cukup lama menunggu yang disertai sedikit argumentasi dengan Supervisor BCA Kemayoran Jakarta akhirnya diambil keputusan agar saya membuat surat pernyataan kronologis atas transfer dana tanggal 26 Juni 2018 sebesar Rp3.850.000 untuk dikirimkan ke BCA Bali, awalnya pihak BCA Kemayoran Jakarta mengatakan tidak bisa menyelesaikan kasus tersebut di BCA Jakarta dan pihak pelapor yang harus mencabut laporan penipuan tersebut baru rekening bisa di buka blokirnya. Kemudian saya bertanya kepada pihak BCA kenapa mereka hanya menerima pengaduan sepihak dari si pembeli dan langsung melakukan pemblokiran sementara pengaduan dan laporan saya yang disertai dengan bukti-bukti harus menunggu proses pembukaan blokir yang berbelit-belit. Akhirnya pihak BCA Kem Tower Jakarta bersedia membantu saya untuk pelaporan ke BCA Bali dengan mengemail surat pernyataan yang saya buat tersebut.

Keesokan harinya tanggal 03 Juli 2018 saya mendapat kabar kalau surat pernyataan saya tersebut sudah di email ke BCA Bali dan diminta untuk menunggu berita selanjutnya. Karena tidak sabar menunggu pada tanggal 04 Juli saya telepon ke BCA Bali untuk menanyakan progress atas laporan saya yang dikirim via email oleh BCA Kemayoran Jakarta dan diterima oleh CS BCA Bali. Alangkah terkejutnya saya ketika menanyakan progress laporan tersebut dimana CS BCA Bali mengatakan bahwa tidak ada memblokir rekening saya dan hanya memblokir ATM saya saja dan CS Bali tidak mengetahui siapa yang memblokir rekening saya.

Kemudian saya minta pihak CS BCA Bali menghubungi pihak BCA Kem Tower Jakarta untuk merespon email yang dikirim atas pemblokiran rekening saya. Dan sungguh amat konyol karena CS BCA Bali meminta saya untuk memberitahu BCA Kem Tower Jakarta agar menghubungi BCA Bali, kenapa harus nasabah yang minta kenapa tidak ada inisiatif dari pihak BCA Bali untuk menghubungi BCA Jakarta guna menjelaskan masalah tersebut. Seakan saya dipingpong dan pihak BCA seolah melepas tanggung jawab, seolah-olah tidak ada yang bisa memberi jawab kepada saya untuk penyelesaian pemblokiran tersebut.

BCA adalah bank yang sangat besar dan sangat profesional tapi mengapa begitu buruk dalam menanggapi keluhan nasabah dan hanya menerima laporan sepihak tanpa konfirmasi kebenaran laporan tersebut kepada nasabah yang rekeningnya diblokir. Sampai tanggal 04 Juli 2018 belum juga ada kejelasan dari BCA atas penyelesaian pemblokiran tersebut. Apakah benar si pelapor penipuan sudah melengkapi dokumen untuk pemblokiran seperti laporan polisi, bukti-bukti penipuan baik berupa chat dsb kalau transaksi tersebut dilakukan via online.

Mohon tanggapan yang jelas dari pihak BCA karena saya merasa sangat dirugikan dengan adanya pemblokiran rekeningtersebut, apalagi rekening itu merupakan rekening yang saya gunakan untuk auto debet pembayaran KPR BCA. Saya selalu siap kapanpun diperlukan untuk memberikan bukti-bukti yang diperlukan atas transfer dana yang menyebabkan rekening saya di blokir.

Terima kasih,

Salam,

Very Richart
Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank BCA:
[Total:69    Rata-Rata: 2.1/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

29 komentar untuk “Rekening BCA Diblokir Karena Adanya Pengaduan Sepihak

  • 5 Juli 2018 - (13:28 WIB)
    Permalink

    Puji syukur bahwa pada hari ini tanggal 05 Juli 2018 blokir atas rekening saya sudah dicabut, kartu ATM dan buku tabungan juga sudah saya terima.
    Buat tambahan infomasi dan pengetahuan bagi pembaca yang sekiranya mengalami hal yang sama seperti yang saya alami akan saya jelaskan pengalaman saya untuk membuka rekening BCA yang diblokir :

    1. Pemblokiran dan pencabutan blokir atas rekening BCA hanya bisa dilakukan oleh BCA asal dimana rekening kita dibuka.
    2. Proses pembukaan blokir tersebut dapat dilakukan dimanapun di cabang BCA terdekat
    3. Bawa buku, kartu ATM dan bukti-bukti yang kita miliki untuk membuka blokir
    4. Oleh CS akan diminta membuat surat pernyataan atas transaksi yang menyebabkan rekening diblokir dan kita jelaskan kronologis transfer penerimaan dana tersebut ( untuk keperluan apa dana tersebut kita terima )
    5. Selanjutnya surat pernyataan tersebut akan dikirim/diemail ke cabang asal dimana rekening BCA kita dibuka ( menurut CS yang lain sebenarnya ada form pencabutan blokir yang harus diisi dan dikirim ke cabang asal )
    6. Setelah surat pernyataan diterima oleh bank BCA asal maka akan dianalisa dan diputuskan oleh bank apakah bokirnya dibuka atau tidak berdasarkan kronologis yang kita kirimkan
    7. Sebisa mungkin untuk selalu menanyakan progress laporan kita baik ke bank tempat kita melapor maupun ke bank asal tempat rekening kita di buka sehingga kita tahu info terkini atas penyelesaian rekening kita yang diblokir

    Demikian pengaalaman saya dalam upaya membuka blokir atas rekening BCA yang saya alami, mudah-mudah bermanfaat dan bisa membantu bagi rekan-rekan pembaca yang mungkin saat ini mengalami hal serupa.

    Terima kasih atas kerjasamanya BCA.

    Salam
    Very Richart

    • 26 Desember 2019 - (19:34 WIB)
      Permalink

      lalu bagaimana cara menanganinya bang apa kita harus kekantor cabang pertama kalih kita bikin atm tersebut dan apakah semua lancar ajah atau dipersulit bang ???

  • 11 September 2018 - (10:35 WIB)
    Permalink

    Saya juga baru semakam rek saya terblokir dengan konfirmasi dr hallo bca bahwa rek saya kena blok dengan tanda khusus, aneh bin ajaib
    Mereka seakan tidak mau beritahu kenapa dan menyuruh kita ke cabang asal
    Jadi males pke rek bca, klo di rek saya gak ada saldo nya gak bakal saya urus. Buang waktu aja, mesti ijin repot bgt. Mana baru mulai kerja lg saya nya ?????

  • 7 Desember 2018 - (01:10 WIB)
    Permalink

    Sekedar berbagi Pengalaman, Saya sendiri juga Pernah mengalami Hal yang Serupa Atas PEMBLOKIRAN SEPIHAK REKENING BCA” dan konyolnya Rekening Diblokir Hingga 5x Tanpa Pemberitahuan.

    Kasusnya Sama “Jual beli” Tapi yg bikin saya heran Selama Transaksi usaha tidak pernah ada masalah”

    Jadi Pemblokiran Dilaporkan seseorang yg tidak bertanggung jawab hanya Melalui Email ke CS BCA. Tanpa Dilengkapi Surat dari Kepolisian.Lucunya Hanya dengan Begitu Pihak BCA langsung Memblokir Sementara rekening saya.
    sampai 14 Hari kerja, Tiba2 Rekening saya dibuka kembali.

    setelah kejadian itu, saya selidiki dan ternyata Mudah sekali Memblokir Rekening Seseorang Tanpa Harus membuat dulu laporan dri kepolisian.

    Jadi singkatnya :
    Pihak bank akan Memblokir langsung rekening kita tanpa dharus diselidiki, yg penting ada Laporan. jika masa 14 hari kerja Pelapor tidak melampirkan Surat dari kepolisian, Rekening kita akan dibuka kembali.

    Dan kejadian seperti ini sudah saya Alami berapa x, tapi dari pihak Bank tidak ada satupun yg mau memberikan Pernyataan kepada saya, Ketika saya membuat laporan CS hanya bilang Kesalahan sistem.

    Bank Sekelas BCA tapi Pelayanannya sungguh Memalukan.

    3
    1
    • 7 Desember 2018 - (22:06 WIB)
      Permalink

      Saya juga ngalamin hal sama, tgl 3 orangnya tranfer via bca, tgl 4 kirim barang , tgl 5 rek saya diblokir oleh pembeli, padahal tgl 4 sudah dikasih nomor pengiriman, alasan belum sampai barangnya, padahal pengiriman jakarta semarang butuh 3- harian. Ko aneh ko bca bisa bisa nya blokir tanpa investigasi. Kalau lah lewat investigasi ketika melapor pasti ketauan dr chat pembeli.
      Sampai hari ini g jelas, hallo bca hanya menyarankan utk datang ke cabang tempat pertama buat rekening wktu masih kuliah sedangkan sekarang udah beda tempat ..

      • 29 Maret 2019 - (10:23 WIB)
        Permalink

        sist saya juga mengalami hal yg sama, atau harus menuggu 14hari agar pemblokiran di buka sist? atau harus datang ke cabang waktu buat atm nya sist?

        • 29 Maret 2019 - (19:16 WIB)
          Permalink

          Ternyata bukan hanya aku yah yg ngalamin hal bgini. Ternyata bukan hanya aku juga yg kecewa sama pelayanan BCA. Saya dan calon say juga ngalamin hal yg sama. NCA ngeblokir sepihak tanpa pemberitahuan. Bahkan tanpa laporan kepolisian. Gampang bgt yah nge blokir ATM BCA ternyata. Gimana kalau pelapor iseng dan ternyata dia yg penipu? Apa BCA gak memikirkan pihak terlapor? Asal main blokir aja tanpa disertakan surat kepolisian dahulu? Harusnya pelapor sertakan surat polisi dulu baru BCA bisa blokir sepihak dong. Gimana kalau dana nya harus dipakai darurat, ada perjanjian kontrak dgn pihak lain atau hrs bayar biaya RS? Apa BCA bertanggungjawab atas hal bgini? Jikalau pelapor blm sertakan surat kepolisian jangan asal blokir dong. Udah gitu pelpor gampang aja blokir lewat telp dan sosmed tp yg terlapor harus urus ini itu apalagi harus ke bca cab pembuatan kartu. Kita sama2 nasabah, keduanya harus dilindungi dong hak nya. Jangan sesuka hati aja. Prosedurnya bobrok bangat.

          • 29 Maret 2019 - (21:20 WIB)
            Permalink

            sis gmn sekarang? aku udh telfon ke BCA tapi katanya sama harus dateng ke kantor cabang waktu atm dibuat, dan ribet banget

    • 29 Maret 2019 - (10:22 WIB)
      Permalink

      sist saya juga mengalami hal yg sama, atau harus menuggu 14hari agar pemblokiran di buka sist?

  • 27 Mei 2019 - (15:39 WIB)
    Permalink

    Rekening saya juga diblokir oleh BCA dgn status khusus…rekening saya di blokir karna saya punya urusan hutang dengan org tsb…apakah rekening saya bisa digunakan kembali?? Tindakan apa yang harus saya lakukan mohon solusi dan pencerahannya

  • 25 Agustus 2019 - (23:22 WIB)
    Permalink

    Nasib -nasib baru-ini rekening bca saya juga kna blokir sy datang i tempat sy buka buku tabungan minta penjelesan apa alasan rekening sy diblokir pegawai bank hanya bilang rekening sy mungkin ada yg mencurigakan apa yg mencuriga kan sy tidak paham rekening sy hanya untuk nabung dan transaksi jual beli online ini pun baru coba jualan yg. Membuat sy sulit skrng adalah tdk bs tarik uang uang sy ditabungan untuk kebutuhan. Belanja rmh tangga karna sy terima gaji bulanan sy ga cukup uang belanja sy tarik nanti dapat gajian sy tabung lagi agar sy tdk pinjam uang dgn orng tapi skrng rekening diblokir tanpa ada penjelasan yg jelas. seharusnya menabung di bank buat orang senang tapi kalau sdh sampai seperti ini pusing 7 keliling uang tdk banyak tapi sangat berarti bagi saya karna uang itu hasil kerja saya yg bersih

  • 4 November 2019 - (18:23 WIB)
    Permalink

    Apakah BCA sebagai Bank Nasional tidak menanggapi keluhan konsumennya ? Apakah mediakonsumen.com meneruskan berita ini ke pihak BCA ? Apakah BCA tidak melakukan investigasi internal dan external untuk kasus tersebut ? Kasus dicatat dari 5 Juli 2018 hingga komentar terakhir 25 Agustus 2019, yang artinya setahun lebih tanpa tanggapan dari pihak BCA.

  • 22 Januari 2020 - (12:59 WIB)
    Permalink

    Sy jg mengalami hal yg sama pada rekning sy. Sy memiliki 2 rekening bca dimana 1 utk pnggunaan pribadi dan 1 lg utk usaha online sy.

    Awal kasusny di mana rekening bca usaha online sy dibawa kabur oleh karyawan sy yg memang sy tinggalkn drmh sekaligus tmpt usaha sy. Dan sy posisiny jg masi aktif bekerja. Pas dinas kluar kota dan sdh akhir bulan. Sy ingin merekap smua usaha online sy. Sy trkejut dgn ada transaksi uang masuk 10jt dan lngsng di tarik tunai di ATM yg brtempat di Sulawesi Selatan (posisi rmh sy di jakarta dan sy sdng dinas kerja di Semarang). Lngsng malam itu sy call bca utk pmblokiran dan sekembali ke jakarta. Semua atm dan buku rekening sdh tdk ada drmh. Dan sy urus pmblokiran dan sdh kmbali aman dan sdh ada transaksi lnjutan.

    Yg lucuny 1 bln setelah kjadian, tb2 rekening bca sy trblokir bkn 1 tp 2 rek bca dan sy confirm bahwa ada laporan ke pihak bca di buku rekening yg brmasalah utk 10jt trsebut dan minta dtransfer kembali ke pihak yg mntransfer…sy merasa keberatan krn saat sy urus masalah sebelumny sdh ada record yg sy laporkan. Dan sy mnta utk di mediasikn oleh pihak bca dgn si pelapor krn sy mau ktemu. Tp tdk ada kjelasan dan hasil hingga hari ini. Dan yg lucuny rekwning bca pribadi sy yg utk perihal gaji yg tdk ada masalah pelaporan tdk bs dbuka pemblokiran dgn alasan masalah pd rekening 1 lg…dimana masi ada uang sy dsana. Dan yg sangat menjijikan, dikatakan pemblokiran tp biaya admin utk pelayanan bca tetap brjalan tp pelayanan yg sy dpt sy sndiri yg hrs call halo bca dan mndatangi kantor cabang BCA tdk ada telp sama sekai dr pihak BCA. Dan sy skrng di lempar2 oleh pihak bca utk pngurusan masalah ini. Adapn rekening bca sy pd 2 cabang KCU Taman dutamas dan KCP Jamblang. Mngkn ini salah satu trik bank bca utk mngumpulkan uang yg sy ada di pikiran sy.

  • 6 Juni 2020 - (02:09 WIB)
    Permalink

    Ia sama ..saya juga mengalami itu..saya jual hanphone ke 2 x…awlan dah saya ajak rekber Bl..tetapi pembeli tidak tau rekber dan tidak mau riber alhasil dia minta tf langsung ke atm saya…karena itu permintaan pembeli,saya ia kan saja lalu saya kasih no rek saya..hari berikutnya saya kirim hanpdhone nya kemudian di sore hari saya kirim no resi + fotonya via wa…pengiriman berlangsung 3 hari perjalan via kurie j*t …selang 1 minggu setelah pengiriman,tiba2 saya tida bisa memake mbanking saya dan ada notif “hubungi halo bca”..kemudia saya hubungi halo bca,disitu saya cuma dijelaskan disuruh datang ke bank bca terdekat..3 hari kemudian saya datang ke bank bca terdekat(karena wktu saya telpon hallo bca itu hari jumat malam) saya dijelaskan bahwa rekening saya diblockir sama orang karena saya menipu,saya kaget dan kmudian saya jelasinnkronolginya dari awal,kemudian saya saya disuruh ke bank cabang awal saya bikin rekening saya itu di pekalongan,..bodohnya saya 1,chating l di wa tidak tercadangkan wktu seblum saya ganti hp baru..alhasil hilang bukti chating,tapi saya masih ada bukti resi pengiriman hanphone tersebut…tapi kata pelapor tersebut,barang yang dia terima berbeda dan isinya sabun cuci..saya beneran kaget ..anehnya itu kenapa dia tidak hubungi saya lewat telpon atw wa setelah barang diterima tapi malah lapor ke bank dan mengadu sudah tertipu..saya pikir barang sudah sudah sampe dengan selamat karena saya sudah tracking resi tersebut sudah sampe 3 hari setelah saya kirim…hingga sampe skrng atm saya masih keblockir karena tidak ada endingnya,pihak pelapor susah dihubungi..

    • 9 Juni 2020 - (09:28 WIB)
      Permalink

      Sama bang saya juga ngalamin , malah rekening yng tidak ada kaitannya ikut diblokir bca , saya punya 2 rekening bca.diurus walau kita punya bukti belibet banget ,karena yng cabut harus pelapor . Sedangkan pelapor tidak bisa dihubungi

  • 28 September 2020 - (15:16 WIB)
    Permalink

    saya juga baru mengalami nasip yg sama. hari kamis tgl 24 sept 2020 antara jam 4-5 sore saya melakukan teransaksi jual beli mobil antara saya lokasi di manado dan pembeli dari makassar melalui perantara di manado yg adalah kenalan dari pembeli tsb. ketika mobil selesai di periksa dan kami setuju dengan semua pembicaraan yg kita sepakati bersama, maka terjadilah transaksi. saya lgsng memberikan rek BCA saya dan saat itu juga langsung d transfer oleh pembeli melalui apps Mbanking BCA senilai 75jt, saya lgsng periksa saldo melalui apps Mbanking BCA saya, bahwa benar dananya sudah masuk. sehingga kendaraan dan semua surat2 langsung saya berikan dan lgsng dibawa oleh mereka selaku pihak pembeli. singkat cerita semua berjalan normal. saya lgsng melakukan beberapa transaksi bisnis pribadi saya dan menarik uang di ATM BCA seperti pada normalnya. keesokan harinya jumat tgl 25 sept 2020 tepat jam 11 saya mau tarik tunai d ATM BCA terdekat tiba2 saya kaget saldo akhir saya NOL (0). saya langsung panik karena memang hari itu ada beberapa transaksi yg harus saya selesaikan, saya lgsng menelpon HaloBCA dan saya langsung di arahkan ke kantor Cabang terdekat di Manado. di CS BCA pun saya tidak mendapatkan solusi saya hanya di suruh telepon lagi ke Halo BCA karena katanya dana saya di blokir langsung oleh kantor pusat melalui Halo BCA tanpa konfirmasi dulu ke saya selaku nasabah/ SEPIHAK. saya sangat kecewa karena semua transaksi bisnis saya hari itu batal, penyakit Asma saya langsung kambuh, karena memang saya mengidap penyakit asma bronkhitis akut sejak lahir, turunan dari nenek saya. kekecewaan saya bertambah seketika saya tau bahwa obat inheler yg biasanya membantu saya ketika serangan asma habis. untuk mebelinya uang cash saya tidak cukup karena obat itu harganya lumayan mahal. saya lgsng ke rumah sakit dan akhirnya sampai sekarang saya masih terbaring dirumah sakit d Manado, saya lgsng dinyatakan pasien Positif Covid. keluarga saya sangat terpuruk dan sedih. sampai saat tulisan ini saya buat yaitu hari senin tgl 28 sept 2020 saya setiap pagi tetap menelpon halloBCA utk meminta info tentang rek saya. tapi saya masih belum mendapat kejelasan, jawabanya selalu menunggu informasi dari pihak terkait. dengan kondisi sekarang saya sangat merasa dirugikan, baik dari bisnis saya dan kerugian imateril saya. saya hanya bisa pasrah dan menunggu prosedur dari HalloBCA utk langkah saya selanjutnya, karena aktivitas saya dibatasi oleh karantina dan perawatan asma saya yg kata dokter sangat bahaya utk Pandemik Covid saat. mohon bantuan dari pihak BCA atau pihak yg berkompeten utk dapat menyelesaikan masalah saya.

    hormat saya,
    alfin dari Manado

  • 1 Oktober 2020 - (11:04 WIB)
    Permalink

    Saya juga baru mengalami hal yang sama. Pagi-pagi sekali, seperti biasa, saya cek mbanking BCA untuk melihat pemasukan GoFood (karena saya mitra usaha GoFood, pemasukan dari GoFood setiap harinya pasti dikirim ke rekening BCA saya selaku rekening yang terdaftar). Uang tersebut digunakan untuk membeli keperluan dan bahan-bahan resto yang habis. Saya kaget ketika mendapati mbanking BCA tidak bisa melakukan transaksi sama sekali, untuk cek mutasi saja tidak bisa diakses. Otomatis saya langsung pergi ke ATM untuk mengecek dan mengambil pemasukan GoFood hari itu, karena memang sangat penting. Setibanya di ATM dan memasukkan kartu, tiba-tiba kartu saya tertelan oleh mesin ATM. Hanya mendapat struk bertulisan rekening anda terblokir. Saya kaget, karena saya tidak merasa melakukan apapun yang bisa membuat kartu saya terblokir. Nah, siang menjelang sore, saya langsung ke BCA KCP Batu (BCA terdekat dari posisi saya sekarang). Di sana, saya melaporkan bahwa kartu saya tertelan mesin ATM. Saya juga menceritakan bahwa rekening dan mbanking sempat bermasalah, jadi saya memutuskan untuk ambil uang cash, namun kartu malah tertelan mesin ATM. CS sempat menanyakan apakah saya sempat mendapat telepon dari hallo BCA? Iya, saya memang sempat mendapat telepon, tapi tidak terjawab karena saat itu saya sedang tidak memegang hp. Semua terjadi biasa-biasa saja, seolah tidak ada sesuatu yang buruk. CS juga tidak menjelaskan apapun masalahnya, mengapa rekening saya tiba-tiba terblokir padahal saya tidak merasa melakukan kesalahan sama sekali. CS tetap melayani untuk penggantian kartu yang tertelan dan saya pun mendapat kartu baru. Saya sempat lega karena mengira masalah sudah selesai, tapi ternyata belum. Sesampainya di rumah, saya mencoba untuk melakukan cek mutasi dan transfer melalui mbanking, tapi akses tidak bisa dilakukan. Tertulis: Rekening ini tidak dapat digunakan untuk transaksi. Bahkan, saldo saya tidak bertambah padahal seharusnya ada pemasukan dari GoFood hari itu. Saya benar-benar bingung harus bagaimana, namun karena hari sudah terlalu sore, jadi saya memutuskan untuk menunggu besok. Keesokan harinya, saya mencoba cek mutasi dan transfer untuk kesekian kali, namun masih sama seperti kemarin. Rekening ini tidak dapat digunakan untuk transaksi. Saya sungguh kesal dan bingung belum menemukan penyebab masalah ini, apalagi solusinya. Saya pun memutuskan untuk kembali lagi ke BCA KCP Batu, tapi saya tidak diberi nomor antre untuk ke CS dan langsung dihampiri oleh salah satu petugas. Saya menjelaskan kronologi permasalahannya, petugas tersebut pun mencatat nomor rekening saya di selembar kertas dan membawanya ke CS yang melayani saya kemarin. Saya menunggu lumayan lama, tapi tetap belum mendapat solusi atas permasalahan ini. Tiba-tiba saya disuruh langsung menghadap CS itu, dan entah mengapa, beberapa petugas melemparkan pandangan yang tidak enak ke arah saya. Saya mencoba untuk tetap tenang dan berpikir positif. CS memberikan nomor telepon hallo BCA. Saya disuruh menelepon hallo BCA. Ya, hanya itu solusi yang mereka berikan. Setelah itu, saya mampir untuk membeli pulsa sebanyak 30.000 karena telepon hallo BCA membutuhkan pulsa lumayan banyak dan menelepon ketika sampai rumah. Solusi dari hallo BCA adalah saya harus datang dan mengurus permasalahan ini langsung ke BCA tempat saya awal membuka rekening, tepatnya di BCA KCP Taman Kota – Jakarta (sementara posisi saya saat ini berada di kota Batu). Tentu saja saya merasa mulai geram, namun berusaha tetap sabar dan tenang. Keesokan harinya, saya meminta tolong pada kekasih saya yang tinggal di Jakarta (kami LDR) untuk menanyakan perihal ini ke BCA KCP Taman Kota. Hari itu, transaksi masih belum bisa dilakukan sama sekali, sedangkan banyak sekali keperluan usaha yang harus dibeli. Pemasukan GoFood belum saya terima beberapa hari karena masalah rekening terblokir ini. Solusi dari mereka? Saya disuruh pergi lagi ke BCA cabang terdekat untuk memberikan nomor telepon BCA KCP Taman Kota, sehingga mereka bisa mendiskusikan masalah ini. Kesabaran saya sudah semakin habis, karena tidak ada satupun dari mereka yang bisa memberikan saya solusi, bahkan menjawab apa sebetulnya esensi permasalahan ini. Saya merasa seperti dilempar kesana kemari karena tidak ada yang menginginkan saya atau bahkan membantu. Lagipula, untuk apa saya memberikan nomor itu? Bukankah seharusnya semua nomor cabang BCA sudah terdaftar di sistem mereka? Hmm. Siang itu, karena tidak tahu harus bagaimana lagi, saya pun bersiap-siap untuk pergi lagi ke BCA KCP Batu. Sebelum berangkat, tiba-tiba saya mendapat telepon dari hallo BCA. Saya langsung angkat. CS menyuruh saya menunggu karena telepon akan disambungkan ke seseorang. Muncul suara laki-laki, dia memperkenalkan namanya, tapi saya tidak mengenal dia sama sekali! Orang itu berkata bahwa dia mengenal seorang perempuan bernama Putri di media sosial yang meminjam uang padanya. Dan parahnya, saya tidak tahu apa-apa mengenai hal ini. Saya tidak kenal orang tersebut, saya tidak kenal Putri, saya tidak memahami kejadian ini. Sampai akhirnya saya mulai mencerna semuanya. Ya, ternyata saya terkena pemblokiran sepihak. Saya dihukum atas kesalahan yang sama sekali tidak saya lakukan. Betapa malunya saya ketika mengetahui permasalahan ini. Mengapa? Karena semua orang pasti mengira bahwa saya adalah seorang penipu. Padahal, saya sungguh tidak tahu apa-apa. Kekesalan saya memuncak dan akhirnya meledak. Saya menjelaskan bahwa saya tidak merasa melakukan kesalahan tersebut, bahkan tidak mengenal si pelapor. Si pelapor berkata bahwa dia tidak akan mencabut laporan sebelum saya transfer uang sebanyak 300.000. Pihak BCA? Mereka tidak bisa berbuat apa-apa, hanya diam tanpa memberikan solusi. Karena tidak ada pilihan lain, maka saya meminta nomor orang itu untuk mendiskusikan lebih lanjut. Uang 300.000 sudah saya transfer, hanya supaya dia mencabut pemblokiran atas rekening saya. Orang itu bilang akan mengurusnya hari ini (1 Oktober 2020) dan saya masih menunggu. Semoga permasalahan ini segera selesai, sehingga semua bisa berjalan dengan lancar seperti sebelumnya. Jangan sampai saya harus disuruh lagi pergi ke cabang BCA manapun untuk mengurus hal ini, yang jelas-jelas saya tidak tahu dan bukan kesalahan saya. Saya berharap, BCA lebih bijak dalam menanggapi laporan sepihak, apalagi jika tidak disertai dokumen dari kepolisian. Sebab bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, bahkan merugikan orang-orang yang tidak bersalah. Sekian, kiranya Tuhan memberkati saudara semua. 🙂

    • 1 Oktober 2020 - (11:33 WIB)
      Permalink

      Mas/Mbak, ada baiknya nulis surat saja langsung di MK ini, supaya oleh MK bisa di-mention-kan ke bank.
      Supaya kemudian bisa mendapat “perlakuan lebih prioritas” (sebagian besar surat yang tayang di MK ini langsung auto fast response dari korporasi terkait).
      Karena kalau cuma nulis di komen, ybs tidak bakal dapat mention & gak bakalan tahu masalahnya, kecuali kalo mereka ada staf yang browsing komen.

      Karena kelihatannya kok parah sekali masalah yang dialami.

  • 1 Oktober 2020 - (11:54 WIB)
    Permalink

    Kok tumben surat ini tidak ada tanggapan dari bank terkait (hanya ada update dari nasabah bahwa masalah sudah terselesaikan). Padahal biasanya di surat2 yang lain bank ini rajin ngasih tanggapan resmi.

    Saya kira bank yang ber-reputasi cukup baik ini perlu memberikan klarifikasi tentang bagaimana sebenarnya prosedur blokir maupun buka blokir rekening seorang nasabah.
    Karena, kelihatannya (dari surat maupun komen yang ada) untuk memblokir rekening seseorang kok “mudah sekali,” hanya cukup berbekal laporan dari orang lain yang melakukan penuduhan tertentu.
    Nah, memang boleh saya apresiasi gercep seperti ini, demi keamanan semua yang terlibat memang. Tapi saya kira *demi melindungi hak2 SI TERLAPOR* maka PELAPOR pun kemudian perlu melengkapi “tuduhan” yang dia lakukan dengan bukti2 yang sah.
    Apabila ternyata PELAPOR tidak bisa memberikan bukti2 yang sah (dalam tenggat waktu tertentu yang logis & masuk akal), maka seharusnya OTOMATIS laporan tersebut gugur & rekening yang sempat terblokir kemudian otomatis terbuka kembali pula.

    Karena kalau saya baca2, kok kayaknya kemudian beban pembuktian justru diberikan ke si terlapor, yang harus REPOT 1/2 MAMPUS bolak balik ke bank & keluar biaya pulsa.
    Karena kalau seperti ini kejadiannya (yang “dituduh” yang mesti kerja keras membuktikan ketidak-bersalahannya), berarti menunjukkan ada perlakuan yang tidak sama/seimbang antara pelapor & terlapor: pelapor “mengaku” sebagai korban yang mengakibatkan terlapor juga menjadi “korban pemblokiran”; nah ketika pelapor mengaku sebagai korban “penipuan (oleh terlapor)”, apa BUKTI2NYA? Sebaliknya bagi terlapor, SUDAH JELAS menjadi “korban” yaitu korban pemblokiran oleh bank, hal ini tidak perlu dibuktikan lagi karena memang sudah jelas.

    Kesimpulannya, tidak bener/adil/fair bila pihak bank hanya sekedar percaya mentah2 pada laporan seseorang, kemudian gercep memblokir rekening nasabah (gercep nya seperti saya katakan di atas adalah NO PROBLEM, tapi yang jadi masalah adalah apa yang terjadi setelah gercep tersebut), & kemudian sudah, cuci tangan & membiarkan pelapor maupun terlapor ribut2 sendiri, atau bahkan menyuruh terlapor untuk mesti ribet sendiri ngurus upaya2 pembukaan blokir.

    • 3 Oktober 2020 - (12:26 WIB)
      Permalink

      benar gan ini bank hanya bertindak sepihak sedangkan pelapor yang mestinya dia inilah penipu sebenarnya jadi aman aman saja. yang diblokir rekening yang jujur jadi kena apesnya akibat transaksi perbankan seperti ini??????????????

  • 3 Oktober 2020 - (12:21 WIB)
    Permalink

    yang jadi pertanyaan saya pihak pelapor pemblokiran apakah diperiksa juga oleh pihak BCA, dan pihak pelapor itu yang bertindak sebgai penipunya? jadi kalo dilihat dari masalah ini yang jadi tersangka pemilik rekening asli dan penjual barang yg jujur, aneh bin ajib ini peraturan BI. jadi penipu sekarang gentayangan di negeri ini dengan leluasanya beli barang ke penjual yang jujur seolah olah kena tipu. mereka bisa berkeliaran sampai detik ini melakukan penipuan dan melakukan hal yang sama terhadap penjual yang jujur

  • 3 Oktober 2020 - (12:52 WIB)
    Permalink

    Diatas sdh dijelaskan cara membuka blokir di BCA, nah intinya pembukaan blokir hanya bisa dilakukan bank asal dimana kita pertama kali buka rekening, sedangkan proses pembukaan blokir biza dilakukan di BCA terdekat yg selnjutnya BCA terdekat akan menghubungi BCA asal rekening untuk pembukaan blokirnya

  • 4 Januari 2021 - (12:55 WIB)
    Permalink

    Hii , Assalamualaikum wr.wb. baru2 ini saya mengalami kasus serupa 🙁 nomer rekening saya di curigai sebagai penampung an dana penipuan pertanggal 23Desember2020. Yaa padahal rekening saya memang rekening khusus agen/toko helm jadi ga perorangan yg transaksi dgn saya. Dan aneh nya pemblokiran sepihak ini dilakukan Bank BCA tanpa ada bukti yg kuat dan Laporan Polisi. (Lucu bangat seperti kasus korupsi negara saja hahahaha) saya sudah 2 Minggu merasa sangat dirugikan karna saldo agen dan pribadi saya ada direkening tersebut. Saya sudah habis pulsa banyak untuk menghubungi halobca dan lain nya. Dan jawaban nya proses proses dan proses. Sampai kapan saya harus merasa kan hal dan kerugian ini dan menjadi korban kasus gakjelas ini???? Mohon untuk yg sudah mengalami kasus ini saya minta saran dan solusinya 🙏🙏😭 dan kira2 berapa lama penanganan hal seperti ini dan harus menghadap kemana 🙏🥺 terima kasih

    • 5 Januari 2021 - (07:30 WIB)
      Permalink

      Saya betul-betul sudah dirugikan banget. Modal agen/toko saya ada direkening tersebut. Dan sudah habis pulsa banyak untuk menghubungi halobca dan biaya mundar mandir ke kantor cabang asal. Ini sangat tidak profesional untuk sekelas BCA. Saling lempar.

  • 16 Juli 2021 - (09:28 WIB)
    Permalink

    Tapi saya tetap apresiasi tindakan gercep bca dalam menangani kasus penipuan. Saya juga jual online pake rekening bca juga. 15 tahun tidak ada masalah semua baik2 saja. Bank yg terbaik, lebih baek lah dri punya pemerintah.

  • 26 Januari 2022 - (01:09 WIB)
    Permalink

    Saya juga mengalami kasus yg sama,status rekning saya khusus..padahal saya tidak ada transaksi sama sekali di hari ini karna saldo saya tinggal 100rb..sudah call CS BCA disuruh ke kantor cabang awal membuat kartu..

    Per 25 januari 2022 rekning saya di blokir
    Saldo tinggal 100rb tidak ada transaksi apa2 tiba2 di blokir,pas tlp CS BCA statusnya khusus
    Dan tidak dikasih penjelasan kenapa diblokir..
    Jd harus gimana ini sedangkan sy diluar provinsi sedang kerja..

  • 27 Januari 2022 - (08:26 WIB)
    Permalink

    FYI untuk yang kena status khusus
    baru baru ini aku juga kena
    kemarin pertanggal 6 Januari rekening bank saya di bekukan tanpa kejelasan dg STATUS KHUSUS
    sedangkan saya tidak ada transaksi apapun pada tanggal segitu
    dan baru sadarnya ketika saya memasukan kartu ke mesin ATM , seketika atm saya ketelan
    lalu saya telp pihak halo bca untuk meminta pemblokiran tapi dari pihak halo bca sudah melakukan pemblokiran karna status khusus
    disitu saya coba search di google tentang hal tsb dan menemukan thread ini dan masih banyak yg mempertanyakan tentang penanganannya
    jadi kelanjutannya besoknya tgl 7 saya ke bank cabang BCA tempat saya membuat kartu walau sangat jauh dari lokasi saya ( TERPAKSA ) , dan mirisnya pihak cabang malah menuduh saya MENIPU TRANSAKSI ORANG LAIN dan meminta DANA dari pengirim di kembalikan , sedangkan saya tidak merasa ada transaksi sebelumnya , dan meminta mutasi transaksi dari NOVEMBER – JANUARI , karna kata CS BCA nya sendiri transaksi di lakukan dari Desember , lalu pihak CS tidak mengizinkan saya untuk meminta mutasi , sumpah malu bgt ketika pihak CS bilang saya MENIPU , sampai saya memberanikan untuk menyumpah dg agama saya sendiri , namun mirisnya tidak ada kejelasan disitu , pertanggal 8-9 saya coba untuk ke KCP Cabang lain untuk meminta keterangan kelanjutannya , Alhamdulillah pihak KCP cabang lain mau untuk membantu mediasi hal tsb , hanya membawa KTP – KK – dan buku tabungan , untuk verifikasi data untuk melihat mutasi dan hasilnya saya benar tidak ada tindak penipuan disini , lanjut lagi untuk membuka blokir dari pihak bank mencoba menghubungi pihak pelapor dan saya disini sbg tergugat sekaligus korban , itu kalau ga salah 2.3 jam saya debat untuk meminta bukti kalau saya menipu perihal yang di laporkan pelapor , namun tidak ada kejelasan sampai akhirnya pihak BCA CS menyambungkan ke pihak cabang saya membuat kartu BCA untuk klarifikasi pihak BCA tentang perihal ucapan mereka yang dg bangganya dan lantang bilang yang tidak baik tentang saya , pada akhirnya masalah clear dan pihak bank KCP yang membantu saya menyarankan kalau terjadi hal seperti ini di diamkan saja tidak perlu datang ke KCP tempat kita membuat rekening , karna pada dasarnya dalam waktu 14 hari kalau laporan tidak ada kejelasan maka laporan akan di cabut , terlebih disini kita korban bukan pelaku , karna tindakan seperti itu juga membutuhkan surat dari kepolisian jadi otomatis pihak pelapor jg harus buat laporan ke kepolisian lalu ke pihak bank terkait untuk membuat laporan lanjutan … untuk yang merasa di rugikan coba untuk menanyakan ke pihak HALO BCA ataupun ke KCP bank cabang lain untuk meminta saran kelanjutannya dari masalah kalian seperti apa , toh selama kita benar jangan pernah takut untuk selesaikan masalah sekalipun kita di tuduh yang tidak tidak oleh pihak bank yang dasarnya tidak mempunyai bukti kuat hanya melalui laporan saja 🙏

 Apa Komentar Anda mengenai Bank BCA?

Ada 29 komentar sampai saat ini..

Rekening BCA Diblokir Karena Adanya Pengaduan Sepihak

oleh Very Richart dibaca dalam: 4 menit
29