Debt Collector Bank Mega yang Menekan Referensi

Setelah siang ini saya mengalami kejadian yang sama dan setelah saya telusuri, telah terjadi kejadian yang sama sebelumnya:

1. Kejadian Bapak Sandy Ong
2. Kejadian Ibu Pauline Tanudjaja
3. Kejadian Asep Elmir

Sebagai orang legal yang bekerja di kantor asing, ingin rasanya saya ingin menampar debt collector dan orang corporate, orang legal dan orang AR dari Bank Mega.

Kronologisnya hari ini atas nama (yang mengaku) Raj****uk dari debt collector Bank Mega per hari ini tanggal 19 Juli 2018 menelpon menagih hutang dari rekan saya Fransisca Natalia, padahal saya tidak pernah ditulis sebagai emergency, sebagai penjamin, dan tidak serumah, menelepon ke kantor padahal bank tidak pernah dikasih data tentang saya (curiga ini curi data dari FB pasti), karena saya pas tanya bapak dapat data dari mana cuma ngamuk-ngamuk kayak set** beneran set**…. “liat lo ya gua bakal kasih 50 juta biar lo bisa dikasih ke gua supaya bisa gua PERMALUIN.”

Bahkan saya sempat bertanya ada suratnya bisa dikirim ke email saya, dia cuma marah-marah ngoceh menekan dan menelepon dalam jam kantor sampai 5 kali pada saat jam kerja. Setelah saya kasih nomor yang bersangkutan dan yang bersangkutan sudah angkat telepon, saya masih diteror dan bilang gak akan berhenti mengancam dan menelepon saya. Tapi yang meresahkan ga ada ba ga ada bi ga ada bu.

Saya tegaskan buat corporate secretary dan AR Bank Mega, Dear Ibu Christina Damanik yang saya hormati yang mungkin gak gitu paham hukum dan cuma bisa minta maaf pake surat, saya sebagai SH, MH yang juga bekerja di perusahaan leasing, mungkin bisa tegaskan prosedur untuk penagihan biar gak cuma bilang maaf ya bu, kasihan sudah jadi atasan legal tapi masih bodoh-bodoh soal hukum:

Berikut prosedur penagihan berdasarkan Surat Edaran Bank Indonesia nomor 14/17/DASP tentang perubahan atas Surat Edaran Bank Indonesia nomor 11/10/DASP perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu:

1. Di dalam butir VII b angka 4 huruf b, disebutkan bahwa:

b. dalam melakukan penagihan Kartu Kredit baik menggunakan tenaga penagihan sendiri atau tenaga penagihan dari perusahaan penyedia jasa penagihan, Penerbit Kartu Kredit wajib memastikan bahwa:

1) tenaga penagihan telah memperoleh pelatihan yang memadai terkait dengan tugas penagihan dan etika penagihan sesuai ketentuan yang berlaku;
2) identitas setiap tenaga penagihan ditatausahakan dengan baik oleh Penerbit Kartu Kredit;
3) tenaga penagihan dalam melaksanakan penagihan mematuhi pokok-pokok etika penagihan sebagai berikut:
a) menggunakan kartu identitas resmi yang dikeluarkan Penerbit Kartu Kredit, yang dilengkapi dengan foto diri yang bersangkutan;
b) penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan cara ancaman, kekerasan dan/atau tindakan yang bersifat mempermalukan Pemegang Kartu Kredit;
c) penagihan dilarang dilakukan dengan menggunakan tekanan secara fisik maupun verbal; d) penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit;
e) penagihan menggunakan sarana komunikasi dilarang dilakukan secara terus menerus yang bersifat mengganggu;
f) penagihan hanya dapat dilakukan di tempat alamat penagihan atau domisili Pemegang Kartu Kredit; g) penagihan hanya dapat dilakukan pada pukul 08.00 sampai dengan pukul 20.00 wilayah waktu alamat Pemegang Kartu Kredit;

2. Berdasarkan pasal 38
Penerbit kartu kredit yang tidak mematuhi pokok-pokok etika penagihan utang kartu kredit dikenakan sanksi administratif berupa:

A. Teguran;
B. Denda;
C. Penghentian sementara sebagian atau seluruh kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu (“APMK”); dan/atau
D. Pencabutan izin penyelenggaraan kegiatan APMK.

Kemudian berdasarkan KUHP, debt collector bisa digugat dengan ketentuan sebagai berikut:

1. Pasal 368 KUHP

(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, memaksa seorang dengan kekerasan atau ancaman kekerasan untuk memberikan barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang itu atau orang lain, atau supaya membuat hutang maupun menghapuskan piutang, diancam karena pemerasan dengan pidana penjara paling lama sembilan tahun.

(2) Ketentuan Pasal 365 ayat kedua, ketiga, dan keempat berlaku bagi kejahatan ini.

Penjelasan Pasal 368 adalah sebagai berikut :

a. Kejadian ini dinamakan “pemerasan dengan kekerasan” (afpersing).

Pemeras itu pekerjaannya: 1) memaksa orang lain; 2) untuk memberikan barang yang sama sekali atau sebagian termasuk kepunyaan orang itu sendiri atau kepunyaan orang lain, atau membuat utang atau menghapuskan piutang; 3) dengan maksud hendak menguntungkan diri sendiri atau orang lain dengan melawan hak. (pada Pasal 335, elemen ini bukan syarat).

b. Memaksanya dengan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan;

1) Memaksa adalah melakukan tekanan kepada orang, sehingga orang itu melakukan sesuatu yang berlawanan dengan kehendak sendiri. Memaksa orang lain untuk menyerahkan barangnya sendiri itu masuk pula pemerasan; 2) Melawan hak adalah sama dengan melawan hukum, tidak berhak atau bertentangan dengan hukum; 3) Kekerasan berdasarkan catatan pada Pasal 89, yaitu jika memaksanya itu dengan akan menista, membuka rahasia maka hal ini dikenakan Pasal 369.

c. Pemerasan dalam kalangan keluarga adalah delik aduan (Pasal 370), tetapi apabila kekerasan itu demikian rupa sehingga menimbulkan “penganiayaan”, maka tentang penganiayaannya ini senantiasa dapat dituntut (tidak perlu ada pangaduan);

d. Tindak pidana pemerasan sangat mirip dengan pencurian dengan kekerasan pada Pasal 365 KUHP. Bedanya adalah bahwa dalam hal pencurian si pelaku sendiri yang mengambil barang yang dicuri, sedangkan dalam hal pemerasan si korban setelah dipaksa dengan kekerasan menyerahkan barangnya kepada si pemeras.

2. Pasal 369 KUHP

(1) Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan ancaman pencemaran baik dengan lisan maupun tulisan, atau dengan ancaman akan membuka rahasia, memaksa seorang supaya memberikan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan orang itu atau orang lain. atau supaya membuat hutang atau menghapuskan piutang, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun.
(2) Kejahatan ini tidak dituntut kecuali atas pengaduan orang yang terkena kejahatan.

3. Pasal 378 KUHP

Barang siapa dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, dengan memakai nama palsu atau martabat palsu, dengan tipu muslihat, ataupun rangkaian kebohongan, menggerakkan orang lain untuk menyerahkan barang sesuatu kepadanya, atau supaya memberi hutang rnaupun menghapuskan piutang diancam karena penipuan dengan pidana penjara paling lama empat tahun.

Penggolongan preman sebagai target operasi :

(a) preman yang mengganggu ketenteraman dan ketertiban (mabuk-mabukan, mengganggu lalu lintas, ribut-ribut dl tempat umum).

(b) preman yang memalak (meminta dengan paksa) di lokasi umum (misalnya menjual majalah secara paksa, mengemis dengan gertakan, mendorong mobil mogok minta uang dengan paksa, memalak masyarakat / perseorangan yang menaikkan dan menurunkan bahan bangunan dl pabrik / industri / komplek perumahan, parkir liar dengan meminta uang secara paksa, dan lain-lain sejenis)

(c) preman debt collector (penagih utang dengan memaksa / mengancam nasabah, menyita dengan paksa, menyandera)

(d) preman tanah (menguasai / menduduki lahan / poperty secara illegal yang sedang dalam sengketa dengan memaksakan kehendak satu pihak)

(e) preman berkedok organisasi (organisasi jasa keamanan, preman tender proyek dan organisasi massa anarkis)

Dan untuk ITE karena dugaan mencuri data dari sosmed bisa dikenakan ketentuan sbb:

1. Pasal 32 UU ITE

– pasal 32

(1) Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah, menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.

(2) Adapun hukuman untuk pelanggar Pasal 32 ayat 1 dijelaskan pada Pasal 48. Bunyinya, “Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 8 (delapan) tahun dan/atau denda paling banyak Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah)”.

Mohon Ibu Christina dan team legal dan team AR (diganti saja gajinya kurang ya?) yang sangat pintar hukum bisa menanggapi. Kalau ibu sendiri sebagai orang perbankan diganggu pas jam kerja mau bu?

Kalau tidak ada permohonan maaf baik dari Bank Mega atau debt collector bersangkutan saya akan bawa kasus ini. Terlalu banyak yang bisa saya gugat dari sisi manapun, tidak semua fakir ya bu, tolong bisa hargai orang lain. Sampai mati gak bakal jadi pelanggan Bank Mega. Terima kasih atas tindakan tidak menyenangkannya.

Regards

Devina Ayu
087897986***
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega:
[Total:39    Rata-Rata: 2/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Bapak/Ibu Devina Ayu

Kepada Yth Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Bapak/Ibu Devina Ayu di mediakonsumen.com (20/7), “Debt Collector Bank Mega yang Menekan Referensi”, kami...
Baca Selengkapnya

Loading...

43 komentar untuk “Debt Collector Bank Mega yang Menekan Referensi

  • 24 Juli 2018 - (10:00 WIB)
    Permalink

    hebat isi suratnya, mba. Tanggapan dari pihak Bank Mega apa, mba? Saya juga ngalamin dan pernah bilang ke collectornya dia menyalahi aturan tapi malah makin diteriakin. Thanks for sharing, mba.

    • 25 Juli 2018 - (22:51 WIB)
      Permalink

      Bank mega kan pengecut…bagian collectionnya kan bencong semua debt collectornya lebih bencong lg nama debt collectornya john rajaguguk.. sampai skr si ga ditelpon lg krn saY telp ke calll centerny sambil sy kramasin… kalo sampe kejadian lg si… itu collectionny bakal saya teror balik…

    • 25 Juli 2018 - (22:52 WIB)
      Permalink

      Ga usa takut mbakk.. alen kali langsung datangi bagian collectionnya yg di tendean dan pancing debt collectornya bawa ke depan mrekaaa ya…

      • 26 Juli 2018 - (08:38 WIB)
        Permalink

        wah, isi suratnya wow banget, mantap, lanjutkan mbak devina, udh terlalu banyak yg ngeluh, cuma dapat maaf aja, abis itu dc nya ttp teriak kaya anj***g gi**, paling nanti cuma dapet balasan maaf aja dr si ibu petinggi itu, yg copas dr thn ke thn ganti subjek aja, oh ya bag collectionnya di sebelah RS mata aini & kota tua, sumber aliennya ada disitu 🙂

      • 13 September 2018 - (21:47 WIB)
        Permalink

        Saya jg mengalami hal yg sama mba…. Saya boleh minta nomor mba sekedar bwt sharing ttg masalah ma dc bank mega… Kalo berkenan saya minta email mba…

        • 13 September 2018 - (22:14 WIB)
          Permalink

          Saya jg di kejar2 pihak collection mega yg ngomongnya tidak sopan. Pdhl sy sudah jrlaskan dn berusaha melunasi tunggakan tagihan. Tp sepertinya tidak ada sedikit kebailan dr pihak bank mega dalam menagih ke nasabah. Menyesal sekali jadi nasabah cc bank mega

          • 13 September 2018 - (22:29 WIB)
            Permalink

            Bener pa…saya jg sangat menyesal punya cc bank mega… Perlakuan mereka lbh parah pa

  • 26 Juli 2018 - (09:38 WIB)
    Permalink

    Suka banget sm tulisannya mba,, ayoo semangat buat jera bank yg satu ini karena merasahkn sekali, penagihanya ky preman pasar,, mulut nya jg ky ga pernah di sekolahin, semua yg ada d ragunan keluar..

    • 13 September 2018 - (22:31 WIB)
      Permalink

      Jangankan kata ragunan mba… Bahkan lbh parah saya di suruh melacur yg penting dapat uang tuk bayar hutang kata dc bank mega… Sampe² meneror orang tua saya… Sungguh terlalu mereka

      • 11 Februari 2019 - (14:46 WIB)
        Permalink

        Mba, jangan mau terima kalo udah neror neror orang tua kita mba. Mba dateng ke mega rs aini laporin teror nya mba. Saya jumat kmrn baru dr sana nglaporin hal sejenis itu.
        Dan hari ini baru selesai dari bank mega kota ketemu koord debt coll nya ngomongin hutang cc saya dan plus saya tekanin ama dia jangan libatin ibu saya, klo sampai ada apa apa sm ibu saya saya ga akan terima dan akan saya perkarain mereka.

    • 27 Juli 2019 - (08:31 WIB)
      Permalink

      Bapak ibu, saya juga punya masalah yang sama dengan kartu mega. Tiap menit diteror. Bagaimana kalau kita bentuk group wa supaya kita punya informasi. Dan kalau perlu kita Ramai- ramai bikin laporan ke ojk atau pihak terkait supaya mereka ditindak. Kalau ada yang berminat boleh hubungi saya.

  • 26 Juli 2018 - (19:03 WIB)
    Permalink

    Wah keren banget tulisannya mbak. Tancap mbak, saya juga mengalami hal yang sama sampai tidak bisa fokus cari uang. Ujungnya corporate yang terhormat malah cuma tulis surat aja. Ibu christin damanik tolong perhatikan baik baik, kita ini, di negara hukum, jangan pikir bank mega kebal hukum

  • 6 Agustus 2018 - (18:57 WIB)
    Permalink

    Bu Devina, bagaimana sudah ada tanggapan dari bank mega??
    Sepertinya akan percuma bu, saya sudah berurusan hampir 3 tahun denga DC nya bank mega, walaupun sudah banyak keluhan tapi bank mega kayanya tetep ga bergeming atau ada niatan untuk memperbaiki sistem mereka…

    Hampir 3 tahun saya sudah kenyang menghadapi DC yang masih teror ke HP saya.. Dan saya sebenarnya sudah ada niatan mau melunasi kartu kredit bank mega tp masih saja dipersulit..
    Setiap DC yang telp saya selalu tanyakan identitas yang jelas nama dan dari agency mana tapi seperti kata ibu DC bank mega bencong semua.

    Kalau nasabahnya dipersulit seperti ini gimana mau lunas??? sepertinya bank mega ini tidak butuh uang hobby teror nasabah mgkn kepuasan sendiri. Banyak nasabah disini yang sudah terima permintaan maaf dari Ibu Agung Christina Damanik tapi ujung2nya tidak ada penyelesaian, mungkin Ibu Christina ilmunya juga pas2an dan cuma digaji untuk tulis permintaan maaf aja..

    Semoga kedepannya bisa ada perubahan lebih baik. Dan Bank Mega juga tdk bagi2 kartu kredit kaya selebaran, kenaikan limit tolong konfirmasi ke nasabah jangan asal main naikin limit ud macet nasabahnya diteror, team analisnya diperkuat ga sembarangan kasi kartu kredit..

    • 11 Februari 2019 - (14:53 WIB)
      Permalink

      Bener mbak, saya jg baru tau sabtu kmrn dr temen saya wkt saya critain ttg cc mega saya, tm saya punya cc bank lain ketika limit nya mau dinaikin ditelf sblmnya sama org bank itu. Saya limit dinaikin ga dikasitau dl, main naikin aja. Pembayaran pemakaian lancar sampe dikasi lg 1 cc lg tanpa tanya dl. Menjeratnya subtle bgt.

  • 24 September 2018 - (23:21 WIB)
    Permalink

    memang dimana2 topiknya ternyata sama semua, teror debt collector bank mega merajalela.
    Debt Collector Bank Mega sudah meresahkan masyarakat, harus segera diambil tindakan, semoga ada perwakilan korban yang bisa meladeni mereka.

  • 26 Oktober 2018 - (16:16 WIB)
    Permalink

    Mba devina..apakah sdh slesai masalahnya?sekarang saya sedang mengalaminya,itu dc trus telpon ke kantor tiap menit,mengancam tiap orang yg angkat telpon,mengganggu pelayanan..mau lapor jg harus kemana,adakah solusinya mba?

  • 3 November 2018 - (21:04 WIB)
    Permalink

    Ibu Devina, apakah sdh ada balasan dr bank Mega?
    DC bank Mega parah mmg, tdk sesuai aturan dr BI. Sdh byk laporan atau keluhan tp knp tdk ada tindak lanjut dr BI atau OJK ya? Masa ya hrs masuk berita dulu tgg heboh br bertindak!!

  • 14 Desember 2018 - (18:50 WIB)
    Permalink

    Iya ini gimana yah Masa sampai telpon kekakak2 saya ga tau dapet nomor telpon darimana, saya sudah bilang jika sudah ada dana melewati email tapi sepertinya tidak mengerti bahasa, kita harus gimana nih kakak2 saya sampai marah ke saya pedahal perihal soal penagihan jelas.

    “4. Dilarang menagih selain pada nasabah terkait

    Penagihan dilarang dilakukan kepada pihak selain Pemegang Kartu Kredit. Debt collector hanya menagih utang kartu kredit kepada pemilik kartu kredit, bukan kepada pihak lain seperti keluarga dekat pemilik kartu kredit.

    Jadi, kamu bisa melayangkan protes bila debt collector juga ikut memburu keluarga kamu terkait masalah utang tersebut.”

    Mohon solusinya saya juga sudah kirim ke BI soal debtcollector ini, eh makin menjadi2 menerror dan menelpon kakak2 saya.

  • 11 Februari 2019 - (14:35 WIB)
    Permalink

    Amazing mbak Devina ini ?? aku sampe catet informasi yg mbak Devina tulis pasal buat si debt coll mega nanti, if anything happen.
    Cobak mba Devina sue aja biar tau rasa bank mega nya mba

  • 30 April 2019 - (09:32 WIB)
    Permalink

    Salut mba Devina, komentarnya bagus. Saya juga mengalami masalah dengan CC Bank Mega dikarenakan kondisi keuangan lagi down. Tiap hari tanpa berhenti call ganggu orang. Sampai2 nagih ke orang tua. Saya bilang kalau mau nagih ke kuburan. Percuma saya YTH IBU CHRISTINA DAMANIK minta maaf. Belum pernah kena karma dia. Suatu saat keturunan nya ditagih orang lebih parah daripada kita semua

  • 1 Mei 2019 - (10:04 WIB)
    Permalink

    Bener banget bu devina. Bag collection bank mega memang gak punya etika. Selalu ngancem dan ngancem. Padahal sy bukan yg berhutang loh. Yang berhutang sudah ga bisa dicari *atau ga mau dicari.maunya cari yang gampang aja dikontak dan dilecehin sama dia. Saya jg pingin nuntut ke bank mega tapi belum tau caranya. Sejauh ini cuma kirim keluhan keluhan aja ke bank bi sama ke bank mega nya. Sudah capek diteror debt collector padahal tidak berhutang.

  • 9 Mei 2019 - (23:11 WIB)
    Permalink

    Sama.. saya juga.. parah ini bank mega. Dept collectornya kayak nggak punya attitude. Yang ditagih harusnya saya. Malah ke mertua dan keluarga saya. Tlp trs ke kantor maki2 saya n sampe saya bisa dipecat sm perusahaan tempat saya bekerja. Sekarang saya hanya kerja gojek n itupun masih saja berperilaku buruk dtg kerumah saya marah2 nagih ke mertua saya. Tolong bank mega, semua orang pasti ada masanya jatuh n nggak punya uang. Kl dr bank mega nggak mau tanggung jawab perihal merekrut Debt Collector yg menurut prosedure, nggak bakalan moo dibayar sm customernya. Yg ada malah kebanyakan kabur.

  • 10 Juni 2019 - (13:38 WIB)
    Permalink

    Saya punya kasus yg sama seperti mba Devina..sy di teror oleh debt collector bank Mega karna hutangnya suami sepupu sy..dan sy di teror ke kantor tempat sy bekerja..setiap hari di teleponin terus”an..sy harus gimana ya?sudha lapor BI dan OJK tapi sepertinya sulit..apa sy harus datang ke bank Mega nya langsung?sy benar” sangat kesal, bank mega seperti tidak punya etika sama sekali!!

    • 19 Juni 2019 - (14:52 WIB)
      Permalink

      sama sampai tadi siang saya dan rekan kerja saya juga di teror terus baik via telp selular maupun telepon kantor.padahal yang berhutang adalah kaka saya..saya hanya sebagai referensi akhirnya saya lapor di sosmed mega di twitter dan IG nya.. Puji Tuhan sudah di tanggapi baik oleh admin sosmed Meganya..siang hari ini tidak ada telp masuk dari DB tsb.

  • 8 Agustus 2019 - (09:47 WIB)
    Permalink

    kita semua disini senasib sama saya juga baru baru ini dihubngi terus fia wathsup yang menanyakan keberadaan firiana teman kerja saya dulu dan sudah resign dari kantor lama banget klo tidak salah sekitar tahun 2014an karena dia ada masalh tunggakan dengan bank mega mereka minta saya koopertif saya mencoba untuk koopertif saat ini karena sdah menyakan medsos teman saya tersebut dan dia tidak aktif di seluler jga masih no yang lama sudah tidak aktif juga saya merasa tertekan dan tertipu dengan teman saya dulu karena masih awam dengan CC karena bilangnya nanti klo ada yang hub dari bank mega itu hanya formalitas akan tetepi jika terjadi sesuatu pada wa saya yang mengarah ke teror atau tindakan yang tidak beretika sya mngkin akan bawa ke OJK atau pihak yang berwajib selama ini masih sya diamkan karena saya tidak mengetahui keberadaan si firiana dimana sekarang bukan sodara bukan apa..kok malah sya yang ditekan. mudah2an kasus ini dapat segera ditindak lanjuti oleh bank terkait jika sampai menggangu dan berkepanjangan saya akan tuntut melalui jalur hukum seprti mbak devina.

  • 13 Agustus 2019 - (13:57 WIB)
    Permalink

    Sampe sekarang ini di telepon terus ke kantor, ngamuk2 di tlp, ke yg angkat telepon, saya udh buat laporan ke LBH, minta draft rincian ke OJK sudah, surat dari LBH sudah masuk hari ini ke kantor Bank mega, ya semoga ada keringanan untuk membayar utang, klo pun tetap menelepon dengan nada tinggi dan mengancam, kita sudah siap laporan ke kantor polisi, karena bukti rekaman sudah dipegang.

  • 16 Oktober 2019 - (11:01 WIB)
    Permalink

    saya juga,hutang 3 minggu telat bayar kayak teroris sm samapaisehari 7x menyalahi aturan jam 8 lewat 10 mnt masih nagih,niat bayar reschedule ga ada program dan ancam saya akan sebarkan ke data kontak darurat kalo sy punya hutang,ko jadi kayak fintech ilegal ya bank mega,klo lapor k ojk di tangani ga sih,dulu rayu rayu bikin cc hampir di telponin dan naikkin limit pas lagi macet kaya teroris bank mega,ni email saya cahayasiswautami@yahoo.com saya mnta infonya tntng cc mega yg macet,yuk bikin group wa tentang bank mega

    • 4 Februari 2020 - (14:41 WIB)
      Permalink

      lapor saja buk..kl cuman nelpon k call centre tdk akan di tanggapin jika lapor k polisi juga kurang di tanggapin.ke ojk lebih baik

  • 28 Januari 2020 - (12:36 WIB)
    Permalink

    BANK MEGA PAKAI CARA2 TERROR MELALUI DEBT COLLECTORNYA, TOLONG SEGERA DIHENTIKAN, KRN CARA2 INI MELANGGAR HUKUM. APAKAH TIDAK BISA PAKAI CARA2 YG LEBIH BAIK, NAGIH KARTU KREDIT KE ORANG YANG SUDAH MENINGGAL, KE KELUARGANYA YANG TIDAK TAHU APA2 TAPI DITERROR DAN DIANCAM2 SEPERTI ITU??
    DIMANA HATI NURANI KALIAN, SEHARUSNYA BERBELA SUNGKAWA TAPI MALAH KELUARGANYA DITERROR. BAGAIMANA JIKA KALIAN SENDIRI DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU???
    TOLONG SEGERA HENTIKAN SEKARANG JUGA ATAU KAMI LAPORKAN KE POLISI !!!

  • 28 Januari 2020 - (14:35 WIB)
    Permalink

    KAMI SUDAH TELP BERKALI2 KE MEGA CALL, JELASKAN, TAPI MASIH TETAP DITERROR…
    KAMI AKAN TERUS KIRIMKAN KELUHAN INI SELAMA BANK MEGA MASIH MENGGUNAKAN CARA2 TERROR SEPERTI INI…
    BANK MEGA PAKAI CARA2 TERROR MELALUI DEBT COLLECTORNYA, TOLONG SEGERA DIHENTIKAN, KRN CARA2 INI MELANGGAR HUKUM. APAKAH TIDAK BISA PAKAI CARA2 YG LEBIH BAIK, NAGIH KARTU KREDIT KE ORANG YANG SUDAH MENINGGAL, KE KELUARGANYA YANG TIDAK TAHU APA2 TAPI DITERROR DAN DIANCAM2 SEPERTI ITU??
    DIMANA HATI NURANI KALIAN, SEHARUSNYA BERBELA SUNGKAWA TAPI MALAH KELUARGANYA DITERROR. BAGAIMANA JIKA KALIAN SENDIRI DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU???
    TOLONG SEGERA HENTIKAN SEKARANG JUGA ATAU KAMI LAPORKAN KE POLISI !!!

  • 28 Januari 2020 - (15:57 WIB)
    Permalink

    TOLONG BANTUANNYA
    KAMI SUDAH TELP BERKALI2 KE MEGA CALL, JELASKAN, TAPI MASIH TETAP DITERROR…
    KAMI AKAN TERUS KIRIMKAN KELUHAN INI SELAMA BANK MEGA MASIH MENGGUNAKAN CARA2 TERROR SEPERTI INI…
    BANK MEGA PAKAI CARA2 TERROR MELALUI DEBT COLLECTORNYA, TOLONG SEGERA DIHENTIKAN, KRN CARA2 INI MELANGGAR HUKUM. APAKAH TIDAK BISA PAKAI CARA2 YG LEBIH BAIK, NAGIH KARTU KREDIT KE ORANG YANG SUDAH MENINGGAL, KE KELUARGANYA YANG TIDAK TAHU APA2 TAPI DITERROR DAN DIANCAM2 SEPERTI ITU??
    DIMANA HATI NURANI KALIAN, SEHARUSNYA BERBELA SUNGKAWA TAPI MALAH KELUARGANYA DITERROR. BAGAIMANA JIKA KALIAN SENDIRI DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU???
    TOLONG SEGERA HENTIKAN SEKARANG JUGA ATAU KAMI LAPORKAN KE POLISI !!!

  • 28 Januari 2020 - (16:43 WIB)
    Permalink

    KAMI SUDAH TELP BERKALI2 KE MEGA CALL, JELASKAN, TAPI MASIH TETAP DITERROR…
    KAMI AKAN TERUS KIRIMKAN KELUHAN INI SELAMA BANK MEGA MASIH MENGGUNAKAN CARA2 TERROR SEPERTI INI…
    BANK MEGA PAKAI CARA2 TERROR MELALUI DEBT COLLECTORNYA, TOLONG SEGERA DIHENTIKAN, KRN CARA2 INI MELANGGAR HUKUM. APAKAH TIDAK BISA PAKAI CARA2 YG LEBIH BAIK, NAGIH KARTU KREDIT KE ORANG YANG SUDAH MENINGGAL, KE KELUARGANYA YANG TIDAK TAHU APA2 TAPI DITERROR DAN DIANCAM2 SEPERTI ITU??
    DIMANA HATI NURANI KALIAN, SEHARUSNYA BERBELA SUNGKAWA TAPI MALAH KELUARGANYA DITERROR. BAGAIMANA JIKA KALIAN SENDIRI DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU???
    TOLONG SEGERA HENTIKAN SEKARANG JUGA ATAU KAMI LAPORKAN KE POLISI !!!

    SAYA PRIBADI YG TIDAK ADA HUBUNGANNYA JUGA SDH MEMUTUSKAN UTK MENUTUP KARTU KREDIT BANK MEGA SAYA, JUGA SDH MENGHIMBAU SAUDARA2 TEMAN2 AGAR HATI2 SEBAIKNYA JANGAN BERURUSAN DGN BANK MEGA. SAYA MENYESAL MENGGUNAKAN KARTU BANK MEGA PADAHAL PEMAKAIAN SAYA BANYAK DAN PEMBAYARAN SAYA LANCAARR.
    DENGAN CARA2 SEPERTI INI BANK MEGA YANG LEBIH RUGI, NAMANYA HANCUR GARA2 TINGKAH LAKU DEBT COLLECTORNYA.
    SEHARUSNYA CUSTOMER DIPERLAKUKAN DENGAN BAIK. INI MALAH SEBALIKNYA.

    • 4 Februari 2020 - (14:39 WIB)
      Permalink

      itu tidak berpengaruh pak..meskipun bpk komplen berkali kali ke bank mega nya tidak akan di tanggapin dan tidak akan di tindak lanjuti,saya juga pernah mencoba cara bapak.dan saya juga kenal dengan staff di dlm.memang itu tdk pernah di tanggapin meskipun kita telpon ber kali kali,jika tidak nyaman dan terganggu lansung saja pengaduan ojk.

  • 4 Februari 2020 - (14:36 WIB)
    Permalink

    saya saja pemegang kartu kredit bank mega lancar dan pernah tellat bayr 1 hari saya di telpon siang malam,pagi berkali kali di kirimin pesan whatsapp sangat banyak dari nomor yg bergantian,di kirimin e-mail yg sangat banyak.sangat mengganggu.bahkan saudara saya di telpon terus2 san,saya heran meskipun tellat sehari saya ttp byr dan ttp byr juga biaya late change nya,tp saya di buru sprt nasabah yang menunggak ckp lama.saya berfikir saya telat sehari saja byr saya sampai di perlakukan sprt itu bagaimana jika saya tellat 1 bln atau 3 bln habis saya di maki maki mungkin,bank ini sangat tidak baik pekerja collectionnya sangat tidak sopan.saya menyesal menjadi nasabah bank mega,saya putuskan tutup kartu kredit dan tabungan di bank mega.

  • 11 Maret 2020 - (11:53 WIB)
    Permalink

    Selamat siang Ibu & Bapak yang telah menjadi KORBAN dari Debtcoll Bank Mega…

    Ternyata sudah ribuan Ulasan NEGATIF tentang bank ini. LUAAARRR BIASAAA…

    Saya juga mengalami hal yang sama persis..
    Lucu nya kenapa bisa menghubungin kontak lain (anggota keluarga) yang mana tidak pernah di cantumkan saat apply itu CC.

    Telp kayak ga punya pikirannya itu debtcall, dia mah ga punya kerjaan, lah yang di gangguin itu sedang bekerja, hubungin orang padahal bukan PEMILIK ITU CC sampai 50x dalam sehari dan trus2an ga berenti2.

    Disini saya MEMOHON BANTUAN PIHAK YANG BERWENANG yang bisa benar2 menyelesaikan hal GA WAJAR seperti ini.

    Salam Hormat,
    Farida.

  • 3 April 2020 - (16:35 WIB)
    Permalink

    Bapak Ibu sekalian yang senasib dan seperjuangan

    Suami saya juga mengalami hal yg sama, bos2 dikantor pusat semua dtlp, HRD
    bahkan kurir,OB yg tidak tahu menahu akhirnya mengetahui
    pdhal kami sdh menghubungi pihak bank bukan depcolector,, untuk baik2 menyelesaikan..tapi debcolector semakin hari2 semakin menjadi jadi

    akhirnya suami saya dpt SP dr kantor,,mhn pencerahanya
    bahkan jika kita menelpon bag atasan depcolector tsb mereka akan mengiyakan saja,meminta maaf dan cenderung menutupin

    mdh2an debcolector Mega dan jajaranya segera kena virus corona,,biar cepet semua mendzalimi orang

    bgmana ini ya bapak ibu baiknya,, mhn pencerahanya yg mengerti Hukum

    • 3 April 2020 - (17:52 WIB)
      Permalink

      klo ini laporin aja sudah masuk tindak pidana. gara gara ditagih kita jadi kehilangan pekerjaan itu kan jadi mengganggu jiwa dan raga. simpan bukti chat dan tindakan pelaku yg kasar itu bu. lapor poliisi setempat.

  • 3 April 2020 - (17:50 WIB)
    Permalink

    MANTAPPPPPP gini dong ngegas!!!! mana nulis permintaan maafnya templete pula padahal permasalahannya bede beda.. trimakaish mengenai pasalnya bisa kita paki untuk info ke bank mega klo punya debt colletor mbok yg manusia jgn yg kaleng kaleng. bank gede tapi isinya baik debt collector maupun cs nya kayak bukan manusia tidak bisa memanusiakan manusia.. sukses terus bu..

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega?

Ada 43 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Bank Mega yang Menekan Referensi

oleh Devina Ayu dibaca dalam: 5 min
43