Jerat Hukum bagi Pelaku Penyebaran Data Nasabah Pinjol

Salam Sejahtera,

Terima kasih sebelumnya kami sampaikan kepada Media Konsumen yang telah menjadi media solusi keluhan bagi rekan-rekan kami yang memiliki permasalahan, terutama khususnya mengenai pinjaman online dan atas dimuatnya artikel ini.

Team Investigasi KoFin menemukan fakta yang cukup mengejutkan di lapangan, bahwa 89% dari nasabah pinjaman online (pinjol) adalah korban (victim) dari penyebaran data yang dilakukan oleh oknum DC pinjol untuk menekan pembayaran dengan cara yang MELAWAN HUKUM.

Berikut adalah kalimat kalimat horor yang sering diucapkan oleh para penagih:

  • Ibu kalau punya hutang jangan merasa jadi korban.
  • Jika tidak melakukan pembayaran hari ini kami akan menyebarkan data anda, dan mengalihkan tagihan kepada pihak ketiga (orang lapangan kami).
  • Ibu akan kita laporkan ke kepolisian karena ibu tidak punya itikad baik membayar.
  • Kami akan menghubungi HRD dan semua kontak ibu untuk membantu pembayaran dan ibu dipecat.
  • Kami akan memblacklist ibu dan memblokir rekening, BPJS dan asuransi ibu.
  • Kami bersama kepolisian menuju kantor / rumah ibu sekarang.
  • Kami akan ke RT/RW setempat untuk melaporkan ibu.

Ada juga yang memasang DP seram di WA yang berasal dari suku tertentu, melakukan phone call secara brutal baik ke kantor maupun ke seluruh kontak telepon nasabah yang tidak ada kaitannya dengan pembayaran, sampai yang terparah melakukan upaya menekan HRD perusahaan untuk memecat nasabah (21.48% laporan yang masuk kepada kami adalah nasabah pinjol yang dipecat karena ulah DC yang tidak bertanggung jawab).

Target yang tinggi dan deadline yang diterapkan oleh perusahaan membuat para penagih hutang pinjol melakukan segala upaya termasuk mungkin menghalalkan segala cara untuk menekan pembayaran.

Kami melihat bahwa nasabah di-brainwash dan ditakut-takuti dengan pasal-pasal pidana dan hal hal lain sebagaimana kalimat di atas.

Dengan adanya puluhan bahkan ratusan kejadian,kami berupaya untuk meluruskan apa yang sudah terjadi dalam masyarakat terutama yang awam mengenai persoalan hukum.

Hutang adalah klausula perdata dan sebuah kewajiban yang harus diselesaikan oleh nasabah. Ketidaksanggupan nasabah menepati janji sesuai dengan jatuh tempo perjanjian akan mengakibatkan sebuah konsekuensi WANPRESTASI yang akan mengakibatkan timbulnya sebuah resiko denda, maupun bunga yang akan semakin bertambah setiap harinya.

Penyelesaian klausula perdata mengacu kepada perkataan ITIKAD BAIK dengan melakukan musyawarah dengan pihak perusahaan ataupun melalui mediasi pengadilan dengan gugatan perdata sebelumnya.

Sedangkan pidana adalah sesuatu hal yang berbeda konteks dengan klausula perdata yang penyelesaiannya adalah memberikan laporan dugaan pidana tersebut kepada pihak Kepolisian dengan membawa minimal 2 alat bukti seperti screenshot dan rekaman penyebaran data maupun pengancaman serius.

Dalam hal ini Kepolisian akan merespon laporan tersebut untuk dilakukan penyidikan terkait laporan dari nasabah dan simpan Bukti Penerimaan Laporan untuk diteruskan kepada pihak berwenang lainnya dan ditembuskan kepada pihak perusahaan.

Banyak masyarakat awam enggan melapor karena MERASA PUNYA HUTANG, bahkan ada yang takut melapor karena diancam oleh DC tersebut yang mengatakan kalau ibu melapor, ibu akan dipenjara karena punya hutang, menyikapi hal ini kami sampaikan bahwa ini adalah HOAX.

Anda memiliki HAK PERLINDUNGAN dalam UU jika anda merasa terancam, terintimidasi dan bahkan dirugikan nama baik anda dengan penyebaran data yang mereka lakukan.

Kasus pidana tidak dapat diselesaikan hanya dengan MINTA MAAF melalui media sekalipun perusahaan berusaha membersihkan nama Anda, konteks hukum berbeda dengan sosial masyarakat.

UU ITE ayat 27 pasal (3) yang merujuk kepada pasal 310 KUHP jelas mengatakan hukuman bagi pelaku penyebaran data adalah kurungan penjara maksimal 6 tahun atau denda maksimal Rp1 miliar.

Hukuman di atas tersebut diatur oleh UU dan tidak ada kaitannya dengan HUTANG ANDA yang merupakan klausula perdata, kecuali jika memang Anda benar benar menggelapkan uang perusahaan mereka maka hal ini dapat dijadikan ranah pidana 372 dan 378 dengan memakai identitas palsu untuk memperkaya diri.

Keterlambatan pembayaran bukan penggelapan melainkan WANPRESTASI yang menimbulkan resiko pelanggaran berupa denda dan bunga sesuai kesepakatan anda dengan pihak perusahaan (kreditur).

Fakta lapangan menemukan banyak perusahaan yang hanya mengajarkan target kepada DC yang direkrut dan iming-iming komisi besar tanpa menceritakan sebuah RESIKO PIDANA yang dapat menjerat mereka.

Umumnya jika sebuah kasus pidana mencuat perusahaan hanya mengatakan bahwa apa yang dilakukan perusahaan di luar SOP perusahaan (apakah Anda benar mengajarkan SOP?) dan ironisnya kolektor tsb dipecat setelah mati- matian membela uang perusahaannya.

Setelah pemecatan tersebut, masih ada 1 hal yang belum selesai yaitu perkara pidana yang secara langsung akan dikenakan kepada pelaku penyebaran data nasabah dengan ancaman pidana serius.

Keluhan besaran bunga dan denda bukanlah mengadu ke kepolisian dan OJK tapi lakukan musyawarah dengan mendatangi perusahaan tersebut atau dimediasikan oleh KUASA HUKUM Anda, tapi tindakan dugaan pidana penyebaran data yang mereka lakukan itu WAJIB anda laporkan sekalipun HUTANG ANDA SUDAH LUNAS.

Apapun alasan yang mereka katakan mengenai penyebaran data, pengancaman maupun intimidasi tidak akan berpengaruh terhadap PENEGAKAN HUKUM.

Ilustrasinya sama dengan pencuri motor yang tertangkap dengan alasan untuk bayar sekolah anak, tetap tidak akan mempengaruhi hukuman penjara bagi pelakunya.

Beranikan diri untuk melapor untuk menggunakan HAK anda sebagai KONSUMEN dan tetap lakukan KEWAJIBAN pembayaran hutang Anda. Jangan berlindung di balik hukum sebagai alasan Anda untuk tidak membayar hutang karena ini adalah KEWAJIBAN Anda, selesaikan dengan cara yang beradab, musyawarah dan menghasilkan WIN WIN solution

Semoga edukasi dengan bahasa yang sederhana ini mampu membuat rekan rekan dapat memahami bahwa anda sebagai konsumen dilindungi oleh UU negara Republik Indonesia.

Untuk rekan rekan yang sudah terintimidasi dan belum mengetahui tata cara pelaporan dapat langsung berkonsultasi dengan Team Konsultan online kami melalui Layanan resmi WA KOFIN di nomor 087868766975 pada jam kerja Senin – Jumat Pukul 09.00 s. d 17.00 atau dapat melalui Email: pengaduankofin@gmail.com

Semoga informasi ini bermanfaat.

Salam KoFin.

KoFin Crisis Centre
Roemah Djoang Bela Korban Pinjol, ILEW,
Jalan Veteran 1 No 33, Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 3.3]
Tentang Penulis
Kofin Partner  

KoFin adalah Komunitas Monitor Fintech yang terdiri dari elemen hukum, elemen investigasi, elemen pelaporan, serta elemen negosiator yang bertujuan untuk membantu rekan rekan yang terjerat oleh hutang Fintech dan mengalami Teror Kofin partner memberikan konsultasi GRATIS untuk rekan rekan yang membutuhkan saran serta informasi melalui WA 087868766975 atau email : pengaduankofin@gmail.com Kami berharap dengan adanya komunitas ini dapat membantu rekan rekan yang terjerat permasalahan Fintech maupun penagihannya dapat selesai

160 komentar untuk “Jerat Hukum bagi Pelaku Penyebaran Data Nasabah Pinjol

  • 22 April 2019 - (01:21 WIB)
    Sekedar memberi info dan tolong di basmi pinjaman on line yg ilegal dan buruk
    1. Adarupiaht ( aplikasi menghilang dr plystore) # pinjam 1,2jt cair hanya 900rb tempo 6 hari pengembalian 1,416jt ( sm saja penipu\/neror\/sebar data) no.tlp 082123177414\/08118404392
    2. Aplikasi selai ( aplikasi menghilang dr plystore) Bunga tinggi\/denda tinggi ,jangka waktu 7hari Penagihan keras \/kasar \/omongan buruk No tlp .087786352342\/081386966954 (mitrasolusi
    3.aplikasi harta cepat ( aplikasi menghilang dr plystore) Bunga tinggi denda tinggi jangka waktu 7hari Penagih kasar\/omongan kasar
    4.aplikasi run kilat\/easy uang Ket pinjam 1jt jangka waktu 7hari kembalinya 1,4jt Si penagih sebar data\/ kasar No tlp 082125754980\/0818814981 Umtuk sementara informasi nya itu dulu…
    • 23 April 2019 - (23:13 WIB)
      Sama bos dgn saya…aplikasi hilang dri playstor godana, besok mereka datang ke rumah dan mengancam, pinjaman 1.5 di terima 1.1 dan harus mengembalikan kurang lebih 3jt sama denda…
    • 2 Juni 2019 - (21:21 WIB)
      Tolong masukkan saya ke grup wa. Saya adl salah satu nasabah dari pinjaman online yg terkena ancaman dari debt kolektor juga. Ini no wa saya 081289148228. Terima kasih
  • 4 Mei 2019 - (14:07 WIB)
    Saya juga diancam sama mereka, mereka akan menyebarkan data diri saya pada semua kontak yang ada di HP saya, padahal saya sudah bilang kalau saya pasti akan melunasinya, bahkan dia Screenssot no, HP kontak saya kepada sy supaya saya takut
      • 10 Mei 2019 - (09:31 WIB)
        Saya juga di ancam ,bahkan kantor dan daftar kontak saya dihubungi terus menerus,hidup saya jadi resah karena banyaknya ancaman,,,padahal saya sudah membayar pinjol mudah uang,adalagi dari pinjol pinjaman petir saya ingin membayarnya tetapi tidak bisa dikarenakan total utang saya terus d bungain,jadi saya tidak bisa membayar uang yang saya pinjam ,tetapi harus berdasarkan yang sudah terus terusan dibungain oleh pinjol hingga makin lama makin tambah utang saya,bukan saya gak mau bayar,saya mau membayarnya sesuai jumlah pinjaman yg sudah tertera di app bukan yg sudah dibungain terus menerus tolong bantuannya agar saya terbebas dari pinjol rupiah now,gimana saya mau membayarnya kalo jumlahnya setiap hari semakin bertambah ,di ATM dan mbangking pun tidak bisa melakukan pembayaran karena pinjaman saya harus sesuai nominal yg mereka kirimkan ,sedangkan saya tidak mau dikarenakan kesalahan ada di app mereka yg tidak memberi saya kode verifikasi untuk masuk
          • 8 Juni 2019 - (13:59 WIB)
            masukan saya ke grub wa.. 0819083117** punya problem yg sama
      • 3 Juni 2019 - (15:46 WIB)
        Kalau tagihan sudah diperluas, dc suruh minta aja tagihan kita ke kontak yg mreka sebar datanya. Dan anggap saja lunas, sebar data sama dengan lunas. Kasus perdata tdk bisa dipidanakan kecuali bnr2 terbukti menggelapkan. Ini kan tdk ada penggelapan, mreka masih bisa menghub nasabahnya, mreka masih bisa datangi alamatnya. Justru mreka lah yg dipidanakan sdh melanggar undang2 ITE krn sdh menyebarkan data pribadi ke selain kondar… Basmi rentenir digital

        Salam Kofin

        • 7 Juni 2019 - (18:18 WIB)
          Bu jika ada kontak kita yg tidak terima dgn perlakuan mereka bagaimana
          Sedang kita sudah berusaha buat itu semua
      • 20 Juni 2019 - (15:31 WIB)
        Mereka mengancam dan menelepon no di hp kontak kita..malahan saya sangat malu dengan kata kata mereka …mereka bilang saya pencuri uang mereka yang cuma 600 itu…benar2 meresahkan..tolong kami…siapa pihak yang bisa menolong kami korban pinjol ini..bukan tidak mau membayar..tetapi harta sudah habis untuk mereka
  • 30 Mei 2019 - (13:19 WIB)
    Apa kah pinjaman online sama dengan penggelapan dana?karena saya ada beberapa pinjaman online yg mengancam saya ingin melaporkan ke polisi karena katanya saya melakukan penggelapan dana apliksi pinjaman online ,apa betul pinjam diaikasi pinjaman online trus telat bayr artinya sdh penggelapan dana?mohon saranya.
    • 30 Mei 2019 - (14:14 WIB)
      Menurut saya ga pak, mereka menakuti, shock terapi istilah nya, penggelapan dana perusahaan sdh berbeda
    • 13 Juni 2019 - (07:40 WIB)
      Saya ada 21 apk, gada yg saya bayar….setelah saya bertemu sama tmn saya, malah saya berniat menghacurkan usha pinjol….karna mereka tdk terdaftar di OJK, dan uang mereka itu dari china dan rusia….apakah kalian akan membiarkan usaha org asing berkembang di indonesia…yuk merapat..kita hancurkan usaha mereka…
      • 20 Juni 2019 - (18:25 WIB)
        Yang benervk, oleh sharing k minta no nya,saya kejerat juga di 7 aplikasi gumana cara ngadepin buat tlponnya, ini no saya 0858646429**
      • 21 Juni 2019 - (19:45 WIB)
        Gmn caranya kak??? Sy ikut gabung buat mengjancurkan… Karena sangat tdk punya etika saat menagihnya…, pliss kak share caranya…. Pengen lepas dari jeratan mereka.
    • 20 Juni 2019 - (15:33 WIB)
      Gak ada itu..palagi hutang itu perdata .saya juga begitu…screenshoot ancaman SMS dari mereka ..kumpulin.nanti bisa jadi bukti buat pengaduan pencemaran nama baik karna ada undang2 nya
  • 2 Juni 2019 - (16:05 WIB)
    Saya juga tadi bis debat sama yang nagih..tapi saya tantang balik toh app mereka gk terdaftar di OJK. Pinjem gk seberapa nagih nya kaya hutang 1 m aja .bawa ancaman..tadi di WA saya debat tetep saya ngeyel gk mau bayar.saya mau bayar asal ketemua…
    Ini no saya 08118187978
  • 2 Juni 2019 - (21:48 WIB)
    Nama sy Lisa sy jga mempunyai 25 pinjaman online.. awalnya temen sy minta tolong pinjem melalui data sy.. dan akhirnya sy coba2 dan bnyak pula aplikasi yg menawarkan pinjaman.. dan sy jga kepepet Krena suami sy engga kerja korban PHK.. anak sy 3 yg LG butuh bnyak biaya.. sy bingung mengatasi ke jangan sy.. sy pun terpaksa melakukan. Pinjol.. untuk kebutuhan dri 1 aplikasi smpe sy bingung untuk membayarnya. My minta tolong kasih sy solusi jga pemasukan supaya sy tidak terjerat pinjol LG.. sy udh kapok.. Krena sy terpaksa Krena suami sy ga kerja udh sekian lama.. hampir 7 tahun.. sy pnya ank 3 menghidupi biaya sendiri… Tolong bantuan dan tolong masukin hp sy ke group.. sy udh bingung mengatasinya.. 08953514032**
  • 2 Juni 2019 - (22:09 WIB)
    Bagaimana jika saya buatkan grup untuk konsumen yg terjerat pinjaman online.
    Jika setuju mohon dibalas komentar saya ini, terima kasih
  • 7 Juni 2019 - (18:06 WIB)
    Saya sedang dalam masalah yg sama dgn bapak ataupun ibu di sini
    Dan mungkin saat ini data saya sudah di sebar dgn semua kontak2 saya. Awal mula saya bingung bagaimana tetapi lama kelamaan sudah terbiasa dgn itu semua bukan berarti saya tidak pikorkan hutang2 saya di mereka saya tetap berfikir untuk membayarnya
    Ada salah satu tmn saya yg tdk suka dgn cara mereka menagih hutang saya kemereka sehingga melaporkan hal tersebut ke pihak berwajib. Saya bilang silahkan saja jika itu bisa membuat km menghentikan mereka. Saya jawab ke tmn2 saya jika anda dpt sms atau tlp yg tidak di kenal tolong jangan di tanggapi
    Ada sebagian memahami ada sebagian terbawa kondisi itu.
    Dalam hal ini saya sudah berusaha buat menjawab semua pertanyaan mereka dan saya tidak pernah putus Memonta saran dgn pihak kofin
    Saran saya buat semua jgn pernah merasa kuatir danlemah dgn konisi apapun krn klo kita kuatir dan lemah maka mereka akan semakin menindas kita klo untuk teman2 kontaknya sudah di sebar datanya saya sarankan jlskan sama mereka bahwa tidak perlu di gubris karna mana ada di jaman Sekarang orang yg tidak punya hutang krn kita tidak pernah tau setiap orang punya kehidupan dan kebutuhan yg berbeda2
    Sambil kita minta pertilongan Tuhan supaya buka jalan buat masalah kita. Jangan gali lubang tutup lubang
    • 20 Juni 2019 - (18:22 WIB)
      Iya k sama saya juga bisa sharing k ke no saya 0858646429**
  • 17 Juni 2019 - (08:22 WIB)
    Saya juga teejerat oleh pinjaman online dan mereka sudah mulai menyebar data ,sms,wa ,tlfn semua kontak saya
    Nama aplikasinya SMART tek
    Padahal baru telat 4 hari
    Saya mohon bantuan sarannya apa yang harus saya lakukan
  • 17 Juni 2019 - (21:59 WIB)
    Selamat malam…
    Hp saya yang untuk pinjaman online itu sudah hilang..jadi saya tidak bisa mengakses mereka lagi..dan mereka sudah menyebarkan ancaman dan lainnya ke semua nomor kontak saya…apa saya bisa kena pasal apa gitu kalo hp tidak aktif? Benar2 meresahkan mereka ini dan saya sangat malu..mohon bantuannya..
  • 18 Juni 2019 - (03:11 WIB)
    Saya dari 8 Hari lalu sudah diancem debt collector pinjol.yg awal sampe katakan anj..bang..sampe ambil foto bayi saya Dan akan disebar bayi ini akan dijual.setiap Hari ditlp sampe ratusan Kali org2 pinjol Dan dipermalukan disebar data beserta foto.dikatain penggelapan uang.yg lebih parah kemarin sore chat dengan salah satu debt collector pinjol says masi tetap berkata baik.saya dikatain wanita jalang,maling jalang,lonte,pelacur dll.dia mengancam tiap Hari akan buat batin saya sakit Dan malu menutupi muka dengan kantong kresek.tolong Bantu saya karena iyaa mental says kena sekarang.sedangkan saya harus berusaha kuat Dan tidak stress untuk bayi saya.berpikir ingin akhiri hidup,tp bersyukur Ada ayah mertua yh selalu menguatkan Dan berkata utang km ga seberapa dibandingin diluaran Sana sampe 1 milliar bahkan lebih.ada bayi perempuan yg masih butuh km.sakit,malu,beban setiap Hari diteror wa,tlp,cacian.yg paling kasian semua kontak says,sepupu,sahabat ditlp teror yg Tak kenal waktu.bantu saya,Bantu kami untuk atasi semua pinjol/fintech yg bisa membuat kami down.mau lakukan apapun jd ketakutan.bisa masukan saya ke dalam groupkah.
  • 21 Juni 2019 - (15:09 WIB)
    Saya juga terjerat dalam masalah pinjol tolong masukan nmer wa saya juga 0857480726** biar bisa sharing permasalahan yang sama. Data pribadi saya udah disebar luaskan ke semua kontak saya.
  • 24 Juni 2019 - (14:26 WIB)
    Saya mau tanya apa ada yg pinjam di aplikasi brankasmu sekarang berubh jd digidompet. Pdhl wkt itu sudh mau dbyr, cm dr pihak aplikasi tidak sbr dn sudh menyebar data sya smpai sms kesemua kontak saya.akhirnya sya gak mau byar, karena sya anhgap sebar data = lunas, hr ini di ancam jk yidak mau byar, akun bank sya akan dibekukan, trs dibawa ke jalur hukum, ada yg bisa bantu jawab, apakah ini akan terjadi??? Ikut wa ya 085811330488

 Apa Komentar Anda?

Ada 160 komentar sampai saat ini..

Jerat Hukum bagi Pelaku Penyebaran Data Nasabah Pinjol

Kofin Partner 4 menit
160