Kategori: KeluhanSurat Pembaca

Collector Bank Mega Buat Saya Dipecat Perusahaan

Saya pada tahun 2013 mempunyai kartu Visa Gold Mega dengan no 4201 92** **** 3916 (nomor lengkap ada pada redaksi), bekerja di salah satu distributor aspal. Saya diperlakukan tidak manusiawi oleh kolektor Bank Mega sampai saya dipecat di tempat saya bekerja. Dari awal menagih sudah bicara dengan mengeluarkan kata-kata binatang dan menyumpahi orang tua saya? Alasan saya tidak mau membayar karena billing statement Bank Mega tidak pernah dikirim ke rumah saya, diemail pun tidak.

Wajar seorang nasabah ingin mengetahui laporan keuangan (rincian tagihan), karena ada satu transaksi yang tidak pernah saya lakukan, dan itu tidak dihapus sama Bank Mega. Saya tetap dipaksa membayar dan itu dari tahun 2013 sampai sekarang.

Saya sudah berkali-kali telepon ke call center minta billing statement saya tapi tidak digubris, sampai saya enggan membayar. Sampai sekarang saya tidak pernah terima billing statement dari Bank Mega, padahal saya tidak pernah pindah rumah. Kolektor pun tidak ada yang datang, baru nagihnya sekarang, kemana saja?

Karena saya sudah tidak respek lagi dengan gaya bicaranya di telepon. Saya tidak mau angkat telepon dari Bank Mega, dia menelepon saya dengan berbagai nomor kadang (mengaku) dari Bank Mandiri Tebet, Bank Mandiri Dewi Sartika, Akulaku, FIF Finance, padahal saya bukan nasabah Mandiri dan tidak ada tunggakan di FIF. Parahnya lagi menelepon kantor saya meneror seluruh anggota karyawan di perusahaan tempat saya bekerja sampai ke customer saya ditelepon. Benar-benar biadab collector ini, sampai akhirnya saya dipecat dan tidak punya penghasilan sekarang.

Mohon kasus ini segera diusut Bank Mega karena perlakuan dari collector-nya. Saya sudah buat pengaduan di Bank Mega baik email ataupun telepon. Saya minta billing statement tapi mereka bilang tidak ada datanya, bagaimana bisa orang suruh paksa bayar, billing statement saja tidak punya. Mohon direspon. Terima kasih.

Lusi Susanti
Tangerang Selatan, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Lusi Susanti

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Ibu Lusi Susanti di mediakonsumen.com (19/10), “Collector Bank Mega Buat Saya Dipecat Perusahaan“,...
Baca Selengkapnya

Lusy A.K

Komentar

  • Iya hati2 sy juga alami, itu pihak ke 3 bukan bank nya langsung. Di rekam saja trus laporkan ke OJK ( otoritas jasa keuangan ) tak seharusnya mrk memperlakukan konsumen spt itu. Semoga apa yg mereka lontarkan sebagai makian, hujatan, hinaan, itu akan benar2 terjadi/terwujud pada perusahaan dan rekanannya. Ibarat mrk mengatai anjing dan perkataan hewan lain nya semoga terjadi pada diri dan keluarganya. Aamiin.

    • Amin mba ? Semoga berbalik ke mereka semua , saya d putuskan rezeki saya oleh mereka, biar mereka tanggung dosanya , anak saya ada dua dan mereka sekolah. Benar2 Biadab collector Bank Mega, yang sering meneror saya mengaku namanya Berta Tarigan , besokkannya lagi jenny, trs laki laki, ntah siapa lah itu? Saya gak terima d perlakukan begini sampai saya dipecat

  • Belum ada saya sdh adukan ke kepolisian , OJK, dan bank Indonesia ? Skrg saya sdh d pecat bagaimana bisa bayar, billing statement sampai skrg tdk pernah terima

  • Bank mega memang luar biasa. Tidak ada hati nurani. Saya juga salah satu korban yg dimaki2 oleh debt collector bank mega krn saya emergency contact. Saya diminta melunaskan tagihan yg bukan milik saya. Bolak balik menelepon kekantor saya dengan ancaman bakal mempermalukan saya keatasan. Saya sdh menghubungi ke mega call, tp sia2 ga ada respon.. dengar2 juga sia2 melapor ke OJK tidak ada respon (terbukti dengan debt collector atau bahkan bank meganya yg masih tetap eksis) harapannya sih ada semacam komunitas utk tempat pengaduan yg bener2 bisa efektif. Jadi debt collector itu ga sesuka hatinya memaki2 orang lain, dan benar2 kapok.

  • iya saya pun mengalami hal serupa dan surat saya disini pun belum ditanggapani bank mega, saya sudah melapor ke ojk dan BI . DC yang mengaku bernama karin, niken atau siapa lah mungkin nama samaran melepon sampai ke bagian direksi perusahaan saya. padahal saya sudah membayar sebagian dari tunggakan saya tetapi tetap saja perlakuannya seperti itu.

  • Lapor saja ke bank Indonesia mba, mari beramai ramai kita lapor ke bank Indonesia, atas perilaku merugikan dari bank mega

Bagikan
Penulis
Lusy A.K
Tags: Bank MegaDebt CollectorKartu Kredit Bank MegaPenagihan

Artikel Terbaru

  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Kecewa dengan Pelayanan Bank CIMB Niaga yang Sangat Lambat

Kecewa dengan pelayanan CIMB NIAGA dalam proses pengembalian uang dalam masalah tarik ATM tidak keluar sangat lama membutuhkan waktu lebih…

9 jam yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Pembukaan Rekening Tahapan Xpresi BCA Tidak Mendapatkan Voucher Shopee

Saya melakukan pembukaan rekening baru tahapan Xpresi BCA pada tanggal 12 Juli 2019 melalui aplikasi M-BCA dan memasukan kode Shopee…

11 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan Bank UOB Indonesia atas Surat Bapak Suman Hadinoto

Dengan hormat, Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Bapak Suman Hadinoto yang dimuat dalam rubrik Surat Pembaca Mediakonsumen.com pada tanggal…

16 jam yang lalu
  • Tanggapan

Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdr. Nico Susanto

Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan MediaKonsumen.com…

16 jam yang lalu
  • Headline
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Hotel Reddoorz Near Tugu Naga Singkawang Penuh meski Pesanan Sudah Terkonfirmasi oleh Agoda

Saya melakukan booking hotel Reddoorz near Tugu Naga Singkawang via Agoda.com dengan nomor booking ID 384668385 terdiri dari 2 kamar…

1 hari yang lalu
  • Keluhan
  • Surat Pembaca

Saldo Bukadompet Dibekukan

Saya menuliskan keluhan di sini dengan harapan masalah yang saya hadapi bisa ditanggapi dengan serius dan tidak bertele-tele oleh pihak…

1 hari yang lalu