Debt Collector Menagih Hutang Debitur pada Emergency Contact

Nama saya Herly Manurung dan saya mau mengadukan jika saya merasa sangat terganggu dari pihak ketiga Bank Mega. Nama saya digunakan oleh saudara saya yang bernama Lolita sebagai saudara tidak satu rumah pada aplikasi kartu kreditnya.

Pada tanggal 10 November 2018 saya ditelepon dengan nomor telepon +81 380 726 0** pada pukul 11:44 dari seseorang dengan nama Yoanna dengan nomor hape oleh telepon Provider Telkomsel yang mengatasnamakan Bank Mega. Dia menanyakan tagihan kartu kredit yang dimiliki oleh pihak saudara saya, Lolita. Saya sebelumnya tidak tahu menahu mengenai nama saya yang dijadikan jaminan karena saya belum pernah dimintakan/ditelepon mengenai konfirmasi atas pengajuan kartu kredit Lolita tersebut.

Selanjutnya teleponnya makin intens sejak 26 November 2018 dengan nomor telepon +81 380 726 1** pada pukul 17:17. Saudara tersebut malah semakin berkata kasar dan meneror/mengancam akan datang ke tempat saya bekerja. Saya berkata bahwa tidak ada alasan yang dibenarkan oleh debt collector (DC) tersebut untuk menagihkan hutang Lolita kepada saya karena saya hanya contact emergency. Lagipula saya sempat infokan lewat komunikasi bahwa saya tidak pernah dimintakan konfirmasi kartu CC dan selanjutnya saya katakan bahwa jika pihak DC masih terus meneror saya, debt collector bisa saya perkarakan karena sudah mengganggu kenyamanan saya. Saya menanyakan debt collector bekerja di Bank Mega cabang mana untuk pastinya, namun pihak debt collector malah menantang saya balik untuk datang ke Bank Mega Kuningan untuk datang kesana membawa serta saudara saya. Saya bilang bahwa itu urusan pihak debt collector dan pihak collection lapangan yang berhak untuk menagih ke customer/ pemilik Kartu Kredit yang bersangkutan.

Selain itu, pada percakapan kira-kira awal bulan Desember 2018 pihak DC menelpon saya kembali. Saya juga tidak suka dengan bagian kalimat debt collector yang memfitnah saya dengan mengatakan bahwa saya ikut makan di restaurant dengan menggunakan kartu kredit yang menunggak tersebut. Pihak DC meneror serta mengancam saya dengan mengatakan bahwa DC akan melaporkan saya ke pihak gereja. Disini jelas-jelas dilakukan ancaman pencemaran nama baik terhadap saya. Jelas-jelas dia menyerang saya dengan teror.

Saya tahu bahwa sebenarnya ini salah dan saya mencoba untuk membantu namun pihak DC terlalu kelewat batas sebenarnya. Pada akhirnya saya ditelepon hari ini pada Minggu, 16 Desember 2018 dengan nama baru yaitu Yolanda dengan nomor telepon +81 380 726 1** pada pukul 10.17. Berdasarkan laporan dari pihak ketiga DC, Ibu Lolita sudah menunggak hutang sebanyak Rp80.000.000,- dan terakhir melakukan pembayaran pada Maret 2018. Saya memberitahu bahwa saudara saya tidak ada yang pernah bisa menghubungi Lolita dan nomor kontaknya terakhir sudah tidak aktif. Terakhir saya menanyakan saudara lain untuk menanyakan kontak Lolita dan terakhir hanya bisa dengan kontak Kakak kandungnya Lolita.

Ada beberapa nomor telepon yang saya catat beserta jamnya:

1) 10 November 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 11:44
2) 26 November 2018 dengan +81 380 726 1** pada pukul 17:17
3) 26 November 2018 dengan +81 388 570 7** pada pukul 11:20
4) 26 November 2018 dengan +81 380 726 1** pada pukul 17:17
5) 27 November 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 07:30
6) 27 November 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 08:45
7) 30 November 2018 dengan +81 388 570 7** pada pukul 09:12
8) 30 November 2018 dengan +81 380 726 1** pada pukul 09:13
9) 01 Desember 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 07:53
10) 03 Desember 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 14:33
11) 07 Desember 2018 dengan +81 388 570 7** pada pukul 11:13
12) 07 Desember 2018 dengan +81 380 726 1** pada pukul 11:13
13) 07 Desember 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 11:22
14) 08 Desember 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 13:42
15) 09 Desember 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 15:46
16) 10 Desember 2018 dengan +81 388 580 7** pada pukul 11:43
17) 11 Desember 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 10:45
18) 11 Desember 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 10:47
19) 12 Desember 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 11:09
20) 14 Desember 2018 dengan +81 380 726 0** pada pukul 09:04
21) 16 Desember 2018 dengan +81 380 726 1** pada pukul 10:17
22) 15 Desember 2018 dengan +81 388 570 7** pada pukul 11:32
23) 16 Desember 2018 dengan +81 380 726 1** pada pukul 10.17.

Saya sudah tidak sanggup untuk memblokir satu persatu nomor tersebut karena pihak DC ternyata tidak bisa diajak berbicara dengan baik-baik dan terus menerus mengancam dan meneror saya selama jam kerja dan bahkan pada saat diluar jam kerja serta pada hari Sabtu dan Minggu (dengan nomor telepon yang berbeda). Selain itu juga masih banyak nomor DC yang saya list karena nomor-nomor ini tidak terjawab oleh saya :

1) +81 380 726 1**
2) +81 380 726 1**
3) +81 380 726 1**
4) +81 380 726 1**
5) +81 380 726 1**
6) +81 380 726 1**
7) +81 380 726 1**
8) +81 380 726 1**
9) +81 380 726 1**
10) +81 380 726 0**
11) +81 380 726 0**
12) +81 380 726 0**
13) +81 380 726 1**
14) +81 380 726 0**
15) +81 380 726 1**
16) +81 380 726 1**
17) +81 380 726 1**
18) +81 380 726 2**

* Semua nomor lengkap ada pada redaksi, – red.

Yang saya komplain adalah pihak DC adalah tidak adakah prosedur yang benar saat menagih oleh pihak debt collector dan apakah mereka sudah lulus training semua sehingga akhirnya mereka malah menagih hutang debitur ke pihak emergency contact hingga tahap meneror? Mereka meneror dengan cara menggunakan nomor telepon dan nama yang berubah-ubah.

Kejadian ini sangat mengganggu saya karena mengganggu kenyamanan saya di tempat kerja dan bahkan saya trauma untuk mengangkat telepon dari nomor asing. Saya lelah menghadapi telepon dari DC Bank Mega tersebut karena sudah membuat saya emosional saya tertekan.

Herly Manurung
Jakarta Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Debt Collector Menagih Hutang Debitur pada Emergency Contact

oleh Herly Manurung dibaca dalam: 3 menit
0