Apakah PT Telkom Sudah Tidak Membutuhkan Pelanggan Baru?

Yth. Pimpinan Perusahaan PT. TELKOM,

Pada tanggal 28 November 2019 saya kembali daftar untuk pemasangan IndiHome, dengan nomor pendaftaran via CS psb147242628738. Ini ketiga kalinya saya daftar IndiHome sejak kurang lebih satu tahun yang lalu.

Keesokan harinya, hari Jumat tanggal 29 November 2019, ada teknisi dari Telkom datang survey ke rumah dan dia memberitahukan kalau ODP-nya penuh. Pertanyaan saya apakah kalau terminal ODP sudah penuh tidak bisa di-upgrade?

Apakah Telkom tidak membutuhkan pelanggan baru, hanya karena ODP yang tidak di-upgrade?

Terima kasih.

Tri Sukendar
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Telkom IndiHome:
Tanggapan PT Telkom untuk Bapak Tri Sukendar

Kepada Yth Redaksi mediakonsumen.com, Terimakasih kepada mediakonsumen.com yang telah menayangkan surat keluhan pembaca Bapak Tri Sukendar pada tanggal 01 Desember...
Baca Selengkapnya

Loading...

6 komentar untuk “Apakah PT Telkom Sudah Tidak Membutuhkan Pelanggan Baru?

  • 1 Desember 2019 - (12:40 WIB)
    Sepertinya begitu pak, mending cari yg lain, kalo di Jakarta sih banyak pilihan. 😀
  • 1 Desember 2019 - (21:48 WIB)
    Hallo sobat indihome kalo boleh tau posisi jakartanya, jakarta mana yaa? perkenalkan saya teknisi telkom akses sebenarnya ini ada solusinya dari pihak telkom dengan cara menggunakan BOT ONT DISCOVER, bot discover ini adalah alat atau media yang akan mengetahui isi ODP tersebut apakalah ada yang sudah tidak berlangganan atau tidak aktif atau dngan sebagainya yang di lalukan teknisi telkom akses, mungkin di kasus ini kurangnya wawasan ilmu teknisi kita, saya minta maaf dari pihak telkom akses telah mengecewakan pelanggan karna teknisi telkom sepertinya belum mendapatkan ilmu tersebut mungkin kedapannya akan lebih baik dan di perbaiki terimakasi.
  • 2 Desember 2019 - (08:11 WIB)
    Sama dgn sy.
    Pada tgl 25 november 2019 sy tlp marketing. Menurut beliau, di tempat sy tinggal sdh tercover. Namun beliau mengatakan akan survey ke lokasi utk lbh pasti. Ke’esokan harinya (26 November 2019) datanglah marketingnya ke rmh sy. Beliau memgatakan sdh ada jaringan, bahkan ditunjukkan ke saya titik2 lokasi yg tersedia. Langsung saat itu jg sy mendaftarkan diri. Siangnya, sy dpt tlp dari telkom dgn nmr 1500620 utk dijadwalkan instalasinya. Bbrp menit setelahnya, ada tlp yg mengaku Tekhnisi Telkom konfirmasi ke sy dan akan menerjunkan orangnya utk cek lokasi & instalasi. Tidak sampai 1 jam, datanglah 2 orang petugas lapangan ke rmh sy dan beliau mengatakan bahwa jaringam yg tersedia lumayan jauh dari rumah saya.
    INI SUDAH YANG KE TIGA KALINYA SEPERTI INI…!
    Pertanyaan saya, kenapa antara Sales / Marketing dgn Orang lapangan SELALU TIDAK SINKRON……???
    Sekedar info, alamat rmh sy di Komp. Panorama Citayam. Posisi rumah sy persis di belakang kantor pasaran (saling berdempetan tembok belakang). Artinya, rmh saya TIDAK JAUH DARI GERBANG PERUMAHAN. Dan di depan perumahan ada Sekolah YBD / SMP Binadidaktika yg sdh ada akses telpon nya.
  • 2 Desember 2019 - (08:34 WIB)
    Hmmm, serius mau pakai indihome? Pengalaman saya, indihome suka masukin addon tanpa tanya k kita terlebih dahulu, tiba2 saja ada tambahan addon baru! Jadi hati2, sering2 cek tagihan anda, siapa tahu ada addon siluman!
  • 2 Desember 2019 - (12:53 WIB)
    Mungkin karena Indihome sudah terlalu sukses sampai punya perusahaan server iot dan lain lain serta dukungan dari negara jadinya mereka semena mena. Sama pelanggan nya yang sudah daftar aja suka naikin tarik sesuka mereka.
  • 2 Desember 2019 - (15:48 WIB)
    Keluhan saya tentang rumitnya pasang indihome. Sudah di upload di media konsumen,, sekarang malah banyak yang meneror no wa saya,,, recruitmen karyawan pt telkom perlu di evaluasi lagi,,,

 Apa Komentar Anda mengenai Telkom IndiHome?

Ada 6 komentar sampai saat ini..

Apakah PT Telkom Sudah Tidak Membutuhkan Pelanggan Baru?

oleh Tri Sukendar dibaca dalam: <1 min
6