Nama dan NIK Saya Digunakan Orang Lain untuk Meminjam di Traveloka PayLater

Tanggal 5 Januari 2020 pengajuan kredit saya ke salah satu bank ditolak dengan alasan BI Checking (SLIK OJK) ada riwayat kredit kol 3 di Sinarmas. Saya merasa tidak pernah mempunyai pinjaman di Bank Sinarmas. Setelah saya datang ke OJK, saya dikasih SLIK dan ternyata benar ada kredit atas sama saya. Lalu saya cek di Bank Sinarmas minta dicetak riwayat kreditnya mulai bulan April sampai September 2019 dan ternyata ada tunggakan.

Setelah dicek ternyata produk dari Danamas Traveloka. Dari keterangan Danamas tidak bisa menunjukkan data peminjam. Saya kembali ke OJK, ternyata ada oknum yang menggunakan nama dan NIK saya untuk meminjam di Traveloka sebesar 5 juta rupiah lebih, dengan angsuran selama 6 bulan dan banyak tunggakan. Kenapa bisa data saya disalahgunakan oknum tidak bertanggungjawab?

Saya sangat kecewa dengan Traveloka dan sangat merasa dirugikan. Karena saya pribadi punya akun Traveloka dan terakhir pesan tanggal 13 November 2018. Akan tetapi terjadi double akun atas nama saya. Kedua, sebagai syarat pinjaman harusnya Traveloka harus lebih jeli dalam menyetujui data-data peminjam, yang ternyata tempat lahir beda dengan saya, pekerjaan, tempat kerja, kode pos. Akan tetapi kenapa gampang sekali diloloskan pinjamannya? Saya takut oknum tersebut akan pinjam lagi menggunakan data saya.

Saya sudah konfirmasi ke Traveloka via telepon dan email, tetapi jawabanya hanya menunggu dan menunggu dan akan dibersihkan SLIK-nya. Yang saya minta pertanggungjawaban dari Traveloka karena nama saya sudah tercoreng akibat keteledoran dan ketidaktelitian Traveloka. Saya sangat rugi.

Terima kasih.

Mohamad Bregas Ismulah
Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai PayLater Traveloka:
[Total:14    Rata-Rata: 1.9/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

9 komentar untuk “Nama dan NIK Saya Digunakan Orang Lain untuk Meminjam di Traveloka PayLater

  • 15 Januari 2020 - (09:41 WIB)
    Permalink

    Wuih lagi2 masalah PayLater! Kemarin Gojek, sekarang Traveloka. Masalahnya hampir sama, mudahnya menggunakan data milik orang lain untuk mengajukan pinjaman. 😈

    Halo OJK, apa kabar? Mau nunggu korban terus berjatuhan? Harusnya Bank Indonesia turut mengatur dan mengawasi masalah PayLater ini, karena pada prakteknya ini sudah merupakan alat pembayaran transaksi sebagaimana kartu kredit.

    • 15 Januari 2020 - (09:47 WIB)
      Permalink

      Saya sudah ke OJK akan tetapi OJK menyarankan untuk pengaduan Ke AFPI. Setelah saya cek di AFPI tidak ada produk traveloka di AFPI. Sdh saya ajukan aduan tapi belum ada tanggapan sampai sekarang. Saya heran sebenarnya yang menaungi masalah Traveloka itu siapa ? Pengaduan Kemana? Saya juga sdh coba membuat pengaduan ke YLKI masih menunggu tanggapan. Mohon pencerahannya.

      • 15 Januari 2020 - (09:56 WIB)
        Permalink

        Gak bisa berharap banyak sama OJK. Udah berkali2 pengawasannya kebobolan terus. Mulai dari asuransi seperti Jiwasraya, Bumiputera, Asabri, kemudian masalah fintech2 ilegal dari negeri Cina yg sampai sekarang masih terus menjamur. Nah PayLater ini jg punya potensi masalah besar kalo gak diawasi secara ketat dari skrg. Karena skrg e-commerce pada berlomba bikin PayLater masing2. ☹️

  • 15 Januari 2020 - (10:04 WIB)
    Permalink

    Saya berharap pihak dari traveloka membaca keluhan saya ini. Dan mau bertanggungjawab. Jangan hanya mementingkan income dari hasil memberikan pinjaman tanpa memperhatikan pengajuan pinjaman yang data data pendukungnya tidak valid. Sangat kecewa sekali.

  • 15 Januari 2020 - (10:09 WIB)
    Permalink

    Online travel agent tersebut di atas (& produknya juga) sudah “terkenal gampang/rawan bocor” di MK ini sejak paling tidak setahun yang lalu. Bisa dibayangkan kira2 berapa banyak korbannya yang gak kenal/tahu MK sehingga akhirnya yah nyerah & diam2 saja.

    Kadang perusahan ybs memberikan respon di sini.
    Tapi yang jelas, ada permasalahan yang SUDAH BERUMUR TAHUNAN, masih saja terus terjadi, mau perusahaan ybs, mau “yang katanya badan pengawas,” kalau saya bilang yah sama aja: no action talk only.

    Keamanan konsumen ataupun calon konsumen ataupun rakyat biasa yang bukan konsumen, semuanya nomor sekian, kalah prioritas dibandingkan upaya perusahaan untuk menarik sebanyak mungkin “konsumen” untuk memakai segala produknya (“konsumen” di sini termasuk juga “para tuti”) sehingga memaksimalkan profit/cuan di perusahaan.
    Sedangkan “yang katanya badan pengawas,” kalau bukan kasus viral & high profile, pasti juga duduk diam tenang2 yang penting setiap bulan terima transferan gaji & tunjangan. Mana tahu kalau perusahaan2 juga ngasih bonus?

    • 15 Januari 2020 - (10:15 WIB)
      Permalink

      Saya hanya bingung mau mengadu kemana. Dimanapun tdk ada tanggapan. Bahkan saya sdh membuat laporan ke Polda pun di tolak karena katanya bukan unsur pidana. Tetapi saya akan berusaha sebisa mungkin supaya pihak Traveloka memperhatikan dan bertanggungjawab atas kasus saya ini.

  • 15 Januari 2020 - (16:51 WIB)
    Permalink

    Pernah membaca di twitter ada mantan pegawai trav**** yang bertugas untuk verifikasi paylater katanya fto KYC(verifikasi selfie ktp) diedit pun diloloskan dalampaylater karena kejar target.

 Apa Komentar Anda mengenai PayLater Traveloka?

Ada 9 komentar sampai saat ini..

Nama dan NIK Saya Digunakan Orang Lain untuk Meminjam di Traveloka Pay…

oleh Bregas Bunda dibaca dalam: 1 min
9