Saya Merasa Dibodohi Financial Advisor dengan Dana “Tabungan Investasi“ AXA Mandiri selama 7 Tahun

Saya bernama Yovi Marice pemilik buku AXA Mandiri dengan No 513-931 **** sejak bulan Mei tahun 2013.

Tanggal 8 April 2020 saya ingin melakukan penutupan polis di usia 6 tahun 11 bulan usia keikutsertaan saya di Axa Mandiri (Mei 2020), dikarenakan saya dirumahkan oleh perusahaan karena terdampak Pandemic COVID-19.

Saat saya sampai ke Bank Mandiri yaitu Bank Mandiri Jodoh Jl Raya Ali Haji, Batam, saya minta dibantu print kan saldo yang ada di tabungan AXA saya dan betapa kaget dan sedihnya saya ketika FA Atas nama *UT* S*YAT* memberikan kertas print saldo saya hanya Rp. 12.993.000 dari total setor Rp38. 621.005 per April 2020.

Saat dulu saya datang ke Bank Mandiri th 2013 pada bulan Mei, bermaksud untuk buka tabungan jangka panjang yang ringan dan terjangkau kemudian diarahkan oleh teller ke meja lain yaitu Financial Advisor bernama  Y*ni Kh*i*an* *k*al dengan no hp: 082174017***. Singkat cerita, dari kertas yang dia tunjukkan ke saya dia memberikan informasi yang Bank Mandiri tawarkan adalah tabungan investasi yang diendapkan selama 10 tahun

Ada perhitungannya tahun ke berapa saya dapat menarik saldo untuk mendapatkan keuntungan atau pun saya balik modal sesuai jumlah uang yang saya setor. FA menjelaskan akan full dikembalikan 100% pada tahun ke 6 dan mulai mendapatkan keuntungan di tahun ke 7 dan seterusnya tanpa memberikan penjelasan kemungkinan kerugian. Hanya balik modal setor di tahun ke-6.

Dan jadi pertanyaan dan sedang saya selidiki, saya hanya merasa menandatangani 1 ilustrasi kertas saja di tanggal 16 Mei 2013 tapi di tanggal 17 Mei ada 1 bendel kertas-kertas lagi yang ada tanda tangan saya (1 bendel kertas-kertas itu ada pendebitan dan permintaan asuransi jiwa) dan hal itu ada di dalam polis yang saya terima 1 bulan kemudian. Dan tidak pernah saya baca kembali sejak saya terima buku tersebut secara detail karena saya SUDAH SANGAT PERCAYA KEPADA FA dan nama besar Bank Mandiri.

Tanggal 8 April 2020 saya buat surat keluhan, tanggal 9 April 2020 saya dihubungi via telepon oleh team AXA menyatakan bahwa klaim kami ditolak dengan pernyataan ” Nilai saldo saya sesuai ilustrasi” dan saya tidak pernah paham ilustrasi yang mana yang dia sebutkan. Ilustrasi yang saya terima hanya dari FA *un* Kh*iran*

Saya sudah sangat kecewa dengan Axa Mandiri yang sejak awal tidak pernah transparan menjelaskan ke nasabah, hanya keuntungan saja dijelaskan tanpa menjelaskan resiko, dan potongan potongan. Mana mungkin saya mau untuk menabung kalau di AXA apabila dijelaskan akan menerima kerugian dan saya tegaskan kembali tidak pernah tahu kalau saya dimasukkan ke asuransi jiwa karena di tanggal 16 saya hanya menandatangani 1 lembar kertas berisi ilustrasi keuntungan sesudah 0-10 tahun.

Saya nasabah ingin dana yang sudah diambil Axa Mandiri dikembalikan full 100% sesuai keterangan dan tulisan tangan FA Y*N* K*A*RAN* AK**L .karena berdasar dari pejelasan yang tidak transparan FA Axa Mandiri, juga menuntut pada Bank Mandiri agar ikut bertanggung jawab karena punya andil dalam menyesatkan nasabah.

Demikian kami sampaikan kronologisnya. Atas kejadian ini saya sagat kecewa dan merasa sangat dirugikan oleh pihak AXA Mandiri

Dengan ini saya mohon bantuan Bapak Presiden Joko Widodo, Otoritas Jasa Keuangan, Badan perlindungan Konsumen Nasional, untuk mengimplentasikan Undang Undang No. 40 Tahun 2014  tentang  Perasuransian sbb:

Pasal 75
Setiap Orang yang dengan sengaja tidak memberikan informasi atau memberikan informasi yang tidak benar, palsu, dan/atau menyesatkan kepada Pemegang Polis, Tertanggung, atau Peserta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 31 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan pidana denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

Yovi Marice
Batam, Kepulauan Riau

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai AXA Mandiri:
[Total:540    Rata-Rata: 2.8/5]
Tanggapan PT AXA Mandiri Financial Services (“AXA Mandiri”) atas Surat Ibu Yovi Marice

Dengan hormat, Sehubungan dengan dimuatnya Surat Pembaca yang disampaikan oleh Ibu Yovi Marice pada tanggal 11 April 2020, berjudul “Saya...
Baca Selengkapnya

Loading...

58 komentar untuk “Saya Merasa Dibodohi Financial Advisor dengan Dana “Tabungan Investasi“ AXA Mandiri selama 7 Tahun

  • 11 April 2020 - (21:05 WIB)
    Permalink

    sama mas saya jg kena zonk,harusnya saya hitung udah 42jt di dalam itu hanya modal doang,saya chek katanya selama ini saham yang tempat inves gak profit,aq tanya lagi terus yang saham trek rekotnya naik provit,dikasi terus aq lihat perusahab yang di kasi sama aja cuman beda2 posisi mis yang pertama pgn yang pertama jdnya dia yang terahir,jdnya daya tarik dana nya meski separoh gak balik biar sudah gak apa

    • 12 April 2020 - (05:59 WIB)
      Permalink

      sama dengan saya….saya punya 2 polis..KERUGIAN saya di 2 POLIS itu sekitar 60 jutaan, per Maret 2020 kmrn sdh saya tutup semua polis saya, CUMA BISA PASRAH dan BERUSAHA IKHLAS…
      Sudah banyak mendengarkan KELUHAN dr Nasabah AXA, harusnya ada tindakan dari YLKI ya

      • 12 April 2020 - (17:29 WIB)
        Permalink

        waah, ini juga saya alami , saya ikut axa mandiri sdh berjalan 2 tahun 5 bulan dgn ..kontribusi 25juta/tahun
        tahun 1 saya terus pantau saldo , sudah mulai berkurang skitar 20 juta, bgrtu saya masukin lg 25juta utk tahun ke 2 , trus lg dgn total 39juta yaitu dbulan februari 20,bulan april ini saya cek lg, sdh menjadi 29 juta apalagi pandemi corona. saya buka lg polisnya ternyata alokasi aset itu lebih besar ke saham, saya mau tutup saja, terlalu byk kerugian, saya tdk akn lanjut lg, dan akan menarik dana saya ktika jika sdh penambahan atau keadaan normal, walaupun sdh mengalami kerugian.

        • 14 April 2020 - (21:37 WIB)
          Permalink

          gimana cara kita melihat saldo AXA Mandiri itu mbak ?
          karna selama 3 tahun saya bergabung dengan pertahunnya 25 jt, saya belum pernah melihat saldo AXA mandiri saya

      • 12 April 2020 - (22:36 WIB)
        Permalink

        Sama, saya juga kena. Sudah 6 tahun yang lalu saya tutup. Karena ngerasa ada yg g beres. Bilangnya dana anda diinvestasikan pada saham perusahaan bonafide, seperti, astra. Lha kok tiap tahun nilainya turun. Bukannya bertambah biarpun sedikit. Pas nutup juga kena lagi apa gitu senilai iuran setahun lebih. Mau untung malah buntung. Y sudah lah, males ribut, masih banyak urusan penting yang lain. Pelajaran yg bisa dipetik: jangan mudah terbuai janji manis marketing ketika menawarkan, ketika komplain hanya dijawab, saya hanya marketing, silahkan menghubungi bla bla bla.
        Dan itu gaji pegawai, bonus direksi, asalnya darimana coba kira-kira kalau nasabahnya duitnya kegerus terus bukannya bertambah. Jangan-jangan dari…
        Sudahlah, ga akan tertarik lagi dengan produk AXA Mandiri

    • 12 April 2020 - (10:57 WIB)
      Permalink

      Pastinya sejak awal FA sudah memberikan ilustrasi bodong tanpa penjelasan ttg kerugian atau saham atau apapun itu tak pernah dijelaskan, tgl 16 saya hanya tanda tangan ilustrasi dan di buat fokus dengan ilustrasi tersebut, baru sesudah 1 bulan buku datang ada ttd ttg asuransi jiwa , dan hal tersebut baru saya sadari sesudah saya baca perlembar saat akan menarik dana tgl 8 april 2020, buku tidak pernah saya baca detail karna begitu percaya dengan FA, 7 th tanpa complain dan merasa tenang dana di simpan di axa mandiri.

      • 12 April 2020 - (19:38 WIB)
        Permalink

        Mandiri itu setau saya hanya partner tetapi semua kebijakan ada di AXA Financialnya .Jangankan FA di Axa Mandiri , FA di AXA Financialnya saja tidak beres.Masa saya mau jadi calon nasabahnya dibilang penipu saat saya minta Axa Financial mengakomodir pertemuan saya dan FA mereka , mereka tidak bisa lakuin apa2.Punisment ke Agent mereka juga tidak. Saran Saya BERPIKIR ULANG JIKA MAU MENEMPATKAN DANA ANDA DI AXA FINANCIAL ATAUPUN AXA MANDIRI.Saya sudah relakan dana investasi saya 1thn lebih dan langsung saya buka rekening baru.Hati2 terutama yg PAYROLLnya memakai MANDIRI krn bisa2 Salary anda akan terpotong terus setiap bulan tanpa anda sadari

        • 12 April 2020 - (22:35 WIB)
          Permalink

          Sama, saya juga kena. Sudah 6 tahun yang lalu saya tutup. Karena ngerasa ada yg g beres. Bilangnya dana anda diinvestasikan pada saham perusahaan bonafide, seperti, astra. Lha kok tiap tahun nilainya turun. Bukannya bertambah biarpun sedikit. Pas nutup juga kena lagi apa gitu senilai iuran setahun lebih. Mau untung malah buntung. Y sudah lah, males ribut, masih banyak urusan penting yang lain. Pelajaran yg bisa dipetik: jangan mudah terbuai janji manis marketing ketika menawarkan, ketika komplain hanya dijawab, saya hanya marketing, silahkan menghubungi bla bla bla.
          Dan itu gaji pegawai, bonus direksi, asalnya darimana coba kira-kira kalau nasabahnya duitnya kegerus terus bukannya bertambah. Jangan-jangan dari…
          Sudahlah, ga akan tertarik lagi dengan produk AXA Mandiri

    • 12 April 2020 - (11:21 WIB)
      Permalink

      menurut saya, itu mmg produk unit link. Investasi dan asuransi jiwa. Kl diambil sblm jatuh tempo biasanya rugi. Saya juga pernah ditawari pas ke Bank Mandiri. Di tahun I dipotong 70% dr setoran/bulan selama 10 bulan utk asuransi jiwanya. Padahal yg ngotot nawarin itu CS Mandiri bukan FAnya. Saya katakan aj, bhw Jiwasraya gagal bayar utk klaim nasabah, tp tetap aj CS mengatakan kl Bank Mandiri bank besar tdk mungkin gagal bayar. Dan saya katakan ke mbaknya, kl saya sdh invest di SBN, p2p lending, reksadana PU-PT-S, akhirnya mbaknya bilang terima kasih 😀

      • 12 April 2020 - (12:23 WIB)
        Permalink

        Tapi ini di ambil saat jatuh tempo pun tetap rugi pak.. karna mreka mmng niatnya menipu.. g ada crita naik .. atau dpt keuntungan.. yang ada rugi dan jika di lanjut ttp smkin rugi

    • 13 April 2020 - (20:52 WIB)
      Permalink

      Sy jga klo ingat cara nipunya para axa mandiri..kaya mau habis nafasku..saking emosi dan marahnya ! Bayangkan harapan investasi pada prinsipnya menguntungkan nah di axa investasinya dah paSTI RUGI,BUNTUNG,FAN DARAH TINGGI EMOSIAN…
      dan sy sampai dunia aherat tdk pernah sy mau iklas dgn duit sy yg ditipu sekaluan rampok…sampai2 sy keluar tutup tabunhsn pindah ke bank lain…..semoga ojk memdengarkan keluhan nasabah…..

  • 12 April 2020 - (01:19 WIB)
    Permalink

    Agak mencurigakan, seandainya si axa taruh di saham y kredibel, sprtinya g mgkin bisa saldo tinggal 1/3, saran sy sih jika si axa investnya d saham, bukan pasar uang, jgn tarik sekarang, krn ihsg lgi jatuh bgt, tunggu sekitar 1-2 tahun, ihsg drop dari pernah 6500 an sekarang 4500an.

    • 12 April 2020 - (04:50 WIB)
      Permalink

      Sama dengan apa yg saya alami juga ini Pak. Diawal team dari axa tidak pernah menjelaskan secara jelas tetang isi dari axa yg sebenarnya. Sebagai orang awam saya pun tertarik karena penawaran yg diberikan, mereka tidak pernah mejelaskan tentang investasi yang ada didalam axa bahkan apa yang terjadi nantinya kedepan. Mereka bilang ditahun ke5 axa bapak baru maksimal dan dana yg ada jika bapak ingin mengambilnya sebaoknya ditahun ke6. Ternyata setelah saya ke bank ditahun ke6 persis sekali dengan kejadian yg bapak alami total yg telah di setor tidak sesuai dengan aktual saldo. Alasan mereka saat ini bapak blablabla… kalau bapak mau nanti cairkan tunggu harga saham bagus…itu pun angkanya tidak maksimal. Saya berfikir hanya saya saja yg tertipu, ternyata banyak sekali orang yg tertipu dengan cara axa ini memperdaya nasabahnya agar tertarik ikut program ini. Parah sekali cara orang2 ini memperdaya orang awam.
      Tolong tindak lanjutnya sesuai dengan uu yg ada.

    • 12 April 2020 - (05:40 WIB)
      Permalink

      Itulah unit link.
      Kalo ditawari asuransi sebelum FA maupun telemarketing nyerocos tanyakan ini unit link atau asuransi murni. Kalo unit link katakan TIDAK untuk Tabungan Investasi.
      Saya pastikan Rugi berapapun jangka waktunya.

      • 24 April 2020 - (01:33 WIB)
        Permalink

        unit link itu apa maksud nya??? setoran wajib yang tiap bulan disumbangin ke orang2 axa gitu?? kami niat baik ngumpulin jerih payah bertahun2 demi ngasih makan orang axa gitu???enak kali

    • 12 April 2020 - (12:30 WIB)
      Permalink

      G ada yng naik pak .. mau di tarik skrng atau pun tunggu ekonomi stabil.. tetp akan rugi.. karna mreka mmng niat nya mgerampok secara halus

      • 13 April 2020 - (20:59 WIB)
        Permalink

        Sepakat..sy malah curiga yg kasih tau di perpanjang lagi itu curiga temanya mandiri agar masih ada yg mau di rampok maaf krn terlanjur emosian…jdi jawabannya hanya 1 Tutup segera mungkin . Walau dptnya seribuh rupiah…dan jgan pernah iklaskan uang anda boar yg rampok uang kita
        Nasabah mandiri umumnya…kuburnya kelak akan di penuhi belatung….titik…sorry skali lagi sorry….

    • 13 April 2020 - (04:38 WIB)
      Permalink

      Pemerintah yg mempunyai tugas awasi asuransi yg bermasalah,kok dibiarkan kaya gini, bawa saja di peradilan Asuransi.

  • 12 April 2020 - (03:43 WIB)
    Permalink

    Saya juga pernah mengalami hal yg sama, saya juga tertipu, sekitar tahun 2014, makanya setelah saya tshu, saya langsung tutup, saya menerima email dari pihak axa, tapi tdk sesuai dengan nominal yg sudah saya setorkan, makanya begitu saya tahu langsung saya tutup polisnya, saya niatnya investasi, eh tau nya ikut asuransi. Saya di pangkep Sulsel

  • 12 April 2020 - (03:45 WIB)
    Permalink

    Saya tdk tahu siapa yg salah dan siapa yg benar, yg jelas saya merasa tertipu, sejak itu saya tdk mau lagi ke bank mandiri, karena saya metasa betul betul tertipu.

  • 12 April 2020 - (04:17 WIB)
    Permalink

    Hemat saya hal ini tidak bisa disalahkan kepada Account Officer karena penyelenggara adalah instansi, AO hanya menjalankan sesuai instruksi kerja
    Setuju dengan saudara Hari, jika uang diinvestasikan dalam bentuk saham dan dengan kondisi pasar saham seperti sekarang jelas akan rugi
    Menjadi umum saat kita berharap untung dengan program seperti ini, diawal semua tergiur dengan bahasa “jika” setelah sekian tahun tanpa mempertimbangkan perjalanan selama periode tersebut, naik turunnya nilai saham yg diluar kontrol dan kendali kita
    So pelajarannya, asuransi kesehatan ya asuransi saja, investasi lebih baik yg dapat kita kontrol atau mudah nya menabung

  • 12 April 2020 - (05:33 WIB)
    Permalink

    Sy pernah punya akun d ada, dari invest tabungan bulanan, invest skali setor modal, yg lain lupa. Semua sy close sblm jth tempo krena perhitungannya kurang memuaskan tp yg penting balik modal. Trus terang hanya krena knal baik jg sbg teman & percaya.
    Nasabah slalu diiming2i keuntungan tanpa menjelaskan resiko rugi & kbanyakan nasabah mudah percaya & beritikad baik.
    Memang ada temen yg untung besar dg setor modal skali taruh, setor 15jt gk sampe 10th sdh berubah jd +/-80jt, mungkin situasi ekonomi negara turut berpengaruh (lg nasib mujur).
    Memang klo tdk punya ilmu ekonomi, pasar modal, forex, terjun k investasi perbankan/asuransi adalah adu nasib.

  • 12 April 2020 - (06:32 WIB)
    Permalink

    pihak FA seperti ya tidak menjelaskan bahwa produk yg dijual adalah produk unit link dan bukan produk tabungan biasa.
    produk unit link bukan produk dari bank, kalo mau dari produk bank ada produk yg namanya tabungan mandiri rencana yang murni tanpa disisipi produk asuransi.

    • 12 April 2020 - (11:45 WIB)
      Permalink

      FA memanfaatkan ketidaktahuan nasabah tentang yang anda jelaskan, 7 th lalu saya hanya seorang kakak yang ingin menabung uang untuk masa depan adik saya yg sudah yatim piatu sejak umur 7 th untuk biaya kuliah diarahkan teller ke AXA mandiri lebih untung, ternyata saya di PHK krn covid-19. Mungkin klo tidak ada penarikan dana yg akan saya lakukan per tgl 8 maret 2020 sampe 10 th batasnya pun saya tdk pernah menyadari ketidaktahuan saya.

  • 12 April 2020 - (07:26 WIB)
    Permalink

    Memang betul mas, sama dgn saya juga ketika saya minta klaim polis saya, dan saya minta semua uang di potong oleh axa mandiri saya minta di kembalikan akan tetapi tidak diindahkan oleh axa mandiri, dan penjelasan mereka tidak mendetail, sbb saya hanya dihubungi lewat hp. Dan saya sangat kecewa dengan axa mandiri.

  • 12 April 2020 - (08:04 WIB)
    Permalink

    Jgn percaya sm org marketing yg nawarin produk beli saja sesuai kebutuhan dan jgn rasa sungkan untuk nolak dan mengakhiri pembicaraan, mereka it jago bgt merayu dan jago mengintimidasi, udh berapa kali ketipu sm org marketing ,udh biasa sebagai pembuka mereka akan menawarkan hal2 yg manis psikologi org akan tertarik, kemudian membandingkan produknya dengan orang lain yg diklaim lbh baik, selanjutnya pasti bilang si A udh pakai ini untung segini, dr penmpilan hg meyakinkan putih cakep, pengalaman ini didapatkan setelah berkali2 ketipu bhkan ipar saya yg dulu omongannya manis skrg balik mengintimidasi saya (org marketing jg)

  • 12 April 2020 - (09:06 WIB)
    Permalink

    Saran saya, belajar investasi di saham sendiri atau jika kurang minat, beli reksadana aja. Tidak sulit kok. Semua asuransi ujung2 nya diinvestasikan ke saham.
    Kalau asuransi khusus beli buat asuransi, jangan beli asuransi bersamaan dengan investasi, ini kurang maksimal nama nya asuransi pasti mayoritas uang kita dipake asuransi nya.

    Sebenarnya belajar saham spt yg digaungkan pemerintah kita “Yuk Nabung Saham” tidak sulit, belajar dasar aja sudah bisa memaksimalkan investasi kita drpd mengharapkan dpt untung di investasi asuransi.

    Beli aja saham BCA, BRI atau Telkom. Pasti nya tiap tahun akan naik min 10%. kalau 7 thn tidak diambil ambil bisa berapa plus dapat dividen pula dan compounding interest (bunga berbunga tiap tahun).

    Jika minat belajar investasi, kita ada komunitas siap mengarkan secara gratis.
    Kami mengajarkan dari awal sampe anda bisa berinvestasi secara mandiri tanpa tergantung dengan pihak lain.
    Dana kan dana sendirikan, buat apa kasih ke pihak lain yang belum jelas mereka investasikan dana kita ke saham apa.

  • 12 April 2020 - (10:15 WIB)
    Permalink

    Asuransi di Indonesia apapun jenis cuma buat nipu2 orang, istri saya pernah ikut investasi Asuransi AIA, Uang jerih payah kami kumpulkan Begitu Kami Claim Rugi 10 Jt ga ada untung2 deh Rugi malah

  • 12 April 2020 - (12:09 WIB)
    Permalink

    Sungguh jahat axamamdiri.. yang dengan sengaja memberi informasi yang kesan nya di tutup pi.. padhal saya sangt bangga tadinya punya asuransi untuk pendidikn anak saya .. dan ternyata yang say trima pahit setelah tau axamandiru pembohong.. tidak ada keuntungan yang ada hnya .. kerugian.. permainan orng orang yang tak punya hati.. mempermainkan orng lain.. kami mohon keadilan untuk mengusut tuntas axamandiri.. terlalu bnyk yang tertipu

  • 12 April 2020 - (13:13 WIB)
    Permalink

    Sebenarnya kalau kita ambil yg namanya produk asuransi, yg kita dapat adalah manfaat nya seperti BPJS, uang tidak kembali tapi dalam bentuk manfaat penggantian uang berobat dan rawat inap atau uang kalau meninggal dunia. Bedanya asuransi lewat FA dengan BPJS, untuk BPJS tidak ada investasi, yg lewat FA itu ada investasinya yg namanya unit link. Agar kita tahu ya kawan asuransi apa pun itu yg kita beli utamanya adalah manfaat. Tidak ada asuransi yg tujuan utama investasi, investasi hanya tambahan saja. Manfaat bisa macam2, ada untuk rumah sakit dan berobat, ada yg dana pensiun atau dana pendidikan dan meninggal dunia. Jadi kita konsumen sebenarnya beli manfaat yg utama dan investasi yg tambahan. Untuk asuransi sendiri, UANG YG KITA SETOR ITU DIBAGI DUA, ada yg ke manfaat dan ada yg ke investasi. Uang kita yg masuk ke manfaat itu TIDAK BISA KEMBALI dalam bentuk uang tapi manfaat seperti rawat inap dan berobat, dana pendidikan, dana hari tua, dan meninggal tergantung produknya (seperti BPJS uang tidak kembali tp dalm bentuk berobat dan rumah sakit). Sedangkan yg ke investasi itu yg BISA DIAMBIL. Makanya kalau kita beli asuransi gak full uang yg kita setor ke investasi, sebagian jadi manfaat tadi. Itulah sebabnya kenapa uang kita gak full pas tutup polis. Makanya kita harus pastikan kita butuh gak manfaat itu, kalo gak butuh jangan beli. Kalau kita hanya mau investasi saja, mendingan ke reksa dana. Kalau ditawarin asuransi, jangan tanya investasinya tapi manfaat apa yg kita dapat. Karena produk asuransi itu macam2, ada yg khusus berobat, ada yg khusus dana pendidikan, hari tua pensiun dan khusus meninggal dunia. Menurut saya bukan axa mandiri atau bank mandiri yang salah karena produk yg dibuat sudah melewati OJK. Yang salah adalah FA nya yang tidak kompeten menjelaskan dan asal jualan. Terkadang kita selalu menyalahkan perusahaan, padahal perusahaannya sudah didirikan dgn baik tapi orangnya yg tidak bener dalam menjelaskan. Karena kalau perusahaannya yg jelek pasti udah di tutup OJK dong. Saran saya, kalau ada yg jual atau tawarin asuransi, langsung tanya produk ini manfaatnya apa, berapa yg masuk ke manfaat berapa yg masuk ke investasi. Kalau gak butuh manfaat rumah sakit dan lain2 ya jangan beli. Mending beli saham atau tabung atau deposito ya guys… Semoga membantu kita tidak terjebak tawaran asuransi.

    • 13 April 2020 - (08:39 WIB)
      Permalink

      Apa yang di sampaikan , betul kalo mau investasi saham emas, tanah . Tapi kalo asuransi dalam bentuk investasi cuman BONUS , tapi sebagai safety financial keungan bpk & ibu jika terjadi resiko kehidupan aset2x bpk tidak tergadai buat bayar pengobatan dll ,karena urgent butuh dana cepat .tapi asuransi sudah nyediakan nilai deposito proteksi bpk & ibu sesuai kontrak yang bpk ambil dan butuhkan manfaatnya untuk mencover kebutuhan & membantu financial keluarga bpk & ibu di waktu yang tidak terduga.

  • 12 April 2020 - (13:22 WIB)
    Permalink

    Prnah baca di media konsumen jg kl ada yg kena tipu mau buat deposito tau2nya mala jadi program asuransi ini kayanya

  • 12 April 2020 - (13:38 WIB)
    Permalink

    Saya juga dulu punya polis AXA mandiri juga, tapi yg bukain ibu saya, per bulannya 1 juta kira2 sudah top up 70x kurleb 6 tahun , pas lagi butuh uang, ibu saya mau tarik dan dipikir saldonya 70 juta eh ternyata cuma 30jutaan dia kaget, dulu dijanjiin sama FA nya sama kaya nabung.

    • 12 April 2020 - (15:36 WIB)
      Permalink

      sy jg pernah ketipu,di telponin terus akhirnya sy ikut axa mandiri,tp pada bln kelima saya gk isi saldo,jd gk bs dbet,pas sy ajukan claim, jawabannya dbwh,
      mayan udh nipu,dasar maling,rampok berdasi

      Dapat kami sampaikan bahwa polis 100-416-0748384 atas nama Anda tercatat dalam status tidak aktif (lapse) sejak tanggal 09/01/2019. Hal ini dikarenakan premi tidak berhasil terdebet sejak jatuh tempo bulan Januari 2019 dan pemulihan polis dapat diajukan sebelum melewati dari masa 6 (enam) bulan terhitung sejak premi terakhir yang berhasil terdebet untuk Polis tersebut.

      Pemulihan Polis dapat diajukan sebelum melewati dari masa 6 (enam) bulan terhitung sejak premi terakhir yang berhasil terdebet untuk Polis tersebut. Dikarenakan telah melewati masa 6 (enam) bulan tersebut, maka untuk Polis 100-416-0748384 tidak dapat diajukan pemulihannya.

      Untuk polis yang Anda ikutsertakan merupakan produk asuransi murni sehingga mohon maaf seluruh premi yang sudah didebet tidak dikembalikan (premi hangus). Hal ini dikarenakan seluruh premi yang sudah terdebet sepenuhnya dipergunakan untuk perlindungan, tidak ada yang diinvestasikan.

      Terima kasih

      • 16 Juli 2020 - (15:12 WIB)
        Permalink

        Hai pak, Saya mau tanya,

        untuk kasus yg bapa ceritakan, dekepannya ada masalah gk ya?
        ada denda atau semacamya.

        Terimakasih.

  • 12 April 2020 - (13:59 WIB)
    Permalink

    Lihat lagi lg surat perjanjinnya isinya apa… Bagaimana penanganan danan nasabah, diinvestkan kemana dana nasabah, ke investasi resiko tinggi atau rendah..
    Yg namanya investasi di di perusahaan asuransi, uangnya itu di putar di bursa saham, nah pada saat tanam duit saham bagus, tp sekarang saham anjlok yg mempengrauhi nilai investasi.. Asuransi manapun, pasti naruh dana nasabahnya sebagian besar di saham krn proyeksi nilai saham terus naik (bisa profit sampe 20-50%) kl tdk ada isu seperti corona sekarang. Tp di sayangkan corona masuk, ya sudah dunia usaha turun khususnya bursa saham.
    Kl mau klaim, nanti setelah bursa saham kembali normal, semoga sj gak sampe 3 bln dah normal..

  • 12 April 2020 - (15:36 WIB)
    Permalink

    saya pun sama, saya ikut axa mandiri sudah 13 bln, sebelumnya saya tidak dijelaskan oleh FA atas potongan2an dalam 1 tahun. mereka hanya menjelaskan bahwa semua uang saya masuk k investasi, karena saya kurang teliti dan kurang paham atas electronik statement (ES) yg dikirim perbulan via email, saya melihat total investasi saya selama 1 tahun hanya 2jt. padahal dana penarikan dr rekening saya 500rb perbulan. belum lama saya mencoba untuk tutup polis, disitu FA menjelaskan apabila saya tutup polis sebelum waktu yg ditentukan, akan dikenakan pinalty. untuk di tahun pertama 75% dari total investasi. dan FA juga baru menjelaskan kalau dlm 1 tahun pertama memang ada potongan2 untuk asurnsi jiwa dan setelah 1 tahun semua uang masuk k investasi. ok, akhirnya saya berpikir ulang untuk tutup polis, karna saya merasa rugi. dan saya coba untuk melanjutkan. setelah 1 tahun dan sekarang sudah 1 tahun 1 bulan, ternyata saldo investasi saya belum bertambah. dan untuk Electronik Statement yg biasanya dikirim perbulan, sekarang tidak dikirim. setelah saya membaca surat pembaca ini, saya yakin axa mandiri memang benar2 menipu banyak orang. dan saya akan tutup polis. semoga dr pihak OJK membaca dan menindak lanjuti kasus ini karena banyak merugikan banyak orang.

    • 12 April 2020 - (23:02 WIB)
      Permalink

      Itu yang seharusnya dijelaskan secara jujur oleh FA, buat apa beri ilustrasi dana disimpan sebagai tabungan investasi kalau pada kenyataan nya itu ASURANSI !
      Saya tgl 16 mei 2003 hanya menerima ilustrasi keuntungan saja, tanpa ada hal lain yg dijelaskan.
      Dan ini bukan seperti yang anda bilang tahun ke 1 atau tahun ke 3 tapi tahun ke 7.
      Kalau sejak awal sudah diinfokan saya tidak mungkin mau ikut, kata2 FA itu acuan bagi org awan spt kami.
      Bayangkan uang 1000 di suruh simpan 10 th jadi 10.000 menurut anda kami tidak tertarik???
      Pakai isi kepala sehat dan hati bersih, kalau FA jujur sejak awal bahwa ini bukan tabungan investasi kenapa hanya ilustrasi yang diberikan tanpa penjelasan kerugian!

      • 13 April 2020 - (00:08 WIB)
        Permalink

        Asalammualaikum mohon maff saya share kembali ilustrasi atau awal proposal ,( di situ tertulis ( PROPOSAL INI HANYA SEBUAH ILUSTRASI BUKAN SUATU KONTRAK ASURANSI ) yang mana jika bpk paham dengan penjelasan agent maka bpk / ibu tdd di Namanya SPAJ , SURAT PENGAJUAN ASURANSI JIWA , KALO YANG DI TELPON DARI BANK MANDIRI BNI MAU BRI, KARENA BAPAK NABUNG DI BANK TERSEBUT DAN DATA BASE BPK / IBU DI OVER KE PUSAT DARI PUSAT DI TAWARKAN ASURANSI JIKA BPK / IBU NGOMGN IYA , MAKA SECARA GAK LANGSUNG BPK / IBU SUDAH MENYATAKAN IKUT SERTA DALAM ASURANSI DAN DI POTONG REKENING AWAL TAMPA PEMBERITAHUAN DAN PERSETEJUAN . KALO INI SAYA MASIH MENANYAKAN KE ADE SAYA , KARENA IKUT ASURANSI ITU PERSETUJUAN 2 BELAH PIHAK, BPK IKUT TTD , dan setoran premi pertama sebagai tanda jadi bpk / ibu menjadi peserta asuransi. Cuman yang masalahnya melalui by phone . Ini hukumnya apa ? Mereka cuma menyimpan rekaman suara bpk, & bisa melalukan pemalsuan ttd . Kenapa kok bpk bilang iya di potong rekening , ada ttd di buku polis makan dari by phone tanda tangan di spaj dari agent ke bpk /ibu tidak ada. Ini bisa di laporkan ke OJK. Kalo saya menyarankan emas ,tanah ,investasi. Tapi di asuransi buat mencover aset bpk baik tanah,rumah , mobil dll jika seandainya terjadi resiko kehidupan. Aset bpk tetap ada . Kalo bpk / ibu di suruh bayar biaya pengobatan pake uang pribadi atau uang gotong royong peserta asuransi buat bantu financial bpk pilih mana uang kecil manfaat proteksi. Dan untuk tabungan anak ini saya sharing sekalain tabungan anak itu cuman produk tetap aja ada biayanya. Saya menyarakan orang tuanya yg di proteksi jika terjadi resiko manfaat yang nerima siapa istri anak. Tapi kalo pendidikan anak jika terjadi resiko sama anak meninggal atau tertanggung tutup usia makan orsng tua menerima santunan jiwa . Ini namanya asuransi jiwa bukam pendidikan anak. Buat anak nabung aja di bank biasa tapi ini proteksi . Ada biaya pemeliharaannya , besok terjadj resiko sama bpk /ibu tutup usia asuransi bayar claim 500 juta , baru 5 tahun premi 1 juta 60 juta. Kalo kita nabung di bank biasa tapi ada deposito proteksi kita bpk /ibu . Ini contoh usia saya 26 tahun nabung di bank biasa 1 jta. 10 thun 120 jta , 20 thun 240 jta, 30 thun, 360 jta usia saya 56 . 40 thun 480 jta , usia saya 66 tutup usia keluar 480 juta full? Belum tentu pasti ada biaya adminitrasi & investasi itu bonus tabungan yang saya tidak tarik sama sekali. Saya membeli proteksi 2 M sakit kritis santunan sakit kritis 1 M ,tutup usia 1 M komplit sudah punya Bpjs kesehatan. Sama kaya di bank ,saya usia sama premi 1 jta 10 thun 120 jta, 20 thun 240 30 thun nabung 56 , 360 juta saya kena cancer kanker paru. Cair santunan 1 M , saya sehat belum meninggal usia 66 saya tutup usia , di bank cuman 480 juta selama 40 tahun nabung biasa , di proteksi ada manfaat santunan tutup usia saya 1 M lagi total 2M logikannya aja bpk / ibu mau punya aset 1 – 2M nabung 1 juta butuh waktu berapa lama di bank 1000 bulan cukup umur kita ? Di asuransi jika terjadi resiko baru santunan dan manfaat proteksinya di bayarkan. Sesuai dengan manfaat asuransi yang di ambil dan sesuai kebutuhan bpk & ibu. Tapi kadang agen juga tidak menjelaskan secara detail kerugiannya tanpa asuransi , dan manfaat jika adanya asuransi cuman fokus closing . Saya ikut asuransi saya agent , saya share keteman2x secara gak langsung bantu siapa sih JANDA , ANAK YATIM PIATU. KENAPA RESIKO LAKI TUTUP USIA LEBIH TINGGI DI BANDINGKAN PEREMPUAN SURVEY WHO. , TAPI PEREMPUAN ANGKA TERKENA CANCER HAMPIR 88% TERKENA SAKIT KRITIS . & SURVEY WHO 86 % ORANG BANGKRUT KARENA TERKENA PENYAKIT KRITIS SEBELUM TUTUP USIA. YANG JADI PERTANYAAN JIKA ADA SAUDARA BPK , TEMAN ATAU SIAPAPUN YANG PALING ANDA SAYANGIN BAHKAN KELUARGA KALIAN TERKENA MUSIBAH. KALIAN BISA BANTU MEREKA BERAPA ? BUAT BANTU EKONOMI MEREKA DI SAAT RESIKO KEHIDUPAN DATANG MENGHAMPIRIN BPK / IBU ?? 1 JUTA , SUMBANGAN CUKUP BUAT PASANG RING JANTUNG , GAK ADA ORANG YANG AKAN KEBAL AKAN SAKIT ABADI GAK ADA. PASTI AKAN NGALAMIN NAMANYA SAKIT , KECELAKAAN ,CACAT , TUA & MENINGGAL. JIKA DI SURUH MILIH BISA MILIH YANG GAK ADA DI ATAS ,? RENUNGKAN BAIK2X .( ASURANSI BUKAN MELINDUNDIN JIWA ,KESEHATAN, PENDIDIKAN , HARI TUA ) TAPI ASET BPK & IBU . Saya cuman share semoga bermanfaat ,asalammualaikum wrb.

      • 13 April 2020 - (08:13 WIB)
        Permalink

        betul. FA tdk menjelaskan secara terbuka, detil & transparan. Ada informasi yg ditutupi & tdk dijelaskan kepada org awam. Kita senasib.

  • 12 April 2020 - (18:06 WIB)
    Permalink

    Saya jg pernah mengalaminya, tiap bulan tabungan sy didebet 500 rb selama 5 thn. Penjelasan Ilustrasi dr FA nya sangat meyakinkan dan tdk prn menyebut adanya kerugian jika menutup polis setelah berakhir. Tp kenyataannya diakhir masa penutupan polis, sy hanya mendapat 30 juta, dgn kerugian sekitar 15 juta. Meskipun di komplain, alasannya nilai investasi lg anjlok.
    Kesimpulannya asuransi AXA mandiri jgn menipu nasabahnya.

    • 12 April 2020 - (20:35 WIB)
      Permalink

      Lagi Lagi AXA MANDIRI…
      Buat para FA /Cs MANDIRI,..jujurlah dlm Bekerja, jangan MENYESATKAN /Memanfaatkan Nasabah,lbih” yg masih Awam..

  • 12 April 2020 - (22:02 WIB)
    Permalink

    Asalammualaikum wrb. Selamat malam bpk / ibu , perkenalkan nama saya MUHAMMAD ABDUL AHDA FA ALLIANZ BALIKPAPAN GRAND SUDIRMAN BALIKPAPAN PANIN TOWER LANTAI 12 maff saya share sedikit bukan buat ikut campur. Di mana2x baik asuransi dari bankasurance & maupun pribadi, saya sering menemukan masalah yang kasusnya kurang lebih bpk _ ibu alamain,investasi 10 tahun bisa sekian ratusa juta , pendidikan anak , hari tua dll. Saya sebagai consultant keungan , punya kode etik biar nasabah paham dengan manfaat yg akan dia peroleh dan resiko dia kedepan tampa proteksi yaitu asuransi. Dasar bpk _ ibu membeli suatur produk asuransi adalah untuk mendapaatkan manfaatnya , baik dari kesehatan ,santunan rawap inap & paling utama santunan meninggal ( ada yang gak bakal sakit di sini atau gak bakal tutup usia ? Bayangkan bpk atau salah satu dsri anggota keluarga bpk terkena resiko sakit , atau sebagai teman ada keluarga yg tutup usia atau sakit membtuhkan biaya ,bpk /ibu bisa bantu berapa ? 500 ribu ? Paling besar 5 juta itupun sumbangan . Dan paling urgent jual aset ,buat biaya pengobatan dll . Karena apa ? Tempat tidur paling mahal dan tidak ada limitnya di rumah sakit bukan di hotel . Bpk / ibu naik pesawat , pulang pergi . Naik kendaraan mobil motor terjadi resiko meninggal itu sudah ada asuransi dan sudah di hitung , kita bayar stnk sudah ada cover dari JASARAHARJA , NAIK PESAWAT tergatung maskapainya kerja sama asuransi yang terbaik buat mencover bpk /ibu pas terjadi resiko keluarga bpk itu masih harus menlanjutkan hidup ( &pasti butuh biaya ) kita ( bayar bpjs bpk /ibu ikhlas gak ? Kita seumur hidup bayar , sampai anak kita yang melanjutkan bayar iuaran kesehatan kita,tapi dananya di putar buat siapa saudra kita ,keluarga kita juga . Bagi yang gak bayar hak mereka tidak menikmatin pelayanan BPJS ( PROGRAM PEMERINTAH ) ASURANSI ADA RISK RESIKO JUGA , MAKANYA KENAPA DI TAHUN PERTAMA 1 & 2 maff dana bpk / ibu minus karena besar2x buat bayar adminitrasi proteksi kalo 2017 kemarin kurang lebih 27.500 kalo sekarsng 32.500 + di hitung dari manfaat riders yang di ambil,semua di buku polis tertulis (( keterangan investasi ,presentasi alokasi dana investasi berdasarkan tahun polis ) tahun 1, 25% – thn 2 60% , 3,85%, 4 92,50% , 5 92,50% , 6 100,000)) ini di buku polis ada halaman 3 atau ke 5 di semua asuransi ) ) tapi ingat namanya di asuransi tetap ada biayanya . Biaya pemeliharaan kalo baru joi 3 bulan kena sakit misalnya allianz bayar claim jantung 200 juta premi 500 000 rb/ perbulan risk resiko di mana ? asuransi atau nasabah ? Sedangkan nasabah baru masuk 1.5 juta tabunganya . Itu gunanya asuransi. ((Sebagai SAFETY FINANCIAL ) , ASURANSI TIDAK MELINDUNGIN PENDIDIKAN ANAK ,JIWA BAPAK / IBU , ATAU KESEHATAN BAPAK & IBU TAPI YANG DI LINDUNGIN ITU ASET BPK & IBU , SEPERTI INVESTASI , RUMAH MOBIL & DLL JANGAN SAMPAI TERGDAIA BUAT BIAYA PENGOBATAN . KALO SAYA SEBAGAI FA LEBIH BAIK PAHAM TIDAK IKUT TIDAK APA2X TAPI PENJELASAN SAYA DAPAT DI SIMAK DAN DI MENGERTI. INGAT PERUSAHAAN AXA TIDAK SALAH , TAPI AGENTNYA YANG SALAH MENYAMPAIKAN INFORMASI DALAM MENGEDUKASI NASABAH, MAU DI MANAPUN BENTUK ASURANSI TIDAK ADA NAMANYA BAPAK /IBU PRODUK INVESTASI . INVETASI ITU BONUS DASAR BPK / IBU MEMBELI PRODUK ASURANSI MANFAATNYA PERLINDUNGANNYA . KALO ADA YANG IMING2X INVETASI MAU DARI PUSAT , BANK LANGSUNG BPK / IBU CATAT NAMA AGENT BPK BIKIN SURAT KHUSUS HITAM DI ATAS PUTIH KALO SAMPAI AGENT YANG BERSANGKUTAN TIDAK BERTANGGUNG JAWAB SESUAI DENGAN BUNYI DI AWAL ,YANG DI TAWARKAN PERNJAJIAN DI AWAL BPK BISA TUNTUT & LAPORKAN KE OJK . BIAR DI SIDAK , kalo mau konsultasi atas masalah bpk & ibu ini nowor wa saya 08115454004 , MUHAMMAD ABDUL AHDA ( BALIKPAPAN ) & kalo mau tau cari artikel CLAIM ALMARHUM JULIA PEREZ , CLAIM GAGAL GINJAL BALIKPAPAN CHANEL GTV, CLAIM SAKIT KRITIS ALM. BPK DR. SUTOPO KEPALA BNPB ( KANKER PARU ) & CLAIM , claim sakit kritis nasabah allianz 5 miliyar , testimoni allianz claim 10 sakit kritis. Bisa di share di youtube, saya bukan membandingkan biar bpk / ibu bisa open mindset . Bukan nawarkan asuransi ke bpk atau ibu. Kita sharing dan berbagi terimakasih semoga kita selalu di beri kesehatan keluarga kita di manapun kita berada amin , saya mohon maff jika ada katax saya yang kurang berkenan di hati bpk & ibu asalammualaikum wrb

      • 30 April 2020 - (16:56 WIB)
        Permalink

        Siapa yang jualan asuransi bro hati kalo biacara . Saya emang asuransi tapi saya tidak nawarkan investasi . Dan saya jelaskan resikonya di awal orang yang ambil asuransi sama saya dia tau sudah resikonya tampa asuransi dan ada asuransi. Perusahaan saya jauh sama axa mandiri gak level dan semua agentnya nawarkan investasi .

      • 30 April 2020 - (17:08 WIB)
        Permalink

        Baca komentar saya baik jadi kalo bicara mikir dulu , saya tau banyak yang kecewa asuransi bukan berarti saya jual. Banyak hubungin saya dari media konsumen yang komplain saya jelaskan dan saya share ilmu saya ke mereka . Gak saya tawarkan asuransi . Saya cuma menjelaskan apa yang mereka tidak tau di awal, dan memberikan pandangan gambaran bahwa kalo mau invetasi ke emas atau tanah . Kalo asuransi itu untuk mempersiapkan uang kematian ke keluarga . Kalian loh naik pesawat ada asuransinya , naik kendaraan motor roda 2 roda 4 jika meninggal di bahar jasarahja santunan meninggal kalo gak salah 35 juta sekarang, dari man uang segitu di potong dari panak kendaraan bpk / ibu kalo seandainya kalian meninggal simplenya kan bayar iuran kematian toh di rt. Pasti di berikan ke keluarga buat apa keperluan keluarga yang di tinggalkan gotong royong dananya. Asuransi kesehtan membayar tagihan ke rs. Dan pakai gak pakai ada hiaya adminitrasinya dll. Jangan samakan dengan bpjs. Itu program oemerintah, dananya darimana gotong royong juga kalian masyrakat sama halnya asuransi jika kamu meninggal ,saya tanya kamu . Besok yang kasih makan anak istrimu siapa ? Teman keluarga mu adekmu atau siapa ? Asuransi dana gotong royong jika terjadi resiko sama bpk /ibu di bayarka ke keluarga yg di tinggalka . Emang 10 tahun kamu kerja dan jika besok pergi selamanya apa jamin kehidupan keluarga anda baik2x semua ? 1 bantu anak yatim piatu atau janda yang di tinggalkan suaminya karena sakit &terua tutup usia. Laki2x resiko meninggal lebih tinggi di bandinkan perempuann , tapi perempuan juga resiko terkena penyakit kritis tinggi . Ada saya nawarkan ? Saya cuman berbagi mau di ambil positifnya saya alhamdulillah buruknya juga gpp setidaknya saya berbagi asalammualaikum terimaksih

  • 14 April 2020 - (16:28 WIB)
    Permalink

    klo baca kontrak dengan seksama sebenernya udah ketauan sih bakal bisa di perlakukan seperti itu, makanya klo asuransi kesehatan sih ya asuransi aja, ga usah tergiur iming2 ambil investasi nya segala. karena kontraknya emang bertujuan nipu orang2 “bodoh” secara legal dan halal…

  • 14 April 2020 - (22:06 WIB)
    Permalink

    sekedar share , asuransi ada 2 tipe yang saya tahu
    1. asuransi unit link, ( dana investasinya masih awang awang , alias tidak bisa dipastikan , dan yang ada di ilustrasi memang hanya bayangan , tidak akan pas 100% )

    2. asuransi tradisional ( dimana dana anda tertulis pasti di ilustrasi sesuai dengan diatas kertas, beda yan dengan no 1 yang unitlink. dan anda rugi jika membatalkan / mengambil dana sebagian ditengah tahun polis, tradisional ini sama seperti deposito systemnya , nabung trus dapat bunga diakhir kontrak, inget dia akhir kontrak ya . tapi jika ditengah terjadi klaim barulah keluar uang pertanggungan , bahkan ada beberapa asuransi yang mengembalikan premi yg sudah dibayar beserta UP .( tapi premi mahal 😁)

    saran saya . alangkah baiknya jadi calon customer yang bawel dam detail serta teliti .
    pasar asuransi sekarang kembali ke jaman old .( tradisional lagi kok . unitlink Skip dulu gak papa .😊

    dan wajib tanya kalo memang beli unitlink ada Auto Risk Systemnya atau tidak?? itu yang no 1 ditanyakan .

  • 15 April 2020 - (12:16 WIB)
    Permalink

    Axa mandiri an**** bia*** penipu semoga kalian semua kena virus covid 19 yag mematikan.kalian pihak AXA mandiri makan uang tdk halal dr hasil tipu nasabah. Sya punya 2 polis di axa mandiri saya di tipu habis” an**** bia*** kalian tolong pemerintah jgm tutup mata tutup telinga ini AXA mandiri sangat menipu nasabah. Saya ke kantor axa mandiri tapi kantornya tutup sejak tgl 24 maret dan tdk tau sampai kapna kantor itu tutup. Bia*** AxA mandiri kalian semua semoga kena AzaB.AAMIIN

 Apa Komentar Anda mengenai AXA Mandiri?

Ada 58 komentar sampai saat ini..

Saya Merasa Dibodohi Financial Advisor dengan Dana “Tabungan Investa…

oleh Yovi Marice dibaca dalam: 2 min
58