Bank DBS Terus Memaksa di Tengah Situasi Pandemi, Saat Setiap Orang Tidak Pasti Pemasukannya

Saya rasa Bank DBS ini meskipun situasi global sedang kesulitan begini tidak peduli kondisi nasabah yang penting mereka tetap untung, tetap menagih berikut bunga dan dendanya tanpa memberikan kompensasi untuk restrukturisasi yang terpenting mereka untung untung saja yang dipikirannya.

Saya nasabah KTA nomor: 7800094117 dan KK nomor: 415736*******9889. Baik dari tim penagihan KTA maupun kartu kredit gak pernah ada attitude-nya dalam penagihan. Pasti keluar kata kata “Bayar woy utang lo” atau “Kalo lo gak sanggup ga usah pakai dananya“.

Gila sih itu, siapa juga yang mau terjerat begini. Awal-awal marketing DBS bermanis-manis ria sampai mohon mengajukan, giliran nasabah kesulitan aja ditindas begini.

Ini di bawah contoh penagihan yang kasar versi SMS sampai menegaskan seperti itu.

Mudah mudahan DBS selalu belajar dari komplain para nasabah.

Ulfha Chaira Luvita
Bogor

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Tanggapan Atas Surat Pembaca Ini

Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdri. Ulfha Chaira Luvita

Redaksi Surat Pembaca Mediakonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mediakonsumen.com. Melalui surat ini, kami...
Baca Selengkapnya

Komentar

  • Mba udh telat pembayaran nya brp bulan mba?saya juga di wa sama dbs sudah telat pembayaran 3 bulan dengan no.yg sama tapi an.marissa-elvi.
    Bilang pembayaran saya di tunggu hari ini max.jam 4 klo tdk besok data masuk ke bagian lapangan.saya sudah beberapa kali info ke call centre dan bagian penagihan saat tlp,klo saya blm ada dana.minta program keringanan,namun info nya selalu bilang blm ada info soal program itu.

    • Sama ..saya sampai sudah ke bank DBS nya krn diberitahu kalau ada progran reschedule..ternyata sampai disana katanya blm ada program itu,dr pemerintah belum ada keputusan resmi katanya...yang menyebalkan semua bagian penagihannya kasar dan tidak beretika..kayak orang tdk berpendidikan..baik perempuan atau laki2 sama saja...katanya bank internasional..kok karyawannya tdk punya etika semua...
      Dulu waktu nawarin aja..semanis madu,tiap hari hubungi dengan kata2 pujangga..ternyata sekarang ketahuan kalau itu cuma kedok

    • saya pernah tuh mba diah di telp sama elvi. nadanya kayak dia aja yg punya bank. saya komplen balik dia ke manajemen nya karena saya merasa dia menagih kayak saya galbay. saya klo ada yg menagih sampe kasar, saya komplen balik. sebenarnya dari manajemen DBS nya sendiri itu lebih sopan. saya tandai itu elvi dan meli yg klo nagih gada filter nya.

  • Iyaa emang gak ada keringanan apa dari pihak DBS, saya sendiri nasabah KTA DBS Udah telpon untuk minta keringanan dan udah 3x kirim email balasannya email tidak terdaftar padahal saya dapat alamat email dari pihak CS nya,

  • Semua orang terdampak pandemi ini, pihak pemerintah sudah memberikan intruksi untuk merelaksasi namun pihak bank/fintech masih terus kejar. siapa yg harus di mintakan tolong unutuk mendengar kesulitan ini. kami buakn tidka mau bayar kita bayar, namun kita dapat penghasilan juga dari usaha dan kerja kami, sementara saat ini keadaan sulit buat semua.

  • saya sdh 2 bln nunggak di DBS berkali kali di teror sama DC nya bahkan dgn kata kata kotor sy sdh ksh tahu kl saat ini usaha lg lambat pemasukan tp mereka tdk mau tahu akhirnya hp sy matikan wa jg matikan sekarang lega tdk ada yg teror lagi

  • saya jga sudah nunggak 2 kali karena memang pengaruh dari wabah ini, tp pihak dbs teurs meneror dan tlp dengan nada yang sangat menyedihkan.
    mereka seperti tidak terpengaruh sm wabah covid-19 ini.
    mereka hanya tau nya qta harus bayar sesuai janji tidak perduli dengan kondisi yang sedang terjadi.

  • nba ulfha,

    itu yg WA biasanya dari pihak ke 3 ya kayak agency gt. dlu aku pernah jg sampe di WA gt. tapi memang saya langsung complain ke DBS nya karena saya statusnya msih bayar, hanya saja nominalnya kurang. setau saya sebenarnya DBS ikuti program pemerintah tapi kayaknya antara DC dan T&O koordinasi atau infonya kurang ya. klo T&O itu menginformasikan detil bahwa memang DBS mengikuti program pemerintah,