DC Pinjol yang Tidak Henti Menagih

Ini bukan pengalaman saya, mungkin pengalaman beberapa orang yang alami selama krisis COVID-19. Banyak karyawan dan buruh mengalami kesulitan ekonomi. Buruh yang dirumahkan gak digaji, bahkan ada yang di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Sementara itu tagihan pinjol terus berjalan.

Debt collector KTA (Kredit Tanpa Agunan) online (pinjol)masih saja menekan dengan tagihan hampir setiap hari. Bicara kasar bahkan mengancam akan mempermalukan kami jika kami tidak membayar. Bapak-bapak dan ibu-ibu terhormat bagaimana mereka bisa membayar kalau untuk makan sehari – hari saja mereka susah?

AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) sudah himbau penyedia KTA online(fintech) untuk berikan keringanan cicilan pinjaman online kepada masyarakat terdampak COVID-19.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan) sudah keluarkan himbauan untuk restrukturisasi dan penangguhan kredit bagi nasabah kecil sektor UMKM dan non-UMKM. Juga POJK No. 11/POJK.03/2020 tentang stimulus dampak COVID-19 untuk Perbankan.

Tapi belum ada untuk Fintech. Padahal menurut data OJK Februari 2020, ada lebih dari 20 juta orang meminjam uang melalui Fintech. Peraturan dan himbauan tersebut belum efektif. Masih banyak debt collector dari pihak Fintech yang tetap menagih dengan cara yang tidak bisa dikatakan beretika.

Itulah sebabnya, melalui media ini kami minta OJK keluarkan kebijakan soal stimulus dampak COVID-19 untuk Fintech juga. Saya juga berharap minta OJK dan AFPI untuk menindak pihak Penyedia KTA online (Fintech) yang masih saja menagih cicilan seperti biasa dan tidak mengindahkan himbauan dan peraturan.

Saya berharap melalui media ini pemerintah bisa lebih adil terhadap masyarakat kecil. Supaya rakyat kecil yang kehilangan pendapatan dan susah untuk makan tidak semakin dibebani dengan tagihan pinjaman online.

Salam.

Adhie
Jakarta Barat 11550

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:232    Rata-Rata: 4.4/5]
Loading...

60 komentar untuk “DC Pinjol yang Tidak Henti Menagih

  • 24 April 2020 - (03:50 WIB)
    Permalink

    Renten legal mana bisa bos , renten yach renten , tinggal dr kita nya aja , stop riba , insyaalloh jika kita minta sm yg maha kuasa lepas dr riba dan di bersihkan ,pasti bisa lepas dr riba , apapun bentuk nya riba tetap tdk batokah , bismilah aja ,

    • 24 April 2020 - (09:02 WIB)
      Permalink

      Ya saya juga mengalaminya pinjaman online cashwagon dan pinjam duit padahal saya sdh mencicil walaupun tdk yg mereka minta saya tetap berusaha mencicil tp tetap aja ditelp tdk ada pengertiannya keadaan lg sulit ekonomi tolong ditindaklanjutkan OJK
      Terima kasih,dr jeni

      • 24 April 2020 - (23:57 WIB)
        Permalink

        Diamkan saja jangan gubris dulu masalah DC yg skrg dipkirkan bgmna bs brthan hdup utk shri2 aplg saat gni & bln puasa bnyak btuh biaya utk sahur & berbuka

      • 25 April 2020 - (12:56 WIB)
        Permalink

        Sebenarnya ada statement dari Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Tapi, tidak tahu apakah OJK memberikan himbauan kepada pinjaman online atau tidak. Karena, alasannya pinjaman online itu katanya sebagai media untuk mempertemukan pemberi pinjaman dengan peminjam. Ya, walaupun begitu, seharusnya OJK juga meminta pihak pinjam online untuk menghentikan ancaman saat menagih seperti ini. Karena, kondisi peminjam akan semakin buruk jika ditagih dengan cara mengancam atau meneror.

        “Kalau ada orang yang pendapatannya terganggu, [lalu] di-pites-pites [diinjak, ditekan], yang nagih laporkan ke OJK, siapa debt collector-nya, siapa perusahaanya nanti kita list. Tolong catat dan laporkan karena sudah kita kasih tahu sebaiknya jangan pakai debt collector, kalau mau nagih pakai telpon saja,” kata Wimboh dalam diskusi dengan CNBC Indonesia, Kamis (16/4/2020).

        https://www.cnbcindonesia.com/market/20200425111209-17-154389/jika-debt-collector-masih-paksa-tagih-laporkan-ke-ojk

        • 15 Mei 2020 - (20:52 WIB)
          Permalink

          Aku juga diancam2 DC mau datang kerumah ,aku suruh datang aku tungguin berhari2 gak ada yg datang ,Buat para DC klau mau datang ,datang saja Anda sopan saya segan anda gak sopan sy lebih tidak sopan dan perlu diingat juga buat para DC kalau mau kerumahku anda harus bawa surat tugas dari perusahaan ,anda juga harus bisa menunjukan sertifikasi dari SPPI & menunjukan identitas anda

    • 24 April 2020 - (12:37 WIB)
      Permalink

      DC….kalo gangerti lagi pandemi….minta bantuan RT/RW setempat atau ormas kasih efek jera…
      Mereka

      • 25 April 2020 - (06:21 WIB)
        Permalink

        Sy bahkan minta perusahaannya kirim DC ke rumah klu berani. Dengan catatan sebelum ke rumah bawa kantong mayat utk DC nya dari pinteck online/apapun namanya. Sy pasti langsung di kubur hari itu juga. Biar sama sama masuk neraka. Jd tinggal pilih.menyiapkan sendiri/sy yg siap kan. Ini utk DC/orang suruhan perusahaan bank non bank pinteck online Hci lashing dll.

        • 25 April 2020 - (10:44 WIB)
          Permalink

          Saya aja barusan di hubungin dari pihak homecredit, justru maksa untuk di bayarkan hari ini. dan itupun saya udah jelasin saya bayar make mau make daun, tpi dia ngotot koq bayar make daun pak. yah udah klo mau bayar make duit ntar klo saya udah bisa kerja lagi titik.

        • 7 Mei 2020 - (07:50 WIB)
          Permalink

          maksa suruh bayar hari ini.juga FINMAS dan TUNAIKU..minta keringann gak di kasih..otang udah niat baik gk di gubris…

    • 25 April 2020 - (10:16 WIB)
      Permalink

      Saya juga mengalami hal yg sama. Apakah dc tidak berpikir kalo posisi dia/keluarganya ada yg seperti kita? Tolong lah, punya hati nurani sedikit. Saya juga tau kalian getol nagih karna tuntutan dari kantor kan? Kalo gak getol nagih gak di gaji. Tapi ya kalo punya otak gunakan untuk berpikir. Yang punya perusahaan juga tolong ada kebijakan. Jangan mentang² anda sudah banyak uang jadi menindas rakyat.

      • 25 April 2020 - (15:16 WIB)
        Permalink

        DC mna pumya akal sehat sma hati nurani…klo msih ketar ketir bs email ke sy dgn mngrimkan nmer wa

        • 29 April 2020 - (15:04 WIB)
          Permalink

          Bang ini email sy,rosalina7598@gmail.com
          Tlg bntu sy bang bagaimana sy bs hadapin nya,kondisi sy saat ini lagi patah tulang paha n gak bisa jalan..buat jualan aja gak bisa,makan jg di bantu org.tp mereka gak mau ngerti.
          Sy hrs bagaimana kemana sy bs minta perlindungan?trimakasih

    • 27 April 2020 - (14:04 WIB)
      Permalink

      Saya juga sudah pusing ada 4 pinjol 2 sudah jatuh tempo dan saya tiap hari ditelfon, di paksa bayar sekarang bayar hari ini data sudah kami kasih ke orang lapangan silahkan tunggu di rumah karena org lapangan kami pasti datang. Padahal saya di berhentikan 2 bulan yg lalu. Saya bayar harus pakai apa, saya sudah stress berniat untuk bunuh diri tapi saya kasihan dengan ibu saya karena beliau tidak punya apa2 lagi.

    • 5 Mei 2020 - (19:10 WIB)
      Permalink

      Bener bgt bukan sok bener.. teguran memang untuk qt semua termasuk sy kalau pinjol itu haram sy juga kapok ya rabb… kalau Allah msh ksh sy kesempatan dan dipemudah untuk kerja lg dan dpt rejeki lg tuk melunasi hutang pinjol gak akan kredit kreditan lg kapok ternyata gini gak berkah. Gaji cuma numpang lewat tergiur pinjaman online. Semoga Allah swt msh memberi qt kesempatan sebelum dipanggl olehnya agar bs melunasi hutang didunia ini.. 😇😇😇 .. gak ad yg bs nolongin qt kecuali Allah. Istigfar ..Bismillah ..

  • 24 April 2020 - (03:57 WIB)
    Permalink

    Iya betul sekali,yg punya pinjaman ke pinjol mungkin bukan tdk mau membayar tapi kena dampak covid sehingga tdk ada gaji yg dibayar oleh kantor…ini juga yg sedang saya alami sehingga tdk bisa membayar..yg ilegal/legal sama saja kalau menagih dengan memaksa walaupun kondisi keuangan secara umum sedang kacau…

    • 24 April 2020 - (11:29 WIB)
      Permalink

      Iya bener, sy mengalami lnya PD saat ini mohon untuk pihak dari Dan*Rupiah memberi keringanan untuk sy dlm mencicil hutang,

      • 24 April 2020 - (19:27 WIB)
        Permalink

        Saya juga ada pinjaman dana rupiah yg akan jatuh tempo…bingung bayarny…apa yg akan terjadi y…apakah dc ny lsg krumah dan meneror terus y….gmn ngadepin dana ruliah y

    • 24 April 2020 - (23:59 WIB)
      Permalink

      Diamkan saja jgn gubris kalau msih tkut/ktar ktir bs kirim nmer wa lwt email yg sy kirim dibawah tdi

  • 24 April 2020 - (05:16 WIB)
    Permalink

    Ya,, betul sekali, msh bnyk pinjol yg legal tp sistem penagihan sangatlah tdk sesuai dengan prosedur. Seharusnya logo OJK tidak hanya sbg simbol saja di apk mrk tp sistem dan aturan hrs mengikuti ketentuan. Masih bnyk yg matok bunga harian yg besar sehingga telat sehari bunga sdh mencekik. Di tambah lagi dengan Para DC yg menagih dengan kasar dan ancaman. Tolong OJK di tegur pinjol2 yg memakai logo OJK tp msh melanggat ketentuan yg berlaku.

    • 25 April 2020 - (06:26 WIB)
      Permalink

      Bos pemilik pinjol adalah stafsus presiden Jokowi. Mana berani presiden Jokowi melarang debitur pinjol berhenti menagih utang.ke masyarakat. Solusi nya siap kan tombak/parang/pedang. Di rumah nya. Jaga jaga klu bos nya perintah kan datang sita benda berharga di rumah nya

  • 24 April 2020 - (05:25 WIB)
    Permalink

    Benar sekali, seperti nya untuk hal ini OJk memang seperti lepas tangan.. padahal jelas² semua aplikasi pinjol berlogokan OJK dan AFPI. Jika memang OJK dan AFPI tidak memberi izin mengapa mereka tidak ditindak lanjuti.
    Selaku masyarakat biasa saya turut prihatin kepada rekan² yang saat ini berurusan dengan PINJOL di tengah pendemi CIVID-19 Yang mungkin luput dari pandangan pemerintah..
    Tetap semangat insyaallah kita semua akan terbebas dari hutang riba
    #OJK #AFPI
    @otoritasjasakeuangan

    • 24 April 2020 - (13:07 WIB)
      Permalink

      Tutup saja OJK.. bila tidak bisa berpihak ke rakyat kecil.. saya sendiri pernah melaporkan ke OJK…tapi tangkapannya kurang memuaskan dan tidak berpihak kepada rakyat kecil.

      .

  • 24 April 2020 - (08:11 WIB)
    Permalink

    Galbaykan saja untuk pinjol karena secara hukum tidak ada UU tentang digital ekonomi. Pinjol itu semua rentenir. OJK telah melegalkan pinjol sebagai penjahat berizin yg menagih pada saat wabah dan OJK telah lepas tangan, Jadi utamakan dulu pemenuhan kebutuhan keluarga daripada bayar pinjol. Galbaykan saja dulu, lalu rekam semua penagihan dari DC pinjol, termasuk chat via WA dan kirim ke OJK.

    • 24 April 2020 - (23:24 WIB)
      Permalink

      Maaf sy jg ad group sndiri, yg isinya para korban pinjol wlpn wlpn blm sbrpa bnyak & sdh trbntuk sejak januari 2020, jadi tolong jgn promosi tautan di artikel saya
      Yang mau gabung di group saya silahkan lsg email ke :
      adhie.ramones@gmail.com,tnpa adnya mdus, tnpa adnya iming2, & tnpa meminta imbalan(pamrih)

  • 24 April 2020 - (12:41 WIB)
    Permalink

    Bukan kami tidak ingin membayar pinjol.dalam keadaan negara kita sedang di landa covid-19,seperti ini semua usaha pedangan lagi sulit sekali mencari uang.apa lagi yg pekerja”di rumahkan(PHK).boro”untuk bayar hutang pinjol.bisa dapat untuk makan istri dan anak saja sudah sanga persyukur.

  • 24 April 2020 - (12:53 WIB)
    Permalink

    DC memang keterlaluan… apalagi DC ambon. Kumpulkan bukti rekaman atau video, dan bisa dilaporkan melalui LPKN ( lembaga perlindungan konsumen Nasional ) yang nantinya diteruskan ke pihak berwajib.. bila perlu kirim tembusan Ke BI , OJK, menkeu dan Kapolri. Biar digulung sekalian para Agency penyedia jasa DC.

    • 25 April 2020 - (06:09 WIB)
      Permalink

      Ga usah tkt sm dc ambon. Apalg klo mereka cari mkn di daerah kelahiran mu. Masa tuan rmh tkt sm tamu? Slama anda ga melakukan tindak pidana ga usah tkt ga usah gentar apalg krn utang yg ga bs dibayar krn emg ga ada dananya. Itu bkn suatu kejahatan. Asuransi besar aja ada yg gagal bayar kan ke nasabah2nya. Jd ga usah tkt

  • 24 April 2020 - (13:23 WIB)
    Permalink

    denda keterlambatan perhari bisa sampe 20 ribu.. tp mau gimana lagi belum bisa membayar pokok nya sadis emang..

  • 24 April 2020 - (19:08 WIB)
    Permalink

    Legal atau ilegal,saya sangat setuju bubarkan saja.mereka tidak mengenal rasa kemanusiaan.hanya kepentingan bisnis mereka.agar mereka tetap untung.

  • 25 April 2020 - (03:39 WIB)
    Permalink

    Bukan nya saya tidak mau membayar, saya sudah punya etikat baik mau membayar karena adanya musibah covid 19 saya tidak bisa membayar, pasti saya akan membayar..

  • 25 April 2020 - (04:02 WIB)
    Permalink

    Yg minjem online jg meskipun terdesak kebutuhan ekonominya gak serta merta auto benar. Budaya malas baca orang Indonesia disini baru kerasa dampaknya. Jelas-jelas di syarat & kondisi pinjol manapun menyebutkan akan menggunakan hak dan kewenangan mereka (dalam hal ini, apapun) apabila nasabah dianggap lalai dari perjanjian yg sudah disepakat bersama. Itu dulu kita bisa sepakat ya, terlepas apapun alasannya, nasabah secara sengaja ataupun tidak sudah melanggar kesepakatan.

    Nggak segampang itu minta keringanan disaat ekonomi lg lesu gini. Sebelum pandemi aja jutaan orang yg sudah gagal bayar dan terjerat bunga mencekik, apalagi saat pandemi gini.

    Akhirnya setelah bikin 1 lubang dan gak tau cara nutupnya, buka lubang lain utk nutupin yg sebelumnya. Gitu aja terus, tanpa ada pelajaran yg bisa diambil dari tiap pinjaman yg dilakukan.

    Saya sudah “main” pinjol sejak 2015, waktu pinjol msh cuma UangTeman sampai sekarang jadi MakanUangTeman dan ribuan apk lain. Saya belajar tiap lakukan pinjol. Saya pelajari sistemnya, pola penagihan, izin aplikasi, minta akses apa saja ke device kita, dll. Dari situ saya byk dapat hal yg akhirnya bikin saya sampai detik ini mgkn punya pinjaman aktif di 230’an+ pinjol legal dan ilegal dan blm ada yg saya bayar.

    Satu hal sederhana yg bisa saya berikan dari pengalaman tsb adalah pinjaman online bukan utk orang yg mentalnya blm kuat dan stabil. Ingat ya, mental, bukan finansial. Karena pinjol hanya soal mindgames dan psywar, that’s all.

    Budayakan baca dan pelajari sebelum memutuskan sesuatu, hal sederhana tapi bisa merubah pemikiran dan sudut pandang dalam melakukan sesuatu.

  • 25 April 2020 - (06:07 WIB)
    Permalink

    Cuekin aja tlp jgn diangkat tp klo di wa y dbales. Emg lg sulit jgn dbayar. Mau ngancem blg aja gini. Anda tuh msh dgaji. Lah saya mkn pun susah. Jgn cm mikirin perut sendiri aja. Gituin aja. Mereka nagih mereka msh dgaji kan. Ga usah tkt sm mereka sm2 mkn nasi. Kalian utang pun jg ga smpe puluhan jt jd ngp tkt. Jg ga rugiin negara kok. Selama ga rugiin negara ga usah tkt. Dan klo py kesempatan kalian kumpulin para korban gugat ke MA biar mereka ditutup jgn lupa sertai smua bukti dan saksi

  • 25 April 2020 - (06:18 WIB)
    Permalink

    Yup saya setuju…pinjol ini yg ilegal bnar2 udah sangat ngwur
    Telp kantor istri, nelpon rumah
    Meneror terus…
    Kadang saya heran ini human or animal
    Sudah saya bilang…saya ini terdampak covid 19 juga tidak ngerti2 kalo situasi enak siapa yang tidak mau bayar.
    Susah mungkin kl kita bicara ama animal….😡

  • 8 Mei 2020 - (04:34 WIB)
    Permalink

    Saya juga merasakan apa yang semua rasakan.
    Sebelum ada wabah covid19.
    Saya selalu lancar dalam membayar semua pinjol.
    Tapi sudah mau 2 bulan ini saya mengalami kendala dalam keuangan.sehingga sulit untuk melunasi pinjol.
    Tapi pihak pinjol tidak ada pengertian sama sekali
    Mereka terus terusan menagih.

  • 24 Mei 2020 - (07:02 WIB)
    Permalink

    Semua konta saya d hub bahkan d buatkan grup wa saya sdh mnta perpanjangan mlah d tlp d maki” d anj***” ban***”… Kel rekwn kerja smua d tlp saya msh ingat betul suaranya bahkan saya smpat pengen lari dr kel dan tmn kerja saya ga plng krmh dan ga msk krja krna bnran saya malu ini terjadi baru 3 hari yang lalu.. Pengen akhiri hidup rasanya 😥

 Apa Komentar Anda?

Ada 60 komentar sampai saat ini..

DC Pinjol yang Tidak Henti Menagih

oleh adhie_adi dibaca dalam: 1 min
60