Suara Rakyat Kecil untuk Pemerintah

Surat ini teruntuk Presiden, Gubernur Jabar, Walikota Bogor, Bupati Bogor dan semua instansi pemerintah yang terkait di dalamnya.

Perkenalkan saya seorang ayah sekaligus suami, 35 tahun. Pekerja informal yang kena PHK karena terdampak Covid- 19. Saya mempunyai 2 anak, usia 6 tahun dan 2,5 tahun serta janin dalam kandungan istri usia 8 minggu. Saya tinggal di bogor yang notabene kota besar dekat dengan ibu kota Jakarta.

Semenjak kena PHK segala upaya telah saya lakukan. Melamar kerja ke sana sini, daftar kartu prakerja, daftar online pekerja terdampak covid 19 area Jakarta dan Bogor, data RT RW setempat. Tapi semua nol besar (nihil). Sampai saat ini tidak ada bantuan apapun ke keluarga kami. Alangkah mirisnya saat banyak nyawa butuh bantuan dari pemerintah di luar sana banyak beredar bansos dari pemerintah yang salah sasaran.

Saya yakin di luar sana masih banyak orang-orang seperti kami yang justru sangat butuh bantuan tapi tidak tersentuh oleh pemerintah bahkan RT RW sekalipun. Mirisnya bukan rahasia umum lagi, kebanyakan yang dapat bantuan justru keluarga, kerabat, teman dekat aparat desa atau RT RW setempat.

Untuk bertahan hidup sampai covid berlalu yang entah sampai kapan, istri saya jualan kue kecil yang keuntungan nya pun bahkan tidak cukup utk makan dalam sehari. Tapi apa boleh buat, daripada menunggu bansos bagai punuk merindukan bulan, apapun saya dan istri lakukan selagi itu halal dan tidak melanggar hukum.

Semoga uneg-uneg ini bisa sampai ke pihak terkait. Pemerintah dan lembaga yang berwenang. Dan untuk kalian para penerima bansos yang bukan hak kalian, sadarlah, apa yang kalian makan dan terima itu bukan hak kalian dan di akherat nanti akan di mintai pertanggung jawaban. Untuk netizen yang baik hati atau punya keluangan rezeki atau bahkan punya info lowongan kerja, mohon bantuan info kerjaan untuk bisa saya bekerja dan memberi makan anak dan istri..

Terima kasih

Muhammad Umar Khasan
Bojong, Klapa Nunggal
13 Mei 2020

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:4    Rata-Rata: 4.8/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

3 komentar untuk “Suara Rakyat Kecil untuk Pemerintah

  • 16 Mei 2020 - (08:30 WIB)
    Permalink

    Saya sarankan kepada Bapak Umar untuk melaporkan keluhan Bapak mengenai maslah Bansos ini ke nomor pengaduan Kemensos RI WA 08111022210.
    Saya sudah perhatikan banyak sekali kasus seperti Bapak terjadi diberbagai daerah bahkan di Jakarta yang notabene Ibukota Negara, ironis dan jika Presiden tidak menindak kebawah atau Kemensos tidak menindaklanjuti laporan saya yakin kedepannya akan terus terjadi bahwa kerusakan birokrasi dan bantuan Pemerintah tidak sampai tidak merata akan terus terjadi sampai memakan korban

    • 16 Mei 2020 - (11:01 WIB)
      Permalink

      Iya pak. Nmr bansos saya telp wa g aktif. Miris .
      Semua pejabat terkait saya tag di postingan ig twitter bahkan inbox. Semua g ada respon. Seolah keberadaan kita g ada. Berbeda saat mereka koar2 pemilu agar di pilih. Dari semua pejabat hanya pemprov jabar di quick respon jabar yg balas. Itupun hy sekedar data. Blm ada tindak lanjut

  • 22 Mei 2020 - (01:41 WIB)
    Permalink

    Desa situ udik kabupaten bogor sudah turun bantuan beras 4 liter doang jauh dari harapan yang di beritakan di TV sosmed yang katanya 600 rbu / kk atau 300/ kk sampe mau lebaran lagi tak kunjung datang bantuan yang di harapkan. 😢😢

 Apa Komentar Anda?

Ada 3 komentar sampai saat ini..

Suara Rakyat Kecil untuk Pemerintah

oleh muh umar dibaca dalam: 1 menit
3