J&T Khususnya Sukabumi, Penitipan Paket atau Ekspedisi?

Setelah saya kecewa dengan durasi pengiriman dan tracking yang gak sesuai dari J&T dengan no resi JD0088210621 yang saya keluhkan sebelumnya. Kali ini penjelasan J&T Sukabumi dengan no telp 02666465834 dimana saya minta penjelasan dari paket yang saya kirimkan dan malah dititipkan untuk diantar kepada penduduk karena penerima tidak bisa mengambil ke pangkalan tempat terakhir kurir menitipkan paket sebelumnya.

Yang saya sesalkan adalah penjelasan pihak J&T tersebut yang menganggap lumrah di daerah sana paket diambil penerima atau untuk dititipkan penduduk yang hendak ke desa/dusun lokasi penerima.

Penjelasan tsb menurut saya kurang atau malah tidak tepat, mengingat ketika seseorang memercayakan kirimannya melalui ekspedisi tertentu, harapannya paket akan diantar sampai penerima, sehingga jangan karena belum atau tidak ada yang komplain, J&T memandang lumrah perlakuan tersebut.

Jika memang kurang kurir untuk wilayah Sukabumi, mohon J&T pusat menambahkan kurir untuk wilayah Sukabumi sehingga baik pengirim ataupun penerima paket tidak kecewa.

Jangan sampai kejadian dengan alasan overload Shopee sale 9.9 atau kurir cuma 1, paket banyak dan alasan-alasan yang mestinya sudah dipikirkan oleh ekspedisi dianggap benar dan mengecewakan konsumen. Sangat disayangkan sekelas ekspedisi J&T mengemukakan alasan yang semacam itu.

Mohon tanggapan J&T dan perhatiannya, khususnya untuk wilayah pengiriman Sukabumi, Kec. Lengkong.

Dwi Wulandari
Kab. Bogor, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai J&T Express:
[Total:8    Rata-Rata: 2.5/5]
Tanggapan J&T Express atas Surat Pembaca Ibu Dwi Wulandari

Sehubungan dengan surat pembaca yang ditulis oleh Ibu Dwi Wulandari dalam mediakonsumen.com pada 16 September 2020 dengan judul “J&T Khususnya...
Baca Selengkapnya

Loading...

 Apa Komentar Anda mengenai J&T Express?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

J&T Khususnya Sukabumi, Penitipan Paket atau Ekspedisi?

oleh Dwi Wulandari dibaca dalam: 1 min
0