Putus Mitra Sepihak oleh Grab

Kepada Yth. Manajemen Grab,

Saya dulu mitra Grab, tapi sekarang sudah diputus mitra sepihak oleh Grab sekitar bulan April 2020 dengan tuduhan sering melakukan perjalanan fiktif. Namun saya yakin, saya tidak pernah melakukan pelanggaran selama menjadi mitra Grab.

Perlu dicatat saya selalu mendapatkan order Grab Food prioritas dan semua pembayaran non tunai. Pertayaan saya, bagaimana bisa pihak Grab menuduh saya melakukan perjalanan fiktif? Saya sangat yakin semua pesanan sampai ke pemesan/konsumen.

Saya sudah datang ke kantor Grab untuk mempertanyakan hal ini dan minta pembuktian pelanggaran yang dituduhkan kepada saya, tapi hanya mendapat satu jawaban, bahwa saya melakukan pengantaran order terlalu cepat.

Apakah ini pelanggaran yang mengakibatkan putus mitra? Jarak pengantaran 1 sampai 2 kilometer, durasi waktu 3 sampai 4 menit. Mohon tanggapannya dari pihak Grab dan mohon dilihat riwayat perjalanan saya.

Gedion Suko Pireno
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Grab Indonesia:
[Total:390    Rata-Rata: 2/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

22 komentar untuk “Putus Mitra Sepihak oleh Grab

  • 5 November 2020 - (08:33 WIB)
    Permalink

    Intinya anda di suruh istirahat oleh grab
    Karena grab mau mencari mitra baru lagi
    Itu sudh banyk yg terjadi kasus pm seperti ini.

    15
    1
    • 5 November 2020 - (12:25 WIB)
      Permalink

      Aneh juga ya…. padahal mereka gak ngegaji dll…
      Ngantar terlalu cepat ?? Harusnya appreciated dong… koq malam krna pm ?

      10
      1
  • 5 November 2020 - (12:17 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin sebelumnya bang, semoga bisa memperoleh Akun nya kembali…
    Pengalaman teman yg juga ngGrabfood, kena suspend juga, dengan alasan..sistem.
    Mungkin itu sistem Grab yang membaca orderan sebagai order fiktif, karena mendapat penumpang yang sama dalam 1 minggu atau kurang dari 1 minggu. Padahal itu Real orderan.
    Itu kenapa katanya jangan menerima orderan yg sama dengan penumpang yg sama berkali kali…

    5
    1
    • 5 November 2020 - (22:16 WIB)
      Permalink

      Yg jelas grab mau ganti driver baru yg mau ngangkut samday Ama multi instan di situ grab menang banyak dapat dari driver dapat 1/2 dari ongkos cs jg di pikir secara realita dari cs expres instan 1 barang cs bayar 15000 nyampe ke driver jadi multi 2 barang harga sama satu barang 15000

      • 6 November 2020 - (05:44 WIB)
        Permalink

        Harus nya Grab di usir dari Indonesia karena bukan produk indonesia dan pemilik nya negara lain ,kita sebagai budag pengusaha lain aja di negeri sendiri,sedih rasanya dijajah secara ekonomi

        6
        2
        • 6 November 2020 - (20:43 WIB)
          Permalink

          Di tinggalin mitra secara masal baru tau rasa tuh grab, skg makin banyak kompetitor yg gak ribet aturan nya.. #salamsatuaspal

          • 7 November 2020 - (08:49 WIB)
            Permalink

            Hayoo.. kawan 2 semua yg merasa ditindas oleh Grab dan dirugikan selama ini untuk bersatu kita hancurkan Grab yg sangat merugikan dan dengan sewenang senang menindas mitra semua .# salam satu aspal

      • 6 November 2020 - (23:39 WIB)
        Permalink

        Kalau order food di selesaikan dgn waktu 4 menit, ya jadi pertanyaan.
        Kita hitung dari awal mulai masuk order ke hp lalu waktu kita otw ke resto, kemuadian waktu kita tunggu di resto di lanjut otw dari resto ke tempat CS semua di kalkulasi oleh sistem

        • 7 November 2020 - (12:50 WIB)
          Permalink

          Menanggapi komentar sdr teguh .kasus saya ngak jadi pertanyaan pak tapi mejadi putus mitra . Waktu itu saya mendapatkan order grabfood restoran pilihan dan order gabungan 2 restoran order pertama tidak di permasalahkan order yg ke dua ini yg jadi masalah karena dianggap terlalu cepat dengan durasi tersebut ,kalo restoran pilihan pasti restoran sudah tau apa yg di pesan custamer sebelum driver datang .jadi kadang restoran tersebut sudah menyiapkan pesanan sebelum driver sampai di restoran tsb.jadi waktu itu pesanan makanan sudah disiapkan oleh restoran dan saya ambil.dan antar dan sudah saya pastikan di terima oleh cs yg di permasalah kan itu durasi pengantaran bukan menuju perjalan ke restoran ,tapi durasi waktu dari restoran ke pengantaran ke cs .logika berfikir mereka (grab)sama logika berfikir anda pak teguh .memang sistem yg mengkalkulasinya tapi apa nga ada manusianya di situ yg melihat sistem apa nga di kroscek orderan ini fiktif atau tidak sedangkan orderan ini order prioritas restoran pilihan dan restoran gabungan dan non tunai apa saya bisa melakukan order fiktif jika sistem seperti itu.ini juga tentang sistem juga pak.jadi untungnya apa yg saya dapatkan jika melakukan order fiktif dan waktu itu masa pandemi covid 19tidak ada bonus atau berlian sekian dapat Rp di tambah biaya perjalan kadang tidak masuk ke dompet tunai setelah saya tanya ke pusat bantuan jawabanya putus mitra .

  • 5 November 2020 - (13:04 WIB)
    Permalink

    Hampi sama kasusnya cm saya mah terindikasi aplikasi tmbahan…saya k kantr pun cs grab pun tdk menemukan aplikasi tambahan di hp says

  • 5 November 2020 - (13:52 WIB)
    Permalink

    Awal permasalahan gini bang setiap menjalankan order ada beberapa biaya perjalanan tidak masuk ke dompet tunai.dan saya mempertanyakan hal ini lewat pusat bantuan selang beberapa hari langsung di suspand 4 hari tanpa ada jawaban tentang masalah itu .setelah akun tidak di suspand saya narik lagi dan masih juga biaya perjalan tidak masuk ke dompet tunai setelah saya tanya ke pusat bantuan dan tidak ada jawaban selang beberapa hari langsung di putus mitra

    2
    1
    • 6 November 2020 - (00:25 WIB)
      Permalink

      Saya juga ex driver grab tahun 2015..Putus mitra karena pengantaran terlalu cepat..

      saya ke kantor untuk banding.. karena memang real saya menjalankan orderan secara real.. sampainya di depn costumer service grab.. akunga bisa di aktivkan.. sayatanya kesalahan saya dmn.. dia hanya jawab pengantaran terlalu cepat.. system membacanya seperti itu..

      yg lebih sadisnya.. saldo saya ada 900rb sekian lah.. tidak bisa di cairkan.. padahal itu hasil nabung saya selama seminggu saya narik.

      dan alhamdulillah skrng Rejeki bukan hanya di grab.. skrng sudah mendapat pekerjaan yg layak dan penghasilan tetap tiap bln..

      grab menurut saya itu pembodohan buat para mitra yg masih aja mau bergabung.. padahal hanya sebatas Mitra.. tpi peraturan udah kaya keryawan tetap.. ada masalah sedikit driver yg kena.. suspen lah.. PM lah..

      semoga Allah mengutuk perusahan mu.. Ammiinnnn

  • 5 November 2020 - (13:56 WIB)
    Permalink

    Saya sendiri jg bgtu mengalami pemutusan sepihak oleh grab dan menuduh saya mcm2 mulai dari aplikasi tambahan, ngantar mknan tdk sesuai orderan dan masih banyak lagi dan jg pernah saya sampaikan bahwa saya tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan oleh grab dan bagaimanapun tuduhan seperti itu tidak akan bermanfaat bagi grab sendiri dan justru merusak reputasi nya. Saya udah belajar ikhlas dan menerima mungkin pihak grab ingin mengurangi karyawan tapi bukan tuduhan seperti ini yang harusnya dilakukan

    2
    1
    • 5 November 2020 - (15:06 WIB)
      Permalink

      Yang sbr ya abangยฒsmoga mendapatkan pekerjaan yg lebih baik lgi.klo tidak bermasalah dri aplikasinya.ya dri custamernya.

  • 5 November 2020 - (15:21 WIB)
    Permalink

    ngantar terlalu cepat kok dipermasalahkan? berarti driver2 klo ngantar makanan disuruh nyantai2 dulu sambil nongkrong minum kopi di warung gitu?

  • 5 November 2020 - (15:41 WIB)
    Permalink

    Saya Grab Driver a/n Tjia Susanto Nopol B 6188 UTL (HP 08211 347 21**), Saya harap pihak Management Grab dapat mengaktifkan kembali akun Grab driver saya yang telah di PM oleh pihak Grab, karena dengan alasan melakukan banyak pembatalan, padahal nilai pembatalan saya baru 14%, dan saya baru pernah sekali disuspend, menurut perjanjian kemitraan dengan pihak Grab harusnya ada NOTICE peringatan dari pihak Grab atau setidaknya dikenakan sanksi SUSPEND yang kedua, Dan Saya sudah melaporkan hal tersebut ke Kantor Grab Maspion Gunung Sahari, tapi sampai hari ini belum ada jawaban dari pihak Grab. Saya harap pihak Grab dapat segera mengaktifkan kembali akun Grab driver saya, Atas kerjasama dan perhatian dari pihak Grab saya ucapkan Terima kasih.

    Hormat saya,

    Tjia Susanto

    3
    1
  • 5 November 2020 - (16:58 WIB)
    Permalink

    Daripada kerja ikut grab mending kerja ikut perusahaan laen j yg bisa menghargai karyawan..
    Grab tanpa mitra driver ky ayam sayur..

    Dulu grab emang ๐Ÿ‘ tp grab sekarang ๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž๐Ÿ‘Ž

    Jangan mau di bodohin sm grab..

    Salam satu aspal…

    4
    2
  • 5 November 2020 - (17:30 WIB)
    Permalink

    Grab memang ****** ….drpd bermohon di grab mending pindah az ke maxim kita galangkan uninstall akun grab custumer dan driver Serentak pst grab kaya ayam sayur hanya penjilat2 yg bertahan di grab

  • 5 November 2020 - (18:11 WIB)
    Permalink

    Temen saya kmren crita mnanyakan k cs grab prihal pembayaran grabexpres yg tak kunjung d bayarkan slma 4 x narik, ehhh malah d PM.
    Sungguh sadis
    Udh d PM gak d bayar pula.

  • 5 November 2020 - (18:56 WIB)
    Permalink

    Nasib ente sama kaya ane bang..di putus mitra secara sepihak..ane males ngurus2 banding ke kntr grab

  • 5 November 2020 - (20:44 WIB)
    Permalink

    Sy jg di PM secara sepihak krn dituduh melakukan jual beli akun krn tidak melakukan selfie 15 menit. Org kantor mah mana mau tau kerepotan driver di jln (minggirin motor, lepas kacamata, buka helm dan masker lalu angguk2 kayak burung pelatuk). Sy sih berharap smoga aja Grab mengalami kebangkrutan, biar org2 di ktr grab pd nganggur semua.

 Apa Komentar Anda mengenai Grab Indonesia?

Ada 22 komentar sampai saat ini..

Putus Mitra Sepihak oleh Grab

oleh Suko pireno dibaca dalam: 1 menit
22