Rekening Bank Mandiri Diblokir karena Tunggakan Kartu Kredit Tahun 2010 yang Tidak Jelas

Saya sangat kecewa dengan pelayanan Bank Mandiri, dikarenakan kedua rekening saya saat ini diblokir oleh pihak Bank Mandiri karena adanya tunggakan kartu kredit tanpa konfirmasi. Dengan kronologi sebagai berikut:

Jumat, tanggal 4 Desember 2020 saya mendapat konfirmasi dari teler Bank Mandiri bahwa cek saya ditolak karena rekening diblokir dan saya disuruh datang hubungi nomor 021 30023002 722211. Tetapi berkali-kali saya telepon nomor tersebut tidak diangkat. Dan info dari teller-nya saya disuruh datang langsung ke Bank Mandiri yang di Jl.Laks. Malhayati Teluk betung ( lantai 2).

Hari itu juga saya langsung ke sana dan dan bertemu dengan Riska CS di Lantai 2. Saya langsung sampaikan keluhan saya ke CS tersebut, dan dia langsung minta identitas saya dibawa ke dalam. Tidak lama kemudian dia informasi ke saya bahwa akan disambungkan ke Palembang (karena di Bandar Lampung tidak ada bagian yang mengurusi kartu kredit semua menginduk ke Palembang). Saya ditelpon oleh kolektor yang bernama Fadil dengan nomor kontak Wa 08973609934 dan akhirnya saya tahu bahwa ada tagihan kartu kredit saya yang dibuat tahun 2010 sejumlah Rp. 21.980.350,- (dua puluh satu juta sembilan ratus tiga puluh ribu rupiah), dengan limit kartu kredit Rp.2.000.000,- (dua juta).

Sebelum diblokirnya rekening saya ini, 8 tahun terkhir ini saya tidak pernah dikunjungi oleh pihak kolektor ke rumah saya, padahal dalam kartu kredit tersebut alamat saya jelas dan tidak berubah. Saya tidak pernah menerima tagihan secara fisik ataupun email, tidak memegang kartu kreditnya, serta bertahun tahun tidak dikunjungi secara langsung oleh kolektor Mandiri.

Melalui telpon saya dan Pak Fadil diskusi dan debat mengenai tagihan tersebut sampai akhirnya dari tagihan tersebut mendapat 3 kali keringanan yaitu turun menjadi Rp.17.000.000,-(tujuh belas juta rupiah) angka yang masih sangat dan gila menurut saya. Saya tidak sanggup akhirnya Pak Fadil menyarankan saya nego dengan leader-nya yaitu Bu Siska.

Saya disambungkan dengan leader-nya mendapatkan keringanan sejulah 40% dan turun lagi menjadi Rp13.188.210 (tiga belas juta seratus delapan puluh delapan ribu dua ratus sepuluh rupiah) dan harus dilunasi dalam 1 kali bayar atau didebit dari rekening saya. Dan saat saya minta rincian melalui Wa atas tagihan tersebut pihak Bank Mandiri.

Senin tanggal 7 Desember 2020 saya kembali mendatangi Bank Mandiri Jl.Laks. Malhayati Teluk Betung (lantai 2), saya dapat info saya harus bertemu bagian Colektions yaitu pak Abadi, akan tetapi pak Abadi berkata dia tidak bisa bantu apapun dalam hal ini, semua yang memutuskan dari Palembang yaitu Pak Fadil.

Jumat, tanggal 11 Desember 2020 saya di telpon oleh pak Fadil bahwa saya mendapat keringanan lagi menjadi Rp. 10.500.000,- (sepuluh juta lima ratus ribu rupiah) dan menurut pak Fadil angka tersebut adalah angka terakhir dan tidak bisa diturunkan lagi dan ditunggu sampai tanggal 15 Desember 2020.

Senin, tanggal 14 Desember 2020 saya ditelepon lagi oleh pak Fadil untuk kejelasan pelunasan saya dengan angka Rp. 10.500.000,- (sepuluh juta lima ratus ribu rupiah) coba menanyakan rincian/ perhitungan bunga tagihan-tagihan saya tetapi Pak Fadil tidak mau mendengarkan bahkan mengancam jika saya tetap meminta rincian/ perhitungan bunga tagihan tersebut semua keringanan akan dihapuskan dan saya harus membayar senilai sejumlah Rp. 21.980.350,- (dua puluh satu juta sembilan ratus tiga puluh ribu rupiah) dan ditunggu sampai tanggal 15 Desember 2020. (terlapir rekaman telepon dari saya dan Pak Fadil).

Saya mempercayakan semua transaksi usaha saya pada Bank Mandiri. Yang mau saya tanyakan di sini, apakah hanya di Palembang saja kantor yang bisa menangai masalah kartu kredit seperti saya ini? Dan saya harus datang ke Palembang untuk menyelasaikan masalah ini? Bagaimana saya harus tahu perhitungan bunga yang dibebankan ke saya? Apakah dengan limit Rp.2.000.000,- (dua juta) tagihan membengkak sehingga menjadi Rp. 21.980.350,- (dua puluh satu juta sembilan ratus tiga puluh ribu rupiah). Karena setahu saya jika kartu kita limitnya hanya Rp.2.000.000,- (dua juta) maka penggunaannya pun tidak bisa lebih dari limit tersebut.

Apakah jika ada nasabah yang tertunggak kartu kreditnya pihak Bank Mandiri hanya mengunjungi rumah 2 kali kunjungan saja? Dan akan didiamkan sehingga tagihan membengkak dan menjadi keuntungan Bank Mandiri dengan bunga yang berlipat lipat ganda seperti saya? Apakah saya bisa melakukan pelunasan dengan cara cicilan ?

Saya benar benar ingin menyelesaikan masalah ini, beberapa kali saya datang ke Bank Mandiri tapi kesannya saya ditekan harus bayar dengan angka tersebut, dan dioper ke Palembang. Dan untuk kedua rekening saya, tolong pihak Bank Mandiri buka rekening saya karena semua cek yang saya buat ditolak, dan itu sangat merugikan saya, semua aktifitas usaha saya macet.

Jika dalam 1x 24 jam masalah ini tidak ada jalan keluarnya saya akan tempuh jalur hukum untuk penyelesaiannya.

Lia Kusuma Wardani
Jalan Panglima Polim, Bandar Lampung


Catatan redaksi (diperbarui 15/12/2020): Penulis menyatakan masalah di atas telah diselesaikan dengan baik oleh pihak-pihak terkait.

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mandiri:
[Total:35    Rata-Rata: 3.4/5]
Tanggapan Bank Mandiri atas Pengaduan Ibu Lia Kusuma Wardani

Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Ibu alami dan terima kasih atas masukannya. Menindaklanjuti pengaduan Ibu, pada tanggal 15 Desember...
Baca Selengkapnya

20 komentar untuk “Rekening Bank Mandiri Diblokir karena Tunggakan Kartu Kredit Tahun 2010 yang Tidak Jelas

  • 14 Desember 2020 - (15:48 WIB)
    Permalink

    Woooo. Tempuh jalur hukum? Dr mana bos? Anda merasa ada utang sama mandiri kan ? Salah siapa waktu duit kcl ga di selesaikan. Waktu da bengkak baru ngomel ga jelas bos? Lagian 100% salah. Mau di bilang pintar kok da tau utang di mandiri buka rek usaha di mandiri bos? Terakhir bos. Kalau kita ngutang ga mau pake bunga atau denda. Pimjamnya sama keluarga aja . Heheh. Peace ya bos

    1
    18
    • 14 Desember 2020 - (16:00 WIB)
      Permalink

      Jika memang ad tunggakan dan ada kunjungan kan GX mungkin sebegitu besar bunga nya, jika tau ad utang kartu kridit pasti kan kita juga mau selesai pak….bukan menunda, alamat saya jelas dan tidak pernah pindah2 kenapa pihak kolektor tidak ada kunjungan kerumah? Bagaimana jika seseorang itu ad kartu kredit tiba2 dia meninggal dan ternyata dan kluarga tidak ada yang tau….saya pegang kartu kredit dr bank lain tp tidak seperti ini, selalu ada jalan untuk penyelesaian nya.

      4
      2
      • 15 Desember 2020 - (09:54 WIB)
        Permalink

        Wkwkwk, itu kolektornya mau nyari duit, jgn mau, byar bunga maksimal sebesar limit ny itu 2 jt, seharusnya itu berhenti d 4 jt total tunggakan, diskon bunga bisa smpai 60 persen atau bunga d hapus, datangin aj bank mndirinya, jgn ama agen pihak ketiga.

        • 15 Desember 2020 - (10:16 WIB)
          Permalink

          Perlu diketahui bahwa penulis memiliki tunggakan selama 10 tahun. Kalau tunggakan berjalan masih dalam hitungan bulan, angka 4jt ya itu masih masuk akal. Kalau 10 tahun seperti cerita diatas ya jadinya bunga berbunga.

          • 15 Desember 2020 - (12:29 WIB)
            Permalink

            Ini mah bukan pinjol ilegal,
            OJK punya aturan,
            Mana ada bunga berbunga.
            Itu emang kolektorny aj mo untung gede.
            Itu lunas 3,5 juta pun bisa.
            Bank klo bangkrut klo duit kita 100 milyar pun cuma di ganti 2m,
            Mosok pinjam 2 jt suruh balikin 10 juta. Ngarang itu kolektornya.

            1
            1
      • 15 Desember 2020 - (10:26 WIB)
        Permalink

        Pak edy yg pintar….anda tidak baca ya kl.dia tdk pernah memegang kartu..tdk pernah mendapat tlp…tdk pernah ada tagihan dll….ya jelas dia merasa di rugikan krn tau2 ada tagihan dan cek dia tdk bisa di pakai….coba baca ulang…baca ulang…baca ulang….😄😄😄🤭🤭🤭…atau jgn2 anda collector dari pihak bank yaaa🤭🤭🤭🤭🤭#bacaulang🤭🤭🤭

        3
        1
    • 15 Desember 2020 - (07:04 WIB)
      Permalink

      rentenir lebih dari biang rentenir, kalau pihak bank merasa benar laporkan saja jangan pakai pengancaman, sangat setuju laporkan saja pak liat nanti hasil akhir dipengadilan

  • 14 Desember 2020 - (15:52 WIB)
    Permalink

    Rada-rada bingung membacanya, bukan karena bahasanya, cuma karena tidak bisa berkata-kata terkait kasusnya. Selama selang 10 tahun, berarti seharusnya sudah ada 2x pergantian kartu karena kartu lama pasti expired. Biasanya ketika proses pengiriman kartu baru pasti akan dikirim kabar melalui SMS oleh Bank. Belum lagi ketika Bank akan meminta untuk segera meng-aktivasi kartu baru tsb!!! Apakah pernah ganti nomor hp, sehingga tidak ada kabar dari Bank?!?! Terkait tidak adanya tagihan yang dikirimkan, nah itu, dulu ketika awal penggunaan, apakah rincian tagihan diterima di alamat rumah, atau tidak sama sekali? Lalu soal, besarnya tunggakan. Kalau bisa dirinci secara pro-rata sih sebenarnya jumlah tagihan tsb bisa dibilang masuk akal. Katakanlah ada denda over-limit sebesar Rp 150,000 tinggal kali 12 bulan dan dikali lagi selama 10 tahun, itu sudah masuk Rp 18,000,000. Belum lagi denda dari bunga berbunga karena tagihan tidak dibayarkan. Sebaiknya segera selesaikan karena jika dibiarkan justru bunganya makin besar dan besar.

    • 14 Desember 2020 - (17:06 WIB)
      Permalink

      Saya baca kok rada aneh. Anda tdk peganf kartu, terus siapa yg menggunakan kartu tsb? Dan apa iya 10 tahun tdk pernah ada penggantian kartu? Kl alamat tidak berubah sepertinya mustahil. Apa mungkin dulu anda pakai itu kartu terus hilang dan anda berfikir toh kartu hilang tdk usah dibayar tagihannya. Yg jelas sya baca kronologinya rada aneh.

      • 15 Desember 2020 - (10:33 WIB)
        Permalink

        Bkn aneh bang…kadang pihak penerbit kartu nya yg aneh…ada beberapa teman saya dia cerita kl tiba2 dikirimi kartu kredit baru…pdhal tdk pernah apply kartu kredit…saya jg pernah seperti itu…mala merk bank terbesar pula 🤭🤭🤭…mgkn saja penulis tiba2 dpt kartu baru tp tdk pernah di kirim ke alamtmya dia…jd harus bener2 ditelusuri dulu asal muasalnya agar valid dan gak asal ngejuged..

        • 15 Desember 2020 - (12:01 WIB)
          Permalink

          harusnya seneng pak dikirim kartu krdit ,,brrti dapat pinjaman tnpa harus bnyk syarat ketentuan hahha, asal jangan di pakek aja kartu krdit nya kan aman. tagihan muncul kan kalau kartu krdit ny di pakek

  • 14 Desember 2020 - (22:47 WIB)
    Permalink

    Kronologi yang aneh..
    10 tahun tanpa dihubungi samasekali?
    10 tahun kan harusnya sudah 2x ganti kartu..
    Limit kredit 2juta.. ini limitnya, anda ngutangnya berapa? Pengguna kartu kredit pasti tau kalau kita bisa ngutang overlimit.. jangan2 anda limitnya 2jt tapi ngutangnya 10juta. Bunga mandiri itu 22.4% p.a. artinya kalau nunggak 10tahun ya jadi 224%.. lalu annual fee? Biaya overlimit?

    “ada tagihan kartu kredit saya yang dibuat tahun 2010 sejumlah Rp. 21.980.350,”. 2010 ini bikin kartu kreditnya? Atau ngutangnya?

  • 15 Desember 2020 - (03:28 WIB)
    Permalink

    Kalau mengenai masalah kartu kredit bank mandiri yg seperti ibu alami,bukan hanya itu yg mengalami demikian itu ,saya juga pada tahun + – 2014 usaha saya bangkrut dan untuk mencegah saya punya hutang dibank mandiri karena kartu kredit nya saya datang ke cabang bank mandiri di kelapa gading pass depan mal kelapa gading (MKG) kantor bank mandiri trsb, saya minta di tutup /stop kartu kredit saya trsb dan saya sudah hitung dalam bulan yg berjalan saya bayar semua tagihan saya karena tagihan saya paling besar Rp 2000,000 atau max Rp 3000,000 sesuai limit ,sehingga pada bulan berikutnya saya tidak akan ada lagi tagihan itu yg ada dalam benak saya !!!! Tapi ternyata tidak demikian setelah berjalan 4 THN usaha saya yg bangkrut berjalan lagi tiba2 saya dapat TLP dari pihak tim kartu kredit bank mandiri,mereka tagih saya hampir +- kalau gak salah Rp 17 000,000 ,karena saya inggin ini beres dan inggin jelas maka saya tanya bagaimana cara selesai ini !! Ya dibayar pak hutang hutang nya kata pihak bank nya ,ya saya jawab saya ngerti itu ,tapi kemana apa ke cabang bank terdekat? Lalu pihak bank suruh saya datang ke kantor pusatnya khusus kartu kredit bank mandiri di daerah Sarinah Jakarta pusat !! Dan setelah sampai di situ saya jelaskan dgn detail kronologi nya panjang x lebar tapi pihak bank mandiri bagian kartu kredit gak mau tau, saya bilang saya sudah mengajukan tutup kartu kredit nya 2x tapi kenapa saya masih ada tagihan ? Dan kenapa sudah bertahun2 baru di tagih lagi ? Tapi percuma saya omong apapun intinya saya punya hutang kartu kredit dibank mandiri saya dibentak2 pokok apapun alasannya saya harus bayar !!! Akhirnya berpikir ini kalau gak bayar gak bakal selesai dan dihitung2 saya harus bayar setengah nya lebih dari nilai hutang kartu kredit saya trsb dan Amin saya sudah bayar lunas! pertanyaan ? Apa memang begini kalau mau tutup kartu kredit didiamkan saja terus kalau sudah lama baru dibuka kembali lalu ditagih lagi yg bersangkutan dan orang nya ditekan dibentak2 dimarahi tanpa pandang usia dan salah dari pihak bank itu sendiri,?? Sesudah dan sebelum nya saya mohon maaf bila kurang sopan ,dan ini 1 cerita dari kartu kredit yg saya alami ,dan bagi nasabah bila ada hutang kartu kredit di bank apapun maka berjuanglah untuk melunasi nya,karena akan ditagih terus dan terus dan tutuplah sampai dapat bukti penutup pan ,tidak bisa hanya lewat lisan saja,

  • 15 Desember 2020 - (08:03 WIB)
    Permalink

    Bank mandiri memang banyak tipu-tipu KK saya di bobol,lalu saya di suruh buat sanggahan,bertahun prosesnya lalu sebagian di akui bank bukan transaksi yang saya lakukan dan di kembalikan,tetapi hanya sebagian kecil,lalu yang nilainya lebih banyak tidak di ganti,dengan alasan sudah lewat batas waktu untuk komplain !!! Padahal sudah setahun saya komplain,dan alasan bank dalam investigasi,butuh waktu s/d 180 hari,tetapi sanggahan saya sebagian di tolak karena lewat dari 90 hari!!! Lah waktu investigasinya aja 180 hari setelah itu alasan batas waktu komplain 90 hari jadi apakah ini bukan tipu-tipu dari bank? Aturan di buat sesuka hatinya aja dan merugikan nasabah ??? Memalukan !!!

  • 15 Desember 2020 - (11:58 WIB)
    Permalink

    itulah harusnya kita berilmu sebelum berkomentar,,untuk bunga kartu kredit itu 3% per bulan atau 36% per tahun dari total tagihan berjalan. bayangkan tunggakan yang 10 tahun tidak di bayarkan ???
    dan untuk email tagihan itu ada biaya pengiriman setiap billing,,kalau 3 bulan kartu kredit macet dan d blokir. otomatis billing juga di stop dan tidak di kirimkan lagi.
    untuk kartu kredit sendiri untuk apa di ganti ,,orang kartu kredit 3 bulan ga bayar udh d blokir ga bisa di pakek lagi. buat apa di ganti oleh mandiri. kan aneh yang komen pergantian kartu td. hahahah
    dan kolektor 2 kali sudah kerumah,,kok masih blm d slsaikan juga,,yang macet bukan 1 org,,tp berjuta orang. yang harus di datangi.
    harusnya yang punya tunggakan loh yang sadar. kok pas di blokir baru sadar. kan jangka waktu nunggak nya 10 tahun. kemana aja 10 tahun??kenapa nunggu di datangi tp ga datang ke pihak kartu kredit dlm 10 tahun. dan apakah nmr hp yang anda cantumkan masih aktf??kalau aktf tidak mungkin tidak pernah dihubungi slama 10 tahun.
    dlm islam aja kewajiban menagih itu aja cm 3 kali. kalau lebih dari 3 kali kan sudah tanggungan dosa di penghutang.

  • 15 Desember 2020 - (22:30 WIB)
    Permalink

    Saya baca beberapa komentar ada yang mengatakan kronologis yang diberikan nasabah aneh dan juga mengatakan bahwa kenapa sewaktu dulu nilai utang masih kecil tidak dibayarkan dan sekarang saat ditagih baru mengomel.

    Perlu diperhatikan bahwa di sini dari pihak Bank pun memang terdapat keanehan. Berdasarkan informasi yang diberikan nasabah, selama 8 tahun terakhir nasabah tidak pernah ditagih oleh pihak Bank baik melalui kunjungan lapangan, telepon maupun email walaupun jelas pihak bank tentu memiliki contact nasabah. Apabila pernyataan nasabah tsb adalah benar, pertanyaannya: Mengapa demikian?

    Kalau dari pihak nasabah bisa saja lho nasabah karena kesibukan ini dan itu benar-benar lupa mengenai utang tsb. Bisa saja, alasan tsb masih masuk akal. Tetapi kalau pihak bank “kelupaan” menagih? Agaknya ganjil. Tentu ada tim penagihan dan lain-lain yang bertugas melakukan follow up mengenai setiap utang nasabahnya. Kalau sudah berjalan 8 tahun, tagihan sudah membengkak karena bunga, baru dilakukan penagihan, pertanyaannya adalah “Kenapa sekarang?”.

    Kalau memang mau melakukan penagihan, setidaknya bulan pertama nasabah tidak melakukan pembayaran itu seharusnya sudah dikirimkan notifikasi setidaknya melalui email. Bulan berikutnya belum juga dibayar, bisa mencoba menghubungi nasabah melalui telepon. Bulan berikutnya masih belum dibayar, bisa didatangkan kolektor ke lapangan, atau metode penagihan lainnya. 8 tahun itu total 96 bulan lho. Ke mana kolektor selama itu? Menurut saya wajar dan masuk akal kalau nasabah keberatan membayar nominal yang jauh lebih besar bunga daripada pokoknya.

    Namun, mengingat kita hanya membaca informasi yang terbatas dan tidak detail, yang mengetahui rinciannya adalah pihak bank dan nasabah sendiri. Tidak bijak kalau kita menghakimi tanpa mengetahui persis permasalahannya.

    Di sini pun saya tidak memihak siapapun, saya hanya bertanya-tanya saja, “kenapa setelah 8 tahun baru bank melakukan penagihan?”. Itu perlu dicari tahu dulu jawabannya.

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mandiri?

Ada 20 komentar sampai saat ini..

Rekening Bank Mandiri Diblokir karena Tunggakan Kartu Kredit Tahun 201…

oleh Lia Kusuma Wardani dibaca dalam: 3 menit
20