Bukan Nasabah, tapi Diteror dan Dimaki Debt Collector AEON

Istri saya saat ini dalam kondisi stress berat karena terus ditelepon oleh debt collector yang mencari orang yang tidak dia kenal, yaitu Dwi Bakti Novi****. Orang ini mencantumkan nomor telpon istri saya (Endah) tanpa izin dan kami tidak pernah dikonfirmasi untuk menyetujui tindakan tersebut oleh AEON, tetapi AEON terus menelpon dan mengancam.

Tolong hapus nomor istri saya yang bernama Endah, karena dia tidak pernah ngutang dan tidak pernah memberikan persetujuan atas pencantuman nomor telpon oleh orang yang dia tidak kenal tersebut.

Pihak AEON seharusnya jangan semena-mena meneror orang yang tidak pernah ngutang atau kenal dengan orang yang ngutang tersebut. Kami sudah tidak bisa lapor BI dan OJK karena katanya sudah ranah kepolisian atas tindakan tidak menyenangkan.

Jadi bagaimana tanggapan AEON? Mau menghapus nomor istri saya yang bernama Endah atau kami harus mengikuti saran BI dan OJK karena tidak bisa mengendalikan debt collector yang membabi buta? Terlampir bukti telepon yang terus menerus tanpa henti dari debt collector AEON yang salah sasaran.

Togar A Mozes Uktolseja
Palembang, Sumatera Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai AEON Credit Service:
[Total:85    Rata-Rata: 1.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

12 komentar untuk “Bukan Nasabah, tapi Diteror dan Dimaki Debt Collector AEON

  • 18 Februari 2021 - (18:17 WIB)
    Permalink

    Maaf saat artikel ini ditayangkan, istri saya (Endah) sudah keburu meninggal..

  • 18 Februari 2021 - (18:54 WIB)
    Permalink

    Tolong debt collector AEON berhenti menelpon istri saya yang bukan nasabah AEON. Dia dikerjai orang tak dikenal yang mencantumkan nomor teleponnya. Seharusnya pihak AEON mengkonfirmasi terlebih dahulu sebelum kasih pinjaman ke orang tak bertanggung jawab, bukannya meneror isteri saya sampai meninggal. Tolong dihentikan! Kami sedang berduka.

    • 19 Februari 2021 - (14:11 WIB)
      Permalink

      Sebenarnya pada saat di teror istri bapak atau bapak tdk perlu mengangkat telp yang tidak ada nama nya atau yg tidak tersimpan di kontak, serta bisa mengganti nomor hp saja supaya tdk diteror terus

      2
      1
      • 19 Februari 2021 - (15:19 WIB)
        Permalink

        Alasan kami tidak ganti nomor adalah nomor kami sudah puluhan tahun kami pakai karena kami orang baik-baik yang tidak perlu melarikan diri dari sesuatu. Nomor telpon kami jauh lebih berharga dari harga diri seluruh debt collector, AEON dan pengutang tersebut

  • 18 Februari 2021 - (23:18 WIB)
    Permalink

    Smoga pihak aeon bisa segera mengambil jalan keluar. Utk bapak..anda hrs laporkan ke kepolisian. Anda jgn mau diteror trs padahal anda dan mendiang istri anda ga tau apa2. Laporkan pak..itu teroris namanya..

    10
  • 19 Februari 2021 - (06:14 WIB)
    Permalink

    Di mana kantor nya.?
    Siapa pemilik Aeon ? Dan siapa penanggung jawab tuk DC. .
    Sebaiknya kita ambil tindakan yg bijaksana. Pergi dan laporkan pada yg berwajib.
    Hutang tak hutang kalau cara seperti ini namanya bukan perusahaan.tapi pemeras yg berlogo…

    16
  • 19 Februari 2021 - (09:04 WIB)
    Permalink

    Laporkan saja pak pihak aeon. Dengan dalih menganggu. Kalo sampek masuk sidang lumayan uangnya buat kebutuhan sehari hari. Kalo diluar yang kayak gini makanan empuk soalnya. Bukti udah ada. Tinggal gas aja

  • 19 Februari 2021 - (10:06 WIB)
    Permalink

    Hidup gw simple..hidup cuma 1x kita orang sama2 makan nasi,dr Pd kita orng diteror dimaki2 kolektor mending kita duel dng kolektornya.. biar kita sama2 puas, kekekekkkkk…😎😎😎

    7
    2
  • 19 Februari 2021 - (10:11 WIB)
    Permalink

    Laporkan ke polisi pak. Apalagi sampai menyebabkan kematian. Datang ke kantor AEON bersama pihak kepolisian. Tuntut mereka dengan pembunuhan berencana. Kalau bapak bisa meminta bantuan pengacara yg ada nama, malah lebih bagus lagi.

  • 19 Februari 2021 - (17:14 WIB)
    Permalink

    Ikut Berduka Cita Bang Togar
    Semoga Ibu mendapat tempat mulia disisi TUHAN. Saran saya sebaiknya dilaporkan ke Polisi agar tidak jatuh korban lagi. Agar semua pihak juga tergugah untuk membasmi teror dan intimidasi .Bagi mereka yang selama ini mencari nafkah dengan meneror,mengintimidasi,mempermalukan semoga bisa menemukan mata pencaharian lain.

  • 19 Februari 2021 - (21:14 WIB)
    Permalink

    Sebelumnya, saya turut berduka cita atas meninggalnya istri Bang Togar.
    Debt collector AEON memang seperti tidak mempunyai akhlak. Saya pernah mendapatkan hal tidak menyenangkan seperti ini. Mereka hanya bisa nyerang dengan kata2 kasar. Kalau ditantang buat ketemu, mereka tidak ada yang berani atau mengaku. Karena saya merasa tidak salah, maka saya mendatangi kantor AEON beserta outsourcing debt-collector tersebut, bahkan mencari pimpinannya. Tapi mereka bukan memberi solusi, tapi mereka semua pura2 tidak tahu, pura2 tidak kenal dan saling melempar kesalahan. Disana saya sangat marah, tapi tidak bisa berbuat apa2. Intinya … Pihak AEON atau outsourcing tersebut tidak pernah mau mengakui jika pelayanan mereka sangat kurang baik.

  • 19 Februari 2021 - (21:29 WIB)
    Permalink

    kalau saya blh tau bng,itu mba yg namanya dwi apa hbngnnya dgn almarhumah istri abang???krn setau saya klo orng dc atau debt collector telfon itu yg pertama kali di cari atau di tlfn orng terdekat yg mash ada hbngn,sprti sodara,teman atau rekan kerja… krn orng dc itu gak sembarang tlfn atau teror orng klo ga ada di kontak tlfn si peminjam..jd klo dc itu bs tahu nomer hp almarhumah istri abang itu hrs diusut,krn itu dah termasuk curi data nasabah yg gak ada hbngn dgn si peminjam

 Apa Komentar Anda mengenai AEON Credit Service?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Bukan Nasabah, tapi Diteror dan Dimaki Debt Collector AEON

oleh Togar Uktolseja dibaca dalam: 1 min
12