Pinjol Ilegal Semakin Meresahkan, Masih Ada di Google Play

Nama saya Joko Herwanto. Kejadian ini dialami oleh ayah saya a.n. Sirno. Ayah saya ini gaptek, HP hanya untuk komunikasi WA. Pada bulan Maret 2021 ayah saya mendapat SMS mengenai pinjaman dana dengan tenor 3 bulan. Karena saat itu butuh dana, ayah saya mengklik dan mengirim persyaratan, dengan pengajuan pinjaman Rp1.600.000 tenor 3 BULAN.

Namun setelah dana cair, ternyata ketika di lihat di aplikasi, tenor hanya 6 hari. Karena diteror terus, ayah saya ketakutan dan tidak menginfokan ke keluarga sampai pinjam 4 aplikasi. Semuanya sama, tenornya 6 – 10 hari. Bunga dan denda tidak tanggung-tanggung sampai 100% lebih! 2 aplikasi member AFPI berhasil ditutup, tersisa 2 aplikasi (diduga ilegal) SuperRP dan Kredit Rupiah.

Saya coba menyelesaikan masalah ini dengan menghubungi pihak pinjol ke nomor pengaduannya, tapi semuanya tidak bisa. Herannya lagi, di Google Play juga ada dan lolos verifikasi Google Play, yaitu aplikasi KREDIT RUPIAH.

Tadi malam saya iseng melakukan pengaduan ke Google Play dan yang terjadi saya malah diemail 35 lebih email masuk dari pihak aplikasi dengan kata-kata kasar.

Ada salah satu nomor kontak di email saya WA untuk mohon keringanan dengan mengembalikan saja pinjaman dan membatalkan transaksinya. Saya dikasih nomor virtual account Bank Permata. Tidak selang lama, ada masuk 4 panggilan telpon, WA, dan beberapa email, semua menawari saya nomor virtual account pengembalian dana. Ada dari Bank BTN dll. Malah ada yang telepon katanya yang info pertama tadi anak buahnya dan dibuatkan baru.

Singkat cerita, saya pusing lihat bunga yang terus naik setiap hari, Rp200 ribu/hari/aplikasi. Akhirnya saya kontak salah satu admin KREDIT RUPIAH. Saya berdiskusi untuk dapat mengembalikan pokoknya saja sebesar Rp1 juta dan data aplikasi ayah saya dihapus.

Proses penghapusan sekitar 15-20 menit. Saya tunggu lama sampai menjelang sahur, ternyata WA saya diblokir oleh pihak admin KREDIT RUPIAH. Saya bingung harus lapor ke mana. Whatsapp business: admin KREDIT RUPIAH.

Saya sebelumnya sudah pernah kirim email ke: waspadainvestasi@ojk.go.id, konsumen@ojk.go.id, polisionline.net@gmail.com, cybercrime@polri.go.id, tapi tidak ada respon.

Dari pihak Google Play pun setelah sekian banyak yang komplain, aplikasi juga masih terpampang, semakin banyak korban.

Mohon ditanggapi:

  1. waspadainvestasi@ojk.go.id, konsumen@ojk.go.id, bagaimana solusi atas sisa pinjaman tersebut di atas?
  2. polisionline.net@gmail.com, cybercrime@polri.go.id, ke mana sekarang bapak polisi? Yang biasanya gencar membongkar praktik pinjol ilegal.
  3. Google Play, mengapa tidak menghapus aplikasi dari daftar Playstore setelah melihat komplain masyarakat begitu besar?
  4. Whatsapp Business, mohon menelusuri akun admin KREDIT RUPIAH yang melakukan penipuan tersebut.
  5. Yth. Bpk Joko Widodo, mohon dapat dikerahkan jajarannya lebih gencar lagi, membongkar dan memenjarakan pihak-pihak pinjol ilegal. Kalau semua diserahkan ke masyarakat sendiri, hancur pak Indonesia ini, dipecah belah oleh hutang dan saling curiga.

Hormat saya,

Joko Herwanto
Kab. Pacitan, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai pengalaman ini:
[Total:14    Rata-Rata: 3.6/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

13 komentar untuk “Pinjol Ilegal Semakin Meresahkan, Masih Ada di Google Play

  • 25 April 2021 - (11:19 WIB)
    Permalink

    Bapak ditipu itu , kenapa bapak mengembalikan uangnya bukan atas nama perusahaan ?
    Itu bapak ngirim uang ke akun DANA penipunya.

  • 25 April 2021 - (11:40 WIB)
    Permalink

    Ganti aja no hp kita
    Dan ga usah bayar beres
    Kecuali lgi banyk duit
    Ya di bayar
    Besok di terror kita bayr lgi
    Cara kerja renterin online
    Memang begitu
    Luar biasa bejatnya
    Mereka hanya tertawa melihat
    Anda komplen di media konsumen

  • 25 April 2021 - (12:10 WIB)
    Permalink

    Memang begitu pinjol ilegal, mengandalkan ancaman dan teror agar Anda bayar. Padahal tidak usah dibayar juga gpp. Masalahnya kontak dan log panggilan hp ayah Anda sudah dikuasai pihak pinjol, mereka akan meneror semua kontak di hp tersebut. Solusinya, bikin pesan broadcast bahwa akun Anda telah diretas, mohon abaikan kalau ada pesan yg mengaku dari pihak tidak jelas
    Bagi yang tidak paham memang sangat berbahaya pinjol ilegal. Bagi yang paham justru jadi lahan empuk buat cari uang, saya sendiri berhasil galbay 50 apk pinjol ilegal. Ilegal ya, jadi aman tidak ada DC dan tidak masuk SLIK. Intinya kontak dan log panggilan harus fiktif, jgn lupa hapus juga fike “sensitif” di gallery hp.
    Aplikasi Kredit Rupiah termasuk aplikasi beranak, di dalamnya berkumpul pinjol2 ilegal. Dan biasanya penagihannya lebih ganas.
    Daripada nunggu tindakan dari pemerintah, kenapa tidak kita tindak sendiri ? Pinjam sebanyak2 nya trus jangan dibayar biar bangkrut. Butuh ibfo lebih ? Banyak kok grup FB pinjol yg sedia trik dan tips

    6
    1
      • 1 Mei 2021 - (04:20 WIB)
        Permalink

        Langkah pertama, kontak dan log panggilan harap diamankan SEBELUM instal apk pinjol ilegal tersebut.

        Caranya ? Termudah dengan ganti angka terakhir semua kontak anda, yg paling aman sih hapus kontak dan isi kontak baru dengan nomer para DC dan penipu yg banyak tersedia tinggal google aja. Kontak minimal 100 ya, untuk log panggilan juga begitu. Hapus bersih dan siapkan 2 nomer, entah nomer sendiri atau punya teman Anda.
        Disarankan punya 2 hp jika mau jebol pinjol ilegal, jika tidak ajak teman anda untuk jadi emergency contact. Jika ada 2 hp, isi hp yg akan jadi emergency contact dengan 2 nomer baru. Hubungi hp yg akan digunakan minta duit ke pinjol ilegal dengan 2 no itu. Intinya yakinkan pinjol bahwa Anda dan emergency kontak itu berhubungan dekat. SMS juga yg banyak antara no yg buat minta dengan no emergency kontak. Gallery juga diamankan ,jika ada file yg sekiranya sensitif harap dihapus. Pinjol bisa retas semua isi gallery kita, tapi jangan biarkan kosong ya gallery. Isi dengan foto2 pribadi kita yg wajar dan aman.

        Udah dengan begitu sudah bisa mulai minta duit ke pinjol ilegal. Bedain ilegal dengan yg legal gimana ? Cek website OJK ya. Atau yg paling mudah jika pinjol tersebut minta akses ke kontak dan log panggilan serta gallery, bisa dipastikan itu ilegal. Ketik aja di PlayStore “KSP” , ratusan tuh yg muncul pinjol ilegal.
        Niatkan untuk minta dan bantu saudara kita yg sudah dihancurkan pinjol, bukan utang secara mereka tidak ada ijin untuk memberikan utang.
        Apply sebanyak2 nya, catet dan hapus dari hp segera setelah apply, entah itu acc atau ditolak segera hapus sebelum instal pinjol yg lain.
        Kalau beruntung bisa dpt puluhan juta, sekarang saya mah udah pensiun. Data sudah busuk, mau apply di pinjol ilegal langsung dilepeh. Udah galbay di 50an apk 🤭

        Untuk jawab yg dibawah, pinjol tidak bisa retas WA ya. Saya dulu lupa hapus WA , banyak chat dengan teman d WA tersebut tapi tidak ada satupun teman yg dihubungi. Kontak, gallery dan history panggilan serta SMS yg bisa diretas pinjol ilegal, kalau WA tidak bisa.
        Yg kurang jelas silakan komen dibawah ya.

  • 25 April 2021 - (13:17 WIB)
    Permalink

    Menanggapi yang nomor 5.
    [. Kalau semua diserahkan ke masyarakat sendiri, hancur pak Indonesia ini, dipecah belah oleh hutang dan saling curiga.]

    Indonesia adalah negeri muslim. Sudah banyak ustad ustad, kiai kiai, dan banyak petunjuk petunjuk tentang Haramnya Riba’ dan Riba’ harus di Perangi. Itu sudah cukup.

    Salah Ayah anda sendiri. Acuh dengan ajaran agama.

    Ini terjadi bukan karena Ayah anda Gaptek.

    Agama melarang hutang Riba’. Jika ayah anda taat Agama, tidak seperti ini jadinya. Apakah ayah anda Gagap Agama juga?

    Logikanya:
    Tempat judi banyak, Ayah anda bisa kan menjauhinya, tanpa perlu ditutup.

    Pabrik Minuman keras banyak, Ayah anda bisa tidak membeli Miras.

    Hiburan malam bertaburan. Ayah Anda tidak mengunjunginya.

    Kesimpulannya:
    Ayah anda cuma Gapma, Gagap Agama, tidak percaya bahwa Riba’ Haram. Sama seperti jutaan generasi Pinjol lainnya. Generasi pinjol kupingnya panas bila disinggung prihal agama.

    Kaum pinjoL berkata:
    “Kalian tidak tahu apa yang kami lalui, kalian tidak tahu penderitaan kami, kami terpaksa minjol”

    Ketika kalian melihat orang berjudi, apakah kalian akan menerima jika mereka berkata sama seperti itu?

    “Kalian tidak tahu apa yang kami lalui, kalian tidak tahu penderitaan kami, kami terpaksa berjudi”

    Selingkuh,
    “Kalian tidak tahu apa yang kami lalui, kalian tidak tahu penderitaan kami, kami terpaksa selingkuh”

    Minuman Keras,
    “Kalian tidak tahu apa yang kami lalui, kalian tidak tahu penderitaan kami, kami terpaksa mabuk”

    Yang Haram tidak pantas untuk di Maklumi.

    10
    11
  • 25 April 2021 - (19:35 WIB)
    Permalink

    Gak usah bayar, gak usah takut mereka gak punya izin data di BI gak bakalan jelek tenang aja.

    1
    1
  • 27 April 2021 - (01:52 WIB)
    Permalink

    Gak usah dibayar pak itu ilegal, klau mau bayar bayar pokoknya saja yg dikirimkan.. Lalu minta VA untuk pembayaranya biasanya sih klau yg bener VA atas nama kita… Klau mereka menyuruh bapak membayarkan atas nama mereka jangan mau pak itu namanya penipuan… Mending tidak usah dibayarkan..

  • 27 April 2021 - (22:16 WIB)
    Permalink

    Gak usah bayar yang ilegal.
    Mereka paling teror aja, asal kuping besi dah biarin aja.

    Tapi perlu diperhatikan,
    Bahwa bapak anda mungkin gak gaptek2 amat, bisa download aplikasi, bisa isi formulir, bisa klik link, bisa foto selfi dan ktp.
    Mungkin bukan gaptek, cuma kurang baca aja ya.
    Besok di ajarin deh bapaknya baca2 berita, tempo, kompas, detik, media konsumen, biar pintar dah.

 Apa Komentar Anda mengenai pengalaman ini?

Ada 13 komentar sampai saat ini..

Pinjol Ilegal Semakin Meresahkan, Masih Ada di Google Play

oleh joko dibaca dalam: 2 menit
13