Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Wahyu Krisma Murti

Kepada Yth
Redaksi Mediakonsumen.com
di Tempat

Dengan hormat,

Terkait dengan surat pembaca konsumen dari Ibu Wahyu Krisma Murti pada tanggal 21 Januari 2022 dengan judul “Penagihan Akulaku Meneror Nasabah”, kami menyesalkan mengenai pengalaman kurang menyenangkan yang dialami oleh Ibu Wahyu.

Dapat kami informasikan bahwa laporan Ibu Wahyu telah ditindaklanjuti oleh tim terkait dan kami telah melakukan konfirmasi langsung kepada Ibu Wahyu.

Perihal keluhan tersebut, bahwa tim kami telah melakukan penagihan sesuai dengan SOP penagihan yang berlaku. Tim Akulaku tidak pernah sedikit pun menyampaikan perkataan yang mengancam, kasar, maupun tidak sopan sebagaimana dituduhkan oleh Ibu Wahyu.

Dikarenakan respon dari Ibu Wahyu yang kurang baik dan tidak ada kesepakatan, maka tim kami mengambil opsi yaitu menuruti permintaan Ibu Wahyu untuk membayarkan tagihan secara parsial. Selama pelayanan penagihan yang dilakukan oleh tim Akulaku, Ibu Wahyu telah melakukan pemblokiran nomor telepon dari tim Akulaku sebanyak 2 kali.

Untuk informasi lebih lanjut dapat anda lihat melalui akun resmi Akulaku Indonesia sebagai berikut:

Instagram: @akulaku_id
Facebook: @AkuLakuIndonesia
Twitter: @akulakuID
Call Center: 1500920

Semoga dengan penjelasan ini dapat menjawab surat yang disampaikan oleh Ibu Wahyu. Atas perhatian dan kerjasamanya, kami ucapkan terima kasih.

Salam,

Bayou Pangestu
Public Relations – Akulaku Indonesia

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Tanggapan Akulaku:
[Total:122    Rata-Rata: 1.4/5]
Penagihan Akulaku Meneror Nasabah

Saya nasabah Akulaku, sangat kecewa dengan penagihan Akulaku sekarang. Padahal dulu penagihannya sopan dan bisa diajak negosiasi. Saya sebagai nasabah...
Baca Selengkapnya

17 komentar untuk “Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Wahyu Krisma Murti

  • 27 Januari 2022 - (09:50 WIB)
    Permalink

    Saya konsumen akulaku, dan sdh beberapa kali ambil cicilan, dan sampai dg sekarang. Pernah terlambat untuk bayar, tapi tidak sekasar yg ada di screenshot diatas. Bila ada kendala di pembayaran, lbh baik hub CS yg ada diaplikasi, krn lbh aman dan ada solusi.

    2
    5
  • 27 Januari 2022 - (19:12 WIB)
    Permalink

    Akulaku emang BRENGSEK. Coba kalian ngecek acount atas nama Saya. ZUKRAN. PERNAHKAH SAYA MENGALAMI KETERLAMBATAN? Tp setiap bulan seminggu sebelum jatuh tempo saya sudah dibuat ribet dengan telpon kalian. TOLONG JANGAN TERLALU MENGGANGGU PRIFASI SAYA YAH. SEBLUM SAYA JENGKEL DAJ TIDAK MAU MBAYAR TAGIHAN SAYA YANG KADANG UDAH JUTAAN. DARI SEMUA APLIKASI PBAYARAN ONLINE SAYA HANYA AKULAKU YANG TERLALU LEBAY. SANGAT MENGGANGGU DEJGAN TEROR TELPON KAYK SAYA TIDAK MAMPU MEMBAYAR TAGIHAN SAJA. ANJRITLAH KALIAN

    15
    6
    • 28 Januari 2022 - (06:35 WIB)
      Permalink

      Ibunya kan udah jelas mau bayar. Hanya minta keringanan saja.
      Gak tau apa prinsip parw debt collector ini, tapi dengan di teror seperti itu rata2 nasabah pasti akan memilih untuk ngeblokir.
      Ketika terjadi kredit macet, nasabah ingin diskusi bagaimana caranya agar utangnya bisa lunas dengan berbagai macam keringanan seperti cicilan.
      Toh pinjol2 juga hanya pengen uangnya kembali bukan ?
      Win win solution aja sih klo nurut aku.

      5
      1
    • 28 Januari 2022 - (07:06 WIB)
      Permalink

      kl ngomong emang enak..besok2 ente ditagih2 dgn cara ditelpon bertubi2 sebelum jatuh tempo…

      ingat kata2 ente sendiri ya.. ‘hutang harus segera dibayar titik’!!

          • 29 Januari 2022 - (06:51 WIB)
            Permalink

            Pasti DC sekarang banyak yang ikut nimbrung di Media Konsumen..kynya terorganisir sekarang…

          • 31 Januari 2022 - (07:26 WIB)
            Permalink

            Iya, dc banyak ikut nimbrung disini. Aku aja up di mk, gak telat bayar tapi dikasari menurut mereka itu penagihan wajar. Wajar gimana lha wong telpon sama wa berkali kali. Ntra ditelpon balik gak mau angkat

  • 28 Januari 2022 - (07:04 WIB)
    Permalink

    ‘dikarenakan respon yg kurang baik’..kok lucu sekali statemen nya…dlm screen shot yg ditampilkan dc AL meneror bertubi2 bagaimana orang tidak jengkel pak???komentar anda terlihat defensif sekali..dan klise bahwa menagih sdh sesuai SOP
    Mungkin dlm benak anda meneror itu selalu spt org meneror dgn ancaman ya? menelpon berkali2 dan bertubi2 dgn nomer dan org berbeda2 itu meneror namanya…

    5
    1
    • 28 Januari 2022 - (09:02 WIB)
      Permalink

      harusnya sama2 sadarlah smua ada resikonya.. si pemberi pinjaman resikonya ya nasabah g mau/BS bayar. Si nasabah resikonya telat bayar terus2an ditagih. Sama2 punya hak sama2 . Cm ngapain aib sdr malah dibuka ke ruang publik, akhirnya malah lebih banyak yg tau

      • 28 Januari 2022 - (09:30 WIB)
        Permalink

        mindset anda ngawur..buka aib?
        ini media konsumen saran dan kritik itu berguna bagi pelaku usaha…ini juga berguna bagi anda sebagai bahan pelajaran dan perenungan spy kejadian sama tdk terjadi pada anda…
        ini bukan soal aib tp bicara soal pelayanan publik

        6
        2
    • 28 Januari 2022 - (16:18 WIB)
      Permalink

      Dan anehnya pihak akulaku tidak mengakui klo chat sebanyak itu dari pihak mereka , ngapain saya capek² ngefitnah , buang² waktu.. biarlah manusia² dc dan antek²nya senang dgn pekerjaan sprti itu.tugas saya cuma melunasi hutang saya.smoga saya dan yg lainnya tidak ada yg terjerat dgn pinjol lagi.. aamiin

  • 8 April 2022 - (05:11 WIB)
    Permalink

    Iyaa betul sekali..saya baru kali ini ada keterlambatan pembayaran tetapi sudah saya bayar lunas beserta dendanya di tgl 6 April 2022 jam 11 siang..tetapi sampai sekarang di tgl 8 April 2022 saya masih terus di teror lwt chat wa..padhal sya sudah mengirim bukti trfernya. Saya sampai nangis dan suami saya juga terganggu krna chat wa terus2an masuk di hp kami. Semoga kalian DC diampuni dosa2 kalian..s

 Apa Komentar Anda mengenai Tanggapan Akulaku?

Ada 17 komentar sampai saat ini..

Tanggapan Akulaku atas Surat Pembaca Ibu Wahyu Krisma Murti

oleh Akulaku Indonesia dibaca dalam: 1 menit
17