Penagihan Bank Mega Meneror Sampai ke Kantor, untuk Menagih Tagihan Mantan Istri

Dear Media Konsumen,

Surat ini perihal keluhan saya, yang masih diteror oleh tim penagihan collection Bank Mega. Tagihan Bank Mega tersebut adalah tagihan mantan istri saya a.n. Emersiana Maria. Saya tidak mengetahui hutangnya berapa, tapi tiba-tiba saya diteror harus membayar hutang tersebut, dimana tagihan tersebut bukan saya yang melakukan.

Pada saat ini sidang perceraian masih berjalan dan pada saat ini kami sudah tidak serumah hampir 4 tahun lamanya. Saya sama sekali tidak bisa menghubungi mantan istri saya karena nomor saya diblokir. Mantan istri saya tersebut juga tidak ada kontak kepada keluarganya.

Sampai dengan saat ini, tempat saya bekerja masih saja diteror oleh penagihan Bank Mega. Ini membuat hidup saya tidak nyaman dan mencemarkan nama baik saya. Padahal saya tidak pernah ada masalah dengan Bank Mega. Saya sudah adukan kepada pihak OJK perihal keluhan saya. Saya lampirkan pengaduan OJK saya dan bukti surat proses perceraian saya (arsip redaksi).

Saya tekankan sekali lagi, saya tidak akan mau membayar tagihan tersebut karena tagihan tersebut, karena bukan hutang saya. Sampai dengan detik ini Bank Mega masih MENEROR kantor saya bekerja dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan tidak pantas, kepada atasan saya dan orang-orang di kantor saya.

Andri JS Loebis
Jakarta Pusat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mega:
[Total:182    Rata-Rata: 1.5/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Bapak Andri JS Loebis

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Sehubungan dengan surat Bapak Andri JS Loebis di mediakonsumen.com (14/3), “Penagihan Bank Mega Meneror Sampai ke...
Baca Selengkapnya

17 komentar untuk “Penagihan Bank Mega Meneror Sampai ke Kantor, untuk Menagih Tagihan Mantan Istri

  • 14 Maret 2022 - (12:11 WIB)
    Permalink

    Bank Mega, Bank Amar juga dari dulu terkenal kayak mafia. Nagih ke orang yg sudah tidak ada hubungannya dengan yg berhutang.

    13
    1
    • 15 Maret 2022 - (07:44 WIB)
      Permalink

      Itu bukan orang orang bank Mega. Itu pihak ketiga yang dipakai bank Mega buat jadi depkol. Mana berani karyawan bank Mega langsung jadi dc. Ajak ketemuan, mana berani tuh dc kalo diajak ketemu langsung. Beraninya cuman lewat telpon sama WA.

      10
      2
  • 14 Maret 2022 - (22:30 WIB)
    Permalink

    Parah banget memang Bank Mega ini. Mungkin bukan Bank Mega nya langsung tapi Mitra nya, apapun itu harusnya Bank Mega punya SOP untuk Mitranya yang melakukan penagihan.
    Saya pernah juga diteror gara2 ada saudara dari rekan kerja yang punya tagihan kartu kredit, kata2nya sungguh kasar, memaki maki, ngata2in dan merendahkan sekali.
    SANGAT DISAYANGKAN SEKELAS BANK MEGA PUNYA MITRA KERJA YANG SEPERTI ITU. KALAU SAYA YANG HUTANG PANTAS SAYA DI KEJAR, DIHINA DAN DI KATA2I KASAR.
    TAPI ITU YANG PUNYA HUTANG ADALAH SAUDARA REKAN KERJA SAYA YANG MANA SAYA SAJA TIDAK KENAL ORANGNYA, APA HUBUNGANNYA COBA?
    TOLONG BANK MEGA KALAU CARI MITRA KERJA YANG TIDAK ASAL NAGIH KE ORANG YANG TAK ADA SANGKUT PAUTNYA, MEMBUAT KEPERCAYAAN KITA MENURUN.

    14
  • 15 Maret 2022 - (03:10 WIB)
    Permalink

    Sebelum cerai resmi berkekuatan hukum tetap,dimata hukum anda belum bercerai..dan sah2 saja jika anda ditagih hutang istri anda terlepas dari cara penagihan yg tidak etis

    10
    11
  • 15 Maret 2022 - (05:15 WIB)
    Permalink

    Sayadan semua orang kantor juga pernah diteror bank mega padahal yg bermasalah rekan kerja 1kantor yang sudah risent saya tantangin suru datang ke kantor gak berani debcolektor nya..hati2 bank mega itu terpandang tapi debcolektornya terpampang dimana mana kayak orang yg tau mengeyam pendidikan

    10
  • 15 Maret 2022 - (06:03 WIB)
    Permalink

    Cerainya pasti karena utang. Pantasan rumah tangganya hancur. Cinta karena materi semata2. Baru menyesal.

    2
    23
    • 15 Maret 2022 - (17:48 WIB)
      Permalink

      Menurut saya apakah kartu kredit selalu ada persetujuan kepada pihak suami atau pihak lainnya, permohonan pengajuan kartu kredit hanya sebatas verifikasi apakah nama yg tercantum dikenal atau tidak tapi bukannya permintaan persetujuan, yang jadi masalah adalah kita tidak mengetahui data kita ada dimana yang kita tahu hanya penagihan dari Bank Mega saja, saya harap Bank Mega dan bank bank lainnya bijaksana memilih rekan dalam penagihan tetap utamakan attitude dan kesopanan karena akan adanya resiko reputasi bagi bank tersebut

  • 15 Maret 2022 - (08:22 WIB)
    Permalink

    Kirim surat mas ke bank mega nya, krn sy jg prnh ky gitu, tmn kntr yg ad tunggakan 1kantor ditelponin sampe mreka ucap kt2 kasar, stelah sy kirim surat ke bank mega ditujukan ke direktur nya dgn tembusan BI, OJK, akhirny manajernya telp kkntr utk mnt maaf sampe skrg g ad lg telp dr bank mega

    11
  • 15 Maret 2022 - (08:39 WIB)
    Permalink

    “Pada saat ini sidang perceraian masih berjalan” Lah itu udah tau sendiri jawabannya kenapa masih ditagih. Ya karena cerainya belum ada putusan sidang yang memiliki kekuatan hukum lah. Di mata hukum kalian masih jadi suami istri yang lagi mesra-mesranya membayar cicilan. Cieee 💕

    2
    7
  • 15 Maret 2022 - (13:46 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin pak, namun selama belum ada putusan pengadilan agama yg berkekuatan hukum tetap status masih suami istri, sah2 saja DC menagih ke suami sebagai kepala keluarga, meski caranya tidak dibenarkan dengan ancaman. Sebaiknya didatangi istri Anda dibicarakan hal ini supaya tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari. Semoga menemukan jalan terbaik. JBU

    1
    3
  • 15 Maret 2022 - (14:12 WIB)
    Permalink

    1. Bikin surat langsung ke dirut bank mega pusat.
    2. Suruh datang si DC yg nagihnya arogan. Bilang aja mau bayar tapi cash nih silakan ambil ke sini duit sudah disiapin. Klo mereka berani datang jangan takut n banyak cingcong ajak duel aja…..ini mah masalah nyali, Bro….jangan takut tunjukkan bahwa Lo siap tempur….Good Luck…..

    • 15 Maret 2022 - (20:46 WIB)
      Permalink

      Di surat pembaca ngaku masih proses sidang perceraian.
      Tapi di surat pengaduan ber meterai nya tertulis statement “mantan istri”.

      Yg bener yg mana?

      Kalo ada dislike berarti fix ini si pelapor nya orang nya baperan

  • 15 Maret 2022 - (14:31 WIB)
    Permalink

    Si pengadu sepertinya tidak terima ditagih hutangan istrinya. Secara hukum anda belum bercerai. Jadi sangatlah wajar jika anda ditagih karena dia masih berstatus istri anda. Jadi suami jangan baper. GK suka fakta cerai resmi belum ada, semua yang komen begini anda dislike. Itu bukti anda bukan laki. Laki, harusnya tahu ssebelum ada putusan resmi, dia tetaplah istri anda. Mau hilang kontak kek, apa kek, anda tahu rumah mertua Anda. Ya anda samperin. Anda jelasin ke mertua Anda soal tagihan istri anda.

    6
    6
  • 15 Maret 2022 - (18:50 WIB)
    Permalink

    Turut prihatin atas polemik yg dialami. Fenomena hutang piutang dan cara yg diambil pihak kreditur makin hari makin barbar dan diluar akal sehat. Saya sangat berharap, kebobrokan sistem lembaga keuangan, utamanya pada dept collection di Indonesia, sepertinya nya hrrus segera dibenahi

    2
    1
  • 19 Maret 2022 - (23:45 WIB)
    Permalink

    Loh kan aturannya hny blh menagih ke pihak yg berhutang. Mau suami ke bapak kek, etika bank mega dmn??! Aplg smpe ganggu kantor tmpt yg bkn berhutang bekerjaa.

    • 20 April 2022 - (10:21 WIB)
      Permalink

      Iya benar, namun adakah lembaga yg khusus menangani pengaduan atas perilaku DC seperti ini ???

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mega?

Ada 17 komentar sampai saat ini..

Penagihan Bank Mega Meneror Sampai ke Kantor, untuk Menagih Tagihan Ma…

oleh andri dibaca dalam: 1 menit
17