Laporan Preventif Saya atas Upaya Penipuan Ditolak Karena Belum Timbul Kerugian

Beberapa waktu lalu kakek saya dihubungi oleh nomor tidak dikenal dan mengabarkan bahwa paman saya mengalami kecelakaan. Pelaku awalnya berhasil meyakinkan kakek saya kemudian menyerahkan HP nya ke bibi saya (istri paman saya).

Pelaku menceritakan kronologi kejadian kecelakaan, paman saya menabrak seseorang yang mengakibatkan orang yang ditabrak meninggal dunia. Pelaku mengaku dari kepolisian sudah mengamankan paman saya agar tidak diamuk massa dan akan membuat berita acara bahwa kecelakaan tersebut tabrak lari agar paman saya tidak ditindak secara hukum. Dan pelaku mengatakan saat itu sedang berada di mobil bersama paman saya menuju ke rumah untuk mengantar paman saya.

Tapi kemudian pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp. 3.000.000. Kami menolak dengan alasan tidak ada uang dan uang semua ada di paman saya. Pelaku kemudian meminta 1 juta saja untuk biaya ganti pengobatan paman saya.

Saya yang mendengarkan percakapan timbul rasa curiga (kebetulan saya bekerja di sebuah start up di devisi fraud). Saya menelon paman saya yang ternyata dalam keadaan baik-baik saja. Pelaku memberikan nomor rekening BRI untuk tujuan transfer-nya 538601025044537 a.n Nadra.

Setelah saya info ke bibi saya, bibi saya mematikan telepon. Saya bergegas menghubungi BRI untuk meminta pemblokiran rekening tersebut namun ditolak oleh BRI dengan alasan tidak ada kerugian.

Saya sebagai orang yang cukup lama bekerja di bidang fraud agak kecewa dengan sistemnya BRI. Tujuan saya melapor untuk melindungi korban lainnya yang akan datang, kenapa malah menunggu ada kerugian finansial dulu. Ini kan aneh, kan bisa aja BRI melakukan investigasi terlebih dahulu dengan mengamankan akun sementara sampai hasil investigasi selesai jika memang laporan saya dianggap masih meragukan. Bisa dilihat tracking aliran dana nasabah apakah mencurigakan atau tidak.

Bagaimana jika sudah banyak korban namun mereka tidak tahu harus melapor kemana tahu malas saja untuk melapor karena sudah putus asa kehilangan uangnya. Saya menunggu agar lama namun balasan dari BRI benar-benar di luar dugaan, mereka hanya menolak tanpa melakukan investigasi apapun dengan alasan tidak bisa dilanjutkan karena belum ada kerugian.

Padahal saya sudah berharap banyak kepada bank negara terbesar ini untuk sama-sama membantu mengurangi tindak kejahatan dan meminimalisir korban tapi ternyata dia santai saja dengan laporan ini dan menganggap remeh, mungkin bagi mereka “halah, toh juga belum rugi”. Ya untungnya saya tidak tertipu karena memang saya sudah cukup lama bekerja menangani kasus penipuan seperti ini.

Saya saya tahu modus-modus penipuan seperti apa dan tindakan kami saya rasa masih jauh lebih baik dalam menangani laporan seperti ini, dimana kami terus melakukan investigasi apakah benar ada indikasi penipuan atau tidak dengan menghubungi pelapor melalui sambungan telepon untuk menceritakan kronologinya.

Saya sudah sampaikan kronologi saya ke BRI juga, sayangnya tidak ada bukti rekaman penggilan karena HP kakek saya tidak ada fitur rekam panggilan.

Sangat-sangat kecewa sekali, setidaknya dari BRI ada itikad baik untuk menolong dengan menelpon saya jika membutuhkan validasi lainnya akan saya bantu, tapi ini tidak sama sekali. Menunggu berhari-hari namun hasilnya nihil. Cukup tahu saja ternyata begini sistem kerja bank BUMN terbesar di negara ini. Hilang respek sama BRI.

Terima kasih.

Rizki Pratama
Kab. Aceh Singkil, Aceh

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian Anda!
[Total:52    Rata-Rata: 2.9/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

11 komentar untuk “Laporan Preventif Saya atas Upaya Penipuan Ditolak Karena Belum Timbul Kerugian

  • 4 Mei 2022 - (16:01 WIB)
    Permalink

    Bang bang…. Di semua bank juga begtu, contoh klo saya Gak suka Sama abang Sama Ada dendam Sama abang saya laporin Aja ke bank bs dong tanpa Ada bukti??? Maen blokir rekening abang?trus abang nanti marah2 ke bank nya Karena abang Bukan penipu merasa Di rugikan bla bla bla rame lagi…. Polisi emang bs bertindak begtu? Laporan sepihak? Memang harus Ada kejadian nya dong…. Wkwkwkwk

    18
    4
  • 4 Mei 2022 - (16:31 WIB)
    Permalink

    Coba lapor ke polisi dulu, kalau dikasih surat laporan ya mungkin bisa bergerak pihak BRI. Coba dilihat dari sudut pandang bank atau customer yang lain, kalau semudah itu lapor blokir rekening ya hancur lah bisnis perbankan.
    Itu penipu juga pasti beli no rek, saya orang awam aja tahu bnyk jual beli no rek beserta ATM di FB. Bank macam apa aja ada, harga tergantung bank dan cow/cew nama rekeningnya. Cew biasanya lebih mahal.

    11
  • 4 Mei 2022 - (19:40 WIB)
    Permalink

    Terima kasih atas komentar dan sarannya kendalanya sudah selesai oleh Tim Internal BRI ya. Maksud saya melapor bukan serta merta langsung di blokir saya sudah jelaskan juga untuk dilakukan investigasi terlebih dahulu untuk lebih mendalami laporannya apakah memang rekening tersebut ada indikasi atau tidak. Sekali lagi terima kasih atas masukannya, sehat selalu.

    9
    2
  • 4 Mei 2022 - (20:13 WIB)
    Permalink

    tahu kenapa tidak dihiraukan? tdk ada bukti

    bukti anda apa? kata-kata anda? anda yang lama bekerja lama di bidang fraud pastinya tahu tindakan preventif bukan gt sistemnya

    tindakan preventif itu semisal ada bug/celah keamanan di sistem, di perbaiki sblm ada korban

    ini anda menunjuk ke satu orang secara spesifik tanpa bukti, anda coba kasih nomor rekening anda k saya, saya telpon bank anda untuk memblokir atas nama penipuan, terus diblokir sungguan

    apa anda tidak marah? ya jelas, karena tidak ada bukti tapi ada pemblokiran

    sama hal nya disini, dimata BRI bisa saja anda ini cuma dendam sama yang namanya nadra, anda minta blokir dengan bohong

    minta investigasi ya sama repot in nya, emang mereka siapa mu? kasih bukti kek, baru minta di investigasiin, bayangin kalo ada ribuan laporan bodong seperti punya anda, tim BRI ganti profesi, bukan perbankan, tapi investigator

    18
    5
  • 4 Mei 2022 - (22:00 WIB)
    Permalink

    Congratulation you have been learning about “value” one of greatest lesson about life. So next time think from the other side then you will know there is a right prosedure you need to follow first

    1
    8
  • 5 Mei 2022 - (08:35 WIB)
    Permalink

    besok lagi kalo memang mau atau pengen iseng aja lapor penipuan, kalo suruh transfer, kirim aja 10.000 (minimal transfer), baru lapor biar ada bukti kerugian

  • 6 Mei 2022 - (07:01 WIB)
    Permalink

    Jelas diabaikan/ditolak karena gk ada bukti Bambankkk, anda malah bisa dilaporkan balik karena pelecehan nama baik.. biasakan rekam telp hp entah siapapun itu yg telepon, agar ada bukti kalau ada tindak penipuan/pengancaman/yg lain..
    Mau korupsi miliaran rupiah, bunuh orang, dll kalau gk ada bukti tetap aja bebas si pelaku..

  • 6 Mei 2022 - (07:21 WIB)
    Permalink

    Domisili aceh, provinsi syariah bank2 disana jg udah jd syariah tp masih pake bank konvensional, apa kata dunia, wkwkwk..

 Apa Komentar Anda?

Ada 11 komentar sampai saat ini..

Laporan Preventif Saya atas Upaya Penipuan Ditolak Karena Belum Timbul…

oleh Iky Adrilianto dibaca dalam: 2 menit
11