Kecewa dengan Layanan Dukcapil

Awalnya saya ingin membuka rekening bank di Bank Mandiri. Namun tertulis “Sesuaikan nama dan NIK sesuai KTP”. Saya sudah mencoba puluhan kali, tapi tetap sama. Kemudian saya menghubungi teman yang bekerja di Bank Mandiri, beliau mengatakan berarti sampean harus update NIK ke Dukcapil.

Kedua, saya mencoba daftar di aplikasi Peduli Lindungi untuk mendaftar vaksin booster pertama. Sebelumnya saya sudah vaksin dan mempunyai kartu vaksin, yang terlampir jelas depan belakang vaksin 1 dan 2. Saya memerlukan aplikasi Peduli Lindungi dan vaksin booster untuk membeli tiket bus dan melakukan perjalanan darat. Namun lagi-lagi di aplikasi BUMN ini mengatakan: NIK tidak sesuai/belum terdaftar.

Kemudian setelah searching sana sini, mengarahkan saya ke aplikasi Kemendagri KTP online. Namun hasilnya nihil, mentok di scan barcode. Lalu apa gunanya aplikasi online kalau ternyata harus masih datang ke Dukcapil domisili?

Kemudian saya SMS ke layanan di nomor Kemendagri untuk akses layanan NIK. Namun ternyata tidak ada balasan sama sekali. Kemudian saya email Kemendagri, hasilnya dilempar ke Dukcapil domisili. WhatsApp ke nomor Kemendagri hasilnya nihil. Admin tidak respons dan terkesan mengabaikan dan tidak mau menanggapi.

Ini minggu kemarin dan saya lanjutkan hari ini, tapi hasilnya tetap sama. Saya diarahkan ke Dukcapil domisili, lewat aplikasi Pandu Online Sragen, tapi tidak ada menu cek dan pengaduan online. Akhirnya via WhatsApp Dukcapil Sragen, karena KTP saya terbit di Sragen.

Di WhatsApp Dukcapil Sragen, saya langsung disodori link aktivasi NIK online. Hari Jumat minggu kemarin, saya kirim data via link tersebut. Namun sampai hari ini tidak ada balasan via email maupun nomor hp.

Saya kembali isi data di link aktvasi hari ini, karena saya kembali daftar di aplikasi Peduli Lindungi masih tidak bisa, bank juga tidak bisa. Ada lagi saya lupa aplikasi yang menolak pendaftaran ini. Hanya aplikasi milik PLN yang bisa login dengan NIK saya, bank swasta juga bisa. Intinya banyak aplikasi milik BUMN yang tidak menerima NIK saya.

E-KTP sudah lama buatnya dan saat itu sudah dinyatakan online dan bisa online di situs pemerintah cek Bansos sewaktu awal-awal pandemi. Mengapa NIK saya tidak/belum terdaftar atau online di negara ini? Seingat saya setelah KTP jadi, semua seharusnya sudah online. Bukankah namanya e-KTP dan data sudah input di Dukcapil domisili? Seharusnya Dukcapil Sragen dan Dukcapil pusat sudah terintegrasi.

Apakah ini salah satu kelemahan sistem pemerintah atau para admin ini tidak bekerja sesuai SOP? Saya tidak tahu. Yang pasti bukan saya saja yang mengalami. Pemerintah hanya bisa membuat aturan, tapi fasilitas dan penanganan NOL BESAR. Sedangkan sebagai rakyat, saya hanya ingin mengikuti aturan, tapi faktanya dipersulit.

Erik Madya Yudsitiro
Sragen, Jawa Tengah

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Dukcapil:
[Total:118    Rata-Rata: 2.4/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

26 komentar untuk “Kecewa dengan Layanan Dukcapil

  • 28 September 2022 - (09:14 WIB)
    Permalink

    SEKARANG PELAYANAN MASYARAKAT MINIMAL HARUS MENGELUARKAN UANG UNTUK MENDAPATKAN AKSES PUBLIK

    17
    5
    • 29 September 2022 - (20:06 WIB)
      Permalink

      Sama saya aja sudah hampir 2 tahun pindah alamat baru blm ada kepastian… Status masih menggantung di Jakarta timur enggak udah pindah ke Jakarta pusat alamat baru saya, warga negara yang di gantung. Makanya keluarga kecil saya gax pernah tuh dapet bantuan ini itu… Karena setatus ya di gantung.

  • 28 September 2022 - (09:59 WIB)
    Permalink

    salah komplen ga sih, masalah pemerintahan diposting disini?

    lagian emang di dengerin? anda kan cuma rakyat biasa -_-

    16
    • 29 September 2022 - (10:21 WIB)
      Permalink

      Klw ane mah update NIK Online ya tgl telp ke Call Center 1500537, siapin KK aja tgl onlinenin aja semua anggota keluarga, per telpon maximal 3 anggota keluarga. Beres.

  • 28 September 2022 - (11:10 WIB)
    Permalink

    Mungkin nik anda termasuk nik ruwet 😀 kadang bisa dipakai kadang tidak. Ditempat saya di jogja dan saya yakin semua daerah sudah online. Pindah penduduk hanya hitungan jam sudah jadi, kk bisa dicetak sendiri, dgn catatan nik nya tidak ruwet 😀 . Yg masih harus offline di tempat saya ketika menambahkan anggota keluarga di dalam kk, misal menambahkan istri, anak. Cuma isi blanko 10 menit, dan 2 hari kk sudah jadi, dikirim langsung dr kemendagri lewat email disuruh cetak sendiri.

  • 28 September 2022 - (11:13 WIB)
    Permalink

    Dukcapil sudah mantap lah, pengalaman ngurus surat² cepet dan tanpa biaya. Mungkin mas ini aja yg kebetulan ada masalah, semoga cepat tertangani dan selesai.

    4
    4
    • 29 September 2022 - (08:08 WIB)
      Permalink

      Ok terima kasih semua, maaf slow respon di kolom komentar.

      Kondisi capil sragen itu kusus untuk blangko EKTP sangat terbatas. Keluar beberapa bulan sekali hanya sekian ratus, di umumkan via WA dan orang akan berbondong2 dtg antrian mengular.

      Awal dr masalah ini adalah saat saya mengajukan perubahan data KK karena kelahiran anak ke 2. Sistem nya bisa online tanpa antri, jadi hanya mengirim data perubahan via WA, berkas dikirim via POS dan berkas lama di bawa balik oleh kurir POS paket dg ongkos yang telah ditetapkan oleh PT POS KURIR PAKET.

      Nah disini timbul masalah salah penulisan tanggal lahir anak, kemudian saya ajukan perubahan kembali, berkas datang malah salah lagi penulisan nama anak, saya mengajukan kembali. Jadi ada kesalahan kerja 2 kali. Kemudian yang ke tiga saya tidak lagi berminat urus via WA.

      Langsung datang ke capil sragen, namun pintu di tutup karena pembatasa covid ntah gelombang ke berapa. Penulisan berkas sudah benar berikut nama dan tanggal lahir. Namun blanko yang saya dapat tidak berwarna Biru, catat ya tidak berwarna biru. Hanya kertas putih hvs untuk berkas KK dan AKTA anak saya. Jadi petugas jemput bola ke pagar capil dg saya.

      Sampai dirumah saya kawatir dan WA pihak capil dan bertanya mengapa kertas nya putih bukan biru dan akta juga tidak tebal. Pihak capil bilang “tidak apa apa pak itu juga asli dari kami”

      Yang saya sanksikan ini kan Ektp, elektronik online sistem. Dari awal data masuk capil, antrian, input dan berkas dicetak. Seharusnya kan data ada di data base capil setempat dan online di capil setempat. Kok bisa per bulan ini data saya tidak ada terinput di capil setempat, DATA SAYA TIDAK ADA DI DATA BASE CAPIL SRAGEN.
      Saat di urus katanya semua sudah bisa online dan terintegrasi sistem daerah dan pusat. Tapi faktanya sulit dan terkesan di lempar sana lempar sini.

      Data saya tidak tercata di capil setempat Loh Ini kesalahan siapa, Kok bisa..!

      FYI : posisi saya sama istri sedang merantau ke luar pulau dan kesulitan keuangan untuk sekedar pulang ke sragen urus surat ke capil. Jika tidak saya akan lebih memilih mendatangi capil setempat. Ortu sudah tua dan untuk mewakilkan itu tidak mungkin.

      Terima kasih semoga sama2 memahami. Ini semua adalah hak kita untuk mendapatkan akses dan ke data an ham sesuai perundang undangan sebagai rakyat, slogan nya ayo sadar asminduk tapi faktanya kita dipersulit.

      4
      1
      • 29 September 2022 - (10:21 WIB)
        Permalink

        Kalau ada mslh utk online NIK anda, ya datangi aja dukcapilnya… Mau berkeluh kesah kemanapun sama solusinya, datangi kantor dukcapilnya. Pengalaman saya sih ga rubet kok kl ke kantor dukcapil, layanan juga udah cepat. Kenapa aih anda yg ga mau ke dukcapil tp malah menyalahkan dukcapilnya? Please deh!

      • 29 September 2022 - (12:23 WIB)
        Permalink

        Ini yg ribet TSnya apa dukcapilnya ya??? Pengalaman kmren urus surat pindah di kota semarang ga ada yang ribet.. Klo memang di sragen ribet,, mention aja medsos gubernurnya. Kan sama jawa tengah.

      • 29 September 2022 - (16:02 WIB)
        Permalink

        Aduh si masnya bikin gemes,,sekarang akte sama kk pakai kertas hvs mas,,kalau mas gak bisa balik urus ktp tinggal minta di urusin sama RT setempat paling kasih uang jalan. gitu aj ribet mas nya

      • 29 September 2022 - (19:31 WIB)
        Permalink

        skr memang akte & kk pake kertas a4 biasa kak, jd yg urus via online pun ada keterangan cetak sendiri pake kertas hvs a4 gitu..
        kakak mending sdh dapet hasil print ny, byk yg cmn dapet soft copy trus cetak sendiri ( termasuk saya )

        semoga cepat selesai ya kak masalahnya

      • 30 September 2022 - (08:46 WIB)
        Permalink

        1. Bahwa semua dokumen kependudukan sekarang berupa kertas hvs 70 gram ( tidak menggunakan kertas khusus) dan tdk ada tanda tangan, yg ada barcode itu sah sesuai hukum.
        2. Apabila data penduduk tidak tercantum di dinas dukcapil anda bisa up date data di ktr kecamatan (itu pengalaman saya).
        3. Kalau blanko e-ktp habis keterangan tsb patut diragukan ( kalau perlu geledah tuh tas/laci meja para karyawan dukcapil ).
        4.Apabila secara on line ribet seyogyanya dtg lgs ke ktr dukcapil.

        • 30 September 2022 - (22:27 WIB)
          Permalink

          Saya pernah ngalamin waktu mau urus kis buat anak yg kartu nya hilang di kantor BPJS,bawa akte kelahiran anak..setelah data di cek ternyata kis nya tdk bisa di urus krna nik yg ada di akte kelahiran sudah di pake sama orang lain…mau ga mau bikin akte baru biar kis bisa di urus,tp hrus memperbarui data KK Bru bisa bikin akte,setelah data KK bres Bru bikin akte..tp ga semudah itu karena istri saya blm punya akte maka bikin akte dulu sebelum anak di bikinin akte..butuh waktu kurang lebih 1 bulan buat urus semua

      • 30 September 2022 - (12:23 WIB)
        Permalink

        MK utk sektor swasta utk pelayanan publik pemerintah lapornya ke Ombudsman. Beda kota mungkin beda layanan ya. Sy urus perubahan KK, dan akta lahir putri sy ckup 3 hari dari yg dijanjikan dukcapil 1 minggu, baik KK n akta lahir dikirim ke email dan bisa diperbanyak sendiri.

  • 28 September 2022 - (14:52 WIB)
    Permalink

    Konsolidasi NIK anda ke dispendukcapil sesuai KTP anda. Mungkin data anda belum di update.

    1
    1
  • 28 September 2022 - (19:34 WIB)
    Permalink

    Disdukcapil ya? Dikota saya ada kok website dan aplikasinya. Sudah online lho, cuma bisa dibuka pas hari kerja senin-jumat, jam 08.00 – 15.00. Untuk kategori online ngapain ada jam buka tutup yah, wkwk.. Jadi kalo malam udh ga bakalan bisa akses. Tp sekarang aplikasinya malah down, di akses uwer2 ga kebuka2, walopun di jam kerja. Oh negaraku…

    • 29 September 2022 - (03:57 WIB)
      Permalink

      Langsung datang ke dukcapil setempat dan jelaskan keluhan anda. Saya mengalami juga NIK belum online dan sudah lapor via telepon ke CS 2x tidak ada follow up sama sekali. Padahal saat pembuatan KK sudah dinyatakan online oleh petugas kelurahan.

    • 29 September 2022 - (10:14 WIB)
      Permalink

      Di kota saya malah kepala Disdukcapilnya sudah ketangkap OTT KPK karena kasus korupsi, pungutan liar, terima suap, dll.

      Mantan bupati yg merupakan teman dari terdakwa ini bisa dibuatkan cadangan eKTP hingga 4 buah, semua asli. Sementara warga yg tidak ‘bayar’ buat 1 eKTP saja selalu dibilang blangko habis.

      Rumit lah, korupsi sudah mendarah daging di birokrasi negara ini.

    • 30 September 2022 - (08:48 WIB)
      Permalink

      Kalau ditempat saya on line buka 7 hr selama seminggu 24 jam setiap harinya jadi bisa di akses kapanpun.

  • 28 September 2022 - (20:04 WIB)
    Permalink

    Emang pelayanan Nya Kurang memuaskan…terkadang udah dari Disdukcapil..di suruh ke kecamatan awal…bulak balik Teeus …bisa Sampai Beberapa Bupan Tuch Ga Kelar2 kita bikin Ktp…kalau di Rating 1-10..pelayanan Disdukcapil Nilai nya 3..

    2
    2
  • 29 September 2022 - (06:24 WIB)
    Permalink

    Padahal pak dirjen nya sdh baik bener tp anak buah nya yg tdk mengikuti perintah atasannya, untuk memberikan pelayanan yg terbaik buat masyarakat. harap maklum itulah mental asn kita walaupun tdk semuanya namun prosentasenya masih lebih banyak yg bermental juragan daripada pelayanan masyarakat

  • 29 September 2022 - (14:16 WIB)
    Permalink

    Jangan berharap banyak ke MANUSIA yg biaya HIDUPnya dari APBN/APBD.

    Tujuan mereka jadi PNS, agar bisa dapat biaya hidup dengan pekerjaan minim. Syukur² seharian bisa gelar tikar untuk tidur siang di musholla kantor.

  • 29 September 2022 - (21:56 WIB)
    Permalink

    Langsung dikontak saja gubernur jateng nya, dijamin besok langsung disidak dukcapilnya. Percuma keluh kesah disini masalah kependudukan sih ga akan direspon, diemail & sms saja ga ada reapon sama sekali percuma juga ada nomor hp untuk cek nik online.

  • 30 September 2022 - (18:34 WIB)
    Permalink

    Wah kalo di kota saya sudah online semua , dan menurut saya sudah lumayan ada kemajuanlah dukcapil.
    Bikin kk atau update dll tinggal print form nya , isi , poto , kirim. Selesai
    Kecuali cetak ktp ya harus datang , tapi sebelumnya daftar juga online. Jadi datang tinggal kasih bukti beres gak pake lama.
    Hanya saja banyak yang belum paham cara2nya.

 Apa Komentar Anda mengenai Dukcapil?

Ada 26 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Layanan Dukcapil

oleh BONEK dibaca dalam: 2 menit
26