Sangat Kecewa dengan Keputusan Secara Sepihak dari Penyelenggara Konser Ed Sheeran di Jakarta yang Mengubah Venue Konser Secara Sepihak

Sebelumnya saya secara pribadi mengucapkan terima kasih kepada portal Mediakonsumen yang telah mem-publish keluhan dan ketidakpuasan saya selaku konsumen atas sebuah jasa atau produk yang telah saya beli sebelumnya.

Dalam kejadian ini saya selaku salah satu dari banyak konsumen yang sangat kecewa, kesal dan tidak terima atas sebuah keputusan yang dikeluarkan oleh pihak penyelenggara konser Ed Sheeran +-=/x Tour 2024 di Jakarta pada tanggal 02 Maret 2024, penyelenggara konser ini diantaranya PK Entertainment, Soundrhythm dan AEG.

Pihak penyelenggara secara tiba-tiba dan sepihak yaitu pada hari Jumat tanggal 16 Februari 2024 mengeluarkan keputusan untuk mengganti venue (tempat konser) dari yang semula di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta Pusat menjadi ke Jakarta International Stadium (JIS) Jakarta Utara.

Saya sendiri membeli tiket konser tersebut sebanyak 5 (lima) tiket di kelas GREEN B yang saya beli pada hari pertama penjualan yaitu 30 Oktober 2023, saya membeli tiket sebanyak 5 (lima) tiket di Kelas GREEN B karena akan menikmati konser tersebut bersama teman-teman saya.

Banyak pertimbangan yang membuat saya dan teman-teman saya memutuskan untuk membeli tiket konser tersebut pada tanggal 30 Oktober 2023 kemarin, salah satunya kami melihat venue konser di Stadion Utama GBK Jakarta Pusat, karena kualitasnya stadion tersebut sudah teruji dan terbukti pada pelaksanaan konser-konser sebelumnya.

Pihak penyelenggara dalam email blast-nya kepada para pembeli tiket, mengatakan bahwa mereka telah melalui pertimbangan untuk mengubah venue konser dari GBK ke JIS, dengan melihat hal demikian saya pun melalui pertimbangan saya memutuskan untuk tidak berminat lagi untuk menonton konser tersebut apabila dilaksanakan di Stadion JIS.

Sebelum memutuskan untuk mengajukan komplain dan kekecewaan tersebut melalui portal Mediakonsumen ini, saya dan banyak pembeli tiket lainnya sudah melakukan komplain sejak hari Jumat tanggal 16 Februari 2024 melalui media sosial (Instagram) pihak penyelenggara, namun komentar dan komplain para pembeli tiket tidak digubris sama sekali, akhirnya rasa sabar saya pun ada batasnya dan saya putuskan untuk memuatnya di portal Mediakonsumen ini.

Saya secara pribadi selalu pemegang dan pemilik 5 (lima) tiket Kelas Green B sudah tidak tertarik lagi untuk menonton konser Ed Sheeran +-=/x Tour 2024 di Jakarta pada tanggal 02 Maret 2024 apabila tetap diadakan di Stadion JIS, Jakarta Utara.

Saya menuntut cara profesionalisme dalam berbisnis dari pihak penyelenggara konser yaitu PK Entertainment, Soundrhythm dan AEG untuk melakukan pengembalian secara penuh tanpa potongan dalam bentuk apapun (full refund) atas seluruh dana yang telah saya bayarkan kepada pihak penyelenggara atas pembelian 5 (lima) tiket kelas Green B pada tanggal 30 Oktober 2023 kemarin, karena ini dapat dikualifikasikan total kesalahan dari pihak penyelenggara bukan dari konsumen. Sehingga hak konsumen harus tetap dipenuhi bukan malah dipaksa untuk mengikuti atas keputusan dari penyelenggara (penjual).

Ditunggu respon dan itikad baik nya dari penyelenggara konser ini untuk segera memberikan REFUND FULL 100%.

Terima kasih saya ucapkan sebelumnya.

Luad Sinaga
Kota Tangerang, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

26 komentar untuk “Sangat Kecewa dengan Keputusan Secara Sepihak dari Penyelenggara Konser Ed Sheeran di Jakarta yang Mengubah Venue Konser Secara Sepihak

  • 19 Februari 2024 - (13:04 WIB)
    Permalink

    Tujuan utamanya kalian bukan menonton Ed Sheeran tapi ingin menikmati GBK dengan dendangan musik Ed Sheeran ini sih.
    Coba lihat lagi apa hal utama yang dijual oleh penyelengara, live concert Ed Sheeran atau live at GBK with Ed Sheeran concert.

    8
    2
    • 19 Februari 2024 - (13:26 WIB)
      Permalink

      Tujuannya menurut saya untuk menonton Ed Sheran di tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya. Jika tempat yang baru di bawah harapan tentunya wajar jika konsumen mengeluh. Katakan saja konser tiketnya sudah menyertakan hotel tempat menginap bintang 5, lalu, hanya karena tujuan utamanya nonton konser, apakah konsumen tidak pantas mengeluh jika hotelnya diganti dengan kelas 3? Pada intinya, jika ada perubahan pada janji, maka pengembalian uang atau pemberian kompensasi seharusnya menjadi sesuatu yang wajar dilakukan penyedia layanan jika ingin dipandang kredibel

      4
      1
      • 19 Februari 2024 - (23:00 WIB)
        Permalink

        Hotel bintang 3 ??? 😂😂 hotel melati harusnya sihh 🤣🤣🤣

    • 19 Februari 2024 - (18:29 WIB)
      Permalink

      Lokasi JIS di area Tanjung Priok tak layak untuk menampung begitu banyaknya massa dalam waktu bersamaan.

      Masalah transportasi dan infrastruktur masih cacat di sana-sini untuk menggelar konser di JIS yang dihadiri oleh puluhan ribu orang.

      Sehingga, kata Wendi, promotor yang sudah terbiasa menangani konser berskala besar kemungkinan tidak akan memilih JIS sebagai lokasi acara.

      “Terus terang saja. Kalau promotor yang sudah biasa bikin konser skala stadion, pasti mereka akan menolak bikin di JIS,” ujar Wendi mengakui.

      “Karena, infrastruktur pendukungnya itu tidak memadai untuk menampung sebegitu banyaknya orang. Jadi, bisa dibilang, ada kesalahan desain pada stadionnya sendiri,” sambungnya.

      Wendi mengkhawatirkan jika ada situasi darurat yang terjadi di luar perkiraan promotor. Misalnya, sebut Wendi, jika terjadi bencana alam, kebakaran, hingga stadion rubuh.

      Baca artikel CNN Indonesia “‘Neraka’ JIS yang Terungkap Usai Konser Dewa 19” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20230208010715-227-910215/neraka-jis-yang-terungkap-usai-konser-dewa-19.

      JIS ini proyek gagal yg terburu-buru dibikin, asal jadi aja. Jangan mau dipindah ke sana, seenak jidatnya aja promotor. Yg bakal nonton ngga cuma warga Jakarta, byk yg dari luar kota bahkan luar negeri. Dah booking hotel di seputaran GBK tau” pindah ke JIS, perlu berangkat minimal 4 jam sebelum jadwal. Itupun kalo ngga banjir JIS nya (sudah pernah). Wkt ujicoba konser Dewa aja parkiran ngga cukup, gmn mo nampung konser artis skala internasional begjni. Maksain di JIS akan bikin malu aja endingnya, belum lagi petaka dan makan nyawa massal jika roboh, fire exit yg ngga layak dll.

      5
      4
      • 19 Februari 2024 - (18:49 WIB)
        Permalink

        Betul banget, saya sependapat dengan TS, konsumen yang menuntut hak nya karena pihak penyelenggara tidak melakukan isi dari kesepakatan diawal saya menjual tiket konser perdana di 30 Oktober 2023, eh masalah konsumen yang dirugikan tersebut dikatain yang aneh-aneh, keliatan banget yang ngatain itu pasti orang suruhannya penyelenggara konser atau yang ter-afiliasi. Sekarang simple aja, balikin uang orang-orang yang TIDAK SETUJU dan UDAH BAD MOOD dengan keputusan sepihak ini.
        Pinyak penyelenggara konser yang profesional dan gentle donk, jangan sembunyi dan diam seribu bahasa.

        5
        4
        • 19 Februari 2024 - (18:59 WIB)
          Permalink

          Coba bersatu bikin tag di medsos biar pihak Ed nya ngeh problema jika dipindah ke JIS. Pihak sana ngga bakal tau kekurangan dan bahaya jalur evakuasi exit yg hanya 1 dan sempit, paling hanya dikasih tau “pindah ke stadiun baru yg lebih gede/mewah”, selebihnya ditutup-tutupi. Kalo Ed nya ngga mau di JIS dgn alasan keamanan & kenyamanan, promotor jg ngga bisa maksa.

  • 19 Februari 2024 - (13:34 WIB)
    Permalink

    hahaaha saya kira komplain kenapa, toh masih sama2 jakarta dan jaraknya gak terlalu jauh, mungkin ada pertimbangan lain kenapa digelar disana, kirain dari jakarta pindah ke bandung yang jaraknya jauh.

    4
    4
    • 19 Februari 2024 - (14:49 WIB)
      Permalink

      Ada pertimbangan lain juga secara pribadi dari saya, saya minta pihak penyelenggara REFUND full karena telah melakukan perubahan Venue konser secara sepihak.

      2
      4
      • 19 Februari 2024 - (16:03 WIB)
        Permalink

        Ups mau minta refund, bambang? TIDAK SEMUDAH ITU FERGUSO. Tentunya si EO punya TnC refund ya, nah TS simak baik2, permasalahan apa yg bisa menyebabkan tiket konser bisa direfund. TS jelaskan berdasarkan permasalahan tsb ke EO, bukan berdasarkan preferensi TS.

        Kalo alot dan dirasa kena tipu oleh EO, lapor ke LBH buat bikin somasi hukum ke EO. Itu kan ada 3 elemen penyelenggara, nah mana yg anda akan Somasi, mana yang akan anda tuntut, lbh spesifik lbh profesinal. Setidaknya, kalo TS menuntut Profesionalisme berbisnis pada mereka, TS juga tunjukkan profesionalisme dlm menyampaikan komplain dan tuntutan.

        Menurut ane, konsumen seperti TS berhak menolak pemindahan Venue konser besar. Berhak menolak bukan berarti berhak mendapatkan refund 100%. Berhak tidaknya refund 100% balik lagi ke TnC refund dr EO. Semoga EO gak Blunder. Semoga TS memperoleh haknya. Aameen.

        1
        5
        • 28 Februari 2024 - (00:10 WIB)
          Permalink

          daripada berkomentar dengan “andai-andai” ada tc yang menyatakan bisa ganti venue, kenapa tidak bapak cari dulu ada tulisan bisa mengganti venue sepihak atau tidak. baru berkomentar.

      • 19 Februari 2024 - (22:47 WIB)
        Permalink

        Pertimbangan pribadi yang berbau ‘amis’ dan ‘anyir’ nih ya

  • 19 Februari 2024 - (14:12 WIB)
    Permalink

    Inimah calo berkedok penonton,, karena event sudah makin dekat dan belum laku tiketnya,, akhirnya nampak ada celah komplain untuk full refund,, kesempatan dalam kesempitan,, wkwkwkwkwwk rempong ah

    5
    5
    • 19 Februari 2024 - (14:51 WIB)
      Permalink

      Betul sependapat, yang comment negatif diatas paling mereka orang-orang terselubung dari pihak penyelenggara yang ditugaskan untuk memantau dinamika di media online atas keputusan memindahkan venus konser secara sepihak, pelaku bisnis yang tidak profesional dalam berbisnis.

      2
      6
  • 19 Februari 2024 - (14:22 WIB)
    Permalink

    Diluar calo apa bkn sy kira konsumen berhak menolak bila venue diganti apalagi sound system JIS kan blm teruji utk konser besar, memang atas dasar apa panitia ganti venue bkn nya sdh dibooking jauh hari kaya coldplay itu

    4
    1
  • 19 Februari 2024 - (15:19 WIB)
    Permalink

    Melihat rincian biaya pajak tiket dll punya TS,gede juga yak 15% hehehe.Belom lagi biaya adminnya.Apa ini yg bikin Taylor Swift gak mampir ke Indo dan ColdPlay gak nambah hari?…Masih ngebayangin aja kalo semisal pajak hiburan beneran 45% kayak yg heboh kemarin Inul Daratista protes…Tiket 4,5 juta pajak udah 2 juta sendiri,busyet.Makin kaya dong Kemenkeu

    • 19 Februari 2024 - (18:26 WIB)
      Permalink

      gak lah, coldplay kan lgbt supporter, sehari ja cukup, tar kibarin rainbow flag kayak di negara sebelah

    • 24 Februari 2024 - (09:32 WIB)
      Permalink

      Pajak hiburan 15% itu pajak pungutan pemkot Jakarta. Beda2 tiap kota harusnya, karna setau sy Tangsel msh 10%.

  • 19 Februari 2024 - (15:56 WIB)
    Permalink

    hak konsumen untuk menyampaikan kekecewaannya pada penjual jasa (managemen konser), karena mereka beli, karena 1. ed sheran, 2, lokasi, 3, jam.. dst.. jika salah satu diantaranya tidak terpenuhi, maka konsumen berhak untuk mengajukan keberatan dan meminta refund.. jadi jangan disepelekan hanya karena pindah kemana, atau lokasi dimana… karena sudah tidak terpenuhi salah satu alasan mereka beli..
    ibarat maunya tour stadion GBK.. ganti JIS ajalah.. mau?

    5
    1
    • 19 Februari 2024 - (16:23 WIB)
      Permalink

      Betul kak, sependapat, makanya konsumen berhak menuntut hak nya, karena penyelenggara tidak melakukan kewajiban saat perjanjian penjualan tiket diawal.
      Ditunggu respon dan itikad baik dari pihak penyelenggara untuk memberikan opsi refund full 100% tanpa potongan dalam bentuk apapun.

      3
      0
  • 19 Februari 2024 - (16:06 WIB)
    Permalink

    Alasan pindah itu kenapa? Apa memang kemauan penyelenggara atau karena ijinnya dicabut? Kl melihat berita yg beredar, karena gbk akan digunakan untuk pertandingan kualifikasi piala dunia melawan vietnam. Kemungkinan ijinnya tidak ada/dicabut. Nah kl penolakan karea pribadi, saya pikir tidak jauh dari ‘sakit hati’ dan dibumbui dengan ‘intoleran’ 😀

    4
    1
  • 19 Februari 2024 - (19:23 WIB)
    Permalink

    @Luad
    Bang, jual cepet di instagram.
    Dulu sy beli 2 tiket coldplay, dijual lagi untungnya bisa beli macbook air 15″. 😅
    Itupun ada yg maksa bayarin. Tp gpp lah kl cuan nya bisa beli MBA 15.

    Siapa tau itu 5 tiket bisa ludes sekejap diposting di instagram.

    4
    2
  • 21 Februari 2024 - (09:19 WIB)
    Permalink

    Coba nanti saya bantu kirim email ke Ed Sheeran supaya konsernya dibatalkan saja karena tidak sesuai dengan plan awal. Btw, ada yang tahu email dia nggak?

  • 22 Februari 2024 - (00:07 WIB)
    Permalink

    Bukan merubah seenaknya, tapi emang dr pihak pemerintah yang meminta karena GBK sendiri akan dipakai untuk pertandingan sepak bola.

  • 22 Februari 2024 - (21:57 WIB)
    Permalink

    Wah… bekingnya kuat ini, susah dikomplen nya..:

    “Pihak promotor menjelaskan alasan pemindahan venue ke JIS ini disebabkan adanya pertandingan sepak bola antara timnas Indonesia melawan Vietnam pada 21 Maret 2024 di SUGBK dalam Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026.”

    Baca artikel CNN Indonesia “Ada Pertandingan Bola di GBK, Venue Konser Ed Sheeran Pindah ke JIS” selengkapnya di sini: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20240216104334-227-1063408/ada-pertandingan-bola-di-gbk-venue-konser-ed-sheeran-pindah-ke-jis.

    Lawannya PSSI & FIFA.. monggo..

 Apa Komentar Anda?

Ada 26 komentar sampai saat ini..

Sangat Kecewa dengan Keputusan Secara Sepihak dari Penyelenggara Konse…

oleh Luad Backmon Berkat Parulian Sinaga dibaca dalam: 2 menit
26