Penagihan ke Pihak yang Tidak Berutang oleh Bank Mega

Kepada Yth. Media Konsumen,

Surat ini saya tujukan kepada Pimpinan Pusat Bank Mega Tbk Jakarta, perihal keluhan dan keberatan saya atas ketidaknyamanan yang saya alami atas penagihan telepon oleh pihak Bank Mega.

Belakangan ini, saya diteror oleh penagihan Bank Mega yang mengaku dirinya berasal dari PT. Arjuna atas nama Wi*** Al** dengan telepon 0877886678**. Dimulai sejak tanggal 16 Mei 2024, dengan cara menelepon kantor cabang saya yang notabenenya saya tidak bekerja di situ.

Hal ini sungguh meresahkan dan membuat saya tidak nyaman. Dikarenakan ini, saya bukan dan tidak pernah sama sekali menjadi nasabah Bank Mega. Saya tidak punya tagihan sama sekali di Bank Mega, dan saya tidak punya utang di Bank Mega. Yang memiliki tagihan adalah ibu saya. Namun ketika saya angkat telepon dari nomor di atas, saya malah disuruh untuk ibu saya menelepon ke nomor lain. Yang mana memang sistem dari debt collector sedikit rumit dan SOP-nya agak aneh.

Pihak debt collector sudah menghubungi ibu saya, dan ibu saya juga sudah menanyakan solusi perihal ini. Namun ternyata pihak debt collector tidak puas dengan solusi yang ditawarkan. Ibu saya juga sudah mencoba menghubungi pihak Bank Mega cabang Kuningan, tapi belum ada respons hingga saat ini.

Saya sungguh tidak mengetahui mengenai perihal masalah ini, tapi teror yang datang dari pihak Bank Mega dan pihak debt collector sungguh meresahkan dan membuat saya tidak nyaman.

Saya tidak tahu bagaimana SOP dari pihak debt collector Bank Mega sampai bisa menelepon ke kantor yang bukan merupakan tempat saya bekerja. Namun saya rasa ini tidak beretika karena mengganggu pekerjaan dan pekerja dari orang kantor yang menerima telepon tersebut. Yang punya tagihan siapa, kenapa orang kantor yang angkat telepon untuk menghadapi debt collector tersebut? Hal ini juga sudah mengganggu kehidupan pribadi saya.

Pagi ini kantor saya masih dihubungi oleh pihak debt collector, saya lampirkan buktinya:

Karena itu, saya mohon untuk pihak Bank Mega menindaklanjuti pihak debt collector agar menghubungi ibu saya selaku pihak yang memiliki tagihan, dan berhenti melakukan peneroran kepada saya dan teror ke kantor saya yang bukan sebagai pihak memiliki tagihan.

Sekian surat pembaca ini, saya mohon klarifikasi dan tindak lanjut secepatnya oleh pihak Bank Mega Pusat.

Hormat saya,

Amanda Tarigan
Medan, Sumatera Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Tanggapan perihal “Penagihan Ke Pihak Yang Tidak Berutang Oleh Bank Mega”

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com Redaksi yang terhormat, Sehubungan dengan surat Ibu Amanda Tarigan di mediakonsumen.com yang disampaikan pada Tanggal 20...
Baca Selengkapnya

14 komentar untuk “Penagihan ke Pihak yang Tidak Berutang oleh Bank Mega

  • 21 Mei 2024 - (08:34 WIB)
    Permalink

    Nasbaah begini bikin pusing semua orang. Kolektor pusing , kerabat dan kolega ikut pusing.

    3
    5
    • 22 Mei 2024 - (09:37 WIB)
      Permalink

      BANK MEGA MEMANG BGTU. POKOKNYA BANK SWASTA PASTI BEGITU. SEKARANG BANK BNI JUGA BGTU

      SEMUA RATA2 BANK SEMUA BGTU
      AGAR TIDAK MENJADI MASALAH LEBIH BAIK TIDAK URUSAN SAMA YG NAMA NYA BANK
      TERMASUK NABUNG TIDAK USAH. MENABUNG DI BANK ITU RUGI…
      TIDAK PERCAYA
      COBA CEK YOUTUBE BANYAK LITERATURE KENAPA NABUNG DIBANK JUGA RUGI….
      SAYA AJA CUMA PUNYA 1 REK HANYA UNTUK TRANSFER SAJA SELEBIHNYA TIDAK

      1
      1
    • 26 Mei 2024 - (10:26 WIB)
      Permalink

      Wajarlah anda di hubungi, anda kan anaknya. Ibu anda sulit di hubungi. Klo tau bgtu, dampingi ibu anda untuk selesaikan kewajibannya. kasih uang anda agar kewajiban ibu anda terselesaikan.
      Klo Nasabah komunikasinya baik dgn pihak Bank. Pihak Bank tdk akan mencari atau mengarahkan ke sodara² nasabah.

  • 21 Mei 2024 - (11:35 WIB)
    Permalink

    Ga usah dijawab biarin aja, kan ga ada urusan kl ngancem2 mulutnya masukin semen sama krikil

  • 21 Mei 2024 - (13:56 WIB)
    Permalink

    Anda adalah anak kandung dari debitur yang lalai membayar kewajibannya, sudah pasti anda akan ikut dikejar-kejar.
    Jika anda secara finansial sudah mampu, sebaiknya bantulah ibu anda itu, jika belum mampu secara finansial, maka bantulah ibu anda menghadapi debt colector…. Jangan mau lepas tangan seperti itu, karena mungkin aja ibu anda meminjam uang ke bank mega itu salah satu tujuannya untuk menyekolahkan anda, atau menikahkan anda atau apapun yang menyangkut kebutuhan anda sebagai anaknya. Bantu ibu anda menghadapi kesulitannya ini apapun caranya sebagai bentuk bakti anak kepada ibunya

    18
    7
  • 21 Mei 2024 - (15:56 WIB)
    Permalink

    sebenarnya memang mereka sengaja supaya anaknya merasa terganggu dan mau membayarkan utang ibunya. semoga cepat beres permasalahannya

  • 21 Mei 2024 - (19:01 WIB)
    Permalink

    BIARIN AJA. Ngga usah direspon. Pinjaman ibu mu sudah diasuransikan sama bank. Cuekin aja. Kalau masih diteror sama debt maki aja mereka biar mereka kapok!

    1
    2
    • 21 Mei 2024 - (22:33 WIB)
      Permalink

      klo dah ada asuransi ngapain juga d tagih, makanya d tagih karena asuransi ga cover kasus nasabah gagal bayar, ada syarat dan ketentuan khusus buat asuransi
      pemikiran ginian yg bikin banyak orang2 menyepelekan hutang

  • 22 Mei 2024 - (10:09 WIB)
    Permalink

    Mungkin anda dijadikan kontak darurat sama Ibu anda yang punya tagihan. Makanya anda yang dikejar kejar sama DC. FYI, DC yang menghubungi anda itu bukan DC resmi dari bank MEGA, tapi dari pihak ketiga yang disewa sama bank MEGA. Makanya cara penagihan seperti preman pasar, karena emang DC-nya dipungut dari pasar.

  • 22 Mei 2024 - (12:13 WIB)
    Permalink

    kasus yg dilematik banget. soalnya yg punya hutang ada ibu sendiri, apalg ibu kandung. meskipun relasi mungkin buruk, menurut sy ada baiknya seorang anak membantu ibu… mestinya beliau jg ada alasan ketika memutuskan utk berhutang.
    sy setuju bank tidak boleh menelepon kantor org yg tidak berhutang, apalg kl ud tidak bekerja disitu lg. ga ada hubungannya sama sekali. aneh

  • 25 Mei 2024 - (11:55 WIB)
    Permalink

    DC dengan datang / telp ke kantor padahal seharusnya bs datang ke rumah utk penagihan saja sudah merupakan pelanggaran. Apalagi ini yg di teror kantor bukan si nasabah yg pinjam. Bisa diadukan ke OJK.
    Semangat…semoga masalah segera terselesaikan…

 Apa Komentar Anda?

Ada 14 komentar sampai saat ini..

Penagihan ke Pihak yang Tidak Berutang oleh Bank Mega

oleh Amanda Tarigan dibaca dalam: 1 menit
14