Permohonan Surat Pembaca Permohonan Keringanan Cicilan Kredit Bank BRI 1 November 20246 November 2024 Alesha 14 Komentar Bank BRI, Bunga Pinjaman, Cicilan Kredit, Cicilan pelunasan kredit, keringanan pembayaran, Keringanan suku bunga, kredit pinjaman, Kredit Usaha Mikro, Kredit Usaha Rakyat, KUR, KUR BRI, relaksasi kredit, restrukturisasi kredit, Tenor Cicilan, Tenor Pinjaman Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Kepada Yth. Pimpinan Bank BRI di Tempat Dengan hormat, Melalui surat ini, saya sebagai nasabah BRI unit Mohammad Toha Bandung, memohon dengan kerendahan hati agar Bapak/Ibu Pimpinan Bank BRI bisa memberikan keringanan cicilan yang seringan-ringannya. Mengingat kondisi usaha saya saat ini mengalami penurunan penjualan dan berimbas pada kemampuan saya untuk memenuhi kewajiban pembayaran cicilan setiap bulannya. Total pinjaman Rp250.000.000 dengan tenor awalnya 5 tahun dan cicilan Rp6.588.000. Baru setahun berjalan, usaha saya mengalami penurunan dan akhirnya saya mengajukan restrukturisasi menjadi 8 tahun, dengan jumlah cicilan Rp4.658.000/bulan. Namun saat ini kondisi usaha saya kembali mengalami penurunan. Saya berharap Bank BRI dapat memberikan solusi dalam bentuk penurunan jumlah cicilan, perpanjangan tenor, atau bentuk keringanan lainnya yang dapat membantu meringankan beban finansial saya selama masa sulit ini. Saya berkomitmen untuk tetap melunasi kewajiban ini dan berharap agar diberikan kesempatan untuk mendapatkan keringanan dalam bentuk yang dapat disesuaikan dengan kondisi saya saat ini. Demikian permohonan ini saya sampaikan, dengan harapan dapat dikabulkan. Atas perhatian dan kebijaksanaannya saya ucapkan terima kasih. Sri Rahayu Bandung, Jawa Barat Update (6 November 2024): Terkait surat pembaca di atas, penulis memberikan klarifikasi dan apresiasi atas tanggapan dari pihak Bank BRI sebagai berikut: Terima Kasih Bank BRI, Sudah Menanggapi Permohonan Saya dengan Baik Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Hanin dya1 November 2024 - (09:18 WIB)Permalink Agak laen yaa ngajuin keringanan cicilan tapi via Media konsumen wkwk ngomong ke Bank resminya atuh Ibuuu, biar bisa dilihat dan ditinjau pengaduan. Masa via media gak resmi 1 1 Login untuk Membalas
Dunia Gozali1 November 2024 - (09:20 WIB)Permalink keringanan bukan kesini tante ke bank nya aja nama2 berubah jadi bank media konsumen media konsumen juga semua pengaduan receh kesini wkwkwkwkwkkwk 1 Login untuk Membalas
Dunia Gozali1 November 2024 - (09:22 WIB)Permalink keringanan bukan kesini tante ke bank nya aja nama2 berubah jadi bank media konsumen walaupun udah ke bank udah ada jawaban misal di tolak ya berarti tante tanggung jawab ama pinjaman nya media konsumen juga semua pengaduan receh kesini wkwkwkwkwkkwk Login untuk Membalas
madman1 November 2024 - (11:07 WIB)Permalink Saya cuma bisa mendoakan TS diperluas dan diperlancar rejekinya. Memang tidak mudah berkomitmen mengembangkan usaha dari pondasi pinjaman 250 juta. Jika terasa sulit melanjutkan komitmen untuk melunasi pinjaman, tentu anda sudah siap dengan segala konsekuensi dan lapang dada melepas agunan sesuai kesepakatan. Login untuk Membalas
Muhamad Saiful1 November 2024 - (11:13 WIB)Permalink Harus pengajuan dulu ke Bank BRI disetujui atau ditolak.Nah kalo ditolak baru up ke Media Konsumen.Sejatinya Media Konsumen dipake ketika sudah berusaha dan nemu jalan buntu.Bukan dipake “to the point”. Login untuk Membalas
Tanto2 November 2024 - (07:42 WIB)Permalink Seharusnya ajukan pinjaman KuR saja Bu dulu nya Login untuk Membalas
MAMAD1 November 2024 - (12:15 WIB)Permalink Langsung ke pihak Bank.. Biasanya di setujui jika alasannya tepat.. Yang penting Niat bayar hutang sesuai perjanjian, jika diperbaharui.. Cuma, biasanya cicilan terasa ringan, tetapi jadi lamanya angsuran bertambah..(sesuai jumlah hutang & kesanggupan angsuran) Login untuk Membalas
Aya Zhou1 November 2024 - (12:46 WIB)Permalink Padahal segitu udh ringan bngt lho. Login untuk Membalas
panca1 November 2024 - (15:39 WIB)Permalink Bunga nya tinggi sekali ya, padahal ada KUR dari bri lebih ringan. Semoga cepat selesai, dan kalo bank pemerintah ga usah kuatir, ada jalaan keluarnya, biasanya kalo ga sanggup bayar di kasih perpanjang tenor, walaupun sudah di perpanjang masih ga sanggup,nanti di kasih lagi perpanjangan tenor. Atau tunggu dari perintahaan prabowo, katanya ada kebijakan pemutihan hutang umkm. Semoga semua yang berhutang baik dari bank maupun pinjol di putihkan lagi. Kasian rakyat semakin terjepit, ingin usaha untung , malah jadi buntung. Wahai pemerintah tolonglah rakyat mu yang terjepit hutang. 1 Login untuk Membalas
yusa1 November 2024 - (17:07 WIB)Permalink Pinjam 250jt 6.588 tinggi nilai cicilannya.kayanya ini bukan KUR.susah pak kalau berurusan dengan bank.ujungnya sertifikat langsung di lelang. 2 Login untuk Membalas
Tjan1 November 2024 - (21:47 WIB)Permalink Apa yg disampaikan olh Bapak2/ Ibu2 sdh benar, klau ibu ingin keringan sebaiknya ditujukan lgsung kebanknya dan bkn melalui media ini dan hal ini yg ibu komplain disini tdk etis krn ini merupakan rahasia ibu dgn bank 1 Login untuk Membalas
Mas1 November 2024 - (22:10 WIB)Permalink Kok di gelar di MK siiih, malah gak bagus menurut saya, krn dimata BRI akan jadi preseden ndak bagus bisa jadi nasabah yg lain jadi ikut²an. 1 Login untuk Membalas
Icad2 November 2024 - (12:37 WIB)Permalink Memang saat ini iklim kondisi ekonomi sedang tidak baik baik makanya pengajuan kredit makin selektif karena lending rate bunga mau dinaikkan juga susah karena dampaknya cicilan akan makin besar sedangkan nasabah nasabah yang kolek 3 keatas sperti nasabah ini juga dan yg lainnya ketika besaran cicilan sudah jalan dari kontrak kontrak tahun sebelumnya juga kian membebani perusahaaan pendanaan sperti BANK atau multifinance…. Restrukturisasi sekali mungkin bisa sperti yg sudah dikasi ke nasabah ini…..Tapi RESTRUKTURISASI lebih dari satu kali untuk kontrak yg HARUS JUJUR saya katakan sebagai yang bekerja di industri yang sama ..biasanya agak sulit. Tapi ya dicoba aja… Tetap semangat Login untuk Membalas
Muhammad2 November 2024 - (19:45 WIB)Permalink media konsumen untuk komplain, bukan untuk negosiasi, busetdah Login untuk Membalas