Hati-Hati Headline Keluhan Surat Pembaca Perjanjian Investasi melalui Telegram Mengaku AC Ventures Belum Terbayarkan, Malah Disuruh Transfer Lagi 20 April 202520 April 2025 anwar 43 Komentar AC Ventures ID, Aplikasi Chatting, Bisnis Investasi, Bisnis Online, Fraud, Indikasi Fraud, Media Sosial, Modus Penipuan, Money Game, Penawaran investasi, Pencucian Uang, Penipuan online, Penipuan via Telegram, Social Engineering, Telegram, Transfer Dana Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Selamat siang, salam hormat bagi kita semua. Semoga diberi perlindungan, rahmat, dan berkah dari Allah SWT agar dapat menjalankan kehidupan di dunia ini. Berikut saya ingin menyampaikan informasi mengenai investasi melalui Telegram. Dalam perjanjian itu disepakati pendapatan dari hasil investasi, namun sampai sekarang dana investasi belum cair. Tidak bisa disimpulkan secara pasti apakah ini bentuk penyalahgunaan atau tindakan yang merugikan konsumen. Awal mula saya mendapat chat dari Telegram berupa tawaran investasi. Karena niatnya memang mencari hasil, saya usahakan seperti yang terlampir di foto. AC Ventures ID mengaku sebagai perusahaan investasi. Saya mengetahuinya di aplikasi Telegram. Dana yang sudah ditransfer sebesar Rp300.000 dan Rp700.000 ke rekening atas nama Iis Sofiah (BCA 0072022981). Data: Nama: Anwar Sidik Nomor DANA Terdaftar: 089698794*** Nominal yang sudah ditransfer: Rp300.000 + Rp700.000 Perjanjian: Rp3.500.000 Kami menunggu itikad baik dari pihak AC Ventures ID selaku penyedia investasi untuk segera menyelesaikan sengketa ini. Mohon kerja samanya. Bukti-bukti foto sudah terlampir, mohon diproses. Terima kasih. Anwar Sidik Banyuasin, Sumatera Selatan Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Cansu24 April 2025 - (03:42 WIB)Permalink Itu bukan sengketa, jdi gk bkln ada itikad baik dri pihak manapun. Di laporkan juga percuma. Mau nyari kemana itu polisi²,? Itu juga bukan scam. Tp murni penipuan, kenapa bisa terjadi,? Karena anda tergiur dngn iming² hasil yg besar secara instan, sdh tf 300rb tp masih belum ada hasil dan mlh minta lgi yg jauh lebih gede kog masih ttp aja d kasih, jdi itu ya keslhn anda sendiri, dan mengapa sngt bnyak penipun di Telegram,? Ya karena Telegram itu sarang para penipu, dan gk bkln bisa d lacak, makanya mreka aman² saja, hari ini habis nipu, besoknya ya hapus akun dan buat baru beres,, jdi tolonglah jgn lgi pakai aplikasi telegram ya karena isinya selain para penipu, bnyak juga link² dan bot² yg berisi video² bokep dll, ada juga loh joki pinjol yg ujung²a ya nipu juga,, untung yg besar dan pasti itu ya dri kerja keras bukan dri hasil tf me orng random trs dpt iming² penghasiln d luar nalar,🤣🤣 Login untuk Membalas
Baby24 April 2025 - (04:19 WIB)Permalink emang dasar oon udah ditulis keuntungan masih nanya depo segini untung brp, manusia rakus investasi tuh harus punya otak Login untuk Membalas
Januardi24 April 2025 - (12:13 WIB)Permalink Kebodohan yang hakiki. Memberi malu diri sendiri Login untuk Membalas
Febryan24 April 2025 - (15:10 WIB)Permalink Terlepas dari istilah “masih ada yang terjebak ini” , menurut saya gini, perkembangan mobile gadget yang pesat tidak dibarengi edukasi yang cukup di level user. banyak yang pengguna telegram contohnya ini (maaf) belum memiliki wawasan yang cukup. baik itu pengetahuan di bidang IT , issue2 penipuan via platform aplikasi, juga tidak paham prinsip ekonomi. Namun hal ini pun harusnya menjadi perhatian otoritas yang berwenang, Kominfo, Kepolisian, Bank, dan PPATK. apakah serius memberantas penipuan online ini atau tidak ? karena saya sering mendengar bahwa laporan ke Kepolisian pun tidak akan berguna, ditindaklanjuti pun tidak..Bank dengan asas kerahasiaan nasabah pun hanya bisa menghimbau, tapi kenyataannya di lapangan masih banyak praktek membacak identitas dengan bayaran tertentu (joki buka tabungan), serta banyak modus pendukung lain. Kominfo pun tidak mau memblok aplikasi2 yang berpotensi berbahaya. lalu yang dirugikan ? masyarakat. Login untuk Membalas