Menjadi Korban Penipuan dari Aplikasi Mengaku Blockchain Ads

Dengan ini saya ingin melaporkan bahwa saya telah menjadi korban dugaan penipuan melalui aplikasi yang mengaku bernama Blockchain Ads.

  • Nama Aplikasi/Platform: Aplikasi Blockchain Ads.
  • Link/Alamat Website/Media Sosial: https://ba-media.vip/#/

Kronologi Singkat:

Pada tanggal 9 September 2025, saya melakukan pendaftaran aplikasi Blockchain Ads di web https://ba-media.vip/#/ dan dihubungi oleh mentor bernama Wid*** (0822252589**). Saya diminta melakukan top up dana total sebesar Rp53.500.000 ke rekening Virtual Account Bank Mandiri melalui e-dompet OY Indonesia dengan nomor rekening 8889992363225506 (JagopulsaABC123) sebesar Rp27.000.000, dan sisanya diminta melalui QRIS BCA.

Pihak aplikasi blockchain menjanjikan keuntungan komisi 50% dari top up dana saya, yaitu sebesar Rp27.500.000 plus total dana yang telah saya top up (Rp53.500.000) + komisi Rp27.500.000 = Rp81 juta. Namun setelah dana ditransfer, saldo plus komisi tidak bisa ditarik/dicairkan.

Mereka (atasan mentor/penanggung jawab yang mengaku dari pihak pedagang bernama Ich*** (0812636966**)) menawarkan bantuan jika saya top up lagi Rp10 juta baru saldo & komisi bisa ditarik. Jika tidak, mereka mengancam akan membekukan akun saya sehingga saldo + komisi hilang semua.

Bentuk Penipuan: Saya diminta oleh pihak mentor melakukan top up pekerjaan dari blockchain dari nominal kecil sampai besar, dengan total keuntungan 50%. Setelah pekerjaan/tugas diselesaikan, nanti dijanjikan oleh mentor/member saya bisa mencairkan saldo + komisinya ke rekening saya.

Tetapi sampai hari ini saldo dan komisi tidak dapat ditarik dan pihak mentor juga atasannya meminta saya top up lagi Rp10 juta jika mau dibantu dan agar saldo serta komisi bisa dicairkan. Karena saya tidak mengikuti permintaan mereka, akun saya dibekukan serta mendapat ancaman jika saya melaporkan kasus ini/perusahaan mereka.

Total kerugian saya/total top up saya: Rp53.500.000.

Saya sudah mencoba menghubungi pihak aplikasi blockchain, mentor, maupun pedagang/penanggung jawab aplikasi ini, namun tidak ada respons baik dari mereka. Bahkan saya mendapat ancaman jika melaporkan kasus ini, mereka akan menuntut balik saya ke pengadilan.

Rianto Bintoro
Bekasi, Jawa Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

46 komentar untuk “Menjadi Korban Penipuan dari Aplikasi Mengaku Blockchain Ads

  • 5 Oktober 2025 - (17:15 WIB)
    Permalink

    maaf kak, tapi anda sudah ditipu habis2an.. 50jt.. woow.,. ngerih.. uangnya sudah pasti tidak dikembalikan.. sabar njih.. semoga jadi pelajaran… keuntungan usaha itu maksmal 5%-10%.. tidak ada yang bisa menjamin 50%.. lebih dari 10% sudah pasti scam, penipuan…

    • 6 Oktober 2025 - (00:19 WIB)
      Permalink

      Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu anak panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi, setelah di interogasi, niatnya baik, untuk membantu cari dana, tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan sdh menyesal , jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, karena anak kami sedang stress dan depresi karena kasus ini. Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan memaafkan Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dan semua anak² Panti.

      1
      6
      • 7 Oktober 2025 - (06:24 WIB)
        Permalink

        Sebetulnya masalah seperti ini, sudah lama terjadi… Yg membedakan hanya dari aplikasi/ web dan sebagainya… Dan perlu kita semua cermati, sebelum melangkah maju, kita harus berfikir/ pertimbangkan dahulu…
        Terutama biodata yang dipakai saat kejadian…

        Perlu kita semua tau, data/ nama pelaku yang disebutkan, sudah pasti tidak asli ( kenapa saya bilang seperti itu? )

        Karena saya pernah mencoba mencari tau permasalahan ini, dan yg paling simpel untuk mencari pelaku adalah lokasi IP ponsel pelaku, ( memang tidak mudah, tapi tetaplah berusaha dan optimis ) saya dibantu rekan kerja untuk menembus lokasi IP pelaku dan menemukan lokasi pelaku dan akhirnya kami mendatangi, dan menghubungi kepolisian lalu dibawa ke kantor kepolisian dan ditahan, kejadian di tahun 2020 ( korban adalah teman dekat saya ) ….

        Ciri- ciri penipuan seperti ini :
        1. Pelaku menggunakan biodata palsu/ orang lain ( contoh : nama staff per bank, foto, DLL)

        2. Transaksi melalui telegram, sedikit catatan… Ketika di telegram dan disaat melakukan tugas/ event, kalian bisa lihat banyak anggota yg mendapat hadiah/ berhasil menarik tunai, itu adalah (teman/ rekan mereka.. bukan anggota yg menjadi korban ! )

        3 jika diancam sebagainya, jangan sedikitpun takut karena semua ancaman itu palsu, agar kalian tetap top up dan terpancing top up terus menerus!
        Dan jika di berikan surat apapun itu, kalian fokus baca dahulu,( surat yg dikirim pastikan surat resmi, entah itu PT, perusahaan, dan sebagainya.)

        Kesimpulan;

        Masih banyak lagi sebenarnya, tapi sudah cukup segitu saja saya sharing”,
        Saya berbagi pengetahuan saja disini, agar yg masih awam bisa tau dan paham…

        – jangan karena kita butuh uang, lalu tergiur dengan hal seperti ini ( jangan menjadi bodoh karena uang !!! )

        – jika pun uang itu bisa cair, belum tentu ada berkahnya untuk anak panti, seharusnya berfikir kesana…
        – kenapa tidak mencari donatur ke perusahaan itu lebih baik, walaupun sedikit, tapi setidaknya untuk tambah”, sang pencipta pasti memberi jalan terbaik, apalagi untuk anak panti…

    • 6 Oktober 2025 - (21:23 WIB)
      Permalink

      Karena bodoh maka gampang ditipu
      …..itu murni karena kurangnya pengalaman, juga kepercayaan terlalu tinggi terhadap orang tidak dikenal , jadi bisa saya bilang ini orang yg ketipu adalah orang yg pemikiran nya cetek , tidak bisa berfikir jernih dan juga malas mencari tahu kebenaran terlebih dahulu

  • 5 Oktober 2025 - (17:15 WIB)
    Permalink

    Astaga, semoga penipuan berkedok jasa online sudah tidak makan korban lagi,walaupun yang memang dibayarkan “gajinya” jika nominal kecil.
    Memang sifat manusia ketika sudah kalap akibat nafsu sulit dikendalikan.

    • 6 Oktober 2025 - (00:19 WIB)
      Permalink

      Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu anak panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi, setelah di interogasi, niatnya baik, untuk membantu cari dana, tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan sdh menyesal , jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, karena anak kami sedang stress dan depresi karena kasus ini. Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan memaafkan Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dan semua anak² Panti.

      • 27 Oktober 2025 - (01:12 WIB)
        Permalink

        Sy juga barusan kena awal oktober cm beda aplikasi
        Saya sampe pinjam pinjol buat transfer penipu itu dan sy hrs lunasin pinjol saya.Awalnya sy jg ga yakin tapi knp sy nurut saja di srh top up2 terus sampe suatu saat sy sdr sy di tipu.Mau lapor pun ga ada hsl uang g bkl balik.Skrng cm bisa sesali dan berusaha melunasinya

    • 6 Oktober 2025 - (16:18 WIB)
      Permalink

      Persis dengan yg saya alami pada tahun 2022,, waktu itu sedang pemulihan covid,, niat hati mencari penghasilan tambahan dari dunia online,, saya tidak sengaja mengkilik dan tertarik dengan situs yang menyatakan perusahaan dagang yg mendukung para pedagang onlibe di berbagai platform,, saya di arahkan ke WA admin yg membimbinv untk menjalankan tugas aam situ web tersebut, tugas nya adalah melakukan pesanan fiktif, menyelesaikan pesanan dengan cara top up saldo kedalam situs tersebut lalu diberikan komisi kalau sudah menyelesaiman tugas,, di awal nominal pesanan nya kecil, dan benar uang top up dan komisi kembali balik di tf kepada saya, setelah itu kembali ada tugas, nominal pesanan nya naik,, tugas ke 1 ke 2 ke 3 berjalan dengan lancar karena nominal nya kecil, lalu di waktu pesanan ke 4 komisi dan top up saya di tahan, katanya ada doble tugas yg menyuruh saya menyelesaikan lagi tugas, dan setelah di kilik nominal nya besar, saya pun di bujuk kembali top up supaya tugas nya selesai dan bisa di tarik lagi uang dan komisi sebelum nya, saya pun menuruti dia dan ternyata setelah itu dalam tugas terdebut ada combo pesanan nilai nya lebih besar.. saya baru sadar stelah saldo di Mbaking saya habis, apakah ini penipuan,, tetnyata mereka melakukan trik nya seprti itu meyakinkan kita di awal dan selanjut nya di peras, total kerugian yang saya alami sebesar 7.4jt ,saya di arahkan oleh pelaku untuk Pinj*l supaya bisa kembali top up, dia terus meneror sy untuk tup up,yang akhirnya saya blokir nomer tersebut, dan saya pun langsung lapor ke polisi dan semua sudah terlambat dan tidak ada tindak lanjut, katnya kalau sudah ketipu dunia online tidak mungkin bisa kembali, pihak Bank si pelaku pun tidak menindak lanjuti, dan Bank nya sma kak, dia pun BAnkMandiR*
      DAN peristiwa penipuan itu membuat saya sengsara saat ini, saya ingin sekali mempublikasikan nama pelaku, sampai sekarang stiap sholat selalu saya doakan semoga dia sudah tertangkap,, apakah boleh kita mempublikasikan nama pelaku di medsos?

      • 6 Oktober 2025 - (17:09 WIB)
        Permalink

        Terima Kasih infonya Kak Mira, saya sudah buat laporan online ke polisi, ojk, kominfo ,dll, lengkap dengan foto dan nomor telepon mereka, walaupun saya tau uang kami tdk kembali, saya share pengalaman di sini, agar yg lain lbh waspada dan tdk menjadi korban seperti kami.

        • 6 Oktober 2025 - (17:40 WIB)
          Permalink

          Kasus kak Mira, sama persis dengan kasus yang Kami alami, Bank nya juga sama, cara kerjanya juga sama, mgkn nama aplikasinya berbeda, aplikasi yg menipu saya namanya blockchain ads Kak, pertama di janjikan pekerjaan remote / online WFH dengan beberapa pekerjaan keuntungannya, top up dari nominal kecil sampai besar, pas nominal kecil bisa di tarik, tetapi lama2 tdk bisa di tarik lagi, dan pihak penipu menawarkan bantuan topup 10 juta, agar saldo dan keuntungan bs di tarik, tetapi tdk kami ikuti, akhirnya mereka mengancam setelah saya ingin melaporkan kasus ini ke polisi, ojk, kominfo dll, tetapi sudah saya laporkan kak, plus data dari mereka seperti foto dan nomor HP juga bukti2 yg lain. Terima Kasih

          1
          2
          • 6 Oktober 2025 - (23:30 WIB)
            Permalink

            Alhamdulillah berkat sosial media seperti ini saya jadi lebih tahu kebusukan mereka itu, padahal saya lagi di posisi ini yang sedang menjalankan transaksi dengan mereka, daripada saya semakin terpuruk nantinya, saya mau sudahin saja. Terima kasih info info sedulur

        • 23 Oktober 2025 - (08:55 WIB)
          Permalink

          Itu juga sama yang saya alami, itu kayaknya harinya bareng sama kak Rinto tanggal 9 September 2025, saya juga di suruh top up 10 juta baru bisa ditarik semua, tapi sebelum saya top up saya lapor OJK kalau itu tidak resmi. Lalu saya tidak jadi top up, juga di WA mentor sama pedagangnya katanya akan dibekukan akun kerja saya. Total kerugian saya 27 juta.. karena awalnya saya percaya dikirimi hadiah dompet dan sudah sampai ke rumah saya.

    • 6 Oktober 2025 - (00:20 WIB)
      Permalink

      Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu anak panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi, setelah di interogasi, niatnya baik, untuk membantu cari dana, tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan sdh menyesal , jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, karena anak kami sedang stress dan depresi karena kasus ini. Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan memaafkan Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dan semua anak² Panti.

      1
      5
  • 5 Oktober 2025 - (18:47 WIB)
    Permalink

    Kadang sy suka bingung,,koq dengan mudahnya terpedaya,,jikalau ada bisnis yg menguntungkan,dan aman,,sy yakin bank akan kehilangan nasabahnya,orang2 akan tarik uangnya untuk di tanam di bisnis tsb

    • 6 Oktober 2025 - (00:20 WIB)
      Permalink

      Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu anak panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi, setelah di interogasi, niatnya baik, untuk membantu cari dana, tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan sdh menyesal , jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, karena anak kami sedang stress dan depresi karena kasus ini. Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan memaafkan Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dan semua anak² Panti.

  • 5 Oktober 2025 - (18:50 WIB)
    Permalink

    Astaga, kenal mentor dari mana toh ini?
    Apakah pernah ketemu tatap muka?
    Sudah cek kredibilitas atau ada referensi dari teman/keluarga?
    ……….
    Begitu banyak pertanyaan… untuk saya sih duit puluhan juta tuh buanyak banget, ngeri banget.

  • 5 Oktober 2025 - (20:05 WIB)
    Permalink

    dah sering apk tugas klik iklan dibayar komisi nanti pas naik lvl disuruh topup dan topup itu gak akan bisa diambil malah disuruh topup lagi, yg jd pertanyaan knp tunggu kenivu dulu baru cari tau padahal disini dah banyak kasus ginian

    • 6 Oktober 2025 - (00:20 WIB)
      Permalink

      Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu anak panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi, setelah di interogasi, niatnya baik, untuk membantu cari dana, tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan sdh menyesal , jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, karena anak kami sedang stress dan depresi karena kasus ini. Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan memaafkan Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dan semua anak² Panti.

    • 6 Oktober 2025 - (00:21 WIB)
      Permalink

      Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu anak panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi, setelah di interogasi, niatnya baik, untuk membantu cari dana, tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan sdh menyesal , jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, karena anak kami sedang stress dan depresi karena kasus ini. Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan memaafkan Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dan semua anak² Panti.

    • 6 Oktober 2025 - (00:21 WIB)
      Permalink

      Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu anak panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi, setelah di interogasi, niatnya baik, untuk membantu cari dana, tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan sdh menyesal , jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, karena anak kami sedang stress dan depresi karena kasus ini. Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan memaafkan Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dan semua anak² Panti.

  • 5 Oktober 2025 - (22:53 WIB)
    Permalink

    Susah payah tulis di MK emang mau komplen ke siapa?? Penipu nya mah ketawa aja kalo baca ini. Lagian mana ada keuntungan 50%. Logika akal sehat pun hilang karna tergiur janji 50%

    • 6 Oktober 2025 - (00:21 WIB)
      Permalink

      Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu anak panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi, setelah di interogasi, niatnya baik, untuk membantu cari dana, tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan sdh menyesal , jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, karena anak kami sedang stress dan depresi karena kasus ini. Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan memaafkan Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dan semua anak² Panti.

  • 6 Oktober 2025 - (00:22 WIB)
    Permalink

    Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu anak panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi, setelah di interogasi, niatnya baik, untuk membantu cari dana, tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan sdh menyesal , jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, karena anak kami sedang stress dan depresi karena kasus ini. Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan memaafkan Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dan semua anak² Panti.

    • 6 Oktober 2025 - (16:00 WIB)
      Permalink

      Pak harusnyaa pengeluaran kas yang besar, harus di kontrol dan butuh persetujuan pihak penanggung jawab atau pengelolah tidak sewenang wenang mengunakan dana untuk kebutuhan atau keperluan yang tidak jelas.

  • 6 Oktober 2025 - (09:49 WIB)
    Permalink

    Sorry to say, agak janggal ceritanya.
    Boleh dishare nama dan lokasi pantinya? Anak panti kenapa diberi tanggung jawab / punya akses ke uang begitu banyak? Orang dewasa saja belum tentu bisa mengelolanya.
    “tidak mgkn saya melaporkan anak Panti kami ke polisi” kenapa harus dilaporkan seolah pelaku kejahatan? Ke Polisi hanya buat surat pernyataan sebagai korban penipuan.
    Kalau benar niatnya untuk cari sumbangan, hari gini posting di medsos, banyak yg mau menyumbang.
    Masih banyak koq orang baik.

    • 6 Oktober 2025 - (22:36 WIB)
      Permalink

      Bner cerita balasannya malah janggal seakan malah cari donasi 😂😂 ..
      Lagian dungu bgt klo ada org ketipu kyk si ts ini … Hahhaa ..
      Gw curiga cari sumbangan biar pada kasihan kali ya … 😂

  • 6 Oktober 2025 - (10:04 WIB)
    Permalink

    Masalah ini, biarlah menjadi masalah intern kami, saya tdk bisa mempublikasikan nama dan lokasi Panti kami, agar jgn ada masalah baru lagi dan ini privasi, saya posting di media konsumen, agar jgn ada yang tertipu lagi dengan aplikasi blockchain yg pernah menimpa kami, saya juga tidak akan melaporkan anak kami, saya melaporkan ibu widya astuti dan bpk ichbal pakih ke polisi sebagai sindikat penipuan, saya juga tdk pernah posting cari dana ke media sosial, kami minta semua anak² kami berdoa dan minta berkat dan rezeki kepada Tuhan, agar Tuhan yg akan mengirimkan orang baik kepada kami dan Panti Kami, saya sbg donatur, tugasnya hanya mencari dana saja untuk operasianal .jadi tolong jangan salah persepsi karena kami sdng ada masalah. terima kasih

  • 6 Oktober 2025 - (13:41 WIB)
    Permalink

    Teman2 yg baik, bla,bla,bla….kasihan. Begitu gampang nya cari duit dengan iming2 menggiurkan. Ma’af kurang wawasan ni orang.

    • 6 Oktober 2025 - (14:00 WIB)
      Permalink

      Anda silahkan menghina, membully dan mengejek saya, tetapi tolong jangan pernah mengejek Tuhan kami Yesus Kristus dan anak²panti kami, karena ada Karmanya ,saya cerita kasus kami di media konsumen, bukan untuk di kasihani / di bully, tetapi agar tidak ada korban lain yang tergiur dengan aplikasi Ilegal dari Blockchain, bukan untuk cari dana, dll, nanti Tuhan pasti akan memberikan orang baik, jujur dan tulus hati untuk membantu kami, saya percaya itu, Tuhan Yesus Memberkati.

      • 7 Oktober 2025 - (11:45 WIB)
        Permalink

        semoga Tuhan memaafkan ente

        ini komen ente pada 6 okt 2025 14.00 : tetapi tolong jangan pernah mengejek Tuhan kami Yesus Kristus dan anak²panti kami

        tolong tunjukan mana komen yg menjelekkan Tuhan

        ane tidak menemukan 1 pun komen yg menjelekkan Tuhan, ane rasa ente itu sedang berhalusinasi atau mungkin ente melihat komentar dr iblis yg komentarnya tidak dpt dilihat oleh pembaca lainnya dan hanya dpt dilihat oleh ente

        pilihan ente cm 2, makan obat atau tobat

        berOBATlah kalau ente berhalusinasi
        berTOBATlah kalau ente melihat tulisan dr iblis yg hanya bisa dilihat oleh ente, sebab ane tidak dpt menemukan komen yg menjelekkan Tuhan

  • 6 Oktober 2025 - (13:43 WIB)
    Permalink

    Terima Kasih atas tanggapan anda, Tuhan Yesus Memberkati anda dan Keluarga, Amin

    • 6 Oktober 2025 - (14:09 WIB)
      Permalink

      Teman² yang baik, banyak sekali komentar yang masuk ke kolom media konsumen saya, dan terima kasih atas semua dukungan & sarannya, saya mau jelaskan sedikit, sebenarnya kesalahan dari kasus ini, bukan 100% karena saya, tetapi saya mau bertanggung jawab karena ini adalah masalah bersama², ini kesalahan dari salah satu Team Keuangan panti asuhan kami yang mempunyai niat baik, tetapi caranya yang salah, saya dari tahun 2019 (Setelah Covid) menjadi salah satu donatur untuk Panti Asuhan berinisial E di daerah Jakarta Utara, memang selama berbulan² kami / saya sedang mencari dana untuk perbaikan Panti yang sudah usang karena rayap dan bekas banjir, membeli sembako seperti beras, mie instant, Susu, Roti, Telur, dll, lalu mau mengganti TV di Panti yang lebih besar sekitar 43″ karena anak panti kami sdh bertambah menjadi 20 orang, mereka berasal dari Papua, lalu matrass untuk tempat tidur mereka, jadi jgn tidur di karpet/tikar terus, lalu mgkn salah satu anak panti yang memang di percaya untuk memegang uang kas kami tergiur dengan aplikasi blockchain dengan komisi 50% karena memang dana kami masih kurang, tetapi tidak menyangka jika itu penipuan dan tidak mgkn saya melaporkan team Panti kami yang memang niatnya baik, untuk membantu cari dana, tetapi tidak tau di Jakarta ini banyak orang licik & jahat dan beliau sdh menyesal dan stress,, jadi saya yang harus membantu melaporkan kasus penipuan ini ke polisi, OJK, Kominfo dan IASC, juga ke media konsumen, Memang sering ada orang jahat yang ingin berbuat tidak baik kepada anak²panti kami seperti mengirimkan sembako yang sudah kadaluarsa / exp melalu expedisi, WA no name yang tidak suka adanya Panti Asuhan di daerah mereka & ada ormas jahat yang sering buat ulah kepada kami, Tetapi Puji Tuhan selalu di hindarkan, tetapi mgkn kali ini ujian dari Tuhan / Allah untuk kesekian kalinya yang kami harus hadapi, niat baik, tidak selalu mendapatkan jalan yang mulus, Seperti itulah ceritanya, sekarang saya fokus untuk membuat laporan ke polisi, OJK dan Kominfo dulu, setelah itu, saya coba dari awal untuk cari dana lagi, semoga Tuhan memberkati dan membuka jalan dengan niat baik kami, Jika ingin di salahkan, silahkan ke saya saja, dan jgn ke anak²Panti Asuhan kami, kasihan mereka sudah tidak mempunyai orang tua dan sanak saudara , Terima Kasih, Tuhan Memberkati kita semua, semoga Tuhan juga mengampuni dan membuat sadar Ibu Widya Astuti, Bapak Ichbal Pakih yang telah menipu kami dengan menahan uang donasi untuk semua anak² Panti.

  • 6 Oktober 2025 - (13:58 WIB)
    Permalink

    Keuntungan 50% hanya penipu yg bisa menjanjikan. Secara logika kalo yg bisa dapat 50% ya dia akan cari modal sendiri lewat bank dll.

  • 6 Oktober 2025 - (16:16 WIB)
    Permalink

    Banyak bacot, dikasih tau malah ngeyel, bawa2 Tuhan dsb. Ujung-ujungnya minta sumbangan, sok pasrah, sok lemah, play victim. Biasanya yang kaya gini pelaku sekongkol nilep, teriak-teriak maling sendiri.

    • 6 Oktober 2025 - (17:21 WIB)
      Permalink

      tolong kata²nya di jaga ya Bu, saya juga tdk minta ibu komentar dan marah², saya juga tidak minta sumbangan ke siapa², semoga ibu jgn mengalami hal seperti saya, karena hukum karma itu berlaku ya Bu, atau jangan2 ibu salah satu dari mereka ? krn malah menuduh saya ? padahal saya dan anak panti ini sbg korban, aneh aja, komen lngs marah², seperti tidak terima adanya kasus ini, tetapi terima kasih, semoga Tuhan memberkati ibu Devi ya

  • 6 Oktober 2025 - (19:17 WIB)
    Permalink

    Ini modus sejenis Kerja “Part Time” dg iming2 bonus yg besar yg di display di Saldo Member, kerjanya cuma like, komen, share bla Bla Bla dll.
    Ketika Saldo masih kecil/sedikit akan di cairkan atau benar2 di bayar tapi ketika mengerjakan tahap lanjutan dengan iming2 bonus besar disitulah mereka Beraksi,,

    • 14 Oktober 2025 - (23:28 WIB)
      Permalink

      saya kira saya yang doang yang kena korbanya ternyata ada yang lebih parah juga,ya tuhan ga abis pikir sih saya harap masalah ini cepet selesai dan di usut tuntas biar ga ada korban lainya dengan iming*dapet komisi 50% sama gaji berbulan 5juta part time omongan mereka bersekongkol, mengakui orang bogor ntah mereka asal sebut aja.

  • 7 Oktober 2025 - (11:55 WIB)
    Permalink

    Di surabaya ada yg kena tipu rp. 500 juta dengan modus yang sama. Korbannya lansia agak gaptek teknologi.

 Apa Komentar Anda?

Ada 46 komentar sampai saat ini..

Menjadi Korban Penipuan dari Aplikasi Mengaku Blockchain Ads

oleh Rianto Bintoro dibaca dalam: 1 menit
46