Mobil Mitsubishi Destinator Ultimate Seharga Hampir Setengah Miliar Mengalami Kebocoran Sunroof di Hari Kedua

Saya adalah pengguna setia Mitsubishi sejak 2019. Pengalaman menyenangkan selama 7 tahun bersama Mitsubishi Xpander membawa saya dan keluarga kembali memilih Mitsubishi sebagai mobil baru kami. Kami sudah jatuh hati dengan tampilan Destinator yang gagah serta fitur teknologi yang digadang-gadang mumpuni.

Berangkat dari loyalitas tersebut, pada akhir April lalu kami kembali ke dealer Mitsubishi Dwindo Bintaro untuk membeli Destinator Ultimate yang dilengkapi sunroof, dengan harga hampir Rp500 juta.

Namun, pengalaman kami dengan unit Destinator Ultimate kali ini justru sangat mengecewakan. Unit mobil baru kami diterima pada 1 Mei 2026.

Dua hari kemudian, pada 3 Mei 2026, dengan kondisi mobil yang bahkan belum pernah digunakan untuk perjalanan jauh, kami sekeluarga berencana pergi ke Gading Serpong. Berangkat dari Bintaro pada sore hari, saat tiba di Tol Balaraja hujan turun sangat deras. Seluruh kendaraan di jalan tol saat itu memperlambat laju karena jarak pandang yang terbatas.

Karena kondisi hujan semakin tidak memungkinkan, kami mengurungkan niat ke Gading Serpong dan memutuskan beralih ke AEON Mall.

Sesampainya di gate parking AEON Mall, setelah sekitar 30 menit mobil diguyur hujan, tiba-tiba anak kami yang duduk di bangku paling belakang berteriak, “Apa sih ini, mobilnya kok basah?”

Kami sempat menganggapnya bermimpi karena ia baru saja terbangun dari tidur. Namun saat kami menoleh ke belakang, kami melihat air mengucur cukup deras dari area lubang seatbelt kiri di kursi baris kedua dan menetes hingga ke kaki anak kami di baris ketiga.

Kami pun sangat terkejut. Tidak pernah terbayangkan mobil brand new yang baru dua hari kami terima sudah mengalami kebocoran.

Sejak pengambilan unit di dealer, kami bahkan belum pernah membuka sunroof, hanya sunshade yang sempat kami buka. Suami saya segera melakukan pengecekan dan ditemukan adanya rembesan dari area sunroof.

Kami langsung melaporkan kejadian ini kepada sales kami, Ibu O***. Karena saat itu hari Minggu dan dealer sedang libur, beliau meneruskan video serta keluhan kami kepada Kepala Bengkel Mitsubishi Bintaro, Bapak A****.

Kami kemudian diminta datang keesokan harinya, hari Senin, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Malam itu, kami juga mencoba mencari informasi terkait kejadian sunroof bocor pada Destinator. Ternyata, kami bukan satu-satunya yang mengalami hal ini. Sangat disayangkan karena keluhan serupa juga dialami oleh pengguna Mitsubishi Destinator lainnya.

Pada hari Senin, setelah dilakukan pengecekan, diketahui bahwa selang pembuangan pada mobil baru kami dalam kondisi tertekuk atau terlipat. Kami menilai hal ini sebagai cacat produksi yang seharusnya tidak terjadi pada unit baru.

Dari pihak Mitsubishi pusat, solusi yang ditawarkan adalah perbaikan dengan penggantian pipa pembuangan tersebut, dengan konsekuensi mobil harus menginap selama beberapa hari.

Dengan kondisi yang cukup mengecewakan ini, kami mengajukan permintaan kompensasi kepada Mitsubishi. Namun, yang kami terima hanya penawaran penggunaan mobil sementara (unit test drive) selama kendaraan kami diperbaiki. Menurut kami, hal tersebut belum dapat dikategorikan sebagai kompensasi, melainkan sudah menjadi bentuk tanggung jawab dasar karena unit baru kami mengalami masalah sejak awal.

Sebagai perbandingan, kami pernah mengalami kecelakaan saat menggunakan Honda Brio, dan pada saat itu pihak dealer Honda juga memberikan mobil pengganti selama proses perbaikan berlangsung.

Namun, kondisi yang kami alami bersama Mitsubishi kali ini berbeda. Meskipun kami telah meminta kompensasi yang lebih layak atas situasi yang kami hadapi, hingga tulisan ini kami unggah ke Media Konsumen, kami belum menerima penawaran bentuk ganti rugi lainnya dari pihak Mitsubishi.

Hal ini tentu sangat disayangkan mengingat sebagai pembeli mobil baru, kami memiliki ekspektasi tinggi terhadap kualitas dan kepuasan, terlebih saat unit masih benar-benar baru di tangan kami.

Besar harapan kami agar peristiwa ini dapat menjadi perhatian serius bagi pihak Mitsubishi untuk meningkatkan kualitas produk dan layanan, khususnya bagi konsumen yang membeli unit baru namun justru harus mengalami kejadian yang tidak menyenangkan seperti yang kami alami.

Nadia
Tangerang Selatan, Banten

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan

14 komentar untuk “Mobil Mitsubishi Destinator Ultimate Seharga Hampir Setengah Miliar Mengalami Kebocoran Sunroof di Hari Kedua

  • 19 Mei 2026 - (15:52 WIB)
    Permalink

    Kalo yg ngalamin bukan hanya 1-2 orang, berarti ada masalah pada proses produknya. Harusnya diinvestigasi dan kalo perlu buat program recall. Apakah pabrikan sekelas Mitsubishi sekarang QC dan aftersales-nya makin menurun? 🤔

    • 20 Mei 2026 - (19:53 WIB)
      Permalink

      Dari pembahasan di grup FB, sebagian besar konsumen lain yang pernah mengalami kasus sunroof bocor bukan dalam kondisi baru saja dibawa pulang seperti yang saya alami Kak.

      Namun menanggapi keluhan bocor di FB, Mitsubishi sempat membuat program Rainy Season Program di Desember-Januari lalu, sayangnya artikel tentang hal tersebut di autofun kini sudah tidak dapat dibuka (not found 404). History Rainy Season Program untuk Destinator masih bisa dilihat di postingan berikut: https://www.instagram.com/p/DSt2WlXk04m/

      Jika ada konsumen lain yang mengalami hal serupa dengan kami, monggo bisa sharing juga di sini.

  • 19 Mei 2026 - (23:02 WIB)
    Permalink

    Mungkin mereka sdh malas2an krn pusing bersaing dgn merk2 wuling, xpeng, jaecoo, hongqi, zhongtong, tingtong?

  • 20 Mei 2026 - (08:07 WIB)
    Permalink

    maklum kualitas ckd, asal rakit yang penting jadi kejual dulu, kalo custumer komplain baru dibenerin.

  • 20 Mei 2026 - (12:48 WIB)
    Permalink

    Dari pembahasan di grup FB, sebagian besar konsumen lain yang pernah mengalami kasus sunroof bocor bukan dalam kondisi unit brand new seperti yang kami alami. Jika ada konsumen lain yang mengalami hal serupa dengan kami, monggo bisa sharing juga di sini.

    Kemarin, tim dari Mitsubishi datang langsung ke rumah kami untuk menyampaikan permintaan maaf. Mereka menawarkan perpanjangan garansi 3+1 tanpa syarat (karena untuk konsumen lain, tambahan +1 tersebut tetap memiliki syarat, seperti wajib rutin servis tepat waktu di bengkel resmi Mitsubishi dan ketentuan lainnya), serta menawarkan paket aksesoris facelift dengan harga hampir mendekati nilai kompensasi yang kami ajukan.

    Namun, tawaran tersebut kami tolak. Saya dan suami beranggapan bahwa garansi tambahan tersebut pada dasarnya tetap bisa diperoleh konsumen lain yang tidak mengalami kejadian seperti kami. Begitu pula dengan paket facelift, menurut kami hal tersebut tidak berkaitan dengan faktor keamanan dan kenyamanan kami dalam berkendara, serta tidak dapat menggantikan rasa kecewa kami karena membeli unit baru yang sejak awal sudah tidak dalam kondisi prima.

    • 20 Mei 2026 - (15:10 WIB)
      Permalink

      Dari statement ini apakah boleh dijelaskan juga spesifik “nilai kompensasi yang kami ajukan” dan pertimbangannya, biar bisa dapat view dari dua belah pihak (Pelanggan dan Brand).

      • 20 Mei 2026 - (19:27 WIB)
        Permalink

        Kami lebih menginginkan adanya perpanjangan garansi atau jaminan khusus atas produk cacat yang kami terima, disertai kompensasi dalam bentuk nominal uang sebagai bentuk tanggung jawab atas produk yang sejak awal sudah tidak dalam kondisi prima.

        Pertimbangannya sederhana. Produk fashion dengan kondisi rijek saja umumnya dijual dengan harga diskon, apalagi mobil dengan harga yang tidak murah namun ternyata memiliki kendala sejak awal pembelian. Tentunya sebagai pembeli mobil baru, kami memiliki ekspektasi kepuasan dan kualitas yang optimal, karena yang kami beli adalah unit baru, bukan produk second.

        Jika yang dimaksud adalah nominal kompensasi yang kami ajukan, kami memilih untuk tidak menyebutkannya secara terbuka. Yang jelas, nominal tersebut tidak besar, bahkan kurang dari 4% dari harga kendaraan. Pihak Mitsubishi sendiri sebenarnya sudah menawarkan kompensasi dalam bentuk produk facelift dengan nilai yang mendekati nominal yang kami ajukan, namun kami memilih menolaknya.

        Alasannya karena facelift tidak menambah aspek keamanan maupun memberikan jaminan tambahan terhadap produk yang kami terima. Bagi kami, hal tersebut juga tidak dapat mengobati rasa kecewa karena menerima unit baru yang ternyata memiliki cacat sejak awal pembelian.

        Terima kasih atas atensinya Kak Tobias.

    • 20 Mei 2026 - (19:16 WIB)
      Permalink

      Kami tidak menghendaki penggantian unit baru, karena tidak ada jaminan bahwa unit pengganti juga akan bebas dari keluhan serupa seperti yang kami alami. Kami lebih memilih adanya perpanjangan garansi atau jaminan khusus atas produk cacat yang kami terima, disertai kompensasi dalam bentuk nominal uang sebagai bentuk tanggung jawab atas produk yang sejak awal sudah tidak dalam kondisi prima.

      Terima kasih atas atensinya.

  • 21 Mei 2026 - (12:55 WIB)
    Permalink

    Pasti ngeselin sih. Apalg mobil baru. Hanya kl menurut sy, kl kompensasinya duit tunai akan sulit, krn kl perusahaan pembukuannya ribet. Selain itu kalopun akhirnya duit keluar, orang2 yg mengalami hal yg sama akan ikut mengajukan yg sama, akan lbh repot lg. Kemungkinan besar yg akan ditawarkan itu dalam bentuk non tunai, mungkin voucher diskon utk servis/garansi/sparepart atau beli mobil lagi. Kl vouchernya ngga ada expired date nya bagus jg utk jd pertimbangan. Semoga penulis dpt yg terbaik

    • 22 Mei 2026 - (14:51 WIB)
      Permalink

      Terima kasih masukannya. Saya paham perusahaan tentu punya prosedur dan pertimbangan internal. Tetapi sebagai konsumen, tentu saya kecewa karena ini unit baru, masa sudah mengalami kebocoran? Menurut saya hal seperti ini cukup fatal untuk reputasi sebuah brand sebesar Mitsubishi.

      Repot atau tidak sebenarnya tergantung bagaimana Mitsubishi menyikapinya. Apakah mau menjadikan ini momentum positif untuk menunjukkan tanggung jawab dan meningkatkan kepercayaan konsumennya, atau justru sebaliknya. Karena menurut saya, ini sebenarnya kesempatan bagi Mitsubishi untuk membenahi kualitas produk dan layanannya agar kejadian seperti ini tidak terulang ke konsumen berikutnya.

      Terima kasih atensinya Kak Chrisma.

  • 22 Mei 2026 - (22:35 WIB)
    Permalink

    Kecewa dengan cara penyelesaian dari Mitsubishi seolah mengabaikan kepuasan konsumen. Kalau hanya diperbaiki itu sudah sewajarnya, tapi bentuk kekecewaan konsumen tidak diperhatikan.

    1
    1
  • 5 Juni 2026 - (14:52 WIB)
    Permalink

    ga bakal dikasi kalo kompensasi dalam bentuk uang. paling mentok ya perbaikan atau ganti mbl baru masi masuk akal. kita liat aja…

 Apa Komentar Anda?

Ada 14 komentar sampai saat ini..

Mobil Mitsubishi Destinator Ultimate Seharga Hampir Setengah Miliar Me…

oleh Nadia dibaca dalam: 2 menit
14