Keluhan terhadap AirAsia Indonesia di Bandara Ngurah Rai Bali

Berikut surat yang ditulis suami saya untuk Air Asia Indonesia:

My name is Matthew Glen Bigham.

I was scheduled to fly from DPS-DMK on March 21st aboard flight # QZ 520 @ 07:45 A.M..

My booking # is ZCNW7F.

I never made that flight as I waited to board at gate 6b  for KL instead of 6a for DMK-BKK.

Why?

  1. No announcements were made or given from the airport or AirAsia staff regarding the flights to KL or DMK.
  2. Nothing was  announced  for either flight by AirAsia staff in the 25 minutes as I waited at gate 6b.
  3. Not ONE  boarding call nor ONE final boarding call was made for neither the Bangkok nor the KL  flight.
  4. The flight screen  at gate 6b did NOT have the screen projecting the KL flight that was boarding.
  5. I waited in the long linuep to board and the AirAsia female attendant that finally took my ticket said “This flight Kuala Lumphur-Bangkok later.” Then she motioned for me to sit down in a seat.
  6. After waiting a few more minutes in the seat I decided to then ask the male AirAsia employee standing in the ‘priority lane’ when the flight to DMK/BKK leaves. He said it was now boarding at 6a and pointed the direction to gate 6a.
  7. Gate 6a was closed and the  clock said 07.:43 a.m..The male  attendant called the plane but they would not allow me to board.I asked to see the manager and he said he was the manager.He said he could do nothing for me except offer me a flight tto DMK that  morning at 11:45 a.m. for 2.8 million Indonesian Rupiah.
  8. I was angry and I said he has to help me.He finally said he would consult ith gate 6b staff and brought back the  male attendant  from the KL flight and then said he would do nothing for  me.

The AirAsia female attendant whom told me that my flight was “Later.” was nowhere to be seen.

I was given no offer of compensation. No apology. No choice but buy another ticket for full /maximum price.

I had booked another AirAsia flight booked DMK-UTH for that afternoon @ 5:15 p.m. on flight # FD3350. So, I flew out with Air Asia DMK-DMK and paid full price for my second Air Asia flight ticket that morning to Don Mueang.

Yesterday, Sunday March 26th I flew Air Asia from Vientiane to Don Mueang on flight # FD 1041.

I have flown many,many times with AirAsia since 2009 and I have always arrived early prior to departure and never missed one flight.

I have explained to you how seriously incapable and lacking some of your Indonesian services/procedures are when leaving DPS/Bali.

I was not and am not  satisfied or impressed by the lack of airport flight information, minimal staffing policy,staff assistance (and their english comprehension skill levels) that led to my missing my flight.

Finally, AirAsia Indonesia did not send me an email notification.prior to flight #QZ 520. I had to research to inform myself if the flight even existed, at all.

This was an airline exhibit of very poor levels of communication  for your clients/customers/passengers – on many levels.

Your Bali staffing and customer flight preparation services are poor and non-existent .

Matthew Glen Bigham

Berikut ini terjemahan dalam Bahasa Indonesia oleh Redaksi:

Nama saya Matthew Glen Bigham.

Saya dijadwalkan untuk terbang dari DPS-DMK (Denpasar-Bangkok; redaksi) pada tanggal 21 Maret dengan penerbangan QZ520 pada pukul 07:45 pagi. Kode booking saya adalah ZCNW7F.

Saya tidak jadi ikut penerbangan tersebut karena kesalahan sewaktu boarding. Seharusnya saya boarding melalui pintu gerbang (gate) 6a untuk penerbangan ke Bangkok, alih-alih saya malah menunggu boarding di pintu gerbang 6b untuk penerbangan ke KL (Kuala Lumpur).

Mengapa?

1. Tidak ada pengumuman yang diberikan dari bandara atau staf AirAsia mengenai penerbangan ke KL (Kuala Lumpur) atau DMK (Don Muang Airport, Bangkok).
2. Tidak ada pengumuman untuk kedua penerbangan tersebut oleh staf AirAsia, pada saat 25 menit ketika saya menunggu di pintu gerbang 6b.
3. Tidak ada satu pun panggilan untuk boarding (boarding call), baik untuk penerbangan ke Bangkok maupun penerbangan ke KL.
4. Layar informasi penerbangan di pintu gerbang 6b tidak menginformasikan bahwa yang boarding saat itu adalah penerbangan tujuan ke KL.
5. Saya menunggu dan mengikuti antrian panjang untuk boarding, sampai akhirnya petugas perempuan dari AirAsia yang memeriksa tiket saya mengatakan “Penerbangan ini ke Kuala Lumphur, Bangkok nanti.” Kemudian dia memberi isyarat bagi saya untuk duduk kembali di kursi.
6. Setelah menunggu beberapa menit di kursi, saya memutuskan untuk kemudian menanyakan kepada petugas laki-laki AirAsia yang menjaga ‘jalur prioritas’, kapan penerbangan ke Bangkok (DMK/BKK) akan berangkat. Dia mengatakan sekarang sedang boarding di 6a, sambil menunjuk ke arah gerbang 6a.
7. Pintu gerbang 6a telah ditutup pada saat jam menunjukkan pukul 07:43 pagi. Seorang petugas laki-laki mencoba menghubungi pesawat tetapi mereka tidak mengizinkan saya untuk boarding. Saya meminta untuk ketemu manajer dan dia bilang dia adalah manajer. Dia bilang tidak bisa melakukan apa-apa bagi saya, kecuali menawarkan saya penerbangan ke Bangkok pagi itu pada pukul 11:45 dengan harga tiket 2,8 juta Rupiah.
8. Saya pun marah dan saya minta dia untuk membantu saya. Akhirnya dia bilang akan berkonsultasi dengan staf gerbang 6b (petugas laki-laki dari penerbangan KL), namun kemudian dia berkata tidak bisa melakukan apa-apa lagi buat saya.

Petugas perempuan AirAsia yang mengatakan kepada saya bahwa penerbangan saya “Nanti.” itu pun tidak terlihat lagi.

Saya tidak diberi tawaran pilihan kompensasi. Tidak ada permintaan maaf. Tidak ada pilihan lain kecuali membeli tiket lagi dengan harga penuh/maksimal.

Akhirnya saya pun kembali membeli tiket untuk penerbangan AirAsia lainnya, tujuan DMK-UTH untuk keberangkatan sore hari pukul 17:15, dengan penerbangan #FD3350. Jadi, saya terbang dengan AirAsia tujuan Don Mueang dengan membayar harga penuh untuk tiket kedua saya pagi itu.

Kemarin, Minggu tanggal 26 Maret, saya terbang dengan AirAsia dari Vientiane ke Don Mueang pada penerbangan #FD1041.

Saya telah sering dan berkali-kali menggunakan penerbangan AirAsia sejak 2009, dan saya selalu datang lebih awal sebelum keberangkatan dan tidak pernah sekali pun ketinggalan penerbangan.

Saya telah menjelaskan kepada Anda (maksudnya AirAsia; redaksi) betapa seriusnya kekurangan dari prosedur dan pelayanan untuk keberangkatan dari DPS/Bali.

Saya tidak dan belum puas atas kurangnya informasi penerbangan di bandara, kebijakan kepegawaian yang minimal, pelayanan staf (dan tingkat keterampilan serta pemahaman bahasa Inggris mereka) yang menyebabkan saya ketinggalan penerbangan.

Dan yang terakhir, AirAsia Indonesia tidak mengirim saya email pemberitahuan sebelum keberangkatan untuk penerbangan #QZ520. Saya harus mencari informasi sendiri, bahkan untuk kepastian penerbangan itu sendiri.

Ini menunjukkan tingkat komunikasi yang sangat rendah untuk klien Anda/pelanggan/penumpang – pada berbagai tingkatan.

Pelayanan staf dan persiapan penerbangan Anda (maksudnya AirAsia; redaksi) dari Bali sangat kurang, bahkan hampir tidak ada.

Matthew Glen Bigham

Diah Rosanawati
Gianyar – Bali

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai AirAsia:
[Total:3    Rata-Rata: 1.3/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

 Apa Komentar Anda mengenai AirAsia?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Keluhan terhadap AirAsia Indonesia di Bandara Ngurah Rai Bali

oleh deenee cruise dibaca dalam: 4 min
0