“Backpacker”-an ke Eropa di Bulan Ramadhan – Bagian 7

Bagian 7. Terbang Melintasi Laut Tyrrhenian dan Laut Balearic

Sambungan dari bagian 6.

Membereskan koper dan ransel sekaligus menyelesaikan pembayaran hotel dilakukan sebelum istirahat malam ini, sebab besok dini hari pukul 3.30 taksi sudah dipesan untuk mengantar ke bandara. Taksi dipesan oleh petugas hotel yang tidak memberikan nomor kontak taksi atau nomor lambung taksi. Dia hanya mengatakan besok pagi akan ada taksi putih yang merapat ke hotel, itu saja tanpa keterangan lain. Sekedar catatan hotel yang penulis tempati di Roma adalah hotel murah dan tidak dijaga 24 jam, jadi dini hari tidak ada petugas yang jaga. Pun niat hati ingin menggunakan kereta bandara supaya lebih irit harus dilupakan sebab kereta bandara baru beroperasi mulai pukul 5.00 pagi.

Dini hari saat keluar hotel di jalan tampak ramai mobil polisi dengan lampu sirene yang menyilaukan mata tampak di sekitar hotel. Agak khawatir juga, maklum saat itu Eropa sedang menjadi sasaran teroris seperti yang sering diberitakan di TV baru-baru ini. Dalam balutan hawa dingin, suasana di luar gerbang hotel begitu sepi, tak tampak yang lalu lalang kecuali tiga unit mobil polisi. Salah satu mobil polisi tampak berjaga di dekat perempatan seperti sedang mengawasi sesuatu. Yang sedikit membuat cemas adalah kekhawatiran jika taksi yang dipesan tidak bisa merapat ke area hotel sehingga kami tidak bisa sampai di bandara Roma tepat waktu untuk bisa melanjutkan perjalanan ke Barcelona yang sesuai jadwal take off pukul 7.00 tepat Kamis 22 Juni 2017.

Salah satu mobil polisi yang berpatroli di sekitar hotel

Tepat pukul 3.35 sebuah taksi berwarna putih datang menghampiri, hanya terpaut 5 menit dari jadwal semula. Selesai seluruh barang bawaan masuk dan penumpang duduk, taksi langsung dipacu membelah kabut dini hari di jalanan mulus nan sepi. Sepanjang jalan tak banyak kendaraan yang berpapasan, suasana ini membawa lamunan penulis ke perjalanan di suatu malam dari Kota Bima ke Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat, NTB. Sopir tak banyak bicara, fokus mengemudikan kendaraan menuju tujuan ke Bandara FCO Roma di terminal Internasional tempat maskapai penerbangan Vueling yang akan menerbangkan kami ke Barcelona. Ongkos taksi sekitar 50 euro.

Sampai di bandara terbilang kepagian belum banyak yang datang jadi proses check in pun tanpa antrian sama sekali. Selesai check in waktu boarding masih dua jam lagi, akhirnya dipakai untuk memanjakan rasa kantuk yang tertunda di sebuah ruangan khusus yang dilengkapi kursi malas nan empuk.

Ruang santai di Bandara FCO Roma

Tiket pesawat sudah dipesan sebelumnya secara online. Ada beberapa pilihan dan yang paling ekonomis adalah dengan menggunakan maskapai Vueling, sebuah penerbangan LCC (low cost carrier) dan merupakan maskapai terbesar di Spanyol. Tiket yang dipesan adalah untuk rute Roma (FCO) – Barcelona (BCN) dan Barcelona (BCN) – Paris (CDG). Total harga yang harus dibayar untuk rute dua sektor penerbangan untuk dua orang adalah 329.96 euro, sudah termasuk bagasi 23kg, tas kabin 10kg dan memilih kursi sesuai pilihan.

Pukul 6.30 saatnya boarding, antrian lumayan panjang meski tetap tertib. Duduk di kursi yang sudah dipesan sebelumnya secara online di nomor 5A dan 5B di posisi jendela sehingga pemandangan ke luar begitu jelas. Pukul 7 tepat pesawat mengudara meninggalkan kota Roma dengan segala kesan dan kenangan yang terpatri kuat di hati akan segala keindahan karya seni sejak zaman Romawi kuno. Pesawat terbang melintasi Laut Tyrrhenian di pesisir barat Italia dan Laut Balearic di pesisir timur Spanyol menuju tujuan kota Barcelona.

Penerbangan satu jam tak terasa, saat pilot mulai menurunkan ketinggian pesawat tampak pesisir putih dengan latar belakang langit biru memenuhi pandangan. Saat roda pesawat mulai menyentuh landasan saat itu waktu menunjukkan pukul 8.28 waktu setempat lebih cepat 27 menit dari jadwal yang seharusnya pukul 8.55.

Tak lama pesawat mulai berhenti di terminal Bandara Internasional El Prat Barcelona atau lebih dikenal dengan kode BCN. Tak lama menunggu bagasi keluar, lalu langsung menuju ke bagian informasi menanyakan angkutan ekonomis ke pusat kota. Aerobus jadi pilihan, dengan tiket hanya 5,9 euro sudah bisa mengantar sampai ke tujuan akhir di pusat kota tepatnya di Plaza Catalunya dan hanya 600 m berjalan kaki ke penginapan yang sudah dipesan sebelumnya di Livingroom Plaza Catalunya.

Tempat membeli tiket Aeorobus dari Bandara ke pusat kota
Plaza Catalunya

Saat tulisan ini dibuat pada Kamis 17 Agustus malam, di Barcelona baru saja terjadi peristiwa memilukan yaitu serangan teroris dengan menubrukkan kendaraan van ke pejalan kaki di La Ramblas, salah satu tujuan wisata unggulan di Barcelona. Korban akibat kejadian itu 13 orang meninggal dunia dengan ratusan lainnya yang terluka, demikian seperti yang diberitakan di berbagai media elektronik. Sekedar gambaran bagaimana ramainya wisatawan di La Ramblas saat liburan musim panas akan dikupas di bagian berikutnya dari catatan perjalanan ini.

Bersambung ke bagian 8.

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
 [Penilaian Rata-rata: 5]
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Tentang Penulis
Entjep Sunardhi  

Pensiunan PNS. Aktif di komunitas FBS (Fiksimini Basa Sunda), PS (Pustaka Sunda) dan jurnalisme warga.

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

“Backpacker”-an ke Eropa di Bulan Ramadhan – Bagian 7

Entjep Sunardhi 3 menit
0
Tags: Backpacker, Eropa, La Ramblas, Roma. Barcelona, Vueling
“Backpacker”-an ke Eropa di Bulan Ramadhan – Bagian 6

Bagian 6. Quo Vadis, Ben Hur dan Gladiator Sambungan dari bagian 5. Tiba di Stasiun...

Tutup