Tagihan Listrik Membengkak, Alasannya Tidak Masuk Akal

Saya pengguna listrik dengan ID pelanggan 516730097720 dengan golongan 900VA. Di bulan-bulan sebelumnya, total tagihan hanya sekitar Rp50-60 ribu pemakaian normal, karena rumah hanya dihuni satu ibu dan dua anak kecil.

Kemudian bulan September ini, tagihan membengkan menjadi Rp454 ribu. Setelah menghubungi CS 123 oleh Mbak Tri, bahwa selama ini 900VA kini sudah dicabut subsidinya dan bulan sebelumnya hanya membayar biaya beban. Alasan membengkak, karena baru dilakukan pengecekan 27 Agustus 2017 dan penyesuaian. Ketika saya tanya kenapa baru dicek bulan Agustus, karena selama ini rumah kosongan sehingga petugas kesulitan. Padahal, apabila dihitung sejak Mei, rumah tersebut selalu ada orangnya. Keberadaan rumah berdampingan dengan rumah kakak ibu saya, yang mana tagihan rumah di samping normal 900VA sekitar 160-200rb sejak Mei. Lalu kenapa rumah saya baru membengkan di bulan ini? Nah, ini tidak masuk akal.

Memang benar, bulan Mei ada kebijakan baru berupa Pencabutan subsidi listrik didasari Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2007 tentang Energi dan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, sehingga golongan 900VA RTM dicabut subsidinya. Hanya saja, bagi pelanggan ini tidak adil. Bayangkan saja, dari Rp50-60 ribu menjadi Rp454 ribu. Itu bukan angka yang kecil. Pun, apabila subsidi dicabut, harusnya tagihannya sudah normal sejak bulan Mei agar tidak membengkak di bulan ini (September). Penjelasan akhir dari CS 123, mau tidak mau pelanggan harus membayar. Amat sangat disayangkan.

Lidya Charolina
Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
 [Penilaian Rata-rata: 4]
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika anda adalah pihak yang terkait dengan keluhan di atas, silahkan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Tentang Penulis
Lidya Charolina  

Fresh graduate dan tinggal di Banyuwangi bersama orang tua.

4 komentar untuk “Tagihan Listrik Membengkak, Alasannya Tidak Masuk Akal

  • 6 September 2017 - (06:06 WIB)
    Permalink
    Lihat dulu pemakaiannya, berapa kwh. Kalau sama seperti bulan2 sebelumnya, berarti ada perubahan harga.
    Kalau pemakaian melonjak, mungkin akibat penambahan alat atau ada yang menyala terus menerus.
  • 9 September 2017 - (10:58 WIB)
    kalau liat iklan di tv selalu bilang hemat lah listrik. tapi saya apa kebetulan datang pln mengajukan permohonan pemasangan baru pas masuk ke dalam ruang nunggu semua elektroniknya pada hidup contohnya tv lagi pada nyala gak ada yang nonton lampu nyala semua siang hari pada temboknya dari kaca semua kan holdennya buka aja kan jadi terang.
  • 9 September 2017 - (11:09 WIB)
    ya masih bersyukur bisa mengatasi atau melewati hidup sehari2 kebutuhan walau makin melambung tinggi. bersyukur bersyukur bersyukur aja yang penting disehat……
  • 9 September 2017 - (20:09 WIB)
    Cobalah melakukan evaluasi pemakaian daya listrik. Hindari penggunaan daya listrik disaat beban daya maksimal antara pukul 18.00 hingga 21.00, diatas itu beban biaya listrik akan jauh lebih ekonomis.

    Benar masukan dari Bpk. Adji Kurniadi, cobalah dihitung berdasarkan beban besarnya pemakaian (kwh).
    Jika memang ada kekeliruan, cobalah luangkan waktu untuk datang langsung ke kantor PLN terdekat untuk meminta penjelasan perinciannya. Dengan tatap muka secara langsung biasanya komunikasi akan terbangun lebih efektif.

    Semoga bermanfaat, terimakasih.

 Apa Komentar Anda?

Ada 4 komentar sampai saat ini..

Tagihan Listrik Membengkak, Alasannya Tidak Masuk Akal

Lidya Charolina 1 menit
4
Tags: Listrik, PLN
Kasus P2TL di Makassar

Pada tanggal 7 Febuari 2017 pukul 12.22 WITA di rumah saya jalan Perumahan Hartaco Indah blok...

Tutup