Merasa Terganggu oleh Penagihan Kartu Kredit Bank Mandiri

Bank Mandiri sangat mengecewakan dalam meng-handle masalah tunggakan kartu kredit. Haruskah mereka mengancam dengan akan mendatangkan petugas lapangan untuk tagih lunas dengan huruf besar semua? Menurut saya itu ancaman, karena huruf besar menandakan kata-kata ofensif.

Yang saya sayangkan mereka bilang saya menunggak 6 bulan tidak ada pembayaran, padahal saya ada pembayaran di bulan Januari dan Februari, dan itu bukan 6 bulan. Inikah cara bank BUMN menagih ke nasabahnya? Padahal sudah ada pasal dan tentang masalah ini dan Polri pun sudah tegas masalah petugas lapangan seperti yang bilang alias debt collector.

Yang membuat saya agak menggangu mereka selalu menelepon kantor lama saya dan telepon ke saya bisa 10 kali lebih per hari. Setelah nanti saya bisa menyelesaikan semua urusan (mudah-mudahan), secepatnya saya akan tutup semua dengan yang berhubungan dengan bank ini, termasuk saya rekomendasi keluarga saya juga pindah bank.

Terima kasih.

Muchamad Annaba
Jakarta Selatan

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank Mandiri:
[Total:11    Rata-Rata: 1.7/5]

Surat pembaca ini belum mendapatkan tanggapan dari pelaku usaha terkait. Jika Anda adalah pelaku usaha yang terkait dengan pertanyaan/permohonan/keluhan di atas, silakan berikan tanggapan resmi melalui tautan di bawah ini:

Kirimkan Tanggapan
Loading...

5 komentar untuk “Merasa Terganggu oleh Penagihan Kartu Kredit Bank Mandiri

  • 10 Juni 2018 - (23:13 WIB)
    Permalink

    Mlm pak .. sy dgn Gita, sy jg mengalami hal yg sama bahlan lbh parah lagi hingga pemblokiran rek tabungan. Boleh sy minta no wa kirim ke email saya gita_jpp@yahoo.com dan kita bisa sharing dgn mslh yg sama. Kebetulan sy jg tergabung dengan group wa dgn masalah yg sama dan mencari solusi yg tepat bagi nasabah mandiri. Terima kasih

  • 29 Desember 2018 - (22:34 WIB)
    Permalink

    Selamat malam, sya juga mengalami hal serupa, penagih credit card mandiri ” wanita ” yg cara bicara ny sangat tidak sopan, smpai membuat konsumen terpancing emosi, selalu menelpon ke kantor sya dan memaksa untuk bicara dg atasan saya, sedangkan sya setiap bulan selalu melakukan pembayaran, sisa tagihan sekitar 3jt’an, biasa ny saya membayar 1jt setiap bulan, dn bulan ini sya byar 500rb krna memang ada keperluan lain, dan sya sempat tlp ke pusat untuk pengaduan si mbk penagih ini, dan pagi td jm 8 sya d tlp penagih laki2 yg cara bicaranya jg sama” tidak sopan”, jam 1 siang sya d tlp lagi dg penagih wanita yg biasa nya, dg nada teriak2 bentak2 sya, bicara g mau gantian, smpai sya benar2 emosi, ngancem akan kirim surat ke kantor, kayak sya nunggak berbulan bulan dan kabur tidak bayar, sya sangat terganggu dan menyesalkan bank sebesar itu penagih nya tidak punya etika, pdahal saya punya cc bank lain yg sma2 bank besar (BC*) tp petugas dr bank tersebut sangat sopan dan terlihat lebih berpendidikan, bicara ny tertata, suara ny tidak sok sperti mbk mandiri. Sya benar2 merasa terganggu dg penagih cc mandiri ini ( 02130023000 ) (02130419300) (08196000610) (03160040600) berbeda nomor, tp org ny sama itu itu saja, teriak2 sperti org g sekolah.
    Klo boleh sya mau di invite ke group wa untuk sma2 mencari solusi untuk maslh ini. Terimakasih ?

  • 31 Maret 2019 - (20:27 WIB)
    Permalink

    Selamat Malam semua,
    Saya juga mengalami kejadian serupa.. pnagihan dengan tutur kata yang sama sekali tidak sopan. Memang saya ada tunggakan, tapi saya juga berinisiatif untuk mau menyelesaikan dan melunasi, Telfon pun selalu saya angkat, saya tidak pernah menghindar karena saya tahu tanggung jawab saya, jikapun saya ada kendala dalam pembayaran saya pasti konfirmasi kepada penagih , tapi selalu di respon dengan sangat tidak baik..
    Baru – baru ini, hanya karena saya tidak angkat telfon karena situasi saya tidak pegang HP saat jam kerja, si PENAGIH LANGSUNG MENELFON KE SELURUH ANGGOTA KELUARGA DAN MENAGIH DENGAN TIDAK SOPAN KE KELUARGA SAYA
    dan yang PALING PARAH, sekarang BANK MANDIRI BISA MENG-HACK kontak di HP kita.. kontak beberapa teman saya YANG TIDAK PERNAH SAYA CANTUMKAN SBG KONTAK DARURAT ikut DI TEROR.. padahal kontak teman-teman tersebut beberapa adalah nomor yang baru saya simpan (kolega baru) jadi tidak mungkin pernah saya berikan nomor ke Bank Mandiri, dan penagihannya pun tidak sopan.. Ketika menelfon saya , si penagih perempuan ini juga memaksa meminta nomor teman saya untuk MEMINTA UANG PEMBAYARAN, betapa tidak masuk akalnya si penagih ini, dan memaksa padahal sedang berbicara dengan saya di telfon yg artinya saya tidak lari nomor saya aktif, bahkan saya ladenin dengan sesopan mungkin karena saya mengerti pekerjaan dia memang tukang tagih.. tapi setelah pembayaran teman saya masih tetap di telfon, saya sangat geram dengan si penagih ini. sekarang sudah lunas pun, tidak pernah ada konfirmasi, jangankan telfon, email atau apapun bentuknya tidak ada, sama sekali menghilang.
    GOOD JOB BANK MANDIRI, seperti itu ternyata kalian men-training karyawan kalian 🙂

    Tentu saja saya aan segera menyebrkan berita ini agar kolega, teman , perusahaan, dan keluarga saya tidak berurusan dengan bank Mandiri

  • 14 April 2019 - (08:27 WIB)
    Permalink

    Halo, keluarga saya jg mengalami hal yang lebih parah. 3th lalu kakak saya meninggal dunia, karna alm kakak memiliki 2 kartu kredit bank mandiri, maka orang tua ingin menutup kartu kredit tersebut dikarenakan ybs sudah meninggal. Singkat cerita, hanya 1 kartu kredit yang diperbolehkan untuk ditutup entah apa alasannya. Kemudian setelah membayar sebesar tagihan, orang tua saya melengkapi dokumen dengan mengirim ke email yang disertakan. Pada waktu itu orang tua saya bertanya bagaimana nasib kartu kredit yg 1 nya, dan dijawab dengan tidak apa-apa toh ybs sudah meninggal. Dalam suasana berkabung, orang tua saya yg awam masalah kartu kredit berpikir masalah sudah selesai dan pulang tanpa ada pikiran buruk sama sekali. Kemarin, setelah 3th lamanya mendadak ada debt collector mengaku dari bank mandiri (PT rajawali) telp ke kantor orang tua saya sambil marah2 menagih kartu kredit untuk 2 kartu kredit total sebesar 12jt dan di telpon kedua bilang tagihan tidak jadi 12jt melainkan kena diskon 10jt. Otomatis orang tua saya kaget dikarenakan merasa 3th lalu sudah dianggap selesai dan selama masa 3th tidak ada konfirmasi apa-apa dari pihak bank. Setelah 3th, setelah keluarga saya move on dengan kepergian kakak saya, dapat telp marah2 dari debt collector (fyi debr collector nya cewek semua, saya juga mengantongi nama semua debt collector). Dalam sehari itu berkali-kali ditelpon di telpon kantor maupun HP orang tua saya dan sangat menggangu. Mungkin kalau bahasanya sopan dan bicara baik-baik, tidak apa-apa. Tapi debt collector ini tiba-tiba telpon dengan tidak sopannya, memaki, menghina bahkan mencaci maki orang tua saya, bahkan alm kakak saya yg sudah 3th meninggal juga ikut getahnya. Yang sangat disayangkan, ada kalimat: “Suruh si *** (nama alm kakak saya) hidup lagi biar cari uang dia”, “Kasian sekali si *** (nama alm kakak saya) punya orangtua kaya *** (nama orang tua saya tanpa menyebut Bu/Pak)” dan banyak lagi kalimat yg tidak pantas lainnya yang saya pun merasa tidak etis untuk ditulis bahkan untuk sekedar mengingat omongannya. Dan semua kalimat itu meluncur dari mulut seorang wanita yang nantinya juga akan hamil, melahirkan dan punya anak. Saya sangat menyayangkan sekali, seandainya memang 3th lalu masih ada tagihan kartu kredit kakak saya, kenapa tidak ada konfirmasi selama 3th. Orang tua saya juga tidak pernah kabur, selama 3th kami masih tinggal di rumah yg sama, kerja di tempat yg sama, dengan no HP aktif yg belum berubah selama 3th dan surat tagihan dari bank juga tidak pernah kami terima. Mendadak ada telpon dari debt collector, ketika dijelaskan kronologinya malah bentak merasa benar sendiri tanpa memberikan waktu untuk penerima telpon untuk gantian berbicara. Apakah ada yang mengalami hal serupa? Terima kasih

  • 9 Agustus 2019 - (15:05 WIB)
    Permalink

    mungkin lain waktu bisa direkam pembicaraanya , dan itu bisa digunakan untuk laporan kepolisian dan bisa juga digugat secara bersama-sama karena mengancam dan mengintimidasi orang lain.

 Apa Komentar Anda mengenai Bank Mandiri?

Ada 5 komentar sampai saat ini..

Merasa Terganggu oleh Penagihan Kartu Kredit Bank Mandiri

oleh Muchamad Annaba dibaca dalam: 1 min
5