Kecewa dengan Aturan Pengembalian DP Lavon Swan City Tangerang

Pada tanggal 28 Desember 2018 saya melakukan transaksi pembayaran booking fee untuk unit di perumahan Lavon Swancity Tangerang dengan surat konfirmasi EN/4-.8-50. Dimana dalam surat konfirmasi ini diatur pembayaran booking fee sebesar Rp10.000.000 dan DP sebesar 10% dari harga jual unit dan bisa dicicil sebanyak 12x sebesar Rp9.075.000/bulan. Dari awal transaksi booking fee ini saya sudah menanyakan kepada tim sales apabila nantinya pengajuan KPR saya tidak disetujui oleh pihak bank dan tim sales menginformasikan apabila 2x pengajuan ke bank yang berbeda dan KPR tidak disetujui maka uang DP akan dikembalikan 100%.

Permasalahan muncul ketika pengajuan KPR saya tidak disetujui oleh bank dan saya meminta pengembalian uang DP yang sudah saya bayarkan ke developer. Pihak developer waktu itu diwakili oleh sales admin bernama Mbak Lintang dimana dia menjelaskan untuk pengembalian DP apabila KPR ditolak bisa dikembalikan 50% atau kembali 100% dengan ketentuan unit sudah dibeli oleh customer baru dan dipotong biaya admin 3% dari harga jual rumah (bukan total DP yg saya bayarkan).

Dengan informasi di atas tentunya saya sangat keberatan karena ternyata peraturan tersebut merunut ke peraturan PPJB yang dimana hingga saat ini saya tidak pernah di informasikan serta menandatangani surat PPJB dari pihak developer. Satu-satunya surat yang saya tanda tangani adalah formulir pemesanan yang didalamnya hanya mengatur pembayaran booking fee yang non-refundable dan di surat tersebut pun tidak ada materai.

Atas keberatan yang saya ajukan akhirnya saya dibantu oleh Ibu Fang Fang dari pihak LAVON yang menyarankan saya untuk menulis surat keberatan dikarenakan pembayaran DP saya diluar PPJB. Saya pun sudah mengirimkan surat keberatan ke alamat email yang dikasih, tapi hingga 3 bulan tidak ada respon dari pihak LAVON, hingga akhirnya saya di pertemukan oleh Ibu Fang Fang dengan Ibu Astrid (perwakilan dari legal dan manajemen). Namun sangat mengecewakan apa yang disampaikan oleh Ibu Astrid pun memberikan saya penawaran pengembalian DP 50% dari total DP yang saya bayarkan dengan dalih aturan dari manajemen.

Saya sungguh kecewa dengan pihak developer LAVON SWANCITY Tangerang yang tidak profesional dan dengan seenaknya memotong pengembalian DP customer tanpa dasar aturan yang jelas dan dengan nominal yang sangat besar yaitu 50% dimana sekali lagi saya tegaskan saya hanya menandatangani surat konfirmasi pemesanan yang mengatur booking fee. Hati-hati buat customer lain yang berniat melakukan pembelian unit di LAVON SWANCITY Tangerang jangan sampai uang DP yang sudah anda tabung dengan susah payah dipotong seenaknya oleh pihak developer tanpa aturan yang jelas.

Hormat saya.

Mochammad Helmi
Jakarta Barat

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Lavon Swan City Tangerang:
[Total:25    Rata-Rata: 2.2/5]
Tanggapan Lavon SwanCity atas Surat Pembaca Bapak Mochammad Helmi

Yth. Bpk. Mochammad Helmi, Menanggapi pemberitaan di mediakonsumen.com, pada tanggal 28 Juni 2019 perihal “Kecewa dengan Aturan Pengembalian DP Lavon...
Baca Selengkapnya

Loading...

12 komentar untuk “Kecewa dengan Aturan Pengembalian DP Lavon Swan City Tangerang

  • 1 Januari 2020 - (01:33 WIB)
    Permalink

    Dear Pak Helmi,

    Saya juga mengalami kasus serupa dengan Bapak. Kalau boleh tau apakah bapak sudah memproses refund DP bapak ke pihak Lavon? Akhirnya pasrah dg pengembalian 50% atau bagaimana pak?
    Saya kecewa sekali dengan Lavon, terlebih mereka bilang DP bisa kembali 100% dengan kondisi apabila unit sudah terjual ke cust lain, tapi kenyataannya unit saya dilock dan tidak pernah ditawarkan ke calon pembeli. Kalau seperti itu mau sampai kapan juga ga bakal kejual-jual, yang artinya DP saya juga ga akan pernah balik.
    Kesal sekali rasanya, seperti dipermainkan seenaknya sama Lavon!

    • 6 Februari 2020 - (10:41 WIB)
      Permalink

      Yth. Bpk/Ibu dengan user name Panda,

      Menanggapi komentar Bpk/Ibu atas keluhan yang disampaikan Bapak Mochammad Helmi di atas, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
      Kami berusaha untuk menghubungi Bpk/Ibu namun dikarenakan Bpk/Ibu tidak mencantumkan nama dan kontak jelas pada kolom komentar di atas, maka kami mengimbau Bpk/Ibu untuk dapat menyampaikan keluhannya secara langsung melalui layanan Customer Service kami di nomor 021 39729988 agar kami dapat menindaklanjuti keluhan Bpk/Ibu dengan segera.
      Demikian kami sampaikan.
      Atas perhatian dan kerjasamanya, kami mengucapkan terima kasih.

      Dept. PR & Branding
      SwanCity
      Customer Service: 021 39729988

      • 15 Februari 2020 - (08:57 WIB)
        Permalink

        Yth Bapak/Ibu Dept. Brand Lavon,

        Saya sudah mengirimkan tanggapan saya beberapa hari lalu. Nama saya Vincentia Oktavani, pembelian unit gracia. Saya yakin datanya pasti ada di Lavon. Soal menghubungi CS juga sudah saya tanggapi di komentar kemarin, seringkali saya menghubungi CS dan mendapat jawaban tidak memuaskan. Malahan yang ada saya disuruh bantu memasarkan unit batalan saya sendiri supaya refund cepat cair. Sungguh aneh dan tidak sopan, masa customer malah suruh jualan. Silahkan hubungi saya kapan saja, saya yakin Lavon mempunyai data contact saya, tadi saya sudah sebutkan nama saya. Saya jengah juga bicara sama CS nya terus, saya mau bicara dengan orang yang lebih kompeten dan bisa menyelesaikan kasus ini.

    • 19 Februari 2020 - (17:44 WIB)
      Permalink

      Dear Bapak/Ibu Panda,

      Untuk kasus saya dengan pihak Lavon Swancity akhirnya selesai dan pihak Lavon sepakat untuk mengembalikan DP saya full 100% (hanya di potong komisi sales, tax, dan booking fee yg memang non refundable). Prosesnya memang agak lama dan memakan waktu karena sempat di lempar sana sini dan akhirnya kasus saya selesai setelah saya di pertemukan dengan pihak Legal Lavon karena sebelumnya saya akan membawa kasus ini ke ranah hukum apabila tidak ada solusi yang jelas.

      Tapi Alhamdulilah setelah melewati proses diskusi dengan pihak legal akhirnya saya sepakat dengan ketentuan yang diberikan dan uang DP saya kembali 100% di bulan December 2019.

      • 18 Maret 2020 - (05:57 WIB)
        Permalink

        Dear Bapak Helmy,

        Pak kalau tidak keberatan boleh saya minta alamat email bapak atau mungkin contact yang bisa dihubungi?
        Saya mau berdiskusi mengenai Lavon ini. Saya sudah jengah sekali menghadapi pihak Lavon. Saya bahkan sudah mendatangkan pengacara saya ke Lavon tapi tidak digubris oleh Lavon.

  • 19 Februari 2020 - (16:03 WIB)
    Permalink

    Yth Bapak/Ibu,

    Sore ini saya sudah menerima telepon dari pihak Lavon, mereka bilang unit saya tidak dilock dan tetap dipasarkan. Padahal tahun lalu jelas-jelas saya dapat informasi dari sales di sana bahwa unit saya statusnya tidak open untuk dijual, seolah-olah sudah sold oleh saya. Sebenarnya telepon yang saya terima juga tidak menyelesaikan masalah. Saya ingin pihak Lavon cepat bisa mengembalikan DP saya, mengingat Lavon juga tidak bisa memberikan tenggat waktu yang pasti. Harusnya unit-unit batalan ini juga dipasarkan dengan porsi yang sama dengan unit Lavon II, saya melihat unit batalan Lavon I sudah jarang dipromosikan. Lagipula kalau saya mau bawa masalah ini ke ranah hukum pun saya bisa, karena PPJB yang dibuat developer itu sifatnya merugikan dan sepihak. Saya tahu karena pernah ada kasus yang sama dengan saya dan dipersidangkan dengan hasil orang tsb menang dan saya baru tau memang PPJB developer itu lemah hukum. Apa saya bawa ke persidangan saja ya, biar Lavon ini kapok.

    • 16 Juni 2020 - (19:57 WIB)
      Permalink

      Yth. Ibu Vincentia Oktavani,

      Terkait permasahan ini apakah sudah ada solusi dari pihak Lavon nya kembali bu?
      Kebetulan saat ini saya juga mengalami masalah yang sama seperti ini.
      Saya sangat kesal saat datang ke kantor marketing Lavon untuk melakukan pengajuan refund dan diinfokan untuk pengembalian DP dipotong biaya admin 3% dari harga jual (bukan dari total DP), dimana informasi dari PPJB dan tim sales sangat berbeda yang menjanjikan 100% dan saya sama sekali tidak diberikan copy-an dari PPJB sebelumnya oleh tim Sales mereka.

      Lalu dari diskusi saya dengan team Lavon nya mereka pun mempersilahkan jika memang permasalahan ini mau ditempuh melalui jalur hukum.
      Jika ada saran lebih baik mungkin bisa di share bu.

      Terima Kasih,
      Hendra

      • 2 Juli 2020 - (23:56 WIB)
        Permalink

        Dear Pak Fransiskus,

        Sampai saat ini usaha saya nihil hasil pak, Lavon tetap tidak bergeming untuk mengembalikan DP 100%. Padahal itu uang DP sudah lama sekali nyangkut di Lavon. Sudah bertahun-tahun lamanya.
        Lavon malah tidak peduli jika kasus ini mau dibawa ke hukum.
        Apa baiknya kita rame-rame nuntut si Lavon ini ya biar kapok? Itu ada komen Pak Ahmad juga mengalami masalah serupa. Kebetulan saya punya kenalan juga orang media, apakah perlu kita bawa ke media kasus ini?

        Boleh dm ke fb saya untuk saling share contact. Fb saya PandaUsagi

        Terima kasih sudah saling sharing. Semoga pihak Lavon baca komen kita semua dan sadar untuk segera mengembalikan DP kita.

  • 18 Juni 2020 - (14:03 WIB)
    Permalink

    Situasinya sama dengan yang saya alami dengan permohonan pengembalian DP unit Enchanta 5/59 yang saya pesan di November 2017. Selama proses pelunasan DP, Sales minta saya ttd PPJB di tempat (marketing office), sangat menjebak dan tidak ada cukup kesempatan membaca secara rinci klausul2nya.

    Singkat cerita, setelah 3 bank berbeda tidak menyetujui permohonan KPR yang saya ajukan, saya mulai mengurus pengajuan pengembalian DP 100% pd Februari 2019 untuk persiapan biaya persalinan istri di Mei 2019. Di sinilah drama dimulai.

    Pertama, opsi pengembalian DP 100% baru bisa dilakukan setelah unit yg saya pesan dibeli oleh customer lain dengan dipotong 3% harga beli unit dan, seperti lazimnya, booking fee diikhlaskan juga. Saya memprotes poin ini karena tidak ingat ada klausul demikian di PPJB. Dokumen PPJB yg saya ttd dan paraf bersama istri pun tidak diberikan kepada saya oleh Sales sejak saya ttd (alasannya waktu itu menunggu ttd manajemen). Istri saya akhirnya ngotot minta Dokumen tersebut karena setelah beberapa kali ke Marketing Office tidak ada good news. Dokumen PPJB yang kami dapat berupa fotokopian/hasil scan. Halaman ttd ada lengkap dg ttd kami dan manajemen. Tapi halaman lainnya agak janggal karena tidak ada paraf saya dan istri di pojok bawah, termasuk halaman yang ada klausul tentang pengembalian DP 100 % hanya bisa setelah unit terjual dan dipotong 3% dari harga beli dst.

    Di awal-awal komunikasi ttg pengajuan pengembalian DP 100% ini baik via telepon atau langsung bertemu di Marketing Office Cikupa, kami dapat bertemu dg pihak finance (meskipun biasanya harus nunggu lama, bisa sejam an baru ditemuin). Akhir-akhir ini yang bisa dihubungi hanya customer service. Dan terakhir, kami menerima 2 kali surat peringatan pelunasan unit, padahal sudah mengajukan pembatalan dan permohonan DP100% karena KPR ditolak 3 bank berbeda. Entah memang ga pernah dipromosikan untuk dijual lagi atau bagaimana, sama dengan kondisi pembatalan unit bu Panda…entahlah.

    Sekarang, mohon dengan hormat atas dasar prinsip keadilan dan kejujuran, tolong manajemen Lavon Swancity Cikupa dapat mengembalikan DP kami 100%, toh tidak mengurangi keuntungan luar biasa yang sdh diraup sampai dengan saat ini.

    Untuk Pak Helmy, alhamdulillah…selamat DP nya sudah kembali 100%….
    Untuk Bu Panda, mohon share di sini jerih payahnya…boleh japri2an sm saya/istri untuk saling kompakin upaya kita.

    untuk customer Lavon Swancity lainnya yang mengalami hal serupa dengan kami, semoga kita berhasil memperoleh kembali hak kita.

    Untuk YLKI, asosiasi pengusaha properti, dll…..tolong dong, jangan egois cari keuntungan dan membela yg bayar saja….your profit is from us loh, para customers.

    Untuk Manajemen Lavon Swancity Cikupa……saya tunggu feedbacknya. FYI, upaya hukum selalu menjadi opsi, meskipun ada disclaimer di PPJB…..itu klausul mencederai keadilan ….t*ik kucing!

    Salam sihat…

    • 3 Juli 2020 - (00:03 WIB)
      Permalink

      Dear Pak Ahmad,

      Semua usaha saya tidak membuahkan hasil pak. Bicara sm sales, cs, bahkan dari team legalnya saja tidak bisa berbuat apa-apa karena Lavon nya sendiri malah terkesan nantangin kalau memang kasus ini mau di bawa ke jalur hukum.

      Waktu saya tanya unitnya kok ga laku-laku juga pihak Lavon gabisa kasih jawaban yang memuaskan. Mereka bilang saat ini sedang fokus menjual unit-unit yang paling baru, jadi untuk promo atau iklan unit batalan memang tidak ada. Kalau begitu gimana orang tau ada unit batalan yang dijual, uang saya sudah lama sekali nyangkut di sana, sudah berapa tahun lamanya. Sudah begitu saya dengar unit batalan ini dijual dengan harga yang lebih tinggi sehingga tidak masuk akal untuk membuat orang tertarik membeli. Kebangetan banget kan?!

      Apa mau kita tuntut rame-rame aja pihak Lavon? Apa mau kita bawa ke media?

      Oiya pak, silahkan jangan ragu hubungi saya kalau mau share atau diskusi. Dm facebook saya di Panda Usagi. Nanti saling tukar contact di facebook. Kalau di sini takut ada pihak-pihak yang menyalahgunakan informasi contact nya.

      Terima kasih sudah sharing, semoga masalah DP ini cepat selesai dan bisa dibayar oleh Lavon.

      • 17 Oktober 2020 - (12:07 WIB)
        Permalink

        Salam kenal saya Ricky, saya dan istripun mengalami hal yang sama.
        Begitu banyak masalah dan kendala saya dan istri dalam proses memiliki rumah di Lavon ini, awalnya saja sudah ada masalah internal Lavon yg merugikan kami sebagai pembeli dalam hal waktu dan materi, dikarenakan ternyata sempat ada pihak yg menggelapkan uang dp para pembeli. Walaupun butuh proses panjang untuk membuktikan kami ada DP yg sudah disetor dan akhirnya diakui oleh pihak Lavon, tapi terus terang hal ini sudah sangat merugikan kami sejak awal.
        Proses pun berlanjut (setelah selang setengah tahun), Kami sudah mengajukan KPR namun ditolak lebih dari 3 bank, sampai akhirnya pihak Lavon pun menyerah dan menyarankan untuk refund.
        Karena kami sudah gerah dengan masalah sebelumnya ditambah proses yang semakin membuat stres, kami pun bulat untuk mengurus refund process ini langsung ke pihak lavon. Awalnya memang pihak lavon kekeh untuk pengembalian 50%, tapi kami sangat tidak berkenan dengan hal tersebut. kami pun memaksa untuk tetap melakukan refund dengan nominal 100% (tentunya sesuai dgn ketentuan berlaku jadi tidak 100% amat).

        Dan luar biasanya sudah hampir 1 tahun lebih unit kami tidak ada yg membeli, atau bahkan tidak dipasarkan, ditambah lagi setiap ada sales bahkan sales manager yg kami pegang disana ujung ujungnya mereka sudah tidak bekerja di Lavon, sungguh luar biasa developer (yg mengaku) besar tapi tingkat turnover sales (yg seharusnya memberikan kepercayaan kepada pelanggan) justru sangat buruk.

        jadi saya mohon untuk bapak ibu yang mengalami masalah yg sama ada baiknya kita satukan barisan dan lanjutkan ini langsung ke Lavon swancity.
        Dan apabila pihak Lavon Swancity membaca ini saya mohon untuk sekiranya hubungi saya secara intense, jangan saya yg terus cari cari.
        saya Ricky indrawan Rantung, book unit Gracia 18 blok n2 no 5.

 Apa Komentar Anda mengenai Lavon Swan City Tangerang?

Ada 12 komentar sampai saat ini..

Kecewa dengan Aturan Pengembalian DP Lavon Swan City Tangerang

oleh Mochammad Helmy dibaca dalam: 2 min
12