Tanggapan Tanggapan Bank DBS Indonesia atas Surat Sdr. Joko C Siallagan 3 Juli 2019 Redaksi 2 Komentar Asuransi, Bank DBS Indonesia, Customer Care, Customer complaint handling, Kartu Kredit Bank DBS, Kolektibilitas Bank Indonesia, Penutupan Kartu Kredit, Peralihan unit bisnis dari ANZ Indonesia ke DBS Indonesia Ikuti di Google Berita Sumber Pilihan di Google Redaksi Surat Pembaca MediaKonsumen.com Yth., Pertama-tama, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan MediaKonsumen.com kepada PT Bank DBS Indonesia (Bank DBS Indonesia) selama ini. Melalui surat ini, kami ingin memberikan tanggapan atas surat pembaca bertajuk ”Kecewa dengan Bank DBS (Digibank Indonesia)” oleh Sdr. Joko C Siallagan yang dimuat MediaKonsumen.com pada tanggal 12 April 2019. Dalam surat pembaca disebutkan bahwa penulis menanyakan perihal status kartu kredit Digibank yang telah dilakukan penutupan. Dapat kami sampaikan bahwa permohonan penutupan kartu kredit Digibank Sdr. Joko C Siallagan telah diproses sesuai dengan permintaan. Untuk surat konfirmasi status kartu kredit tersebut telah dikirimkan secara elektronik pada tanggal 4 Februari 2019. Adapun perihal status pendebetan asuransi berkala telah kami sampaikan penjelasannya melalui kontak telepon pada tanggal 12 April 2019. Dengan demikian permasalahan telah diselesaikan dengan baik. Kami berterima kasih kepada Sdr. Joko C Siallagan atas kerjasamanya, juga kepada MediaKonsumen.com yang telah berkenan menayangkan surat tanggapan ini. Salam, Mona Monika Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia Catatan Redaksi: Tanggapan ini dikirimkan melalui email ke Redaksi Media Konsumen.
Micio Caf28 Agustus 2019 - (07:50 WIB)Permalink saya jg menyesal mengaktifkan CC bank DBS semoga tuhan membalasnya baru dipake sekali tb2 tagihan tahunan nongol parah benar memang bank satu ini , jgn smpe manusia diindonesia mengutuki bank DBS smpe bangkrut ya. caramu terlalu sadis mendptkan keuntungn Login untuk Membalas
8728 Januari 2020 - (10:10 WIB)Permalink iya parah…masa bank yang katanya dapat award tingkat nasional maupun internasional ini tapi kok seperti bank tradisional bahkan lebih dari bank keliling.. udah kantornya cabang hanya di kota2 tertentu, dihubungi via tlp atau email jawabannya ga mutu. intinya, gimana tidak dinyatakan bank sehat kalo aset hasil dari nipuin konsumen, baik cc, pinjaman, denda sepihak yang ga jelas.. Login untuk Membalas