Sulitnya Menutup Kartu Kredit Bank UOB

Saya nasabah kartu kredit UOB sekurang-kurangnya 2 tahun ini, dan saya berniat menutup kartu kredit UOB dikarenakan sudah tidak bekerja sehingga tidak berpenghasilan lagi. Setelah saya telepon call centre, UOB mengirimkan rincian tagihan yang harus dibayarkan. Dalam tagihan tertera iuran tahunan yang pertama ditagihkan. Saya telepon UOB kembali untuk menanyakan apakah iuran tersebut bisa dihapuskan sblum saya pelunasan. Staf call centre menanggapi bahwa iuran tahunan bisa dibantu untuk dihapuskan dengan syarat setelah pelaporan saya saat itu, saya harus gunakan untuk transaksi nominal berapapun.

Beberapa hari setelahnya, saya telepon untuk memastikan bahwa iuran tahunan benar terkredit kembali ke limit kartu. Setelah saya terinfo hal tersebut sudah dipenuhi, maka saya kembali mengajukan penutupan kartu, dimana saya kembali mendapatkan email total tagihan (kali ini tanpa iuran tahunan). Kemudian saya menanyakan apakah saya bisa membayarkan tagihan berjalan tersebut lalu menutup kartu (tanpa menunggu tanggal cetak). Staf mengatakan bisa, namun setelah pembayaran diterima harap minggu depan menelepon kembali untuk tutup kartu. Maka saya segera transfer sebesar tagihan yang diemailkan kepada saya.

Kira-kira 2 minggu setelahnya saya telepon kembali dengan harapan kartu bisa segera tutup mengingat tagihan sudah nihil. Namun ternyata staf di bagian penutupan menginfokan bahwa kartu harus tetap aktif dikarenakan pada bulan ini (saat ini Juli 2019) ada permintaan hapus iuran tahunan dan sudah dipenuhi, sekurang-kurangnya sampai akhir Desember 2019. Saya merespon sesuai dengan yang disampaikan oleh staf call centre bahwa penutupan kartu bisa dilakukan mulai minggu lalu seharusnya hanya saja saya lupa menelepon kembali, dan staf sebelumnya tidak menginformasikan bahwa kartu wajib aktif setelah penghapusan iuran tahunan disetujui.

Karena tidak berniat memperpanjang pembicaraan, saya langsung meminta untuk jika begitu tagihkan saja kembali kepada saya biaya tersebut agar saya bisa segera menonaktifkan kartu kredit saya. Namun staf bank menginfokan hal itu tidak bisa dilakukan. Saya bersikeras untuk menyelesaikan permasalahan ini dengan segera. Apapun jalannya. Entah mau ditagih iuran tahunan atau tidak, yang jelas saya tidak berkenan untuk menunggu sampai Desember 2019. Namun pihak UOB tidak berkenan memenuhi permintaan saya tersebut.

Berulang kali saya menyebutkan bahwa saya tidak terinformasi mengenai konsekuensi pembebasan iuran tahunan tersebut dan ini adalah tanggung jawab UOB yang tidak menginformasikan kepada saya sebelumnya. Bahkan kembali menagihkan kepada saya (sehingga bisa saya tutup) saja pihak UOB mengatakan tidak bisa. Sampai akhirnya berulang kali saya ditinggalkan staf call centre untuk konfirmasi ini itu.

Pada akhirnya staf bank menginfokan bahwa ada masa dimana setelah iuran dihapuskan, masa berlaku kartu setidaknya sampai 1 bulan setelah pelaporan pembebasan iuran tahunan tersebut. Di situ saya memastikan kembali bahwa saya tidak harus menunggu sampai dengan Desember 2019, dan jika saya menelepon kembali akhir Agustus 2019, penutupan kartu kredit saya bisa diproses. Dan di situ saya dan UOB sepakat.

Setelah itu saya meminta demi keamanan transaksi, maka saya ingin kartu saya diblokir. Di sini untuk permintaan tersebut pihak UOB sama sekali tidak mau memenuhi permintaan blokir saya. Sebenarnya, di sela hard complaint saya, staff masih berusaha untuk cross selling meyakinkan saya bahwa akan sayang jika kartu tersebut ditutup (dengan menyebutkan beberapa alasan yang saya fikir sudah baku sebagai standar marketing mereka). Menurut saya, hal tersebut tidak tepat dilakukan kepada nasabah yang ingin tutup kartu dengan alasan sudah tidak berpenghasilan, jika saya pakai kartu tersebut kembali, akan saya bayar pakai apa? Justru akan muncul NPL di UOB. Sangat tidak tepat apalagi saya sedang hard complaint di situ.

Sampai dengan saat ini, saya merasa sangat kecewa sekali dengan perlakuan UOB kepada nasabah seperti saya. 2 kali saya menggunakan kartu UOB dengan kasus tutup kartu yang sangat menyulitkan. Saya apply kartu UOB pun untuk mambantu rekan-rekan sales kartu kredit UOB yang selalu memohon dan memaksa agar saya apply kartu UOB. Namun ketika saya membutuhkan bantuan, UOB sama sekali tidak pernah memperhatikan kepuasan nasabah. Bank yang sangat sangat tidak recommended untuk digunakan jasanya.

Sebagai seorang yang juga pernah bekerja sebagai customer service di bank, saya sangat menyayangkan hal ini. Saya berharap pihak UOB menghubungi saya secara personal mengingat sudah 2 kali ini saya dipersulit kasus yang sama.

Bastu Dinda Hermenda
Surabaya, Jawa Timur

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Bank UOB Indonesia:
[Total:5    Rata-Rata: 1.8/5]
Tanggapan Bank UOB Indonesia atas Surat Ibu Bastu Dinda

Menanggapi surat pembaca yang disampaikan oleh Ibu Bastu Dinda yang dimuat dalam rubrik Surat Pembaca Mediakonsumen.com pada tanggal 01 Agustus...
Baca Selengkapnya

Loading...

2 komentar untuk “Sulitnya Menutup Kartu Kredit Bank UOB

  • 31 Juli 2019 - (18:44 WIB)
    Permalink

    Dari berbagai bank penerbit KK yang ada, perasaan cuma bank yang 1 ini yang konsisten banyak yang nulis komplen di sini tentang sulitnya menutup kartu.
    Padahal entar setelah tayang di sini kemungkinan besar bakal mereka respon, mohon maaf atas ketidak-nyamanan, & akhirnya gol juga keinginan menutup kartu.
    Benar-benar bank yang aneh, lebih memilih nasabah nulis SP dulu baru dipenuhi permintaannya. Emang SP beginian dianggap promosi ya.

  • 1 Agustus 2019 - (10:59 WIB)
    Permalink

    Komentar ini saya kirim sesaat setelah pihak UOB Jakarta menghubungi saya tgl 1 Agustus 2019 terkait penutupan kartu, dan UOB menginfokan kartu kredit saya sudah dalam proses penutupan yang butuh 2 hari kerja.
    Jadi tidak jadi diharuskan menunggu hingga 1 bulan.
    Semoga tidak ada nasabah lain lagi yang mengalami kesulitan serupa

 Apa Komentar Anda mengenai Bank UOB Indonesia?

Ada 2 komentar sampai saat ini..

Sulitnya Menutup Kartu Kredit Bank UOB

oleh Dinda Hermenda dibaca dalam: 3 min
2