Debt Collector Bank Mega Menagih ke Seluruh Kantor Cabang Pihak yang Bukan Pemegang Kartu Kredit

Saya Charlie, pada tanggal 2 September 2019 kantor suami saya ditelepon oleh DC yang mengaku dari PT. Global Agency bernama Alya atas nama Bank Mega. Dan mereka mengonfirmasi apakah benar suami saya istrinya bernama Charlie, lalu telepon terputus.

Tanggal 3 September 2019 mulailah DC meneror kantor suami saya dengan menelepon puluhan kali dan berkata kasar serta mengancam akan menyebar luaskan permasalahan utang ke semua orang. Dan pada saat itu, semua staff kerja suami saya tidak tahu masalah apa dan siapa yang berhutang. Lalu pada akhirnya, salah satu staff kantor suami saya diberitahu untuk menyampaikan kepada suami saya untuk melunasi hutang kartu kredit yang bukan atas nama suami saya maupun saya melainkan nama ayah saya Bpk. Halianto Santo.

Setelah kejadian itu staff suami saya berinisiatif menelepon ke call center Bank Mega untuk melakukan keluhan dan mendapat no. referensi keluhan Rev 6438516.

Sepertinya pihak Bank Mega tidak menanggapi keluhan tersebut. Pada tanggal 4 September 2019. Kejadian teror menjadi lebih parah. Seluruh kantor cabang kantor suami saya di Semarang, Bandung, Surabaya ditelepon berpuluh-puluh kali oleh DC tersebut dan sangat mengganggu operasional kantor. Lalu setelah beberapa menit kemudian, pihak DC yang mengaku bernama Alya tersebut menghubungi saya dari whatsapp dan meminta saya untuk menyampaikan kepada orang tua saya untuk melakukan pelunasan tagihan. Sedangkan saya tidak tahu sama sekali tentang tagihan ataupun tunggakan tersebut.

Saya sudah berusaha bicara baik-baik dengan pihak DC dan berusaha membantu untuk menghubungi ayah saya karena posisi saya. Saya sudah tinggal di beda kota bahkan beda pulau dengan ayah saya dan sudah lama tidak berhubungan dengan ayah saya sejak menikah.

Setelah itu, Mbak Alya menghubungi saya setiap hari dan meminta nomor ayah saya yang dapat dihubungi. Tanggal 10 September pihak DC tiba-tiba menelepon saya dengan beberapa nomor yang berbeda:

0319920**51
0319820**39
0319920**34
0319920**53
0319920**40
0319920**46

Padahal juga sudah memberikan no ayah saya kepadanya. Setelah itu beberapa hari kemudian, pihak dc sudah dapat menghubungi ayah saya dan tidak pernah meneror kantor suami saya. Dan ayah saya memilih langsung berhubungan dengan pihak bank dan bukan pihak ketiga seperti DC.

Pada tanggal 13 September 2019, pihak DC dengan sangat tidak bertanggung jawab menelepon puluhan kali ke nomor hp mertua saya yang bahkan saya tidak tahu mereka mendapatkan nomor tersebut dari mana. Dan mengaku dari PT Buana lalu berbicara dengan kasar pada mertua saya dan memberitahukan beliau untuk melunasi hutang ayah saya yang tidak ada hubungannya dengan mertua saya sama sekali. Lalu pada tanggal yang sama pihak DC menghubungi saya lagi memberitahukan saya untuk menyampaikan kepada ayah saya untuk melunasi tunggakan kartu kredit.

Saya sangat tidak terima perlakuan dari pihak DC Bank Mega yang sangat tidak beretika menagih ke pihak orang lain yang bukan pemegang kartu kredit dan bahkan tidak tahu menahu bahkan tidak kenal dengan ayah saya.Dan hanya mencemarkan nama baik saya serta membuat saya dan keluarga suami saya ribut. Padahal sebenarnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan keluarga suami saya.

Mohon dari pihak Bank Mega untuk menanggapi hal ini.

Charlie Santo
Jakarta Utara

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Berikan penilaian mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega:
[Total:262    Rata-Rata: 2.1/5]
Tanggapan Bank Mega atas Surat Ibu Charlie Santo

Kepada Yth. Redaksi mediakonsumen.com, Sehubungan dengan surat Ibu Charlie Santo di mediakonsumen.com (16/9), “Debt Collector Bank Mega Menagih ke Seluruh...
Baca Selengkapnya

Loading...

17 komentar untuk “Debt Collector Bank Mega Menagih ke Seluruh Kantor Cabang Pihak yang Bukan Pemegang Kartu Kredit

  • 17 September 2019 - (11:05 WIB)
    Permalink

    Jgn takut klo di tagih begitu ada Peraturan Bank Indonesia mengenai aturan penagihan seperti kartu kredit salah satu nya kartu kredit hanya boleh di lakukan penagihan kepada si pemilik kartu jadi klo Debt Colector nya itu melakukan hal2 seperti yg di ceritakan silakan lapor polisi dan juga lapor ke OJK karena Hutang Debitur adalah Termasuk Rahasia Bank dan jika itu disebar makan termasuk tindak pidana perbankan…saya jua pernah punya saudara yg di tagih seperti itu kemudian saya kumpul semua bukti2 dan saya laporkan ke ojk setelah itu mereka pun ga pernah lagi kasar dalam penagihan dan ngmg baik2 mengenai cara penagihan…

  • 17 September 2019 - (11:30 WIB)
    Permalink

    sama seperti pak charlie, saya pun hari ini di telpon berbagai nomer dari DC dan anehnya mereka sampai menghubungi teman2 saya yang tidak ada kaitannya dengan ini. apakah hutang yg tertunggak ini harus disebarluaskan keseluruh dunia?

  • 17 September 2019 - (17:52 WIB)
    Permalink

    Percuma lapor ke manapun.bank mega sdh ga peduli resiko reputasi sepertinya.semua aturan yang ada ga di gubris

      • 17 September 2019 - (18:20 WIB)
        Permalink

        alhamdulillah untuk bapak yg memang tidak berhutang dimanapun. tp setiap orang pasti memiliki alasan dibalik adanya case seperti ini. jadi dimohon bapak juga tidak sebelah mata saja memandang 1 permasalahan yg terjadi. terimakasih atas komentar bapak ya, semoga bapak selalu dalam lindungan ALLAH SWT

        • 17 September 2019 - (18:31 WIB)
          Permalink

          Jadi orang jangan terlalu sombong pak??jangan tertawa diatas penderitaannya orang lain
          semua manusia ada kelebihan dan kekurangannya masing2 memiliki persoalan hidup masing2…

      • 17 September 2019 - (19:20 WIB)
        Permalink

        Ini mbak charlie sedang dalam masalah, baiknya bapak jgn malah mebuat mbak charlie tambah stress. Semua orang akan bayar utang kalau memang kondisi keuangannya cukup….

      • 29 September 2019 - (13:10 WIB)
        Permalink

        Mau tanya nih, apakah pak rizky bekerja pada bagian debt collectors? Kalau mmg iya gk heran sih cara komentarnya begitu, krn biasanya mrk merasa paling hebat.

    • 29 September 2019 - (13:00 WIB)
      Permalink

      Memang gak pernah belajar dr pengalaman orang2 bank mega. Kenapa harus dgn intimidasi & kata2 tidak santun.

      Saya dihubungi pihak yg mengaku dr bank mega meminta saya membayar tagihan kartu kredit Bapak saya yg belum dibayar dr th. 2008, itu tagihan sudah 10 tahun lebih, kenapa baru ditagih lagi? Saya dihubungi krn dibilang saya ahli waris. Saya sdh bilang dtg saja ke rumah yg tertera ditagihan, tapi tetap sj menghubungi saya.

      Orang tsb tau nama ibu kandung, transaksi saya & no. tlp. kantor. Saya curiga itu diambil dr data kartu kredit bank Mega saya yg akan segera saya tutup. Dia meneror ke Hp, lalu kantor tempat saya kerja sampai saya ditegur atasan. Apakah bank mega mau tanggung jawab kalau saya dipecat? Atau mau kasih saya gaji / kerjaan yg sama kalau saya dipecat? Mau ganti kerugian kantor kalau klien penting pergi gara2 saya sedang meeting diganggu terus oleh orang bank mega?

      Saya dengar orang dr bank mega sdh teleponan Bapak saya, dgn nada tdk sopan & membuat Bapak saya marah2. Sbg info Ibu saya belum lama pulang dirawat dr rumah sakit, kalau gara2 hal ini membuat Ibu saya kepikiran & penyakitnya kambuh lagi, atau terjadi hal2 yg tdk diinginkan dg Ibu & Bapak saya, saya tidak akan diam, saya akan laporkan bank mega ke lembaga hukum terkait.

      Saya sudah buat laporan keluhan dr kemarin ke website bank mega, tapi belum terima sms no. laporan s.d. sekarang, apakah itu disengaja bank mega?

      Saya harap bank mega segera Jawab pertanyaan2 saya itu. Saya juga akan laporkan hal ini ke OJK. Saya heran kenapa bisa lembaga perbankan yg diawasi OJK bisa bertindak/berlaku seperti ini, apakah memang hal itu diperkenankan OJK?

      Hubungi saya juga segera bank mega!!

  • 30 September 2019 - (15:29 WIB)
    Permalink

    Saya pun mengalami hal yg buruk saat berhadapan dg DC bank mega yg menyebutkn diri sbg pihak ketiga. Sy mendatangi kantor bnk mega utk menyelsaikn tunggkan sesuai kemampuan. Tp ada bbrp ketidaknyamanan yg sy alami adlh: pertama, salah satu dr mereka (dtg ke kantor bank mega keroyokan, awlnya 3 org kmdn bertmbah jadi 4 org) mengancam akn mengobrak abrik tempat kerja suami sy, tp sy persilkn dg syarat sy ambil fotonya akhirnya beralasan sy salah tangkap maksudnya. Kedua, orang itu bhkn menganjurkan sy mencuri utk membyar tunggakn. Ketiga, org yang lain lgi membawa2 ras dan agama bahkan menyebutkan isi kitab suci yg akhirnya jg bs sy mentahkan. Keempat, mereka tdk mau menunjukkan identitas dan surat tugas mereka, mlah menuduh sy mengatai mereka petugas abal2 pdhl yg sy tau sy berhak meminta itu kpd DC, lalu mereka memaksa sy melunasi hutang kl mereka bs menunjukkan identitas dan surat penugasan mereka (sy tdk mengerti dimana korelasinya hal ini). Kelima, org yg bawa2 SARA sempat mendekati sy dg jarak yg tdl wajar (kemungkinn utk menakut2i sy tp sy ga takut sama sekali, justru dlm hati berharap ad kekerasan fisik spy bs sy laporkn), smpai2 suami sy kasi peringatan ke org itu utk bersikap sopan. Keenam, mereka tdk mau difoto atau direkam dg lsan itu melanggar hukum atau sejenisnya, tp tetap sy rekam percakapan tsb dg audio utk berjaga2 seandainya terjadi sesuatu yg di luar kendali.

    • 24 Oktober 2019 - (10:50 WIB)
      Permalink

      mba iin trus gimana selsaikah permasalahannya sy juga baru telat 14 hari sdh krmh dan ke kantor sy ancam ancam ketemu bos saya minta sy segera melunasi hutang sya tau saya salah karena memakai cc tapi siapa yg tau kondisi keuangan kita usaha jatuh,suami ga kerja,sy langsung menghadap k penerbit cc mega di kuningan lt 3 tetatpi tidak ada solusi pdhl sy mnta kemudahan u buat cicilan bukan intimidasi

      • 2 November 2019 - (10:29 WIB)
        Permalink

        Kita diikutkan re-schedule meskipun wkt itu mereka ngotot ga bs. Sy simpulkan, menghadapi mereka ga boleh takut. Memang kita punya hutang tp mereka ga boleh n ga bisa paksa kita ikut kemauan mereka. Kl kita takut, debt collector tu pasti makin berusaha mengintimidasi n main ancam. Itu yg sy rasakan n sy sesalkan.
        Setau sy kl baru 14 hari msh mudah urusannya mbak. Kasi aja nomer HP ke mereka spy ga didatangin, mereka bakal hubungi via telpon atau WA. Kl mereka menghubungi, pokoknya mbak ngotot aja minta pengajuan cicilan sesuai kemampuan dgn stop bunga, lbh baik lg kalo bs minta potongan. Kl mereka main ancam, ancam balik utk melaporkan mereka dg pasal perbuatan tdk menyenangkan. Yg penting setiap komunikasi, baik lewat telpon, chat, atau ketemu langsung, direkam aja spy bs dipakai sewaktu2 diperlukan.
        Semoga dpt solusi yg terbaik

        • 12 Desember 2019 - (16:23 WIB)
          Permalink

          Mba iin, boleh tahu ga berapa lama mba menunggak sampai mandapat reschedule.karena saat ini pun saya mengalami hal yg sama.minta reschedule sesuai kemampuan kita tpi malah di ancem2.padahal niat kita mau bayar,sdh dtg ke bank mega langsung tp malah dioper2.setiap hari,setiap jam ada aja yg telp.mereka memberikan progam yg tdk masuk akal,yg kita tdk sanggup.nyesel banget pake kk bank mega.pokoknya skrg semua produk ctcorp saya boikot.krn sy liat ini debtcollector preman memang dipelihara oleh bank mega ini.buktinya sy cari artikel mengenal debtcollector bank mega,sudah sejak lama kelakuan debtcollector diluar batastapi toh tdk ada tindak lanjutnya.bahkan bi dan ojk jd tdk memberikan sanksi apa2 terhadap bank ini?apa krn blm ada korban jiwa ya?apa perlu menunggu tumbal?

 Apa Komentar Anda mengenai Penagihan Kartu Kredit Bank Mega?

Ada 17 komentar sampai saat ini..

Debt Collector Bank Mega Menagih ke Seluruh Kantor Cabang Pihak yang B…

oleh Charlie dibaca dalam: 2 min
17