Osteoarthritis, Teman di Usia Senja

Oleh dr. Fathul Djannah, Sp.PA.

Osteoarthritis adalah suatu kondisi yang menyebabkan sendi-sendi terasa sakit, kaku, dan bengkak. Osteoarthritis merupakan salah satu jenis arthritis yang paling umum terjadi. Sendi yang paling sering mengalami kondisi ini meliputi tangan, lutut, pinggul, dan tulang punggung. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa sendi-sendi yang lain juga bisa terserang.

Penyebab dan Faktor Risiko Osteoarthritis

Dalam kasus osteoarthritis, tulang rawan mengalami kerusakan secara perlahan. Tulang rawan sendiri merupakan jaringan ikat padat yang kenyal, licin, serta elastis. Jaringan ini menyelubungi ujung tulang pada persendian untuk melindunginya dari gesekan saat ada pergerakan. Saat tulang rawan mengalami kerusakan, teksturnya yang licin akan menjadi kasar. Seiring waktu, tulang akan bertabrakan dan sendi pun akan terpengaruhi.

Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena osteoarthritis adalah :

  1. Usia: Risiko osteoarthritis akan meningkat seiring bertambahnya usia seseorang, khususnya bagi mereka yang berusia di atas 50 tahun.
  2. Jenis kelamin: Wanita lebih sering mengalami osteoarthritis dibandingkan pria.
  3. Cedera pada sendi: Sendi yang mengalami cedera atau pernah menjalani operasi memiliki kemungkinan osteoarthritis yang lebih tinggi.
  4. Obesitas: Berat badan yang berlebihan menambah beban pada sendi sehingga risiko osteoarthritis menjadi lebih tinggi.
  5. Faktor keturunan: Risiko osteoarthritis diduga bisa diturunkan secara genetika.
  6. Menderita kondisi arthritis lain, misalnya penyakit asam urat atau rheumatoid arthritis.
  7. Cacat tulang, seperti pada tulang rawan atau pembentukan sendi.
  8. Pekerjaan atau aktivitas fisik yang membuat seseorang mengalami penekanan di titik tertentu secara terus-menerus.

Gejala Osteoarthritis

Gejala osteoarthritis umumnya berkembang secara perlahan-lahan dan semakin parah seiring waktu. Tingkat keparahan gejala dan lokasi yang diserang bisa berbeda-beda pada tiap penderita. Rasa sakit dan kaku pada sendi merupakan gejala utama osteoarthritis. Gejala ini bahkan bisa membuat penderita kesulitan untuk menjalani aktivitas sehari-hari. Rasa sakit atau nyeri pada sendi biasanya akan muncul ketika sendi digerakkan, dan sensasi kaku akan terasa setelah sendi tidak digerakkan untuk beberapa waktu, misalnya saat bangun pagi.

Beberapa gejala lain yang mungkin menyertai adalah:

  1. Kelenturan sendi yang menurun
  2. Sensasi serta suara gesekan pada sendi ketika digerakkan
  3. Sendi yang mudah nyeri
  4. Otot melemah dan massa otot yang berkurang

Jika penderita mengalami osteoarthritis di bagian tangan, gejala seperti munculnya benjolan dan bengkak di sekitar jari dapat terjadi. Dalam kasus tertentu, jari-jari tangan akan terlihat bengkok dan muncul benjolan di belakangnya.
Gejala-gejala tersebut bisa hiang timbul atau terjadi secara terus-menerus. Kekambuhan ini mungkin bisa dipengaruhi oleh jenis aktivitas yang dijalani serta cuaca.

Diagnosis Osteoarthritis

Untuk menegakkan diagnosisi Osteoarthritis dibutuhkan beberapa pemeriksaan penunjanvg yaiyu antara lain foto Rontgen, MRI, tes darah, serta analisis cairan sendi kemudian mungkin akan dianjurkan sebagai pemeriksaan tambahan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendetail.

Terapi Osteoarthritis

Tujuan terapi osteoarthritis adalah untuk mengendalikan nyeri, optimalisasi fungsi sendi, mengurangi keterbatasan fisik, meningkatkan kualitas hidup, menghambat terjadinya komplikasi dan progresifitas penyakit.

Penatalaksanaannya dilakukan secara bertahap dan menyeluruh. Adapun fasilitas kesehatan yang menyediakan terapi bagi penderita ostoeartritis dimulai dari pelayanan kesehatan yang paling dasar sampai pusat rujukan yaitu:

1. Layanan Kesehatan Primer
Dokter umum pada fasilitas layanan kesehatan primer dapat menangani pasien osteoarthritis dengan melakukan edukasi dan memberikan terapi konvensional (non-farmakoterapi dan farmakoterapi dasar) untuk menanggulangi nyeri.

2. Pertimbangan Pemilihan Pengobatan
Setiap jenis terapi yang dipilih untuk pasien osteoarthritis terutama pasien dengan usia yang lebih tua, harus dipertimbangkan manfaat dan risikonya. Hal-hal yang harus dipertimbangkan adalah:

a. Respon terapi sebelumnya
b. Penyakit kronis penyerta
c. Kontraindikasi dan risiko efek samping obat nyeri
d. Faktor psikologis pasien
e. Derajat keparahan osteo artritis
f. Kemampuan pasien menahan nyeri

3. Non-farmakologi
Penanganan non-farmakologi pada osteoarthritis terdiri dari:

a. Olahraga: jenis olahraga yang dianjurkan adalah olahraga yang tidak memberi beban terhadap sendi, seperti berenang dan sepeda statis
b. Penurunan berat badan
c. Diet rendah kalori
d. Fisioterapi: dapat dilakukan untuk memperkuat otot
e. Penggunaan alat bantu gerak
f. Akupuntur: tidak dianjurkan dalam beberapa pedoman terapi, tetapi dapat dipertimbangkan pada beberapa jenis osteoartritis.

Seluruh pasien dengan osteoartritis, baik ringan hingga sangat berat, harus diberikan intervensi non-farmakoterapi. Konsultasi ke dokter spesialis yang berkaitan juga dapat dilakukan, misalnya spesialis gizi klinik ataupun spesialis rehabiltasi medik.

4. Farmakologi/Medikamentosa
Beberapa rekomendasi obat yang dapat diberikan adalah:

a. Analgesik topical (pada daerah sendi yang nyeri)
b. Paracetamol
c. Anti Inflamasi Non-Steroid
d. Opioid
e. Injeksi Intra-Artikular
f. Asam Hialuronat, Glukosamin dan Kondroitin

5. Tindakan Operatif
Tindakan operatif dipertimbangkan pada osteoartritis berat, osteoartritis ringan dan sedang yang gagal terapi konvensional, dan pasien dengan kerusakan struktur tertentu. Beberapa jenis tindakan yang dapat dilakukan:

a. Artroplasti adalah tindakan yang dilakukan untuk mengganti sendi yang ada dengan prostesis. Tindakan ini dilakukan apabila terapi lain tidak efektif.
b. Osteotomi adalah tindakan membuang sebagian dari tulang untuk memperbaiki fungsi sendi dan menghindari/menunda artroplasti.
Ostetomi dilakukan pada pasien < 60 tahun dengan sendi panggul ataupun lutut yang mengalami kelainan bentuk.
c. Artroskopi adalah tindakan yang lebih tidak invasif, umumnya dilakukan pada lutut. Indikasi dilakukan artroskopi adalah kerusakan ligamen dan meniskus pada lutut.

Pencegahan Osteoarthritis

Meskipun osteoarthritis tidak dapat dicegah, penderita dapat meminimalisir potensi mengalami kondisi yang lebih parah atau komplikasi yang dapat menyebabkan kelumpuhan dengan melakukan beberapa hal, seperti:

  1. Melakukan olahraga secara rutin untuk menguatkan otot dan sendi
  2. Melakukan gerakan stretching secara rutin
  3. Menjaga postur tubuh saat duduk atau berdiri.
  4. Menjaga berat badan agar tidak mengalami obesitas.
Catatan redaksi: Meskipun artikel ini ditulis oleh tenaga medis profesional, konten ini tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran, diagnosis, atau perawatan medis profesional. Selalu mencari saran dari dokter Anda atau penyedia layanan kesehatan berkualifikasi lainnya atas kondisi medis yang sedang Anda alami. Jangan pernah mengabaikan nasihat medis profesional atau menunda dalam mencarinya karena sesuatu yang telah Anda baca di Situs Web ini.

 

Artikel ini adalah buatan pengguna dan menjadi tanggung jawab penulisnya.
Bagikan pendapat anda!



Bagaimana Reaksi Anda?
  • Suka
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Lucu
  • Kecewa
Berikan penilaian mengenai Artikel ini:
[Penilaian Rata-rata: 5]
Loading...
Tentang Penulis
Fathul Djannah  

dr. Fathul Djannah, Sp.PA. Alumni FK Universitas Hang Tuah Surabaya dan PPDS Patologi Anatomi Universitas Airlangga Surabaya

 Apa Komentar Anda?

Belum ada komentar.. Jadilah yang pertama!

Osteoarthritis, Teman di Usia Senja

Fathul Djannah 4 menit
0